
Kediaman hafidz terlihat tenang, biasa nya ada pergerakan asisten rumah tangga setelah hafidz berangkat bekerja ...
hafidz sengaja meliburkan nya karena kondisi Nuvia, hafidz sangat menjaga Marwah sang istri agar asisten rumah tangga nya tidak tahu apa yang terjadi
orang tua hafidz sedang dalam perjalanan menuju kediaman hafidz dan Nuvia, sang mama sudah sangat bersemangat walaupun dia tahu anak yang di kandung Nuvia tidak mengalir darah keluarga nya
" Pa .. cepat lah .. hafidz tadi mengatakan nuvia sedang kurang baik " ujar mama tidak sabar
" jangan terburu buru yang penting kita selamat " ucap papa hafidz
dua puluh menit akhirnya mereka tiba di pekarangan sebuah rumah sederhana yang di sewa putera nya
Mama langsung keluar dari mobil dengan hati yang tidak tenang
" Assalamualaikum sayang ... Nak ... " mama berseru namun tidak ada jawaban
" Nuvia ... " suara mama lebih keras
" Bu .. cari Bu Nuvia ya? " tanya seorang tukang sayur yang melintas
" iya bang .. Apa Abang melihat? " tanya mama
" Tadi pagi, setelah pak hafidz berangkat ke kantor, Bu Nuvia membeli dua buah nanas untuk rujakan Bu, mungkin sekitar tiga puluh menit yang lalu" jawab penjual sayur itu
" oh begitu bang terima kasih ya " ucap mama
" ya bu sama-sama " penjual sayur itu pun melenggang pergi
" Pa ... bagaimana ini? " tanya mama panik setelah mendengar Nuvia membeli buah nanas
" papa hubungi hafidz dulu " mama hanya mengangguk
" Assalamualaikum nak " ....
" Wa'aalaikumsalam pa " .......
" kami sudah di rumah mu tapi pintu terkunci, mama sudah memanggil istri mu dan tidak ada jawaban " ...
" Hafidz juga baru tiba di kantor pa ... Coba hafidz hubungi Nuvia dahulu, nanti hafidz akan hubungi papa lagi " ujar hafidz
Sudah panggilan yang ke tiga kali nya tapi Nuvia tak juga menjawab membuat hafidz menjadi gusar
" Ya Allah .. Lindungilah istri dan anak ku " hafidz beranjak mendekati teman nya untuk meminta tolong mengganti kan tugas, beruntung teman nya mengerti dan mengizinkan hafidz untuk kembali pulang
***
Hafidz sudah dalam perjalanan, ia pun menghubungi orang tua nya memberitahu bahwa ia akan kembali ke rumah
Di area rumah hafidz sudah ada beberapa tetangga yang mencoba membongkar paksa pintu rumah hafidz, karena mama mertua khawatir jika ada apa-apa dengan Nuvia di dalam sana
" itu anak saya datang " tunjuk mama hafidz yang melihat mobil jazz warna putih mendekati pekarangan rumah
" Ma .. dimana istri ku? " hafidz berlari mendekati mama dan membuka pintu rumah dengan sebuah kunci yang ia bawa
" Sayang ... sayang ... " Hafidz berlari memasuki setiap ruangan yang ada di rumah nya, hafidz terdiam saat melihat sebilah pisau dan dua buah nanas yang sedikit terkupas
" Apa dia ingin memakan ini agar janin nya gugur? "
hafidz berjongkok memegang satu buah nanas, tidak sengaja hafidz melihat ponsel yang tergeletak juga di sana
" Pantas tidak di angkat " ucap hafidz , ia pun memeriksa panggilan terakhir yang masuk dan keluar, ada dua nomor satu nomor milik nya dan satu lagi entah milik siapa karena setau hafidz hanya dia yang tahu nomor Nuvia
Hafidz mulai menghubungi nomor terakhir itu dan ....
" Hallo ... " suara wanita seperti sedang di keramaian
" Ya ... saya berbicara dengan siapa? " tanya hafidz
" Aku Lita, ini ka hafidz ya? " tanya Lita sepupu Nuvia
__ADS_1
" Lita , Nuvia tidak ada di rumah... apa dia bercerita pada mu dia ingin kemana? " tanya hafidz was was
" Maaf ka, justru aku sedari tadi menunggu nya di terminal, aku berencana berkunjung ke rumah mu dan Nuvia berjanji akan menjemput ku tadi " ujar Lita bingung
" Ya Allah berarti Nuvia keluar untuk menjemput mu" tanya hafidz ada sedikit kelegaan meskipun masih tetap khawatir
" iya ka ... tapi Nuvia tidak ada ... padahal sudah satu jam aku di sini menunggu nya "
" Lita .. kamu tetap di sana nanti aku menyuruh supir untuk menjemput mu akan ku berikan nomor ponsel mu ya agar mempermudah pencarian mu "
" iya ka .. terima kasih "
Hafidz menutup telepon dan berlari menghampiri orang tua nya
" ma .. pa .. seperti nya Nuvia tersesat " ujar hafidz
" Maksud kamu gimana nak? " sang mama meremas jari-jari nya menenangkan diri sendiri
" Nuvia berniat menjemput sepupu nya di terminal, tapi sepertinya Nuvia tidak tahu angkutan maka itu dia tersesat " penjelasan hafidz semakin membuat mama nya khawatir
" Cepat cari menantu mama hafidz, perasaan mama. tidak enak "
Hafidz menyambar kunci mobil dan menghubungi supir untuk menjemput Lita, dia menyalakan mesin mobil dan meluncur dengan kecepatan tinggi
" Dimana kamu sayang .. " Hafidz mengedarkan pandangan mencari sosok istri nya
*** ciiiiitttttt brak ***
Mobil hafidz menyenggol satu mobil mewah yang akan berbelok
" Allahu Akbar " hafidz mengerem dengan cepat tapi benturan tak terhindari
" Heeiii !!! keluar kau " ucap sang pengendara mobil
Hafidz keluar dari mobil nya ingin meminta maaf
" Kau !!! " ucap mereka bersamaan
" Kau bisa berkendara tidak !! " ujar si pengendara mobil mewah yang adalah Dipta
" Maaf .. saya terburu-buru, saya akan mengganti kerugian anda " ucap hafidz sambil menghampiri Dipta
" Nuvia tersesat!! "
" Hah ??? maksud mu bagaimana?? " tanya Dipta terkejut
" panjang ceritanya, Aku harus segera menemukan nya , ini kartu nama ku silahkan hubungi aku tentang kerugian mu " hafidz melenggang meninggalkan Dipta yang masih mematung
Hafidz terus mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang, dia tidak ingin kejadian tadi terulang..
" Dimana kamu sayang .. " hafidz mengusap wajah nya dia bingung harus mencari Nuvia kemana lagi
Dering ponsel hafidz berbunyi, ia menepikan mobil nya untuk menjawab panggilan
" Assalamualaikum " ...
" Wa'aalaikumsalam, saya Dipta izinkan saya ikut mencari Nuvia" ucap Dipta
Hafidz sempat berpikir sejenak, dia tidak mau egois ... untuk saat ini keselamatan Nuvia lebih penting di bandingkan dengan kecemasan nya jika Nuvia bertemu Dipta, apalagi Nuvia sedang mengandung anak dari Dipta yang sudah pasti Dipta berhak atas anak itu
" Ya ... kabarkan pada ku jika kau lebih dulu bertemu dengan nya " jawab hafidz langsung memutus panggilan
* * *
Di suatu tempat Nuvia tersadar dari pingsan akibat ulah damar dan Anin
Flash back on :
Nuvia sedang menunggu angkutan umum di jalan komplek rumah nya,
__ADS_1
" Hai Nuvia .. akhirnya aku bertemu dengan mu " ucap damar tersenyum licik
" Mas damar? " Nuvia sedikit takut melihat damar yang menghampiri nya
" Masih ingat dengan ku ternyata!! " ujar damar penuh kebencian
" ikutlah dengan ku, Dipta ingin bertemu dengan mu " ucap damar bohong
" Aku tidak akan bertemu dengan nya setelah apa yang dia lakukan pada ku " ucap Nuvia sinis
" hebat sekali kau wanita miskin !! " damar mulai terpancing emosi
" Ya .. aku memang miskin, lalu apa masalah mu? " Nuvia tidak gentar
" Masalah ku adalah Dipta tidak ingin menikahi Anin, semua gara-gara kamu !!! " hardik damar
" Kenapa melibatkan aku? " ....
" Dipta tidak ingin menikah selain dengan mu, semua gara-gara ulah mu !!! "
" itu masalah dia bukan aku !! " Nuvia hendak melangkah menghindari damar, di detik kemudian Anin datang dan membekap mulut Nuvia dan dengan cepat damar membantu menyeret Nuvia ke dalam mobil
" Lepaskan aku !!! " nuvia berontak memukul apa saja yang dekat dengan nya
" plak " satu tamparan mengenai pipi mulus Nuvia dan dari sudut bibir nya mengeluarkan cairan merah
" Diam kau atau hidup mu akan berakhir sekarang " ucap damar mengancam
Nuvia semakin terdesak dan panik membuat perut nya bereaksi, mungkin sang janin merasa apa yang sedang Nuvia alami
Tidak terasa ada yang mengalir dari pangkal paha Nuvia, membuat Nuvia menjerit
" Tolong aku, selamat kan anak ku .. aku mohon tolong aku ... " Nuvia histeris membuat Anin dan damar menoleh pada kaki putih Nuvia yang terlihat ada cairan merah
" Dia sedang mengandung! " ujar Anin panik
" hah?? bagaimana ini " tanya damar ikut khawatir melihat keadaan Nuvia
Dan di saat itu juga Nuvia hilang kesadaran nya ....
Flashback off
.....
" Aku dimana? " mata ku menoleh pada setiap sudut ruangan yang kosong
" Apa dia masih hidup di dalam rahim ku? " tanya ku dalam hati sambil memegang perut ku
Suara pintu terbuka membuat ku menoleh pada asal suara
" Sudah sadar? " tanya Anin menghampiri ku
" Kamu bisa bebas setelah ini, tapi katakan bayi siapa yang sedang kau kandung??? "
Anin mendekati Nuvia mencengkeram rahang Nuvia dengan keras .... dan .......
lanjut nanti ya ges yaaaa
🌼🌼🌼
TBC
.
.
.
.
__ADS_1