
Hari berganti, aku sudah persiapkan segala kebutuhan ku untuk kepindahan ku dari kota kelahiran.
Banyak luka yang akan ku tinggal, dan semoga jika ada kesempatan aku kembali, aku sudah menemukan penawar nya.
Ku tinggalkan satu buah ponsel, yang ku taruh di satu meja yang biasa ku gunakan untuk membaca semua buku, ku pandangi semua ruangan yang sudah menemani ku beberapa tahun belakangan.
Aku membawa satu tas cukup besar untuk membawa beberapa kebutuhan ku, ku tarik nafas perlahan dan ku hembuskan cepat untuk menetralisir segala kegelisahan ku
" Bissmillah " ucap ku seraya membuka pintu depan rumah ku, ku dongakkan wajah ku melihat sang bulan yang masih terlihat karena langit masih gelap disana
" Ya Allah lindungilah keluarga besar ku " aku melangkah tanpa ragu, berjalan menyusuri pemukiman menuju jalan besar.
Aku menggunakan tudung Hoodie untuk menyamarkan wajah ku, aku tidak ingin ada beberapa orang yang mengenali ku, sudah cukup aku membuat malu keluarga besar mama dan papa ku.
Angkutan umum yang ku tunggu pun tiba yang akan membawa ku untuk meninggalkan kota ini
" Terminal pak " ujar ku pada sang supir
" Ya neng silahkan " jawab nya
Mobil angkutan melaju dengan kecepatan sedang untuk mencari penumpang yang lain, aku membuka satu tas kecil yang berisi ponsel ku, ku ketik pesan untuk paman ku
" Paman, mohon maaf atas semua kesalahan mama dan papa yang sudah membuat paman tidak nyaman, aku titip satu buah ponsel milik hafidz, tolong kembalikan pada nya, sampai kan maaf ku juga untuk hafidz " ku kirim satu pesan untuk paman ku.
πΈπΈ
Mobil yang ku tumpangi sudah menepi sempurna di gerbang terminal BARANANGSIANG kota Bogor.
Aku keluar mobil tersebut tidak lupa membayar jasa sang supir dan melangkah masuk ke dalam terminal
" Permisi pak, dimana bus yang menuju Tangerang " tanya ku
" itu neng yang berwarna merah masih bersiap, mungkin beberapa menit lagi berangkat " jawab bapak yang sedang duduk di kedai kopi di dalam terminal
" Terima kasih pak " ucap ku di jawab anggukan oleh nya sambil tersenyum
Aku menaiki mobil bus yang disana sudah ada beberapa penumpang, terlihat di kursi kedua belakang kemudi ada seorang wanita yang sedang asik berbincang melalui sambungan ponsel nya
" Masih kosong atau sudah terisi? " tanya ku karena di sebelah kursi ada sebuah tas tanpa ada pemiliknya
" kosong " wanita itu menutup sambungan ponsel nya lalu mengangkat tas yang ternyata milik nya
" Terima kasih " saat aku menduduki satu kursi itu
" Sama-sama " ujar nya
Bus yang aku tumpangi mulai melaju setelah kursi penumpang terisi hampir penuh, aku berdoa dalam hati untuk keselamatan ku dalam perjalanan
" Mau? " tanya si wanita, menawarkan beberapa kembang gula dengan aneka rasa
" terima kasih " jawab ku mengangguk, tidak mungkin langsung aku Jawab mau, siapa tahu dia hanya basa basi pada ku
" Mau kemana? " tanya nya sambil memberikan dua buah kembang gula nya ke tangan ku
" Ke Tangerang mba " jawab ku sambil tersenyum
" Ya saya tahu, ini bus yang kita tumpangi menuju kesana " ujar nya sambil tertawa
" Eh, maksud saya mau ke apa ya? saya lupa nama desa nya mba hanya tahu arah nya saja " ucap ku malu
" hemmm, masih kuliah atau sudah bekerja? " tanya nya lagi
__ADS_1
" Baru saja lulus mba, maka nya saya ke Tangerang menemui kerabat, ingin mencari pekerjaan " jawab ku
" ooh, jurusan apa? siapa tahu di tempat saya bekerja ada lowongan? " tanya nya
" bahasa dan sastra mba, saya baru lulus SMA " jawab ku
" masih muda sekali, tapi wajah mu boros hihihi " jawab wanita itu asal, tapi tidak membuat ku tersinggung karena memang banyak yang mengatakan seperti itu, aku memiliki tinggi badan 168cm di umur ku yang beranjak 18thn dan mungkin wajah ku yang sedikit ada unsur bule, menambah raut kedewasaan ku
" iya mba " aku tersenyum
" mampir lah ke tempat kost ku nanti, banyak juga teman kost ku yang berbeda perusahaan tempat kami bekerja, kau bisa menanyakan pada mereka " ujar nya
" Kapan mba? " aku sangat bersemangat
" Kapan saja kau ada waktu " jawab nya
" Kalau hari ini saja, apa boleh jika mba tidak sibuk " aku berharap pada nya
" Boleh, bagaimana dengan kerabat mu? apa tidak menunggu mu nanti nya? " tanya nya
" tidak mba aku memang belum mengabarkan pada kerabat ku sebelum nya " ucap ku
" yasudah tapi jangan kecewa kalau nanti belum ada lowongan ya? " ujar nya lagi
" ya mba tidak apa-apa, terima kasih sebelumnya " ucap ku
" Kenalkan saya Feni, siapa nama mu? " ucap wanita sambil mengulurkan tangannya
" saya Nuvia " jawab ku menyambut nya
Kami pun berbincang ringan sambil sesekali tertawa karena wanita itu sangat bersemangat saat menceritakan teman sesama penghuni kost nya
***
" Nuvia, kamu yakin akan langsung menuju kost aku? "
tanya mba Feni
" Ya mba, aku ingin sekali bekerja siapa tahu dapat informasi secepatnya jika aku ikut bersama mba Feni " ujar ku jujur
" Baiklah, mari kita ke mini market terlebih dahulu, aku ingin membeli beberapa makanan, sekaligus menunggu teman ku yang sudah aku janji kan menjemput ku disana " ujar nya
Kami melangkah ke arah mini market terdekat, aku menemani mba Feni sampai luar saja, aku malu jika harus mengikuti nya ke dalam, tahu diri tepat nya. karena bekal yang ku bawa hanya cukup untuk bertahan beberapa hari saja, jika aku gunakan hanya untuk membeli makanan di mini market akan cepat habis.
" Kamu ingin makanan apa Nuvia? " tanya mba Feni yang tiba-tiba keluar mini market
" Tidak perlu mba " jawab ku sungkan
" Jangan seperti itu, katakan saja apa yang kamu suka, aku yang traktir tanda perkenalan kita " ucap nya
" Terima kasih mba tidak usah repot-repot " ucap ku
" Ah, kamu ini ... Yasudah aku samakan saja dengan makanan ku ya " ujar nya lagi sambil melangkah kembali ke dalam mini market, aku hanya tersenyum
***
Kami menunggu jemputan yang mba Feni katakan sebentar lagi akan tiba, kami duduk sambil sesekali mba Feni meneguk minuman dingin yang ia beli tadi
" Kamu kalau sama aku jangan terlalu kaku, aku sudah mengalami kehidupan sulit sebelum seperti Sekarang, walaupun masih sulit juga sih hahahaha " ujar mba Feni mencair kan suasana
" Aku seorang security wanita di sebuah Mess pramugari maskapai Dirgantara Airline " ujar nya
__ADS_1
" oh " ujar ku terkejut, aku tak menyangka ternyata profesi nya seorang security, yang aku tahu dan pernah lihat profesi security biasa nya bertubuh tegap dan berambut pendek, tapi tidak dengan mba Feni.
Dia berambut panjang bergelombang, warna rambut nya pun di cat warna gold bercampur coklat susu tidak menandakan bahwa dia seorang security
" Nah itu dia " tiba-tiba mba Feni berdiri dan menunjuk satu mobil yang menepi di pinggir jalan mini market
di badan mobil itu tertulis nama maskapai dan juga logo nya .
" Mari nuvia kita menemui teman ku, hati-hati barang mu takut ada yang tertinggal " ajak nya
" Yaa mba " jawab ku menenteng tas besar ku
" Biar ku bantu mba " ujar ku menawarkan diri membawa kan tas mba Feni karena tangan nya penuh membawa kantong belanjaan nya
" Ya, tolong bawa ini " dia memberi aku satu kantong belanjaan nya
Aku memasuki mobil tersebut yang ternyata di dalam nya sudah ada beberapa wanita berseragam, dengan makeup yang nyaris sempurna dan Mba Feni duduk di samping supir yang tadi mba Feni bilang adalah teman nya.
pada saat aku memasuki mobil, beberapa wanita tersebut langsung menyalami ku
" Selamat siang mbak nama saya .. saya dari batch .. "
Aku sedikit bingung dengan tingkah laku para wanita berseragam itu, tapi aku ikuti saja menyambut uluran tangan mereka dan ikut memperkenalkan nama ku
Terlihat di jok depan mba Feni dan teman nya tertawa sambil menutup mulutnya, membuat aku curiga, ada apa sebenarnya
Perjalanan kami di jok belakang hanya berisi keheningan, berbeda dengan di jok depan yang berisi mba Feni dan teman nya, mereka sangat seru bercerita tentang apapun sampai terdengar suara tertawa mereka
πΈπΈ
" Terima kasih mba, sampai bertemu kembali " ujar para wanita cantik itu kepada ku, kemudian turun di depan satu rumah yang cukup besar menurut ku
Pecah lah ketawa mba Feni dan teman nya menertawai aku atau para wanita cantik tadi, entahlah
" Kamu di kira pramugari senior Nuvia " ucap mba Feni tiba-tiba sambil menoleh kan kepala nya pada ku
" eh, maksud nya bagaimana? " tanya ku
" Di maskapai ini para pramugari junior harus menghormati pramugari senior dengan cara seperti tadi " ujar nya masih sambil tertawa
" oh, begitu ya Mba " ucap ku yang sebenarnya masih tidak mengerti
" ya, terkadang pramugari senior ada juga yang sedikit angkuh, sampai tidak membalas salam para pramugari junior " ucap nya
" Kasihan sih melihat nya, tapi ya memang seperti itu cara para senior mengerjai junior nya "
" Hukum alam per-pramugarian hahahaha " jawab mba Feni sambil tertawa
Aku sedikit paham, mungkin kalau masa aku SMA sama dengan ospek .
" Turun yu, kita sudah sampai " ajak mba Feni
" Apa kamu mau ikut mas Panji keliling bandara? " tambah nya masih dengan ciri khas tertawa nya
Aku melihat mba Feni sangat ceria, seperti nya hari-hari nya bahagia, tidak pernah terlepas senyuman sejak awal aku bertemu dengan nya
Semoga ini pertanda baik untuk ku, bisa bertemu wanita sebaik dia.
Dan aku sangat berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang baik setelah ini.
Lanjut gak nih π€π€π€
__ADS_1
πΌπΌπΌ
TBC