Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
Part II


__ADS_3

*


Nuvia sedang melajukan sepeda motor nya dengan kecepatan sedang setelah mengantar anak-anak nya memasuki kelas masing-masing, tibalah sebuah mobil mewah menyamakan posisi dan kecepatan kendaraan Nuvia


" Vi .. Boleh bicara sebentar? " seorang pria menurunkan kaca mobil, dan membuka kaca mata hitam yang bertengger sempurna di hidung mancung nya


Nuvia menghentikan kendaraan lalu menoleh ke arah sang pria lalu menepikan motor nya agar tak menghalangi kendaraan lain


" Ada perlu apa? suami ku sedang tidak ada " ujar Nuvia setelah menepi, yang detik kemudian langsung menunduk kan wajah nya


" Aku bersama Ferry, jadi tidak akan menjadi fitnah, dan silahkan kamu saja yang mengatur tempat yang pantas untuk kita berbincang " Dipta meyakinkan Nuvia kalau tidak akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap diri nya


" emmm .. di sini saja .. " ujar Nuvia sedikit menatap Dipta dan menoleh kembali ke sembarang arah


" Kamu yakin? " tanya yang merasa tidak nyaman dengan keadaan sekitar yang ramai dan banyak orang yang memperhatikan mereka


" Katakan saja ingin bicara apa? " ucap Nuvia


" Begini .. Aku lusa akan kembali lagi ke Amerika, apa boleh untuk hari ini, Aku membawa Dirga bermalam di rumah ku? " ucap Dipta sangat hati-hati


Nuvia dengan cepat menatap Dipta sambil menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan


" Aku izin dengan ayah nya dulu " hanya itu yang terucap .. karena memang dilema menjadi diri nya, di satu sisi Dipta lah ayah kandung Dirga. di sisi lain ada Hafidz yang sudah menganggap Dirga seperti anak kandung nya, menyayangi Dirga sejak dalam kandungan Nuvia dan sangat menyayangi putra sulung nya itu


" Aku Daddy nya Vi .. Apa harus izin hafidz jika aku ingin bersama anak kandung ku??? " Dipta terpancing emosi sesaat kemudian dia menyadari kalau nuvia akan semakin menjauh jika Dipta bersikap egois


" Maaf .. maksud ku .. Aku hanya minta untuk hari ini saja Vi .. aku mohon " Dipta menangkup kedua tangan nya memohon pada ibu dari putra tunggal nya dengan wajah memelas


" iya .. bagaimana pun hafidz berhak tahu .. aku tidak ingin mengambil keputusan sendiri " ucap Nuvia lalu kembali pada kendaraan nya yang terparkir lalu menduduki nya


" Aku pamit .. mungkin nanti suami ku yang akan menghubungi mu, jika ia mengizinkan atau tidak " Nuvia langsung menyalakan mesin sepeda motor nya dan berlalu meninggalkan Dipta dan Ferry yang membeku Melihat perlakuan Nuvia yang dingin


" Masih jadi sebongkah es batu !! " ujar Ferry melangkah menuju pintu kemudi mobil


" Salah kah aku menghindar dari nya selama ini? " tanya Dipta pada sahabat nya


" Mungkin Nuvia berfikir kau tidak perduli dengan putra mu sendiri " ucap Ferry membuat Dipta menoleh


" Apa kau tak pernah mengirim uang bulanan yang aku perintahkan??? " tanya Dipta kesal


" Aku tidak pernah telat mengirimkan, tapi sampai detik ini tidak ada notifikasi kalau uang itu terpakai " Ferry menghembuskan nafas nya kasar

__ADS_1


" Hah??? jadi selama ini, hafidz yang menafkahi putera ku?? " tanya Dipta lagi


" begitu lah " Ferry menjawab sambil menyalakan mesin kendaraan dan menginjak gas untuk melajukan mobil dengan kecepatan rata-rata


" Huuffffttthhh " Dipta memijat pelan dahi nya ..


dia berfikir keras bagaimana cara mendekati putra nya tanpa melihat kehangatan Nuvia bersama suami nya... bagaimana pun masih terasa sakit jika Dipta melihat Nuvia bersama Hafidz,, meskipun Dipta Sudah merelakan.. tapi hati kecil nya tidak pandai berpura-pura


" Carilah wanita lain bro .. " ujar Ferry yang justru membuat jantung Dipta berdegup kencang


" Tidak ada wanita lain .. tidak akan pernah ada !! " ujar Dipta yang membuat Ferry menggeleng kan kepala nya


*


*


Hafidz masih sibuk dengan tugas nya berpatroli di area laut selatan, sampai hafidz tidak mengetahui beberapa kali panggilan Nuvia terabaikan


" izin bang seperti nya ponsel Abang berdering sedari tadi " ujar seorang anak buah kapal yang juga anggota polair kepada hafidz


" Astaghfirullah .... aku sampai lupa dengan ponsel ku, aku sedang mengisi daya tadi, gantikan posisi ku, aku mengambil ponsel ku dahulu "perintah hafidz pada junior nya


Hafidz mendekati dek kapal untuk mengambil ponsel nya, ia melihat beberapa panggilan dari sang istri yang terabaikan, hafidz dengan cepat menghubungi kembali istri nya sedikit khawatir karena tidak biasa Nuvia menghubungi sampai berkali-kali


" Assalamualaikum sayang " ucap hafidz setelah panggilan video call tersambung


" Wa'aalaikumsalam " Nuvia terlihat semakin cantik di mata hafidz dengan pipi chubby nya sedang tersenyum di layar ponsel


" Maaf sayang, ayah tadi meninggalkan ponsel di cabin kapal karena sedang di isi daya " ucap nya memelas takut sang istri marah


" Tidak apa-apa .. " Nuvia terus saja menampilkan senyum manis nya pada suami yang sedang ia rindukan


" Ayah sudah makan? " tanya Nuvia


" Sudah .. tapi masih mau makan lagi " ujar hafidz menampilkan gigi gingsul nya


" Memang tadi makan nya sedikit yah? " tanya Nuvia. dengan wajah polos nya


" Tadi sudah banyak makan nasi, tinggal makan kamu yang belum " hafidz tertawa berhasil mengerjai istri tercinta


" ih ayah .. " wajah Nuvia bersemu merah karena malu dengan. candaan suami nya

__ADS_1


" Ayah jadi mau cepat pulang kalau lihat kamu seperti itu sayang .. " hafidz sangat merindukan momen dimana Nuvia menikmati permainan hafidz di malam-malam panjang mereka, Nuvia selalu mengeluarkan suara merdu sambil memejamkan mata nya saat sentuhan hafidz tepat pada sasaran


meskipun awalnya sulit untuk hafidz melepas trauma Nuvia pada sentuhan di area inti nya, Nuvia pasti akan selalu berteriak takut jika ada sentuhan di bagian tertentu, tetapi lambat laun dengan penuh kesabaran dan keikhlasan hafidz akhirnya berhasil menaklukkan Nuvia di bawah kukungan nya


" Pulang lah .. aku juga sangat rindu " ucap Nuvia malu-malu


" iya bunda sayang .. tunggu ayah .. nanti bunda akan ayah buat lelah sampai meminta ampun " hafidz sangat bersemangat jika sudah membahas tentang masalah ranjang dengan sang istri


" Yah ...emmm .. tadi aku bertemu mas Dipta " ujar Nuvia dengan raut wajah yang langsung berubah serius


" oyah?? bagaimana kabar nya?? " tanya Hafidz


" Seperti nya baik-baik saja yah, aku tidak bertanya kabar nya tadi " ujar Nuvia jujur


" Dia meminta izin membawa Dirga bermalam di rumah nya nanti malam, apa ayah mengizinkan? " tanya Nuvia takut


" sayang .. dengarkan aku baik-baik ... Dirga Abda perkasa memang anak kita .. dia titipan Allah SWT melalui kamu dan Dipta, kamu jangan merasa memiliki nya .. karena Dipta pun berhak atas putra nya itu, biar lah jika Dipta ingin mengajak nya bermalam.. karena Dipta pasti sangat ingin merasakan memeluk putranya, selama ini Dipta hanya bertemu satu tahun sekali, selebih nya hanya dengan sambungan video call jadi .. aku izin kan asal jangan di bawa ke Amerika hehehe " jawab hafidz dengan tenang dan tersenyum


" Kamu saja yah yang menghubungi nya jika seperti itu, tadi aku sudah kukatakan pada mas Dipta kalau nantinya suami ku akan menghubungi dia " ucap Nuvia


" ya sudah.. nanti Aku akan menghubungi nya " ucap hafidz mengenang kan sang istri


" kalau begitu aku akan menjemput Arkan dan Dirga sekarang, sekaligus mempersiapkan pakaian Dirga untuk di bawa bermalam nanti " .....


" ya sayang .. kamu hati-hati yaaa .. jangan terlalu lelah, love you sayangku mmuuaaahhh " ujar hafidz sambil memajukan bibirnya


" love you too " jawab Nuvia.


Mereka pun mengakhiri sambungan video call dengan hati bahagia dan kembali pada aktifitas masing-masing


🌼🌼🌼


TBC


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2