
πππ
Pagi menjelang...
Aku di sadarkan dari alam mimpi karena terdengar suara gaduh dari luar kamar yang aku tempati
" Apa acara sudah di mulai? " ujar ku pada diriku
aku menapaki lantai berbalut karpet tebal, Aku mencoba melebarkan telinga ku untuk sedikit mendengar percakapan orang-orang yang berada di luar sana
- Deg -
Aku mengenal suara itu, suara lembut yang sudah lama tak ku dengar, apakah pendengaran ku benar? atau karena aku terlalu rindu hingga menganggap semua suara sama dengan nya
* tok tok tok *
Suara ketukan membuat ku menjauh dari pintu yang sebelumnya ku tempel kan telinga ku di sana
" Nuvia ... sayang ...... " suara itu aku sangat mengenal nya, apa aku masih bermimpi?
" ya " sahut ku dari dalam dan mendekati pintu lagi untuk membuka nyaa
" Selamat pagi ... surprise!!!! " mama ku tersenyum lebar memandang ku, aku terpaku tak bisa berkata apapun, hanya terlihat buram pandangan ku karena tertutup air mata yang tertahan di kedua bola mata ku
" Mama .. !! " Aku memeluk nya erat, menyalurkan semua kerinduan ku pada nya
" Sudah sayang .. jangan menangis " mama mengusap bahu ku sangat lembut
" Maaf kan mama Vi .. " ujar nya mengeratkan pelukan nya
mama melepas pelukan nya, memegang wajah ku dengan kedua tangan nya,,,
' Mama kemana saja? Vi rindu ma " ujar ku yang tidak bisa lagi membendung air mata ku
" Mama tidak kemana-mana, mama hanya tidak ingin membebani kamu jika terus berada di dekat mu, pasti Vi malu nanti nya jika mama masih bersama Vi " ucap mama yang juga menetes kan air mata nya
" Vi ... " uncle menyapa ku dari balik punggung mama, dia menghampiri dan juga memeluk ku
" uncle ... kenapa kau jahat pada mama ku !! " aku sangat kecewa dengan nya
" Sayang ... !!! " Dipta tiba-tiba datang dan menghampiri kami
" Tidak boleh berbicara seperti itu, uncle juga adalah ayah mu sekarang, kamu harus tetap menghormati nya sebagaimana kamu menghormati papa mu " ucap Dipta mengelus rambut ku yang masih berantakan sisa tidur semalam
" Bersiaplah sayang .... hari ini acara kita, acara aku dan kamu, jangan ada lagi kesedihan lagi ya " ucap Dipta menambah kan
__ADS_1
" Acara apa maksud nya? " tanya ku tak. mengerti
" Mari mama bantu, pekerja salon juga sudah tiba " mama memutus pertanyaan ku tanpa jawaban
Mama merangkul pundak ku, memasuki kamar dan menyuruh ku untuk membersihkan diri setelah nya
Dipta juga uncle masih di luar sana, entah apa yang sedang mereka kerjakan
setelah aku membersihkan diri, aku menghampiri mama yang sedang merapikan aksesoris yang nanti nya akan aku kenakan
mama menoleh pada ku dan menepuk ranjang empuk yang semalam aku tiduri
" kemari lah Vi " ucap nya
" Vi ... Dipta sangat baik ya " tanya mama ambigu, apa maksud pertanyaan nya? jelas baik lah dia menyukai ku, dan justru sekarang sudah jadi kekasih ku aku terkekeh sendiri
" kenapa malah cengengesan begitu Vi ? " tanya mama lagi
" Ma .. aku mau tanya mama Kemana saja setelah kejadian itu? " aku duduk di samping mama
" Di tanya ko balik nanya!! " mama mencubit pipi ku
" Mama pulang ke rumah kakek mu di Yogyakarta, mama meminta izin menikah dengan uncle, tapi sayang nya tidak ada dari keluarga mama yang merestui hubungan kami " jawab nya menerawang kejadian saat itu
" Mama merasa sangat bersalah pada mu Vi, mama sangat ingin bertemu kamu saat wisuda SMA mu, tapi mama dan uncle melihat mu sedang bersama Dipta dan Dipta mengenal kan kamu adalah kekasih nya, di situ lah mama dan uncle merasa tenang, karena uncle sangat mengenal Dipta " ujar mama lagi
" Dipta adalah pemilik sekolah SMA PRADIPTA INTERNASIONAL SCHOOL tempat mu bersekolah dulu dan uncle sangat mengenal nya, maka itu lah Dipta banyak mengetahui kehidupan mu saat kami mengatakan bahwa kamu putri kami "
" Dipta pernah mengunjungi kami saat kamu pergi dari rumah waktu itu. dia bersama uncle mencari mu, tidak tahu nya kamu justru bekerja di maskapai yang sedang ia rintis bersama sahabat nya " mama tersenyum sambil menatap ku
" Tapi semua sudah berlalu vi, sekarang waktu nya kamu untuk bahagia, mama merestui hubungan kalian, kemarin Dipta meminta izin pada mama untuk mengikat mu dalam hubungan pertunangan maka nya mama sekarang berada di sini di jemput oleh sahabat Dipta sekaligus asisten nya " ujar mama menutup cerita nya
" Jadi pesta ini??? " aku menjeda kata-kata ku dan berfikir sejenak
" ya ampun bahkan Dipta tidak mengatakan apapun pada ku ma .. " ucap ku yang heran dengan sikap Dipta yang spontan, kenapa dia percaya diri sekali ujar ku dalam hati
" karena dia takut kehilangan kamu Vi " ucap mama mengelus rambut ku
" Sudah lah, sini mama bantu memakai kebaya mu, bahkan kebaya ini dia pesan semalam vi " mama terkekeh sambil menggelengkan kepalanya
" huh,, Dipta menyebalkan, kenapa dia tidak bertanya dulu kebaya seperti apa yang aku mau " ucap ku kesal tapi senang juga
" Dipta tidak yakin kamu menerima cinta nya, maka itu setelah dia tahu kamu menyambut perasaan nya, Dipta tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengikat mu dalam hubungan pertunangan ini " cerita mama, yang seolah lebih tahu tentang Dipta di banding klan dengan ku
" Kamu benar mencintai nya kan Vi? " tanya mama seakan ragu pada rasa yang ku punya
__ADS_1
" mama Pasti lebih paham aku, aku hanya tahu aku akan menyayangi orang-orang yang tentunya menyayangi aku juga ! aku melihat Dipta selalu ada untuk ku belakangan ini, dan dia sudah mengatakan bahwa dia tidak memiliki kekasih saat dia menyatakan cinta nya, itu yang terpenting untuk ku " aku merasa bahwa kesetiaan adalah hal terpenting dalam satu hubungan, mengingat hubungan orang tua ku hancur karena tidak ada kesetiaan di dalam nya
" maafkan mama dan papa ya Vi, kamu terjebak dengan keadaan rasa ketakutan menjalin hubungan karena kami " ucap mama
" Aku sudah bertemu papa, dia tidak mengizinkan aku memiliki kekasih, papa bilang aku masih terlalu kecil untuk memiliki kekasih, apa papa sudah mengetahui tentang pertunangan ini? " tanya ku teringat kata-kata papa
" papa mu terlalu naif, mau saja di doktrin oleh adik nya, apa yang papa katakan dan lakukan terkadang bukan hasil pemikiran nya Vi !! mama belum mengatakan apapun pada papa mu, mama tidak mau paman mu menghancurkan rencana Dipta " ucap mama kesal
" Sudah lah tidak usah memikirkan yang tidak-tidak, kamu harus fokus pada kebahagiaan mu saja, sesekali egois tidak apa Vi. " ujar mama memberi masukan yang masih belum ku pahami
Setelah pembicaraan ku dengan mama datang dua orang pria setengah matang yang membawa perlengkapan makeup dan beberapa aksesoris yang nanti akan aku pilih untuk aku kenakan
***
Hampir dua jam aku berkutat dengan alat makeup yang di poles pada wajah ku, akhirnya ini tahapan terakhir yaitu mengenakan kain panjang bermotif batik yang sudah di modifikasi sedemikian rupa agar terlihat elegan tapi tetap nyaman untuk aku kenakan
mama ku juga tak luput dari polesan make up sang pria salon itu yang membuat mama ku terlihat cantik dan lebih muda dari umurnya
Pria setengah matang satu nya izin keluar untuk ke ruangan Dipta dan uncle yang berada di sebelah kamar ku untuk membantu memakai kan kemeja batik yang akan mereka kenakan nanti nya
Semua persiapan sudah selesai, waktunya mama keluar dari ruangan ku untuk menyambut para tamu undangan, meninggalkan aku bersama MUA yang sedari tadi tidak berhenti berbicara
" Amazing say ... kamu cantik banget " ujar nya mengarah kan wajah ku pada kaca
" pantes aja bebeb Dipta minta langsung di iket, takut kamu di gondol meong hihihi " ucap nya sambil menutup mulut nya dengan tangan ber jari lentik
" kakak bisa saja, ini karena makeup kakak yang bagus , maka aku terlihat cantik " ucap ku dengan seulas senyuman
" ya juga seeeh saay ... eyke biasa makeup artis-artis papan atas loooh " ucap nya bangga
" hebat sekali kak " ujar ku berbinar
" Tau kaaannn artis aura dingin eh .. aura kasih maksud eyke ... dia tuh langganan makeup eyke kalo ada show acara dengan sesama artis " terus saja si pria tulang lunak itu berceloteh yang kadang membuat ku tertawa akan kelucuan nya
πΌπΌπΌ
sabar yaaaa acara nya bentar lagi mulai
TBC
*
*
*
__ADS_1