
Suara lantunan ayat suci terdengar merdu di telinga ku sangat menyentuh segala relung yang ada di jiwa ku.
Ku buka mata ku perlahan menatap jam yang menempel di dinding kamar ku yang menunjukkan pukul 04:30.
" sudah lama aku tidak bangun di jam segini " ucap ku dalam hati.
" Alhamdulillah " Ku ucap syukur ku pada Allah SWT yang telah melindungi ku sepanjang malam ku.
Ku melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri ku, ku sirami seluruh tubuh dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki ku, biarkan air ini membersihkan semua kotoran yang melekat lama dalam tubuh ku hilang bersama tetesan Air.
Ku letakkan kedua tangan ku untuk menadahkan air wudhu , ku lafadz kan doa agar seluruh tubuh ini kembali suci .
Selesai berwudhu aku mencari perlengkapan sholat ku yang sudah lama tersisih dalam lemari pakaian ku
ku pakai mukena yang sudah terasa mengecil di tubuh ku , karena mukena itu pun hadiah dari sahabat kecil ku bernama hafidz Abdallah warga kota kembang Bandung yang setiap kali libur sekolah pasti berlibur di rumah kerabat nya yang berdekatan rumah nya dengan ku .
" Usholli Fardhu Subhi Rok' ataini mustakbila kibllati ada'an lillahi Ta' Alla "
(Aku berniat sholat subuh 2 rokaat menghadap kiblat karena Allah Ta'alla )
Menetes air mata ku saat aku membaca niat sholat di dalam hati.
Ku laksanakan perintah mu yaa Allah ..
Ampunilah Aku yang lalai ini ..
Aku kembali pada Mu ya Robb..
bimbing lah aku di jalan yang lurus dan benar jalan yang Engkau ridhoi bukan jalan yang Engkau mungkari dan sesat.
itu lah doa pertama kali yang aku panjat kan , Aku tidak berani meminta yang lebih karena aku tahu aku tak pantas.
Aku bersiap pergi ke sekolah, ku langkahkan kaki ku ke ruang tamu untuk mengambil sepatu ku
" Ya ampun ilham ! " aku terkejut melihat kantong belanjaan Ilham yang masih tersusun rapih dekat sudut meja di ruang tamu ku.
" Pantas kemarin aku merasa ada yang tertinggal di diri Ilham tapi aku sendiri tidak tahu apa? "
ucap ku bicara pada diri sendiri.
" Harus kah ku bawa ke. sekolah? " aku berfikir sejenak
" oohhh tidak ... tidak !!!!! bisa-bisa aku di maki-maki oleh Hani dan Dea jika tahu Ilham berkunjung ke rumah ku " ucap ku masih pada diri ku
" Nanti saja Ilham yang ambil sendiri , lagi pula aku takut telat ke depan jalan untuk menunggu bus jemputan sekolah "
Aku melangkah kan kaki ku sedikit lebih ringan di banding hari-hari kemarin. meskipun kekosongan masih ada dalam hati tapi tak apa, aku harus bisa melewati semua ini.
" Vi sayang " ujar kekasih ku saat aku tiba di ujung jalan besar tempat ku menunggu bus sekolah.
Aku menoleh dan tersenyum pada kekasih ku Arbi, dia terlihat segar dan sangat harum Arbi tersenyum lebar pada ku.
" Apa kabar Vi? cantik sekali hari ini " ujar nya membuat hati ku berbunga-bunga
" Baik Arbi, kamu sendiri bagaimana? kemarin aku tidak bisa menghubungi kamu " ucap ku
" Ponsel ku tertinggal di rumah, aku satu hari kemarin bermain di rumah pakde ku " jawab nya cepat.
" Pantas saja kalau begitu, setidak nya jika kamu sudah tahu aku menghubungi mu, tolong kamu hubungi aku kembali agar aku tidak. khawatir " ucap ku lancar dan jujur tanpa rekayasa
__ADS_1
" Baiklah, aku berangkat lebih dulu ya Vi, ada guru killer di jam awal jadi aku tidak ingin terlambat " ucap Arbi sambil menyalakan mesin sepeda motor nya dan pergi begitu saja.
Dasar aku yang bodoh, aku justru bahagia hanya di tegur seperti itu, aku merasa Arbi mengakui aku kekasih nya di depan orang banyak.
(Hadeeehhh maklum bucin)
***
Tiba di sekolah aku di suguhkan dengan pemandangan yang mengerikan, Chika Dea dan Hani sudah berdiri tepat di depan pintu kelas ku.
" Nuvia !!! kemari kau " ujar Dea yang bertubuh kecil dan berambut pendek, seperti biasa Dea lah orang yang pertama maju, jika lawan masih berani baru lah Chika dan ditutup oleh Hani.
" Ya, Ada apa? " Tanpa ragu aku hampiri ke tiga siswi yang jadi panutan para siswi lain nya
" Kemana saja kau setelah pergi bersama Ilham dua hari lalu ! " tanya Dea
" Aku ada urusan keluarga dua hari kemarin " ucap ku
" Gaya mu seperti orang yang punya keluarga saja, sudah jelas orang tua mu bercerai karena mama mu berselingkuh " ujar Dea mengejek
" Urusan mu apa jika orang tua ku bercerai? " ujar ku kesal pada Dea yang memancing emosi ku
" Berani juga kau orang miskin!! " ucap Dea keras
" Hajar Cika! " Dea memerintah Cika mendekati aku
Cika mendekat dan menatap aku dengan sinis, wajah nya meneliti seluruh inci tubuh ku.
" Apa yang sudah kau berikan pada Ilham dari keseluruhan tubuh mu? " tanya Cika, mata nya tidak lepas menatap dan sesekali menyunggingkan senyum
" Minggir kalian aku ingin masuk kelas! " aku menggeser tubuh Cika membuat dia sedikit terhuyung
" Jawab pertanyaan ku, baru kau bisa masuk " ucap jika sambil mengerat kan cekalan nya
" Tidak ada, ilham hanya sahabat ku sama seperti Ester mereka adalah orang-orang terbaik untuk ku "
jawab ku cepat, sudah malas aku melihat tingkah tiga siswi di hadapan ku, sekarang sudah tidak ada rasa takutku, toh aku sudah mau lulus melawan mereka tidak ada salah nya.
" Apa kau yakin Nuvia? " tanya Cika lagi
" Sangat yakin! kenapa tidak kalian tanya langsung pada Ilham jika tidak percaya pada ku " ujar ku sambil melepas cekalan tangan Cika .
Aku melangkah masuk kelas dengan pandangan beberapa siswa yang heran kepada ku sudah bisa berani melawan ketiga siswi yang terkenal sombong dan arogan.
" Kamu baik-baik saja Vi? " Tanya Ester ketika aku menduduki kursi yang berdampingan dengan nya
" Kamu lihat Ester? aku bukan Nuvia yang dulu, Aku sudah tidak segan melawan siapa pun yang menabuh genderang perang pada ku " ujar ku sombong
" Tidak perlu seperti itu Vi, jadilah dirimu apa ada nya jangan lupa daratan karena Tuhan tidak suka itu " lagi-lagi Ester memperingati ku
" ya ya ya baiklah " ucap ku datar
**
Kami mengikuti pelajaran dengan baik, di Sela-sela pembimbing memberikan materi ada sebuah pengumuman bahwa para siswa di harus kan berkumpul di aula sekolah, karena ada tamu dari sebuah perusahaan yang akan mengadakan seleksi untuk siswa-siswi yang berminat untuk bergabung dengan perusahaan Tersebut
Kami bergegas mengikuti arahan dari pihak sekolah, aku sangat bersemangat karena memang tujuan ku adalah bekerja setelah aku lulus nanti
⭐⭐
__ADS_1
Di aula sekolah sudah riuh oleh beberapa siswi yang berkumpul sambil berbisik dan berteriak histeris, aku heran bukan kah banyak anak-anak dari keluarga mampu di sekolah ini? mengapa mereka ikut antusias untuk ikut seleksi perusahaan.
Aku duduk di kursi paling belakang karena setiap kali aku ingin menduduki barisan depan, pasti saja beberapa siswi menghalangi.
Alasan mereka hanya karena aku siswi beasiswa
Aku pun mengalah, toh memang kenyataan aku hanya siswi jalur beasiswa.
Acara pun di mulai, dengan beberapa sambutan dari kepala sekolah dan guru-guru kami
Saat yang di nanti tiba, beberapa siswi justru sibuk membenahi dandanan nya, termasuk geng tiga gadis yang memusuhi ku, mereka yang paling sibuk dari mulai memoles bibir dengan pelembab, membenahi rambut nya dan tidak lupa Harum parfum yang mereka kenakan sampai memenuhi ruangan
" Mau seleksi kerja atau pemotretan sih mereka itu " tanya ku pada Ester
" Kamu tidak tahu ya Vi, putra dari pemilik perusahaan yang akan menyeleksi siswa di sini "
jawab Ester
" Lalu hubungan nya apa dengan siswi yang sangat antusias sampai membuat ku justru malu melihat nya " tanya ku yang tidak mengerti
" Hiiissss kamu ini, putra pemilik perusahaan sangat tampan apa kamu lupa? kemarin dia datang dan membuat geger satu sekolah" jawab Ester berbisik
" Aku tidak hadir ke sekolah kan kemari? " ucap ku
" ooiiiyaaaa pantas saja kamu biasa saja hahaha " Ester mengejek ku, padahal aku perhatikan dia pun biasa saja tidak heboh seperti siswi lain
" Perhatian " Suara dari pengeras suara membuyarkan pembicaraan ku dengan Ester, mata ku beralih pada panggung yang disana ada seorang guru yang minta perhatian kami.
Dengan sekejap riuh nya suara cempreng para siswi menjadi hening
" Untuk siswa-siswi yang ingin bergabung untuk seleksi, silahkan mengisi kursi kosong yang ada di sebelah kanan saya " ujar guru yang merangkap menjadi pembawa acara
Aku berdiri dan bersiap menuju tempat yang sudah di tunjuk oleh guru ku, Ester menggenggam tangan ku dia memberi kekuatan untuk ku
" Vi, semoga berhasil " ucap nya mengeratkan genggaman nya.
" Terima kasih Ester " ucap ku tersenyum
" Vi, semangat!!!! " teriakkan dari luar ruangan mengalihkan perhatian semua siswa-siswi yang ada di dalam Aula
" yaa Tuhan ilham " geram ku, jelas disini ada trio macan kenapa dia berteriak seperti itu
Ester mencubit punggung tangan ku agar aku tersadar dan segera menempati posisi yang sudah hampir di penuhi siswa yang ikut seleksi
" Cepat lah, lihat putra pemilik perusahaan sudah memperhatikan kamu " ujar Ester sedikit mendorong ku dengan kedua tangan nya
Aku menoleh dan benar saja, sudah ramai disana.
Aku segera bergegas melangkah cepat agar tidak ketinggalan seleksi
" Anak-anak perkenalkan ini adalah wakil Direktur dari perusahaan Dip company " Guru ku mengenalkan dengan sopan dan seorang pria berdiri dengan tegap, di sambut teriakkan histeris dari para siswi.
"Perkenalkan saya Pradipta perkasa " ucap pria itu dengan wajah sangat dingin dan tatapan tajam lalu terduduk kembali.
" Terima kasih pak Dipta " ujar guru kami dan di jawab anggukan oleh pria itu.
" Silahkan kalian ikuti seleksi dengan jujur dan tertib yang akan di arahkan oleh asisten dari pak wakil direktur " ujar Guru ku sambil membungkuk pada para petinggi perusahaan itu
🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1
TBC