Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
kenyataan pahit 3


__ADS_3

Hari telah berganti, hari ini adalah hari Minggu atau hari tenang ke 2 sebelum esok aku harus menghadapi ujian Nasional, aku sudah tidak memiliki uang sepeser pun perut ku sudah sangat sakit meminta di isi makanan, aku menoleh pada kantong belanjaan milik Ilham beberapa hari lalu yang isi nya makin hari makin berkurang, aku mendapat kan beberapa makanan dan aku membuka makanan itu untuk menyantap nya


Nyeri hati ku, membayangkan orang-orang di sekeliling ku, kenapa mereka sangat tega? kemarin setelah aku belajar bersama Ester dan Ilham di rumah ku, aku sempat kan mengunjungi Tante titik kembali, ya aku berharap Tante ku berbagi makanan nya untuk ku, tetapi entah mengapa ia seperti tidak senang dengan kehadiran ku, wajah nya sangat galak dan tak ada kata yang keluar sedikit pun dari mulut nya meski aku menanyakan sesuatu.


Berbeda saat malam tiba, Tante ku justru mengunjungi ku, betapa senang hati ku karena memang sangat jarang Tante ku mau berkunjung ke rumah ku, ia meminta ku untuk menemani nya karena sang suami ada pekerjaan yang mengharuskan sang suami tidak di rumah malam kemarin.


**


Flashback on


" Vi, tidur di rumah Tante ya malam ini, Tante takut jika harus tidur sendiri, om Jo tidak pulang malam ini "


itulah kalimat yang di katakan Tante ku, sangat lembut dan penuh harapan


" Ya Tante mau ke rumah Tante sekarang atau tunggu nanti saja? " tanya ku


" Sekarang saja, Tante tidak biasa di ruangan tanpa pendingin udara " jawab nya sambil mengibas tangan pada wajah nya dan melangkah keluar rumah ku


" Baiik Tante Vi mengunci pintu dahulu " ujar ku yang di senyumi sinis oleh Tante ku


Aku dan Tante titik berjalan bersama di kegelapan malam, Tante ku tidak berkata apapun sepanjang perjalanan ia hanya menunduk dan melangkah sangat cepat, aku sampai berlari kecil untuk mengimbangi nya, ada apa sebenarnya dengan Tante ku? apa dia sedang menghindari sesuatu?


Tante titik masuk dengan menutup pintu keras, padahal ia tahu aku masih ada di luar rumah nya, tapi aku masih berfikir positif mungkin Tante ku sakit perut atau ia ingin buang air kecil.


Aku memasuki rumah Tante titik yang siang tadi sudah aku kunjungi, terlihat banyak beberapa jenis makanan tertata rapih di meja.


" Vi, ambil lah tikar di atas lemari " perintah Tante ku


" iya " aku bergegas mengambil sebuah tikar usang yang di dalam nya terdapat bantal yang sudah bau


" Tante tidur duluan kalau mau tidur jangan lupa matikan lampu nya " ucap Tante ku


Aku tidur di ruangan yang terdapat banyak perabotan disana, sampai tubuh ku hanya bisa berbaring tidak bisa berbalik, miris bukan?? ini nyata keluarga ku, kakak kandung dari mama ku tapi memperlakukan aku seperti ini.


Subuh menjelang tubuh ku sakit semua, aku ingin melaksanakan ibadah tapi aku takut untuk membangun kan Tante ku, akhirnya aku melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sekaligus berwudhu .


Ketika ku membuka pintu kamar mandi Tante ku sudah berdiri di depan pintu dengan sorot mata tajam.


" Lama sekali kau! mandi apa menghabiskan shampoo ku? sampai harum nya memenuhi ruangan " ujar Tante ku yang melihat rambut ku basah dan masih menetes kan air dari ujung nya


" maaf Tante, aku mau pinjam mukena mau sholat "


hanya itu yang bisa ku jawab


" Tuh di sana ! setelah kau pakai simpan di keranjang cucian kotor ! " tunjuk nya sambil cemberut


Aku berjalan menghampiri lipatan mukena yang sangat rapih, aku pakai dan tercium sangat harum

__ADS_1


" Pantas saja dia tidak suka mukena nya ku pakai, ini sangat harum " ujar ku dalam hati.


Aku berniat menghampiri Tante ku setelah melaksanakan sholat, ku lihat Tante ku sedang memasak ikan goreng yang harum nya membuat perut ku ingin segera di isi


" Pulang sana ! suami ku sebentar lagi tiba " ucapan Tante ku yang membuat hati ku sakit .


" Suami ku tidak suka ada orang asing di rumah ini " ujar nya lagi


" ya " aku melangkah dengan linangan air mata, tidak pernah aku menyangka ada manusia setega itu pada keponakan nya .


Aku berjanji dalam hati kecil ku, aku tidak akan pernah ingin menolong nya lagi, sampai dia menangis darah sekalipun.


Flashback off


***


Aku masih memakan sisa makanan yang ada dalam kantong belanjaan milik ilham, ku ambil satu kertas yang tergeletak di meja depan ku dan ku ukir kertas itu dengan satu pena berwarna emas milik papa ku


ILHAM


ESTER


NUVIA


Ku lipat kertas itu dan ku simpan dalam dompet ku yang memang sudah pudar warnanya


Aku berjanji hanya mereka yang nanti akan aku bahagia kan, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan mereka sampai kapan pun


Keesokan hari aku seperti biasa berdiri di pinggir jalan besar untuk menunggu bus jemputan sekolah ku tiba


" Vi sayang " tiba-tiba arbi datang dan menghampiri aku dengan senyum manis ny


" Arbi ! " seru ku


" Kamu kemana saja Arbi? kenapa tidak pernah menghubungi ku? " tanya ku yang sebenarnya bingung dengan hubungan kami yang hambar


" Aku sibuk belajar, bukan kah sama hari ini kita ujian Nasional " ucap Arbi yang memang ada benarnya


" Aku juga belajar tapi bisa menghubungi kamu " ucap ku


" Tidak usah terlalu berlebihan, beri aku waktu tiga hari ini untuk menyelesaikan ujian Nasional setelah nya kita bertemu ya sayang " ucap dia sambil mengelus rambut ku


" Baiklah " hati ku luluh seketika dan akhirnya bus jemputan sekolah ku sudah tiba, aku berpamitan pada Arbi lalu menyebrangi jalan menghampiri bus tersebut


🌸🌸


Di sekolah

__ADS_1


Semua siswa dan siswi sudah memasuki ruangan masing-masing, aku dan Ester berbeda ruangan justru aku satu ruangan dengan Ilham


Aku tepat berada di belakang kursi yang ilham duduki, aku mengerjakan semua soal dengan teliti aku tidak ingin mengecewakan para sahabat yang selama ini selalu setia bersama ku dalam situasi apapun.


Dalam waktu kurang dari empat puluh menit aku. sudah menyelesaikan soal-soal yang ada di hadapan ku, aku menatap bahu sahabat ku Ilham, tak terasa air mata ku mengalir tanpa ku perintah


Aku membayangkan masa dimana setelah ini aku akan berpisah dengan nya, Ilham dan Ester akan melanjutkan kuliah di luar negeri, sedang kan aku hanya bisa tetap di Indonesia memperjuangkan hidup sendirian .


Aku menghapus jejak air mata ku saat terdengar bel peringatan waktu mengerjakan soal sudah habis, Ilham membalikkan tubuh nya menghadap pada ku


" Vi otak ku rasa nya akan pecah " ujar ilham memegang kepala nya dengan kedua tangan nya


" Lumayan Sulit ya " ujar ku sambil berdiri dan menarik tangan Ilham untuk keluar ruangan


" Vi tunggu tas ku nyangkut " ujar ilham yang tergopoh-gopoh menggapai tas yang tertinggal di kursi lalu berlari menyusul ku.


Ilham dan aku berlari ke ruangan kelas Ester terlihat Ester sedang Merapikan beberapa alat tulis nya kedalam tempat pensil yang berwarna putih polos


" Ini untuk ku " ku rebut tempat pensil itu dan ku keluarkan semua isi nya


" Heeyyy mengapa kamu rebut tempat pensil ku Vi " Ester sedikit meninggi kan suara nya


" Lihat lah, semua berantakan oh Tuhan " Ester menepuk keningnya perlahan


" Hari ini kita jalan ke mall yuuu " ujar ku dengan percaya diri padahal sepeserpun aku tak memiliki uang saat ini


Ester yang sedang menggerutu dengan cepat memandang ku dan dia dengan cepat memasukkan alat tulis nya ke dalam tas nya tanpa ragu


" Hayuuu Vi mau mau mau " ucap Ester cepat


" otak ku sudah panas sedari tadi mungkin butuh udara dingin dari AC mall " Ester makin bersemangat


" ilham, mau kan??? " tanya ku


" Berangkat Vi " ilham pun sangat bersemangat


" Tapi kamu teraktir kita ya ilham hahahaha " ucap ku tertawa yang di sambut oleh Ester


" ya benar Vi benar hahaha " Ester menambah kan


Aku akan seperti ini sebelum aku berpisah dengan kalian aku ingin menciptakan perpisahan yang indah untuk para sahabat ku.


Ilham pasti bahagia sekali ini akan jadi momen pertama untuk nya, aku tahu Ilham ingin sekali mengajak ku jalan-jalan sedari dulu, tapi aku selalu menolak, aku hanya tidak ingin di anggap memanfaatkan orang baik


Dan Ester sangat menyukai tempat pensil itu, aku yakin dia pasti akan selalu merasa kehilangan tempat pensil nya dimana pun dia berada, dan Ester pasti akan mengingat ku juga karena aku lah yang merampas benda kesayangan nya.


TBC

__ADS_1


Terima kasih yang sudah like n komen


love u comach😘😘😘


__ADS_2