
Hari berganti Minggu, dan terus merangkak hingga berganti bulan akhirnya drama pencurian Kalung imelda yang melibatkan nama ku terkuak, dalang dari semua adalah Senior ku yang sangat membenci ku ,dia bekerja sama dengan seorang mechanical electrical untuk bisa mensabotase cctv ruangan Mess terutama yang menjorok ke pintu kamar ku dan merencanakan sedemikian rupa agar rencana nya berhasil karena dia adalah salah satu senior pramugari yang disegani
Dipta yang sudah mendengar hasil pemeriksaan pun meradang, di tambah sebelum nya ada perdebatan antara Dipta dan damar kakak kandung Dipta.
Dipta melangkah pasti pada ruangan khusus chief pramugari dirgantara
** chief stewardess room **
" Mengapa kau melakukan itu pada Nuvia? " Tanya Dipta pada senior ku yang terduduk di ruangan chief official flight attendan, di temani seorang wanita yang adalah chief pramugari
" Saya tidak suka dengan semua kemudahan yang dia dapat, harus nya dia di perlakukan sama seperti kami, aku merintis semua karir ku dari awal menjadi bagian dari perusahaan ini, aku salah satu F.A senior yang di andalkan di maskapai Dirgantara " ucap nya dengan nada tinggi dan terisak
" Tapi bukan seperti ini cara nya, kau bisa menemui ku atau orang-orang yang berhubungan dengan pekerjaan untuk menyatakan keberatan mu!! " ucap Dipta tak kalah sengit
" Aku sangat yakin anda akan melindungi nya " ucap senior ku lagi dengan memalingkan wajahnya
" Lalu setelah kejadian ini, siapa yang sangat di rugikan? kamu atau Nuvia? "
" heuh " senior ku tersenyum sinis
" sekarang yang paling rugi adalah orang-orang yang kau libatkan, lihat lah mereka!!! " ujar Dipta menunjuk karyawan yang ikut berkerja sama dengan senior F.A itu, mereka hanya menunduk pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti
" Urus lah anak buah mu !!! " ujar Dipta yang sudah muak dengan drama Senior ku yang tidak ada rasa bersalah sedikitpun kepada chief pramugari
" Baik pak saya akan berkonsultasi dahulu dengan para divisi utama flight attendant " ujar sang chief pramugari
Dipta keluar ruangan dengan wajah tidak ramah, semua yang melihat pasti akan ketakutan karena aura dingin yang beberapa Minggu hilang sudah datang kembali
" Apartemen Nuvia. !!! " ujar Dipta pada asisten nya karena hanya aku yang bisa meredam amarah nya
Dipta mengeluarkan benda pipih yang ada di saku jas nya, iya menyentuh satu nama di kontak tertera nama ku " my Nuvia "
" Sayang .. aku menuju apartemen, bersiaplah " dia mengatakan itu dengan lembut pada ku
Dipta memberikan aku tempat tinggal yang sangat layak, yaitu satu unit apartemen di daerah Jakarta Selatan, aku sudah menolak nya, tetapi selalu Dipta katakan untuk keamanan juga kenyamanan ku
Dipta termasuk pasangan yang posesif pada ku, dia selalu ingin aku berada di tempat jika dia akan datang,. dan bahkan ponsel ku saja di sadap oleh nya agar dia bisa tahu siapa saja yang menghubungi ku
Mungkin untuk sebagian orang terasa berlebihan dan membuat tidak nyaman, tapi aku tidak....
aku selalu membiarkan Dipta mengatur aku, memperhatikan aku, Dan mengawasi agar aku tidak melewati batas ku sebagai tunangan nya
***
__ADS_1
setengah jam aku. bersiap menyambut kedatangan Dipta, aku sudah memesan beberapa makanan yang dia suka ...
..... Tring !!! ....
Suara password apartemen terbuka, ada seseorang di balik pintu...
Yaaaaa dia adalah Dipta yang terlihat kusut dan tidak bersemangat
" Kenapa mas .. ko datang-datang wajah nya kurang enak di pandang " tanya ku sambil menghampiri Dipta
" Aku rindu " jawab nya yang kemudian menarik tubuh ku untuk di peluk oleh nya
" emmmmm ... mas aku tidak bisa nafas " aku protes karena Dipta membenamkan wajah ku pada dada bidang nya
" Oyah??? " jawab nya sedikit menunduk untuk melihat wajah ku yang masih berada di dada nya
" Maaf sayang ... aku terlalu rindu " ujar nya melepas pelukan nya dan menyentuh wajah ku dengan kedua tangan nya
" Mas sudah makan? " aku bertanya dengan posisi ku yang masih berhadapan dengan nya
" Aku ingin memakan ini " ibu jari Dipta menyentuh bibir ku dan mengusap nya perlahan, ia menempelkan bibirnya dan .... ( tau yaaa )
Aku dan Dipta sudah terbiasa melakukan nya selama aku menjadi tunangan nya, kadang Dipta meminta lebih dari itu, tapi aku masih takut karena kami belum terikat pernikahan, beruntung Dipta mengerti akan status kita yang belum halal
" emmmm " aku hanya mengangguk tanda setuju
Aku sendiri masih tanda tanya mengapa Dipta belum berani menikahi ku, padahal dia sudah siap soal materi Dan jika aku perhatikan Dipta sangat mencintai ku, lalu Dipta menunggu apa sebenarnya???
" makan dulu mas .. " ucap ku sambil menggandeng tangan kekar nya menuju ruang makan dan di jawab dengan senyuman manis dari Dipta
" Sayang ... suapi aku " mode manja nya sudah datang saat dia bersama ku, kami sedang menduduki kursi di ruang makan
" iya mas kemari lah, aaaaaa " aku menyuapi layak nya anak kecil
" sayang pelan-pelan dong " ucap nya
" iyaaa ... ini sudah pelan-pelan kok mas aja yang terlalu kecil membuka mulut mas " ucap ku protes dengan pernyataan Dipta
Dipta tertawa karena berhasil mengerjai aku, dia mencubit gemas kedua pipi ku
**
Kami sekarang berada di ruang tengah, aku dan Dipta duduk dalam satu sofa menghadap pada televisi
__ADS_1
yaaaa ... itulah yang aku lakukan saat meredam emosi Dipta, untuk mengembalikan mood nya
" Sayang... aku ingin mengatakan sesuatu, berjanji lah tidak marah yaaa " Dipta menyandarkan kepalanya di pundak ku
" katakan lah mas " ujar ku mengelus rambut nya
" Berhenti lah menjadi pramugari " Ucap nya sambil menegakkan kepala nya lalu memandang ku
" looh,, bukan kah mas sendiri yang bilang aku tidak bisa resign sebelum satu tahun kontrak ku selesai " tanya ku
" Yaaaa itu hanya alasan mas saja, agar kamu tidak pergi saat itu " ujar nya terkekeh
" Lalu aku harus melakukan apa? aku pun harus memberikan uang untuk mama " ujar ku
memang setelah kehadiran mama keuangan ku di kelola oleh nya aku bahkan tidak tahu ada berapa banyak uang ku dalam tabungan
" Urusan mama biar aku yang memikirkan " ucap nya tanpa beban
" Ah, tidak usah mas kalau memang mas tidak izinkan aku bekerja di maskapai, aku bisa mencari pekerjaan lain " ucap ku sambil tersenyum
" Aku hanya ingin kamu di rumah, menyambut ku setiap aku pulang bekerja " ucap nya memandang kosong pada langit-langit ruangan
" hah??? " aku masih tidak mengerti maksud Dipta
Dipta memang Hampir setiap hari mengunjungi ku, tapi tidak pernah bermalam bersama ku di sini, kami masih tahu batasan kami
" kenapa mas tidak segera menikahi aku? " tanya ku polos
" Belum saat nya sayang, masih ada beberapa hal yang perlu mas selesai kan, supaya kita tenang dalam menjalankan rumah tangga nanti " ujar nya menatap sendu wajah ku.
" oooh ... memang mas masih terikat kontrak kerja atau masih belum boleh menikah oleh mas damar ( kakak Dipta ) ??? " tanya ku lagi
" Kamu tidak mengerti sayang, biar aku saja yang menyelesaikan semua nya " ujar Dipta lalu memeluk ku erat
Waktu beranjak malam, Dipta pamit untuk pulang ke kediaman nya yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal ku
Tidak lupa Dipta memanggil seorang pelayan wanita yang setiap malam hanya bekerja untuk menemani ku agar aku tidak sendirian
***
Dipta jodohin gak siih yaaa sama Nuvia????
🌼🌼🌼
__ADS_1
TBC