Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
Hidden marriage II


__ADS_3

♥️♥️


SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWIN NYA NUVIA ANGGASARI BINTI ANGGA NUVANTO DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DI BAYAR TUNAI


" Sah " terdengar suara semua yang ada di dalam ruangan dengan serempak


" Baraqallah " ... seorang penghulu mendoakan kami dengan khusyuk dan penuh harapan pada pernikahan kami


- Nuvia POV :


Aku sudah memikirkan semua nya, aku akan mengabdikan hidup ku untuk mencari ridho Allah SWT, hafidz adalah jawaban dari semua pertanyaan ku selama ini, tentang kasih sayang, tentang kehidupan, tentang rasa bersyukur karena anugerah terindah yang sudah Allah SWT berikan pada ku


Aku merasa tidak berguna selama menjalani hidup ini, setidaknya aku bermanfaat sekarang, bisa memberikan kebahagiaan untuk hafidz dan keluarga ku terutama papa


Aku mencium punggung tangan hafidz, dan hafidz membalas dengan mencium kening ku


Kami sudah sah melakukan apapun setelah ini, hafidz akan menjadi satu-satunya manusia yang berhak atas tubuh ku, mulai saat ini aku sudah berjanji mengubur semua kenangan kelam ku bersama Pradipta perkasa, meskipun masih ada sedikit rasa kecewa dan cinta yang melebur jadi satu


Bârakallâhu laka, wa bâraka 'alaika, wa jama'a bainakumâ fî khairin wa 'afiyah".


Hafidz merapalkan doa sambil memegang kepala ku


****


Papa memeluk ku erat dengan wajah yang sendu


" Via, maafkan papa yang selama ini mengabaikan kamu, sekarang sudah saat nya via menjemput kebahagiaan, patuh lah pada suami mu, surga mu terletak pada nya sekarang, papa hanya bisa mendoakan semoga rumah tangga kalian sakinnah mawaddah warohmah.. " ucap papa ku


" Aamiin , terima kasih papa mau merestui aku dan hafidz, semoga papa sehat selalu dan bahagia bersama istri papa sekarang " ujar ku menitikkan air mata karena baru kali ini papa peduli pada ku


" Selamat ya Vi, jangan ikuti jejak mama mu, cukup semua keburukan ada di diri mama mu, kamu jangan menurunkan Sifat nya " ucap paman ku lalu memeluk ku, mengelus pelan bahu ku yang dilanjutkan oleh bibi dan Lita yang ternyata sedang mengandung Tanpa tahu siapa pria yang menghamilinya


" Nak, titip hafidz... sayangilah hafidz seperti Vi menyayangi diri Vi sendiri, jangan sesekali membentak nya jika Vi sedang marah .. karena Allah SWT melaknat seorang istri yang membangkang pada suami nya kecuali jika hafidz keluar dari syariat Islam, tegur lah atau Vi bisa mengatakan pada mama " ucap mama hafidz yang memberikan nasihat bijaksana pada ku di lanjutkan dengan pelukan penuh kasih sayang, papa hafidz tersenyum dan menghampiri ku, beliau mengelus kepala ku dengan senyuman


" Semoga Allah SWT meridhoi pernikahan kalian sampai syurga nanti, jadilah istri yang shalihah "


Ucapan papa hafidz beralih pada putera nya


" Bimbing lah istri mu hafidz, jangan pernah menyakiti nya " sambil menepuk bahu hafidz


" karena seorang istri adalah cerminan sang suami, kamu harus bijaksana dalam mengambil keputusan jika istri mu bersalah jangan langsung menghardik nya, koreksi lah diri mu dahulu sebelum menyalah kan perbuatan nya " ucap papa hafidz lalu memeluk sang putera


🌸🌸🌸

__ADS_1


Orang tua kami dan para tetamu sudah meninggal kan rumah sakit, yaaaa aku menikah di dalam ruang kamar perawatan ku, karena kondisi tubuh ku yang belum siap untuk melepas alat bantu infus, juga beberapa tahapan check up untuk memulihkan kembali kondisi tubuh ku yang lemah


" Vi, makan ya? " tanya hafidz merapat kan tubuh nya dengan ku di ranjang rumah sakit


" nanti saja " jawab ku sambil memandang wajah oriental hafidz


" Bagaimana pendidikan mu? bukan kah dulu kamu mengatakan bahwa akan menempuh pendidikan selama empat tahun? " tanya ku yang mengingat masa dimana hafidz pernah mengatakan soal masa depannya


" Sejak kamu pergi aku membatalkan rencana ku, aku memang sempat pergi ke Magelang, hanya untuk mengambil berkas-berkas yang masih tertahan di sana " ucap nya


" kemudian papa ku mengarah kan aku untuk mengikuti seleksi calon Bintara polri, yang syukur Alhamdulillah aku lolos seleksi dan menempuh pendidikan selama tiga bulan " lanjut nya


" Jadi sekarang kamu seorang polisi? " tanya ku


" iya Vi .. aku masuk dalam kesatuan Polairud, masih nyambung lah dengan cita-cita ku " ucap hafidz tertawa


" Kamu kenapa selalu membela ku hafidz? apa kamu tidak malu memiliki isteri seperti aku? " tanya ku menunduk kan wajah


Hafidz mengangkat wajah ku dengan tangan nya, dia memandang ku dengan senyuman yang tulus


" Semua manusia sama Di hadapan Allah SWT " ujar nya masih menatap ku


" Aku juga bukan manusia tanpa dosa, aku manusia yang penuh dosa hanya saja Allah SWT menutup aib dan dosa ku " ucap nya tenang


" sudah cukup jangan pernah mengingat apapun yang membuat mu sakit, buang semua kepahitan itu, aku menerima kamu apa ada nya .. Ridho Lillahi Ta'Alla "


ucap nya


" Tapi aku takut .. " aku menitikkan air mata ku


" Aku akan menunggu sampai kamu ridho dan siap " ujar hafidz yang membuat aku memandang nya tak percaya


" Sudah .. jangan fikir kan masalah itu .... aku kuat menahan nya " ucap hafidz sambil tertawa


" Ya Allah... terbuat dari apa Hati nya " ucap ku dalam hati yang sangat terharu dengan setiap ucapan nya


🌙🌙🌙


Malam menjelang, hafidz tidak pernah meninggalkan aku keluar dari rumah sakit, ia hanya keluar kamar untuk melaksanakan sholat di musholla rumah sakit dan membeli makanan untuk nya dan aku


" Vi, tadi dokter bilang kamu sudah bisa pulang, kamu ingin tinggal bersama orang tua ku atau sementara mengontrak sebuah rumah yang dekat dengan kantor ku? " tanya hafidz sambil merapikan pakaian yang sudah di laundry untuk di masukkan ke dalam tas


" Dimana saja asal bersama mu aku ikut " jawab ku lalu turun dari ranjang untuk membantu hafidz Merapikan pakaian

__ADS_1


" Bagaimana kalau kita mengontrak rumah saja, sambil menabung untuk membeli rumah untuk kita dan anak-anak nanti nya " ujar nya lalu menoleh pada ku


" Maaf maksud ku untuk kamu sampai menua bersamaku " koreksi hafidz


" Papa dan mama sudah memberi satu rumah untuk kita sebagai hadiah pernikahan, tapi rasanya aku ingin berusaha sendiri memulai dari nol seperti pom bensin hahaha " ucap hafidz mengalihkan fikiran ku tentang anak


Aku ikut tertawa dan tiba-tiba kami saling menatap wajah satu sama lain, hafidz kemudian mendekati ku dan mengusap bibir pucat ku, dia menempelkan bibir lembut nya dan menyesap nya, tak ada pergerakan dari ku membuat hafidz melepas dan menempelkan kening nya pada kening ku dengan nafas tersengal


" maaf " hanya kata itu yang terucap dari mulut nya


" tidak apa-apa, aku hanya terkejut " ucap ku


Kami kembali meneruskan kegiatan kami merapikan barang-barang yang akan kami bawa pulang esok dengan rasa canggung, dan tidak bersuara


* * *


Dirgantara Airline


" Arrggghhhh " Dipta menyapu meja yang ada di hadapan ny dengan kedua tangan nya, semua benda yang ada di atas nya berhamburan tak tentu arah


" Tenang bro ... tapi Lo harus terima kenyataan ini ! " ujar Ferry sang asisten sekaligus sahabat memegang tubuh Dipta


" gimana gue bisa tenang, berhari-hari gue cari jejak Nuvia, sekali nya ketemu dia udah nikah sama orang lain " ucap Dipta dengan mata memerah dan rambut berantakan


" Dia koma beberapa hari bro, lu harus sadar semua gara-gara ulah lu juga !! " ucap Fery


" Tapi bukan kemauan gue , itu ulah Anin dan mas damar !! " ucap Dipta


" Gak ada bukti tentang mereka, justru Lo yang terbukti melecehkan Nuvia, bahkan polisi yang menikah dengan Nuvia sudah menyimpan hasil visum dan rekaman cctv hotel yang bisa aja jeblosin Lo ke dalam penjara " ucap Fery


" Apa lu juga yakin Nuvia masih berharap tentang elo kaLo semua terjadi??? " tanya Fery membuat Dipta semakin terpojok


" Nuvia ... sayang ... harus nya kamu bertanya dulu pada ku sebelum mengambil keputusan meninggalkan aku " Dipta menjambak rambut nya frustasi ...


Ferry hanya menghembuskan nafas nya kasihan melihat kelakuan sahabat nya


🌼🌼🌼


TBC


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2