CEO Dingin Kau Milik Ku

CEO Dingin Kau Milik Ku
Orang itu lagi


__ADS_3

Hanum membiarkan Alex menghabiskan sisa makanannya. Pria itu terlihat begitu lahap hingga tidak menyisakan sebutir nasi pun.


"Laper?" tanya Hanum sambil tersenyum miris.


"He'em. Kita kan terakhir makan pagi sebelum berangkat, kamu itu yang kenapa ga selera makan? masih kepikiran tentang panti?" tanya Alex seraya meletakan piring kosong ke atas meja.


Hanum menganggukan kepala. Memang benar ia memikirkan Ibu Anita dan adik-adik di panti, tapi bukan itu sebenarnya yang menjadi beban pikirannya sekarang.


"Kita tunggu kabar dari Mama ya, sambil kita cari info di sekitar sini," ujar Alex. Lagi-lagi Hanum hanya menganggukan kepala dengan pandangan menerawang.


"Num ... Hanum." Alex menggoyangkan lengannya pelan. Rupanya ia terlalu larut dengan pikirannya sendiri.


"Kenapa?"


"Tidur. Kamu kelihatan capek sekali." Hanum pasrah saja saat Alex menggiringnya masuk ke kamar utama.


Hanum memandang lekat wajah suaminya yang sudah memejamkan mata di sampingnya.


"Kenapa, hmm?" Hanum tersentak mundur saat Alex tiba-tiba membuka kedua matanya.


"Kamu dari tadi mikirin apa sih?" Alex membelai rambut Hanum.


"Mas Alex kenapa masih mempertahankan pernikahan ini?" Alex semakin melebarkan matanya saat mendengar pertanyaan Hanum. Kantuk dan lelahnya seakan sirna begitu saja.


"Kenapa masih kamu tanyakan?"


"Pingin tau aja," sahut Hanum pelan.


Alex menarik nafas panjang terlebih dahulu sebelum menjawab, "Karena ... aku hanya ingin punya hubungan dengan kamu aja."


"Kalau dengan wanita lain?" Hanum menatap kedua mata Alex.


"Kalau sudah ada kamu kenapa harus dengan yang lain?"

__ADS_1


"Barangkali," sahut Hanum seraya memejamkan mata.


"Udah gitu aja?" tanya Alex heran.


"He'eh," jawab Hanum singkat. Matanya kembali terbuka saat merasakan sesuatu yang hangat menempel di keningnya.


"Aku cuman mau sama kamu," ujar Alex, "Tidur," lanjutnya seraya menutup mata Hanum dengan telapak tangannya.


...❤...


"Mama barusan kasih kabar, ternyata tanah dan bangunan panti itu sudah berganti pemilik, dan kamu tahu Papa memberikan tanah panti itu kepada siapa? ... Pak Eko!" seru Alex dengan sedikit emosi. Hanum nampak tidak terkejut saat suaminya membawa kabar yang seharusnya juga penting baginya.


"Kenapa bisa?" tanya Hanum pelan.


"Mama masih belum bisa dapet keterangan yang jelas. Papa masih di luar kota, signal kurang bagus untuk bicara panjang katanya." Alex duduk di depan Hanum dengan wajah lelah.


"Ga apa-apa, setidaknya bukan orang lain yang memiliki tanah ini," ujar Hanum masih dengan nada tenang.


"Tapi ... mereka semua ga ada Hanum. Menurut orangnya Pak Eko yang mengurus peralihan tanah dan bangunan itu, sehari setelah di infokan kepada pemimpin panti, besoknya mereka sudah tidak ada di sana," jelas Alex. Hanum masih memandang suaminya datar.


"Aku jelas khawatir, Mas, tapi aku harus bagaimana?" Hanum kembali terisak.


"Sori, aku ga bermaksud bicara seperti itu." Alex berusaha meraih tubuh Hanum ke dalam pelukannya.


"Kamu mau aku antar kemana? mungkin kamu tahu kenalan Ibu Anita di sini?" tanya Alex setelah tidak berhasil memeluk istrinya.


"Pulang," cicit Hanum.


"Kamu yakin?"


"Yakin. Aku agak ga enak badan, pingin pulang," ujar Hanum lelah.


"Ya udah. Kita pulang sekarang." Alex mengusap pipi Hanum yang terlihat memucat.

__ADS_1


...❤...


Hanum menunggu dengan gelisah di depan receptionist kantor Pak Eko, teman Ayah mertuanya.


"Silahkan langsung naik ke lantai 5, Bu. Nanti di sana ada sekretaris Pak Eko." Receptionist itu mempersilahkan Hanum untuk naik setelah menutup teleponnya.


Dada Hanum berdegub semakin kencang saat menaiki lift. Ia merasa sangat khawatir untuk bertemu dengan orang yang sudah menghinanya secara terang-terangan.


Bukan keinginannya sendiri siang ini ada di kantor Pak Eko, tapi ia mau tidak mau menerima tawaran Pak Eko untuk bertemu, tanpa boleh seorang pun yang tahu.


...❤❤...


Lanjut sorean ya, ditunggu


Follow


IG : Ave_aveeii


Halaman FB : Cerita Aveeii


Jangan lupa yaa 🙏


Love/favorite ❤


Komen bebas asal santun 💭


Like / jempol di setiap bab👍


Bunga 🌹


Kopi ☕


Rating / bintang lima 🌟

__ADS_1


Votenya doong 🥰


__ADS_2