CEO Dingin Kau Milik Ku

CEO Dingin Kau Milik Ku
Pengakuan


__ADS_3

"Eh, hehehe ... iya. Kebetulan lihat Mas Alex, kan kenal jadi minta dibantuin supaya diterima kerja di sana gitu. Terima kasih, ya," ucap Hanum.


"Ya, ya, ya." Alex menganggukan kepala. Dalam hati Hanum berdoa agar suaminya ini tidak iseng mengajukan pertanyaan yang membuat dirinya semakin malu.


Namun harapannya tidak terkabul, Alex kembali melontarkan topik paling vital, "Aku masih terheran-heran sama kenekatanmu, berani masuk ruanganku lalu ganti berkas Ane dengan punyamu," ujar Alex diiringi tawa geli.


"Hehehehe." Hanum menyahuti dengan tawa kaku yang dipaksakan.


"Tapi kalo ga gitu, bukan kamu yang jadi istriku," ucap Alex seraya menatap Hanum dengan pandangan teduh.


Hanum mengembangkan senyumnya yang masih terasa kaku. Apa-apan sih, kenapa jadi sok manis gini. Biasa aja kenapa. Gumam Hanum dalam hati.


"Kalau bukan aku, berarti Ane yang duduk di samping Mas Alex sekarang. Pasti jauh lebih serasi." Wajah Alex kembali mode pengaturan awal mendengar kalimat yang diucapkan Hanum.


"Kita juga serasi," ucap Alex datar seraya menatap lurus ke arah jalan raya.


"Kalau ... penampilanku sekarang tetap seperti dulu, apa Mas Alex bersikap yang sama?" Hanum memberanikan diri mengajukan pertanyaan yang sangat membuat dirinya penasaran.


Saat lampu lalu lintas berwarna merah, Alex memanfaatkan waktu itu dengan memandang Hanum lekat.


"Kamu pikir aku seperti ini karena kamu jadi duta paket perawatan kecantikan itu?" Hanum mengangguk ragu.


"Bukannya memang seperti itu?" tanya Hanum.


"Kalau memang benar aku seperti itu, kenapa bukan saat kamu duduk di pelaminan bersama aku, kamu ku tendang jauh-jauh?" tantang Alex.


"Terpaksa?"

__ADS_1


"Mmmm, mungkin juga," ujar Alex jujur, "Tapi sebagai laki-laki normal aku juga bisa memilih, dan aku memilih melanjutkan pernikahan kita yang aneh itu, karena menurut aku, kamu tulus bukan karena cairan-cairan aneh yang kamu oles di wajahmu itu," ungkap Alex.


"Jadi kalo aku sekarang, jelek, jerawatan, gendut kayak dulu, Mas Alex tetap suka?"


"Memangnya aku pernah bilang suka sama kamu?" tanya Alex balik.


"Heh?" Hanum melongo tidak menyangka respon balik Alex tidak sesuai harapannya, "Ya ... ga pernah sih," sahut Hanum malu.


"Kalau gitu sekarang aja aku bilang kalo ... aku suka sama kamu," ujar Alex masih setia dengan suara tanpa nada. Walaupun begitu, satu kalimat dari mulut Alex, mampu membuat Hanum ingin menari tango sekarang juga.


"Habis ini belok kanan, Mas." Hanum mengingatkan, karena mobil Alex masih berada di jalur tengah dan tidak ada tanda-tanda akan berbelok.


"Oh, ya lupa. Sudah lama ga kesini soalnya," ujar Alex berbohong, karena sebetulnya setelah tadi ia mengutarakan perasaannya, otaknya mendadak susah dikendalikan.


Alex menepikan mobilnya di depan rumah yang berhalaman luas. Begitu mobil Alex berhenti dengan sempurna, Hanum segera keluar dari mobil.


Hanum segera berlari ke arah bangunan utama. Matanya membesar saat membaca tulisan yang ada di pintu kayu rumah panti.


...Bangunan dan Tanah ini milik PT. Reksa Adi Karya...


"Ada apa?" tanya Alex yang sudah menyusulnya.


Hanum tak menjawab, ia berlari mengelilingi bangunan besar itu. Mencari tanda-tanda kehidupan di dalam rumah panti yang terkesan sunyi dan kosong.


"Buuu .... Ibuuuuu!" seru Hanum panik.


"Andiii! ...."

__ADS_1


"Sariiiii! ...."


Hanum terus berlari dari depan, ke belakang lalu kembali lagi memutari bangunan tua itu sambil memanggil semua nama penghuni panti.


...❤❤...


Follow


IG : Ave_aveeii


Halaman FB : Cerita Aveeii


Jangan lupa yaa 🙏


Love/favorite ❤


Komen bebas asal santun 💭


Like / jempol di setiap bab👍


Bunga 🌹


Kopi ☕


Rating / bintang lima 🌟


Votenya doong 🥰

__ADS_1


__ADS_2