CEO Dingin Kau Milik Ku

CEO Dingin Kau Milik Ku
Inspeksi mendadak


__ADS_3

"Ikut ke kantor ya," ajak Alex saat Hanum membantunya memasang dasi.


Setelah semalam makan satu piring berdua dan berbicara hanya dengan isyarat mata juga senyuman, hubungan Alex dan Hanum semakin dekat. Kegiatan makan semalam itu juga ditutup dengan tidur saling berpelukan satu sama lain. So sweet.


"Ngapain?"


"Masih kepingin makan mie pangsit di jalan rindu ga?" Hanum tersipu saat Alex bertanya dengan nada menggoda, "Lebih enak makan langsung di tempatnya, kebetulan hari ini aku sedikit longgar sudah ada Jonathan juga di kantor."


"Mau, mauu." Hanum menganggukan kepala dengan semangat.


Mereka berdua tiba di kantor lebih lambat dari Jonathan yang sudah duduk manis di ruangannya.


"Siapa itu?" bisik Hanum saat melihat Jamilah jalan di belakang adik iparnya.


"Asistennya Jo."


"Jo punya asisten?"


"Iya buat bantuin kerjaannya, karena sepertinya dia ga cocok sama Cimoy."


"Aku juga ga cocok," sahut Hanum dengan bibir mengkerucut.


Sampai detik ini, Cimoy masih menunjukkan sikap tidak suka padanya. Bahkan secara terang-terangan dengan pandangan merendahkan dan senyuman yang sinis.


"Yang penting cocok sama bosnya," sahut Alex sembari menjawil puncak hidung Hanum.

__ADS_1


"Ga juga, dicocok-cocokin aja sih," ujar Hanum jual mahal.


"Ga apa, yang penting aku cocok," ucap Alex sembari mengecup kening dan perut istrinya.


"Halaaaahhh!! gini ini yang bikin males kalo ada pasangan di kantor. Ya semestaaaa ga di rumah, ga di kantor kenapa pemandangan seperti ini yang harus kulihat??" Jonathan berseru kesal dengan kedua tangan terangkat ke atas saat masuk ke dalam ruangan kakaknya.


"Jangan teriak-teriak di kantor. Ada apa?" sergah Alex malas karena kemesraannya harus terpotong.


"Mau ngasih berkas ini doang, sama mau tanya gi---"


"Sebentar." Kalimat Jonathan terpotong saat ada panggilan masuk ke intercom mejanya.


"Selamat Pagi, Pak. Di bawah ada Pak Raymond sama Pak William mau bertemu dengan Pak Jonathan," ucap Cimoy dari luar ruangan.


"Pak Jonathan 'kan baru masuk ke ruangan Bapak," kelit Cimoy.


"Ya udah suruh naik aja."


"Ngapain Papi Ray datang kesini, nyari aku pula? ... gawat!!" Belum sempat Alex menimpali pertanyaannya, Jonathan segera berlari kembali ke ruangannya. Tidak berapa lama ia kembali masuk sembari menarik Jamilah dengan tergesa.


"Kak, kak! tolong bawa Jamilah pergi jauh-jauh dari sini. Lewat tangga darurat aja ya." Jonathan dengan panik mendorong asisten kecilnya itu ke arah Hanum.


"Ada apa, Jo?" tanya Hanum bingung tiba-tiba disodori gadis muda yang belum dikenalnya untuk dibawa pergi.


"Udaaah, nanyanya nanti aja. Pleaseee! buruaan keluar kalian berdua." Jonathan menggiring Hanum dan Jamilah yang masih terlihat kebingungan.

__ADS_1


"Kenapa sih kamu, Jo?!" cetus Alex yang tak suka melihat istrinya diperlakukan sedikit kasar.


"Gawat lah pokoknya," sahut Jonathan tak acuh seraya mengikuti langkah dua wanita itu keluar dari ruangan Alex.


"Kalian berdua tunggu di cafetaria lantai atas aja ya."


"Jo, Hanum itu lagi hamil masak kamu suruh naik tangga!" seru Alex yang menyusul keluar dari ruangan. Cimoy yang mendengar Hanum sedang hamil langsung menutup mulutnya terkejut.


"Ga apa-apa cuman satu lantai aja," sahut Hanum menenangkan suaminya sambil menggandeng Jamilah.


"Kalian jangan turun sampai aku naik yaaa." Jonathan berteriak sebelum kedua wanita itu menghilang di balik pintu tangga darurat.


Belum ada dua detik pintu tangga darurat tertutup, disampingnya pintu lift terbuka.


"Waah, ada angin apa Papi Ray datang kesini." Jonathan merentangkan kedua tangannya hendak merangkul ayah sambung dari adik perempuannya itu.


Alex yang masih berdiri di ambang pintu ruangannya, menahan senyum mengejeknya saat melihat adiknya berpura-pura bahagia menyambut William dan Papi Raymond datang ke kantor.


...❤🤍...


Bagi yang bingung siapa Papi Ray itu, intip novel Cinta Jangan Datang Terlambat ya.


🤠 Promo terus thor?


😾 ya tentu doong 😁

__ADS_1


__ADS_2