
Bogor -
Aku sudah memasuki wilayah Padjajaran Bogor, dimana hampir sedikit lagi aku tiba di kediaman lama ku, hati ku berdegup saat melintasi beberapa jalan yang sangat ku kenal, dimana tempat ku lahir dan di besarkan.
.
" Kita masuk ke pemukiman itu yah " tunjuk aku pada tugu selamat datang perumahan, sebenarnya Dipta sudah tahu dimana Vi tinggal, hanya saja dia tidak pernah menceritakan pada Vi
Dan rumah ku bukan berada di perumahan yaaa,,, tepat nya ada di belakang perumahan tersebut.
" Maaf jika rumah ku tidak senyaman yang kamu fikir kan, aku hanya dari keluarga biasa " ucapku agar Dipta tidak kaget melihat hunian ku
" Berhenti di rumah itu, karena menuju kediaman ku tidak bisa masuk mobil " tambah ku malu
" hemmm, bagaimana yaaaa " Dipta pura-pura berfikir
" ih kamu nih " ku pukul pelan lengan Dipta yang lagi-lagi dia berpura-pura kesakitan seolah aku memukul nya keras.
" Aduhh Vi, ambulance Vi please " wajah nya di buat seolah-olah sangat kesakitan membuat ku memukul lebih keras " Duh ampun.. ya. ampun.. cukup Vi " Dipta memohon agar aku menghentikan gerakan tangan ku
" Maka nya ga usah bohongin aku " ucap ku sambil cemberut mode ngambek
" Duuuuh, gitu aja marah maaf yaaaa, janji deh ga lagi " Dipta memohon pada ku dengan mengatupkan kedua tangan nya
" mmmmm... Dipta, apa kamu keberatan jika aku mengenal kan mu pada keluarga ku? maksud ku paman dan bibiku, mereka tinggal tidak jauh dari kediaman ku " ucap ku sambil membuka pintu mobil
Aku melangkah mendekati rumah pemilik lahan tempat Dipta parkirkan mobil nya
" Tidak masalah Vi, lakukan lah justru aku sangat senang mengenal seluruh keluarga mu, siapa tahu bisa jadi keluarga ku juga " Dipta mengikuti ku membuka pintu mobil dan mengekor di belakang ku
Aku meminta izin pada ibu pemilik lahan lalu kami melanjutkan perjalanan ke rumah ku yang terlihat sangat tidak terurus, aku mengedarkan pandangan mencari kunci yang biasa ku simpan di sela-sela pot bunga yang sekarang sudah tidak ada lagi
" Kunci nya tidak ada " ujar ku pada Dipta yang sedang berdiri memandang sekeliling rumah ku
" Lalu bagaimana? " tanya nya
__ADS_1
" Kita harus ke rumah paman ku, mungkin dia yang menyimpan nya " ujar ku memandang Dipta
" Mari kita ke sana, aku juga ingin mengenal nya " Dipta membalikkan badan nya melangkah lebih dulu tanpa sadar
" Memang kamu tahu dimana tempat tinggal paman ku? kenapa kamu tahu arah nya ke sana? " ucap ku yang justru lucu melihat tingkah Dipta yang sangat antusias
Dipta makin kesal karena aku terus saja meledek nya karena sepanjang perjalanan ke rumah paman ku banyak ibu-ibu dan gadis yang melihat dia takjub
Dipta sangat tampan dengan rahang yang tegas, hidung yang mancung serta mata yang bulat sempurna, belum lagi tubuh atletis nya yang memiliki kulit yang bersih dengan dada bidang menambah kesempurnaan nya
" Sudah lah Vi, seperti nya kamu sangat bahagia saat aku jadi tontonan " Ucap nya kesal yang langsung men sejajarkan langkah nya bersama ku, Dipta tanpa permisi menggenggam tangan ku dengan jari jemari nya yang langsung bertaut dengan jari ku
" Eh " Aku melirik tangan ku yang masih di genggam Dipta kuat seolah mengatakan pada semua orang yang melihat bahwa dia adalah milik ku
" Biarkan seperti ini " bisik nya di telinga ku membuat aku bergidik geli, dan jantung ku berpacu lebih cepat
* ya ampun jantung ku tidak baik * ucap ku dalam hati
Tiba kami di rumah paman ku, terlihat Lita ( anak paman ) sedang termenung di sebuah gazebo kayu yang digunakan sebagai tempat bersantai keluarga
" Assalamualaikum Lita ! " Lita menoleh pada kami
" Kau Nuvia? sepupu ku? " tanya nya yang masih tidak percaya
" Ya Lita, Aku Nuvia bagaimana kabar mu " tanya ku sambil melihat pergerakan mata Lita yang sekarang melihat ke arah Dipta, Lita terus saja memandang Dipta tanpa berkedip
" Eheum " suara Dipta yang merasa tidak nyaman dengan tatapan sepupu ku, Dipta makin menguat kan genggaman nya padaku, agar aku tahu bahwa Dipta tidak suka di pandang seperti itu
" Lita!!! , dimana paman dan bibi " suara ku lebih ku naik kan agar Lita sadar dengan tingkah nya
" eh.. itu.. eum.. ayah ada di dalam " ujar nya yang tersadar dan merasa canggung karena telah melakukan hal konyol pada aku dan Dipta
" Masuk Vi, dan eumm .. " Lita terus saja memandang Dipta, dan terlihat seulas senyuman dari bibir Lita
" oyah kenalkan Lita ini Dipta " ujar ku yang mengerti kalau sepupu ku tidak mengenal Dipta, Dipta tetap tidak melepaskan jari nya yang bertaut memegang erat jemari ku
" Dipta, teman dekat Nuvia " ujar nya tanpa mengulurkan tangan pada sepupu ku, dan tanpa senyuman sedikit pun
" ya, aku Lita sepupu Nuvia " ujar nya sambil tersenyum bahagia pada Dipta yang bahkan tidak menghiraukan ada nya aku di antara mereka
__ADS_1
Kami melangkah bersama mengekor pada Lita untuk bertemu paman dan bibi ku, terlihat ruangan yang sama persis saat aku terakhir kali ke sini, aku mengingat kembali sedikit tentang percakapan kami saat aku di suruh pergi oleh paman dan bibi, hari ini aku yakin kembali Karena sudah ada Dipta dan pasti nya, hafidz pun pasti sudah kecewa pada ku dan tidak akan mau lagi bertemu dengan ku
Biarlah seperti ini, demi kebaikan hafidz dan keluarga nya
" Ayah lihat lah siapa yang datang? Ayah ... ibu ... "
Lita menyerukan orang tua nya karena sangat antusias melihat kedatangan ku dan Dipta
" Dipta tolong lepas dulu pegangan nya, kita sudah di dalam rumah, tidak akan ada yang menggoda mu " ucapku berbisik pada Dipta, dan di balas senyuman saja lalu Dipta melepas genggaman nya
" Ada apa Lita kau sungguh bersemangat " bibi ku keluar dengan masih menggunakan apron yang menempel di tubuh nya, bibi terkejut Melihat ku datang bersama seorang pria, dan menjatuh kan spatula yang sedang di pegang nya
" Vi .. kamu Nuvia? , oh ya tuhan !!! " bibi berlari menghampiri ku dan langsung saja memeluk tubuh ku sangat erat, tubuh nya sedikit bergetar menandakan ia. menangis
" bibi .. bibi kenapa menangis? " tanya ku yang heran dengan nya, bukan kah dulu dia yang mengharapkan aku pergi? bukan kah kepergian ku atas ide nya?
" Maaf kan bibi Nuvia, tolong maafkan kami ! " ucap bibi ku masih menangis
" Bibi, aku tidak apa-apa, lihatlah aku bisa lebih baik sekarang, aku sudah memiliki pekerjaan Bi " ucap ku meyakinkan bibi ku bahwa apa yang dia lakukan dulu pada ku, justru membuat aku lebih baik
" Kamu bersama siapa Vi ? " tanya bibi saat netra nya melihat seorang pria yang bersama ku
" ini Dipta bi " aku memperkenalkan Dipta pada bibi ku yang di sambut sangat ramah juga lembut oleh nya
" Saya Dipta teman dekat Nuvia bibi " ujar Dipta santun pada bibi ku dengan menyalami tangan bibi dan mencium punggung tangan nya
" Mari silahkan duduk, nanti bibi panggil kan paman, dia sedang bersama papa mu Nuvia ! " ujar bibi sangat antusias
- Deg -
Hati ku bergemuruh merasakan sesak, Sekian lama aku tidak berjumpa dengan nya, baru hari ini aku akan bertemu dan aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada nya
Apa aku harus menanyakan kabar nya?
Atau aku tunggu papa yang menjelaskan kondisi nya sekarang?
" Huuffhhh " ku buang nafas ku kasar agar menetralkan jantung ku yang berdetak sangat cepat
🌼🌼🌼
__ADS_1
TBC