Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
part II


__ADS_3

** Pemakaman **


Dipta dan kedua jagoan Nuvia juga orang tua dan kakak hafidz sedang menabur kan bunga di atas gundukan tanah merah yang basah, mereka menahan air mata nya agar tidak meluncur bebas mengenai makam hafidz yang mereka percayai akan memberatkan langkah hafidz menuju alam lain


Nuvia tidak ikut menabur bunga, ia hanya berdiri memegang satu buah bingkai yang terdapat wajah gagah hafidz mengenakan seragam nya


Tidak ada air mata yang menetes ataupun terbendung di kedua bola matanya, ia terlihat tenang dan damai


" Mari nak, kita pulang" ajak mama hafidz menggandeng tangan Nuvia


Nuvia menurut, tidak ada penolakan sedikit pun dari mulut dan tubuh nya


Zein yang berjalan beriringan dengan Dipta menghembuskan nafas nya kasar, ia tidak mengerti dengan sikap orang tua Nuvia yang tidak peduli dengan keadaan putri kandung nya sendiri


" Pak Dipta .. Sekarang tugas mu membantu Nuvia untuk sembuh dari luka nya, kami dari keluarga hafidz bukan tidak ingin membantu nya, tapi .. lihat lah orang tua saya,, mereka pun hancur pak " ujar Zein memberi tahu keadaan keluarga nya sekarang


Zein tidak bisa melakukan apapun untuk Nuvia, karena orang tua nya, terutama mama nya begitu terpuruk kehilangan hafidz, setegar apapun yang terlihat, tetap saja sebagai ibu, mama hafidz Pasti syok dan belum rela kehilangan putra untuk kedua kalinya


" Apa yang bisa saya lakukan dokter zein? katakanlah " tanya Dipta yang juga tidak mengerti dengan kondisi Nuvia


" Pertama, bawalah Nuvia pada psikiater, konsultasi kan keadaan nya " ujar Zein yang sedikit mengerti bahwa Nuvia sedang mengalami guncangan


" Bagaimana dengan putra ku dan Arkan? apa aku di izinkan merawat mereka? " tanya Dipta


" Maaf " Zein menunduk kan kepala nya


" Keluarga kami sudah berdiskusi, Arkan akan kami bawa, karena keadaan nuvia yang seperti ini, kami khawatir dengan kondisi anak-anak " ..


" Untuk Dirga, anda lah yang berhak menentukan,,, jika memang anda mengizinkan kami juga yang akan merawat Dirga, karena Dirga pun putra Nuvia dan hafidz meskipun mengalir darah anda di tubuh Dirga " ucap Zein


" Bukan kah lebih baik anak-anak bersama Nuvia saja? agar dapat memudahkan Nuvia mengobati luka batin kehilangan hafidz? " tanya Dipta ragu dengan kata-kata Zein

__ADS_1


" Lihat lah pak!! bahkan Nuvia tidak mengingat anak-anak nya, sedari tadi Nuvia hanya mengatakan bahwa Hafidz akan datang membantu nya " ..


" Awal saya perhatikan Nuvia masih mengenali Dirga dan Arkan, tapi semakin kesini Nuvia seperti kembali pada masa lalu nya, yang di saat ia terpuruk, hafidz hadir untuk menghibur sekaligus membantu mengatasi semua masalah yang ia hadapi "


ucap zein mendiagnosa kondisi Nuvia


" Dari awal sudah saya perhatikan dok, Nuvia tidak mengenal saya, yang saya tahu.. Nuvia tidak pernah bisa memandang saya semenjak kejadian di masa lalu saya dan Nuvia, tapi .. saat ini Nuvia bahkan bisa tersenyum pada saya saat saya membantu nya menuruni jalan menuju pemakaman dan mengatakan terima kasih " Dipta menjelaskan pada Zein kejanggalan yang ia rasakan


" Ya .. seperti itu lah .. saya salah prediksi, saya fikir Nuvia hanya sedang mengalihkan kesedihannya, ternyata Nuvia justru menutup kesedihan nya dengan memerintah memori otak nya kembali pada masa lalu dimana Hafidz yang selalu hadir untuk nya di saat sulit " ucap Zein menjelaskan diagnosis awal yang belum tentu benar sebelum Nuvia berkonsultasi pada psikiater


" Huuffffttthhh " Dipta yang mendengar penjelasan dokter Zein semakin paham apa yang sekarang di alami mantan kekasih nya itu, Dipta mengusap wajah nya lalu memikirkan langkah apa yang paling tepat untuk ibu dari putra tunggal nya


" Kalau begitu kita kembali ke kediaman Nuvia lebih dahulu, bertemu keluarga besar ku .. agar semua lebih jelas " ucap Zein kemudian mereka menaiki kendaraan nya masing-masing


****


Tiba di kediaman Nuvia masih ada beberapa kerabat dan tetangga hafidz tapi tidak terlihat sama sekali satupun keluarga Nuvia yang hadir


" Pa .. apa pak Angga sudah bisa di hubungi? " tanya Zein pada papa nya sekaligus sahabat papa Nuvia


" Terbuat dari apa Hati mereka pa? " ucap Zein heran dengan sikap keluarga ipar nya itu


" Itulah salah satu alasan adik mu menikahi Nuvia, selain hafidz mencintai nya, hafidz pun sudah tahu sikap keluarga mereka pada Nuvia bahkan .. lingkungan sekitar Nuvia pun sama " ucap papa hafidz yang sangat kecewa dengan orang-orang terdekat Nuvia


" Kita bawa saja Nuvia ke Magelang, bertemu teman mu yang ahli dalam bidang psikologi " masukkan papa hafidz pada Zein


" Zein kurang setuju pa, Zein sudah meminta pak Dipta untuk membawa Nuvia ke psikiater dan membantu Nuvia mengobati luka hati nya " ucap Zein membuat papa nya mengerutkan keningnya


" Bagaimana bisa? Nuvia dan Dipta bukan muhrim Zein .. jika Dipta yang merawat Nuvia , apa tidak akan menjadi fitnah nanti nya? " protes papa hafidz


" menurut Zein, ini yang terbaik untuk pemulihan Nuvia, karena Dipta salah satu orang di masa lalu Nuvia " ..

__ADS_1


" Mama sudah menjelaskan pada Zein bahwa Dipta sangat mencintai Nuvia, dan pasti walaupun sedikit Nuvia pernah merasakan jatuh cinta pada Dipta, itulah yang membuat Zein memberi kesempatan Dipta merawat Nuvia, untuk merangsang memori nya kembali seperti semula " penjelasan zein membuat papa hafidz berfikir sejenak


" Papa tidak tega jika memisahkan cucu papa dengan ibu nya " papa hafidz menghampiri kursi dan terduduk di sofa sambil memijat keningnya


" Mama butuh cucu nya pa, untuk mengobati rasa kehilangan nya terhadap hafidz, lihatlah Arkan .. betapa mirip dengan hafidz.. jadi setidaknya mama masih merasa hafidz masih ada di sekitar kita dengan wujud lain, dan coba papa lihat kembali kondisi Nuvia, ia tidak mengenali Arkan dan Dirga "


penjelasan Zein memang benar adanya..


Tapi tetap saja.. papa Hafidz belum bisa membuat keputusan apapun


***


Di kota lain keluarga Nuvia tidak ada yang peduli dengan keadaan salah satu anggota keluarga nya yang sedang berduka


" Biarkan Nuvia bersama keluarga hafidz, untuk apa Nuvia kembali dengan membawa dua orang anak dengan status janda nya , yang ada semakin membuat repot saja!! " paman Nuvia sedang berbincang dengan istri nya ..


" Mas Angga saja sibuk dengan istri baru nya, belum lagi mantan istri tukang selingkuh nya itu, entah dimana dia sekarang " ucap nya lagi


" Kasihan Nuvia, memiliki orang tua dan keluarga seperti kalian !! " ujar sang istri kemudian pergi meninggalkan suami nya yang terlihat menahan emosi


" Apa maksud mu??!! kurang ajar!!! " ujar paman Nuvia menggebrak meja membuat sang istri menoleh dan meneteskan air mata nya.


" Aku sudah tidak sanggup hidup dengan orang seperti mu!! ceraikan aku !!! " ujar bibi Nuvia sambil berlari menuju kamar yang berada dekat ruangan tempat mereka berbincang dan menutup pintu dengan keras


" Semua gara-gara Nuvia !!! " paman Nuvia pun berlalu dari kediaman nya untuk menenangkan fikiran nya yang kacau ke rumah istri kedua nya 🤪🤪🤪🤪


🌼🌼🌼


TBC


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2