CEO Dingin Kau Milik Ku

CEO Dingin Kau Milik Ku
Bekal di rumah sakit


__ADS_3

Blusshh ...


Kulit wajah Hanum seketika merona mendengar ucapan nakal yanng dilontarkan Alex.


"Mana ada," sahutnya tak acuh, padahal rasa malunya sudah sampai di ubun-ubun. Jika suaminya mendengar semua apa yang ia katakan, berarti pria itu tahu juga apa yang sudah ia lakukan tadi.


"Aaa!" Hanum spontan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Menyadari ternyata suaminya itu hanya pura-pura tidur, dan ia sudah dengan beraninya mengecup kening, pipi dan bibirnya.


"Kamu kenapa?" Wajah Alex terlihat khawatir dan terkejut saat Hanum tiba-tiba menjerit.


"Ga apa-apa," sahut Hanum pasrah. Bukankah mereka adalah pasangan suami istri yang sah, bahkan sudah beberapa kali melakukan hubungan intim. Jadi kenapa harus malu hanya karena mengecup wajah suami? Hanum berusaha menghibur dan mencari pembenaran diri.


Alex menahan senyumnya saat tangan Hanum turun dan memperlihatkan pipinya yang memerah karena malu. Sekarang ia tahu mengapa istrinya tadi tiba-tiba menjerit.


"Dulu berani banget sekarang kenapa jadi pemalu?"


"Heh?" Hanum mengerutkan keningnya tak mengerti.


"Dulu waktu sekolah kamu berani teriak-teriak sampai di marahin temen-temen kamu. Waktu kerja juga kamu berani tukar berkas biodata Ane dengan punyamu, tapi kenapa sekarang aku sudah ada di sampingmu masih aja curi-curi?"


"Curi-curi apa? Aku ga nyuri apa-apa," ucap Hanum terima.


"Tadi nyuri cium waktu aku masih tidur," ujar Alex dengan wajah datar.

__ADS_1


"Iiish, itu kan karena ... aku kasihan aja," kelit Hanum.


"Sekarang ga kasihan?" Alex memasang wajah nelangsa.


"Ya, kasihan."


"Berarti masih bisa dapet cium?" Alex memasang wajah memohon.


"Apaan sih Mas Alex ini?" Hanum merasa risih dengan tingkah Alex yang berubah tengil seperti adiknya.


"Ya udah ga apa-apa." Alex memalingkan wajahnya ke arah jendela.


Hanum sudah sangat paham dengan gelagat suaminya ini. Saat menceritakan tentang koleksi komik yang berpindah tangan menjadi miliknya, Alex juga bersikap seperti itu. Merajuk seperti anak kecil yang meminta sesuatu tapi tidak diberi.


Hanum berdiri dari duduknya lalu dengan cepat mengecup pipi Alex.


"Udah."


"Ga kerasa." Alex masih memalingkan wajahnya tak mau menatap wajah Hanum.


"Malu, nanti aja kalo sudah pulang."


"Aku bakal lama di rumah sakit." Alex memasang wajah sedih.

__ADS_1


Hanum menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada yang akan masuk ke dalam ruang rawat pasien. Lalu ia berdiri dan bersiap mencium pipi Alex lagi, kali ini sedikit lebih lama biar terasa katanya.


"Di sini aja." Alex memajukan bibirnya saat bibir Hanum hampir menyentuh pipinya. Hanum melotot kesal melihat tingkah suaminya yang semakin lama semakin menjengkelkan.


"Duuuh, sakit. Kalo ga mau cium ga apa-apa, tapi jangan dicubit. Aku baru aja operasi, Num." Alex merintih kesakitan saat Hanum mencubit pinggulnya.


"Kamu pulang aja." Alex semakin memalingkan wajahnya.


Hanum baru menyadari jika pria yang ia nikahi ini bukanlah pria yang dingin dan kaku. Mungkin sikapnya selama ini disebabkan karena, tuntutan sebagai anak sulung yang harus tampil sempurna sesuai citra Papanya. Sikap manja Alex, membuktikan jika suaminya ini sudah merasa nyaman bersama dengannya.


Hanum menghela nafas panjang melihat sikap merajuk Alex. Perlahan tangannya mengusap rambut dan memalingkan wajah Alex menghadap dirinya. Sebelum mendekatkan wajahnya, Hanum tersenyum menggoda.


"Gitu aja ngambek." Hanum tak memberikan kesempatan Alex untuk menyangkal perkataannya. Ia lalu mendekatkan wajahnya dan langsung menempelkan bibirnya di mulut Alex yang sedikit terbuka.


Ia mendominasi ci*uman mereka, dengan cara seperti itu Hanum membayar rasa sakit akibat cubitannya. Cukup lama mereka saling bertautan, akhirnya Hanum menghentikan ci*uman mereka setelah keduanya hampir kehabisan nafas.


"Lagi," rengek Alex. Hanum memutar kedua bola matanya tak percaya mendengar nada manja dari suaminya, tapi ia tetap mengabulkan permintaan Alex. Memberikan ci*uman untuk yang kedua kalinya.


"Udah," ucap Hanum sembari mengusap bibirnya yang basah dan bengkak.


...❤❤...


Mampir sini juga yuukk

__ADS_1



__ADS_2