CEO Dingin Kau Milik Ku

CEO Dingin Kau Milik Ku
Makan yang terlalu malam


__ADS_3

"Hooaaamm, Papa sudah ngantuk." Papa menguap lebar sembari berdiri dari duduknya, "Papa masuk dulu ya. Kamu juga segera tidur, temani istrimu." Papa menepuk bahu Alex saat melewati kursi putranya.


Alex diam sebentar lalu ikut berdiri dari duduknya, dan membawa gelas berisi susu ibu hamil yang masih belum tersentuh sama sekali.


Sebelum masuk ke dalam kamar, Alex menarik nafas terlebih dahulu. Ia mengatur emosinya agar tidak ikut larut saat mendapat reaksi yang mengesalkan dari istrinya.


Saat ia membuka pintu kamarnya, Alex masih sempat menangkap gerakan Hanum yang membalikkan badan dengan cepat.


"Num, sudah tidur?" tanya Alex pura-pura tidak tahu. Hanum tidur memunggungi dengan wajah hampir seluruhnya dibenamkan di atas bantal.


Alex menduga istrinya masih menangis atau sesenggukan, terlihat dari gerakan punggungnya yang tidak beraturan.


"Aku taruh susunya di atas meja ya, kalau kamu haus atau lapar nanti malam bisa diminum," ucap Alex pelan.


Perlahan ia naik ke atas tempat tidur. Dipandanginya punggung Hanum yang terasa sangat jauh dari jangkauannya. Ia teringat cerita Papa tentang Mamanya yang senang diusap punggung dan perutnya saat mengandung.


Tangan Alex terulur menyentuh punggung istrinya, perlahan ia mulai mengusap punggung Hanum. Merasa tidak ada penolakan bahkan gerakan punggungnya semakin teratur, Alex mulai bergeser mendekat.


Tangan kirinya ia selipkan di tengkuk Hanum, sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk mengusap perut istrinya.


Awalnya Hanum menolak, namun perlahan tubuhnya mulai mengendur dan menikmati usapan tangan suaminya.

__ADS_1


"Kamu capek ya? bilang ya kalau mau dipijat," bisik Alex pelan.


Hanum tidak mau menjawab, ia masih pura-pura terlelap dan menikmati sentuhan suaminya.


Terdengar suara dengkuran halus terdengar dari balik tubuhnya. Pergerakan tangan Alex pun sudah tidak ada, tapi tangan itu masih melingkar di perutnya.


Perlahan Hanum mengurai belitan lengan Alex dari tubuhnya. Perutnya yang kosong sudah berbunyi minta diisi. Hanum berdiri dari tidurnya dan menghabiskan susu dalam gelas, yang ditaruh suaminya di atas meja. Namun segelas susu masih terasa kurang untuk ibu hamil seperti dirinya, apalagi mie yang ia makan sebelum tidur sudah ia keluarkan semuanya.


Hanum keluar dari kamar menuju dapur. Waktu sudah menunjukan lewat tengah malam, makanan di atas meja tentu sudah tidak tersedia lagi. Hanum membuka lemari dapur tempat makanan kering disimpan.


Beberapa bungkus mie instan menarik perhatiannya. Hanum mulai menyalakan kompor untuk merebus air. Ia lalu bersiap meracik bumbu di dalam mangkuk.


Hanum hanya menganggukan kepala malu dengan pertanyaan suaminya. Keningnya berkerut tidak senang saat Alex mematikan kompor untuk merebus mie.


"Kurangi makan mie instan ya. Aku gorengin telur sama sosis mau?" tanya Alex dengan senyum terkembang. Hanum masih malas menjawab, ia terlanjur ingin makan mie instan kesukaannya.


"Masih ada nasi, ada telur, ada sosis, kayaknya enak kalau buat nasi goreng. Mau?" tanya Alex lagi. Hanum masih membisu, ia hanya menaikan kedua bahunya tak acuh.


"Duduk di sini dulu, biar hamba yang masak buat Tuan Putri," ujar Alex sembari menuntun Hanum duduk di kursi meja makan.


Sepanjang pernikahan mereka berdua, baru kali ini ia melihat suaminya memegang alat masak. Dari arah belakang, punggungnya yang lebar tampak bergerak sesuai irama denting wajan dan sutil.

__ADS_1


Wangi aroma sosis, telur dan bumbu nasi goreng mengundang Hanum mendekat ke arah penggorengan.


"Sudah laper?" goda Alex saat melihat wajah kelaparan istrinya. Hanum menunduk malu lalu kembali lagi di kursinya.


Tak berapa lama sepiring besar nasi goreng terhidang di atas meja.


"Ini terlalu banyak," protes Hanum.


"Makan berdua, aku juga jadi laper," ucap Alex sembari duduk di samping Hanum, "Mau kemana?" Alex menahan tangan Hanum saat istrinya itu berdiri dari duduknya.


"Ambil sendok."


"Ini aja, kita makan sama-sama." Alex menunjukan sendok ditangannya


"Haak." Alex memintanya untuk membuka mulut.


"Mas Alex dulu."


"Kamu dulu, kan yang mau makan tadi kamu," paksa Alex. Hanum perlahan membuka mulutnya. Ini pertama kalinya ia makan disuapi oleh suami.


Alex bergantian menyuap istrinya lalu ia sendiri. Mereka berdua makan tanpa suara, tapi tiap kali Alex menyuapkan sendok ke dalam mulut Hanum, mata mereka bersitatap dan langsung saling tersenyum bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2