Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
First love


__ADS_3

**


Arbi dan Ilham sedang berbincang sangat serius , aku yang tidak mengerti arah perbincangan mereka pun sudah merasa kan bosan dan lelah , aku beranikan diri menghampiri kedua nya .


" maaf Ilham , aku mau pamit duluan yah , khawatir orang tua ku mencari " bohong ku pada Ilham agar ia mengizinkan aku pergi dari sini.


" nuvia , kamu marah ? maaf aku mengabaikan kamu " jawab Ilham merasa bersalah


" oh , bukan itu ! hanya saja ini sudah waktu nya aku kembali ke rumah , mama ku pasti sudah menunggu "


ujar ku agar Ilham tidak merasa bersalah


" Baiklah , biar ku antar " Ilham beranjak dari tempat duduk nya sambil menyambar kunci mobil nya yang tergeletak di meja


" Tidak usah , rumah ku tidak jauh dari sini , hanya buang waktu mu jika kau mengantar ku ,. apalagi pakai mobil " ujar ku seraya tersenyum , lucu melihat Ilham .


" berarti kita berjalan saja " ujar Ilham yang sangat antusias .


" Arbi , aku pamit yah , terima kasih jamuan nya " pamit ku pada teman Ilham yang sebenarnya tetangga ku


" sama-sama , lain waktu singgah lah ke sini " ucap Ardi tersenyum sangat manis , membuat ku tersipu dan seperti ada sesuatu di hati ku yang bergetar .


Aku dan Ilham berjalan melangkah keluar hunian besar itu , terlihat beberapa pasang mata sedang memperhatikan aku .


ku buang nafas ku kasar , " huh "


begitulah para warga di sekitar tempat tinggal ku memandang ku .


Aku bukan dari keluarga kaya raya , orang tua ku pendatang dari kota kembang Bandung


Ayah ku pegawai swasta di Bogor , dan ibu ku bukan wanita karier , hanya ibu rumah tangga biasa .


Aku anak tunggal dari orang tua ku , bayangan memiliki adik atau kakak selalu aku impikan , tetapi orang tua ku seperti nya belum bisa mengabulkan.


" Kamu tidak kenal arbi sebelum nya Vi ? " tanya Ilham yang masih heran.


" Tidak , aku tidak mengenal orang di sekitar ku , aku hanya berdiam diri di rumah , hanya sesekali keluar rumah jika ada keperluan saja " jujur ku pada Ilham


" kamu tidak berteman dengan remaja di sekitar sini ? " tanya Ilham lagi


" Tidak " aku menggeleng kepala ku .


Ya , Ilham memang tidak pernah tahu kenapa bisa remaja seusia ku hanya berdiam diri di rumah , tidak memiliki teman , bahkan tidak mengenal tetangga sekalipun .


Dulu , sewaktu aku berada di bangku sekolah dasar aku anak yang aktif , aku senang bernyanyi saat ada perlombaan di lingkungan sekitar , ikut memeriahkan hari kemerdekaan bersama anak seusia ku , dan aku memiliki beberapa teman seumur ku .


Semua berubah saat orang tua dari teman-teman ku melarang anak- anak nya bergaul dengan ku ,


yaa ... mereka punya alasan yang kuat agar anak mereka tidak terkontaminasi dengan perilaku kedua orang tua ku , orang tua ku tidak seperti orang tua teman-teman ku yang taat agama , harmonis , dan paling penting setia itu tidak di miliki orang tua ku.


ibu ku seorang wanita yang berjuang sendiri sejak melahirkan aku , ibu ku merasakan penderitaannya saat menikah dengan ayah ku , mereka tadi nya sahabat , tapi kesalahan yang mereka perbuat memaksa mereka agar menikah .


" Ilham sampai sini saja , maaf aku tidak mengajak mu singgah " aku tidak enak hati mengucapkan nya , aku hanya malu karena rumah ku sangat kecil dan sederhana , belum lagi jika dia melihat ibu ku dengan pakaian minim nya ,,, oh tidaakkkkk!!!! ,,,


" Tidak apa Vi , kamu masuk saja aku akan kembali ke rumah arbi jika sudah melihat kamu benar-benar sudah memasuki rumah mu " jawab Ilham


" Baik , sampai jumpa di sekolah " ujar ku sambil pamit


Ku lihat dari kaca jendela rumah , Ilham masih saja berdiri di depan rumah ku , aku jadi salah tingkah takut nanti ilham justru bertamu ke rumah ku .


Aku hempas kan , tubuh ku pada sofa kecil yang sudah lusuh , ku lirik kembali ke arah kaca ternyata justru ada arbi yang menemani Ilham berdiri di sana


" ya Tuhan , sedang apa mereka " aku was was dalam ruang tamu rumah ku.


" Sudah pulang Vi , " suara merdu mama ku membuyar kan konsentrasi ku yang sedang memikirkan alasan. apa pada mama ku jika mereka bertamu.


" iya mah " ku cium punggung tangan mama ku yang harum dengan lotion , wajah nya sudah bertabur makeup tebal , celana jeans ketat membalut kaki jenjang nya , tidak lupa kaos berbelahan dada lebar ia kenakan .


" mama mau kemana ? " tanya ku


" mau ketemu uncle " jawab nya santai ..

__ADS_1


Mama ku memiliki paras cantik , khas cina dan Priangan menghiasi wajah nya yang mungil putih dan seksi menurut orang-orang , tapi tidak menurut papa ku , aneh kan ????


" kalau Vi mau makan , pesan online saja " jawab mamah lagi karena mama seperti nya terburu-buru


" mama mau pulang jam berapa? " tanya ku , Karena aku takut jika papa ku pulang aku harus mencari alasan apa lagi ?


" belum tahu , kalau papa tanya bilang saja , mama sedang antar Tante kamu cek kandungan " ujar mama yang lagi dan lagi membohongi papa.


mama meninggalkan rumah ku , dan aku kembali melirik ke arah jendela ternyata arbi dan Ilham sudah tidak berada di sana , lega rasa nya hati ku .


**


Malam menjelang aku sudah berada di ruangan kecil bekas gudang yang sekarang menjadi kamar ku , terdengar kegaduhan dari balik pintu kamar yang semakin nyaring.


Ku buka sedikit pintu kamar ku , untuk melihat ada apa lagi di rumah ku , terlihat papa dan mama ku sedang bertengkar hebat , mama ku bersujud di kaki papa ku dan sesekali mama menarik lengan papa agar bisa memeluk nya .


Pemandangan yang biasa di pertontonkan mereka pada ku sejak aku menginjak bangku sekolah menengah atas (SMA) .


ku tutup kembali pintu kamar ku , ku baring kan tubuh ku dan mulai memejam kan kelopak mata ku kembali ke alam mimpi .


☀️☀️


Pagi menjelang saat nya aku beraktifitas seperti biasa , ku lihat keadaan rumah sangat kacau , tidak ada sarapan , papa ku seperti nya juga tidak berangkat untuk bekerja , mama ku masih meringkuk dalam selimut , huh ... tidak normal !!! batin ku berteriak


*


Aku berjalan menyusuri pemukiman , menuju jalan besar yang tidak jauh dari rumah ku , sesekali ada beberapa pria dewasa yang memanggil nama ku , Hanya untuk menggoda .


" Nuvia ! " suara tak asing ku dengar dari arah belakang ku , membuat aku menoleh kan wajah ku .


Terlihat arbi berlari mendekati aku .


" Nuvia , aku antar yah ke sekolah kamu " tanya arbi


" Tidak perlu , aku ada bus jemputan dari sekolah , sebentar lagi tiba " jawab ku sopan


" Tidak apa , aku ada perlu dengan sekolah mu , membahas untuk festival nanti " ujar arbi


Aku hanya diam tidak menjawab apapun karena arbi memang sedikit memaksa .


Arbi menghampiri ku dengan membawa motor nya , dan sudah mengenakan helm , dan terlihat di tangan nya arbi pun memegang helm yang sudah paastti untuk ku .


" Nuvia , ni pakai dulu helm nya " arbi menyerahkan helm yang sedari tadi ia pegang , aku dengan senang hati menerima , untuk keselamatan ku .


Arbi yang melihat ku kesulitan , dengan cepat menyangga motor nya dan menghampiri aku ,,


" Sini , biar ku bantu " ujar nya mengambil alih helm nya , dan memakai kan pada kepala ku .


Wajah nya bertemu dengan wajah ku , aku masih biasa saja tapi seperti nya arbi gugup , terlihat dari jari tangan nya yg bergetar dan sulit mengunci helm yang sudah menempel pada kepala ku , belum lagi bola mata nya selalu melirik pada keseluruhan wajah ku.


" Sudah " ucap nya cepat langsung membalikkan tubuh nya dan menaiki sepeda motor nya.


" Naik Vi " lagi-lagi arbi bersuara


" ya " aku menaiki sepeda motor arbi yang sudah di nyalakan mesin nya dan siap untuk berangkat.


" Vi , boleh tanya " tanya arbi ketika kami di perjalanan


" Tanya apa " jawab ku sambil mendekat kan bibir ku ke telinga arbi agar terdengar.


" Kamu udah punya pasangan , maksud nya kekasih " tanya arbi terbata-bata .


" Belum " jawab ku apa ada nya


" serius ? " tanya arbi lagi


" iya , serius " suara ku lebih ku tinggi kan


" Vi , bolos mau ga ? kita main ke rumah sahabat aku " arbi mengajak ku bolos , hal yang tidak pernah terfikir oleh ku .


" Aku harus izin dahulu " ungkap ku karena takut wali kelas ku akan memarahi jika tidak memberi kabar.

__ADS_1


" Cara nya ? " tanya arbi


" Aku akan memberi pesan singkat pada wali kelas ku"


ucap ku sambil memeriksa ponsel di dalam tas


" ok , kita menepi dulu , agar aman " ucap arbi sembari menepikan motor pada salah satu kedai yang masih tutup .


Aku mengeluarkan ponsel ku , ku ketik beberapa kata untuk meminta izin pada wali kelas ku , setelah pesan ku terbaca dan wali kelas ku membalas aku memilih mendekati arbi .


" Arbi , aku belum pernah bolos sekolah , aku mau karena aku hari ini memang tidak fit dan kurang tidur "


ujar ku , aku takut arbi berfikir aku siswi nakal yang sering bolos .


Sebetulnya aku memang sudah malas mulai dari rumah tadi , mood ku hancur setelah melihat pertengkaran orang tua ku semalam .


" Ya , aku tahu kok , nih biar tambah manis " Arbi mengeluarkan kembang gula , dan memberikan pada ku ...


" Lalu , kita mau kemana ? " tanya ku


" ke rumah sahabat ku saja ya ? jawab arbi


" iya , aku tidak mungkin pulang ke rumah bisa di marahi orang tua ku nanti " ucap ku sambil berjalan saat melihat ada angkutan umum.


" kamu mau kemana Vi ? tanya arbi sambil terkekeh


" oh , sorry aku biasa naik angkutan umum , j'adi lupa tadi mau stop angkutan hehehe" ujar ku menahan malu


" yu , sini naik lagi " ujar arbi yang gemas melihat tingkah ku


Dan akupun menaiki sepeda motor arbi , di perjalanan kami bercerita tentang sekolah kami dan secara tiba-tiba arbi menarik tangan ku , agar berpegangan di pinggang nya. aku yang belum pernah melakukan itu pasti nya sangat gugup , sampai arbi menertawakan aku karena tangan ku seperti kaku .


🌼🌼


Aku dan arbi sampai di suatu tempat yang asing untuk aku , arbi memperkenalkan aku pada sahabat nya yang bernama Tony , kami bertiga berbincang ringan tentang Hobbi , cita-cita dan tempat yang pernah kami kunjungi masing-masing.


" Bi , gue beli makanan dulu , mana kunci motor Lo "


ujar Tony yang sedari tadi memang sudah kelaparan karena belum sarapan , padahal Sama dengan ku , aku pun belum sarapan tapi Aku gengsi jika harus berkata aku lapar .


" yang lama yah gue ada perlu sama nuvia " ledek arbi pada sahabat nya .


" iyee , nanti gue beli makanan di Sumatra " jawab Tony yang justru balik meledek Erick


" Vi , ke sini dong jauh bgt duduk nya " ujar arbi yang sangat handal merayu ku , dan aku pun menuruti nya menggeser duduk ku agar berdampingan dengan nya .


" Vi , aku suka sama kamu , kamu mau jadi kekasih aku ? " tanya arbi


Aku yang di tanya seperti itu bingung dan gugup karena ,dulu Ilham pernah mengatakan seperti ini pada ku tapi aku tolak dia mentah-mentah.


" Vi , Ilham sudah tahu kok aku suka sama kamu , aku sudah menceritakan pada Ilham , lagi pula aku suka kamu bukan baru hari ini , tapi sudah beberapa bulan "


ujar arbi yang cukup membuat ku heran


" Kamu kenal aku aja baru 2 hari dengan hari ini. "


ujar ku


" Bagaimana kamu katakan kamu menyukai ku sudah beberapa bulan ??? " tanya ku


" Kamu tuh sudah jadi target aku sejak aku melihat mu menunggu bus sekolah ".....


" Aku pertama kali melihat mu sudah tertarik , hanya saja tidak berani mengatakan apapun , hanya berani memanggil nama mu , setelah kamu menoleh aku akan bersembunyi , karena Aku tidak tahu kamu siapa " ... lanjut nya


" akhir nya ada salah satu teman sekolah ku , yang dulu nya teman bermain kamu selagi kamu kecil menceritakan siapa kamu , nama kamu , dan tempat tinggal kamu " ..


" Dan lebih beruntung lagi , Ilham membawa kamu kke rumah ku , meskipun awal nya aku kesal dan cemburu"


☀️☀️☀️


TBC

__ADS_1


__ADS_2