CEO Dingin Kau Milik Ku

CEO Dingin Kau Milik Ku
Pangsit Mie


__ADS_3

Alex membuka ponselnya saat terdengar bunyi pesan masuk yang sengaja ia bedakan suaranya.


📩 Mas, nanti pulang dari kantor, belikan mie pangsit yang di jalan Rindu yaaa 🥰😘


Alex tersenyum melihat pesan masuk dari Hanum. Kandungan istrinya itu sudah menginjak bulan keempat. Sejak hamil sampai dengan hari ini, Hanum sama sekali tidak pernah meminta sesuatu padanya.


Apa mungkin masih merasa segan meminta padanya atau Hanum memang tidak merasakan ngidam layaknya ibu hamil pada umumnya.


Begitu siang ini pesan masuk minta dibelikan makanan untuk pertama kalinya, Alex sangat merasa bahagia dan dibutuhkan.


📨 Oke


Memang dasar pria yang tidak pandai berbasa basi, meskipun hatinya sangat senang tetap tidak bisa ia ekspresikan walau dengan tulisan sekalipun.


Hanum melempar ponselnya ke atas ranjang. Ia merasa kesal dan kecewa dengan respon dan jawaban suaminya di pesan singkat.


Ia sejak tadi membutuhkan banyak persiapan untuk mengirim sebuah pesan. Tulis, hapus, tulis lagi, lalu hapus lagi. Begitu berulang kali, sampai pada akhirnya, ia menekan tombol kirim dan menanti jawaban dengan jantung berdegup kencang.


Moodnya langsung kacau seharian, sejak menerima balasan pesan dari Alex. Saat terdengar suara mobil suaminya masuk ke dalam pekarangan rumah, Hanum tidak menyambutnya seperti biasa. Ia langsung masuk ke dalam kamar berpura-pura tidak mendengar.


"Num, kamu lagi apa?" Kepala Alex menyembul dari balik pintu kamar.


"Rapiin baju," sahut Hanum singkat. Ia menyibukan diri dengan tumpukan baju yang sudah rapi di dalam lemari, tapi sengaja ia keluarkan lagi.

__ADS_1


"Itu mie pangsit yang kamu minta ada di meja makan."


"Hmmm." Hanum bergumam tanpa menoleh pada suaminya.


"Aku mandi dulu ya." Tanpa merasa curiga Alex masuk ke dalam kamar mandi, "Nuum, tolong ambilkan handuk dong," seru Alex dari dalam kamar mandi.


Hanum yang sudah tahu kebiasaan suaminya, sudah keluar dari kamar sebelum Alex meminta tolong untuk mengambilkan handuk.


"Hanum belum makan, Ma?" tanya Alex heran saat melihat mie pangsit yang ia bawakan masih utuh belum terbuka sama sekali.


"Mama belum lihat dia makan malam."


Alex pergi ke dapur tapi ia tidak menemukan Hanum di sana.


"Hanum tadi minta dibawakan mie pangsit, tapi kok ga langsung dimakan? dia dimana ya?"


"Coba cari di taman belakang, Hanum sekarang suka duduk di gazebo." Mama menunjuk ke arah belakang rumah


Alex segera ke taman belakang, sebelumnya ia membuka bungkus pangsit mie dan menuangkannya ke dalam mangkuk.


Hanum sedang bermain dengan ikan di kolam saat Alex datang menghampirinya dengan mangkuk mie di tangan.


"Kenapa ga di makan?"

__ADS_1


"Sudah ga pingin," sahut Hanum terus menunduk.


"Mau makan apa? nanti aku belikan."


"Ga usah."


Alex menarik nafas panjang. Ia belum menyadari kesalahan yang sudah membuat istrinya kesal.


"Terus kamu ga mau makan malam? aku pulang kerja sempet-sempetin antri mie pangsit pesenanmu sampai satu jam lebih, tapi kamu ga kamu sentuh sama sekali. Kalau tahu begini kamu pesan online aja."


Hanum mengangkat kepalanya, ia terperangah saat Alex mengomel panjang.


"Kalau kamu ga makan mungkin masih tahan, tapi apa kamu ga kasihan sama bayi yang ada di perutmu? jangan egois, Num!"


Hanum mengerapatkan bibirnya. Ia menahan agar tidak mengeluarkan kata-kata yang semakin membuat situasi semakin kacau.


Sedikit kasar ia ambil mangkuk dari tangan Alex dan mulai memakannya dengan cepat.


"Jangan di sini, aku mual kalo lihat kamu!" Hanum duduk membelakangi suaminya.


Ia mengusir Alex bukan karena alasan yang dikatakannya, tapi ia sedang menutupi air mata yang jatuh sembari ia makan.


...❤🤍...

__ADS_1


__ADS_2