Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
pregnant ( yang tidak diinginkan )


__ADS_3

Hari ini tepat satu bulan pernikahan ku bersama hafidz, selama satu bulan hidup bersama nya banyak hal tak terduga dari diri hafidz yang baru ku ketahui


Hafidz sosok suami yang sangat memanjakan istrinya, selalu mengerti apa yang aku mau sebelum aku meminta nya, seperti hari ini entah kenapa aku selalu ingin berdekatan dengan nya, selalu bersedih saat di tinggal tugas kerja nya, meskipun dengan penghasilan yang tidak besar seperti orang tua nya, tapi hafidz sukses membuat Nuvia selalu tersenyum dalam setiap hari nya, semakin hari badan Nuvia semakin berisi


" Sayang .. sudah dulu yaa nanti aku telat ke kantor, aku janji setelah pulang kantor aku akan menemanimu" ucap hafidz yang sudah lelah merayu Nuvia yang selalu ingin di peluk oleh nya


" janji yaaaa " Nuvia menampilkan wajah yang menggemaskan membuat hafidz tertawa lepas


" iya sayang aku janji ! " ujar hafidz lalu mencium kening Nuvia


Hafidz berangkat ke kantor dengan hati yang tenang karena merasa Nuvia tidak sedingin awal Mereka menikah, meskipun hafidz belum pernah mendapat kan hak nya sebagai suami dari Nuvia


" Pak hafidz kelihatan lebih segar, istri ga cosplay jadi reog malam ini? " tanya salah satu petugas jaga


" hahaha, istri ku tidak pernah cosplay reog, tapi selalu cosplay putri salju ... Dingin .. hahahaha " hafidz tertawa keras bersama teman nya


" Yang ada juga Elsa pak kalo dingin " ucap seorang office girl yang sedang mengelap jendela kaca kantor


" Siapa itu Elsa " tanya teman hafidz


Hafidz hanya mengangkat kedua bahu nya tanda tak mengerti dan langsung memasuki ruangan kantor polairud tempat ia bertugas


* * *


...Nuvia masih dengan mode manja nya, dia masih setia di ranjang empuk sambil menggulingkan tubuh nya ke kanan dan ke kiri...


" Kenapa aku sangat merindukan hafidz yah " pikir ku tak mengerti dengan perasaan ku sendiri


" Aku akan menelpon hafidz saja " aku meraih ponsel yang dulu pernah berikan untuk ku, dan mencari nomor hafidz


" Hallo hafidz " ucap ku dengan manja


" Ya sayang ada apa? " tanya hafidz di sana


" aku rindu " tiba-tiba terdengar suara hafidz terbatuk-batuk


" Kamu sakit hafidz? " tanya ku khawatir


" ti- tidak sayang aku hanya tersedak " jawab nya terbata karena menahan batuk nya


" Kamu baik-baik saja kan sayang? " hafidz justru bertanya balik pada ku


" Aku baik-baik saja hafidz, cepat lah pulang aku ingin bersama mu " ucap ku merengek


" iyaa setelah pekerjaan ku selesai, aku akan langsung pulang " ucap nya sedikit heran


" yasudah aku tutup yaaaa " aku langsung menutup sambungan telepon dengan hafidz dan aku semakin kegirangan karena telah mendengar suara nya


* * *


Hafidz di kantor sedang berfikir keras, ada apa dengan istri nya yang biasa dingin kini sudah mulai berani merayu nya

__ADS_1


" Apa Nuvia sudah siap memberikan hak ku? " tanya hafidz dalam hati


Hafidz pun tersenyum sambil memikirkan bagaimana cara pertama kali mengajak Nuvia melakukan itu


" Aku akan membelikan Nuvia bunga agar hati nya bahagia " ucap hafidz dengan semangat


🌹🌹🌹


Hafidz sudah tiba di rumah kontrakan yang ia tempati bersama Nuvia, hafidz dengan hati bahagia mencari sosok yang sedari tadi berputar di fikiran nya


" Assalamualaikum sayang ... " hafidz mencari pada. setiap ruangan yang ada di rumah nya


Hafidz tiba di kamar dan melihat sang istri sedang tertidur dengan memeluk kemeja yang kemarin hafidz kenakan


" Ya Allah sebegitu rindu kah kamu pada ku? hingga memeluk baju kotor yang kemarin sudah ku pakai " hafidz mengulurkan tangan nya membelai lembut rambut sang istri


" hafidz ... " Aku terbangun dari mimpi ku karena ada sesuatu yang mengusap kepala ku


" kalau masih mengantuk tidur saja lagi " ucap hafidz


" Tidak !!!!! " jawab ku cepat


" Aku akan berganti pakaian, kamu tunggu di sini ya" ucap hafidz yang di angguki oleh ku


Beberapa menit kemudian hafidz datang sudah berganti pakaian santai dengan kaos dan Celana pendek dia menyembunyikan sesuatu di balik tubuh nya


" ini untuk istri ku yang sedang manja ". ucap nya sambil memberikan seikat bunga mawar merah yang sangat cantik dan harum


Hafidz menelan Saliva nya dengan susah payah karena melihat pemandangan dari tubuh ku , aku sedang mengenakan pakaian yang pernah di berikan oleh mama mertua ku ..


" sayang .. kamu sedang menggoda ku? " tanya hafidz lalu memegang wajah ku untuk menatap nya


Aku yang tidak mengerti hanya mengikuti arahan hafidz, aku memandang wajah suami ku yang penuh kedamaian


hafidz menempel kan bibir nya yang lembut pada bibir merah muda ku, kami saling menyalurkan kerinduan sampai aku hampir kehabisan nafas ....


Hafidz menempel kan kening nya pada kening ku dengan nafas yang memburu


" Apa kamu sudah siap sayang? " tanya nya membuat ku mengangguk


Hafidz mulai merapalkan doa sebelum kami melaksanakan ibadah suami istri


Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa. Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami.


Hafidz mulai dengan beberapa sentuhan pada ku dan aku mulai merespon dengan suara merdu ku membuat hafidz semakin bersemangat..


Saat hafidz ingin memasuki inti pertarungan tiba-tiba isi perut ku bergejolak seolah ingin keluar, aku menutup mulut ku dan mendorong hafidz dengan cepat dan langsung berlari menuju kamar mandi


" Sayang...... kenapa??? " Hafidz ikut berlari menghampiri ku dan melihat ku mengeluarkan semua isi perut yang tadi sudah ku makan


" Astaghfirullah halladziim " hafidz kembali ke kamar lalu memakai kembali celana pendek yang teronggok di lantai kamar

__ADS_1


" Pakai ini " hafidz membungkus tubuh polos ku dengan handuk yang berada dekat pintu kamar mandi


" Kamu sakit, jangan di paksakan" ujar hafidz menggiring ku kembali ke dalam kamar


" Aku panggil dokter ya " ujar hafidz yang khawatir dengan keadaan ku


" Sini aku bantu memakai pakaian " dia. mengambil satu buah daster panjang dan membantu ku untuk memakai nya


" Maaf " ucap ku tidak tega melihat hafidz yang tadi sudah mode on


" tidak apa-apa sayang .. " hafidz tersenyum


Beberapa menit kemudian Dokter datang dan langsung memeriksa keadaan ku, Dokter tersenyum dan menatap wajah ku


" kapan terakhir ibu datang bulan? "


- Deg -


Jantung ku berpacu sangat cepat, bulir keringat keluar dari kening ku


" Jangan ... jangan sampai ... " ucap ku dalam hati


" Kenapa dok? ada apa dengan istri ku? " tanya hafidz khawatir melihat wajah ku yang memucat


" Saya hanya mendiagnosa, Bu Nuvia sedang mengandung, tetapi ini dugaan saya, coba bapak bisa cek langsung ke dokter kandungan. "


" Astaghfirullah halladziim ampuni kami ya Allah " ucap hafidz dalam hati.


" Baiklah dokter insha Allah setelah ini kami akan mengunjungi dokter kandungan terima kasih banyak atas waktu nya " ucap hafidz terlihat tenang padahal dalam hati nya bergemuruh rasa kasihan pada janin tak berdosa dan kesehatan mental Nuvia yang pasti sangat kecewa


Tapi itu lah hafidz dia memang sosok yang di kirim khusus untuk Nuvia, meskipun hati nya hancur ia selalu mengingat wejangan dari papa nya yang. harus menerima resiko ke depan jika menikah dengan wanita korban pelecehan


Hafidz masih ingat betul saat papa nya meriwayatkan sebuah hadits yang berisi :


Siapa yang melepaskan kesulitan yang dialami seorang muslim, maka Allah akan melepaskan kesulitan yang dia alami pada hari kiamat. Dan siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Sesungguhnya Allah menghilangkan beban dosa dari umatku, yang dilakukan karena tidak sengaja, karena lupa, atau karena dipaksa.” (HR. Ibnu Majah 2033 dan dishahihkan al-Albani).


Untuk itu, hukum asal wanita korban perkosaan sama dengan wanita suci pada umumnya. Dia layaknya seorang gadis yang sedang dirundung musibah besar dalam hidupnya.


🌼🌼🌼


TBC


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2