Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
Pradipta perkasa dan hafidz Abdallah


__ADS_3

Suara dering ponsel Milik damar berbunyi nyaring mengalihkan perhatian damar dan Anin


" Hallo " jawab damar


" mas damar maaf aku tidak bisa menemui mu di rumah sakit, aku sedang ada keperluan bersama Ferry " ungkap Dipta berbohong


" Tidak masalah, aku juga sudah membatalkan meeting sejak tadi " ungkap damar membuat Dipta curiga, biasa nya kakak nya itu selalu bersemangat jika mengenai pekerjaan, ada apa dengan nya ??


" baik mas kalau begitu aku tutup " Dipta menutup sambungan telepon dengan kakak nya dan berfikir sejenak


" Seperti nya ada yang sembunyikan mas damar " ucap Dipta lalu menyuruh Ferry melacak keberadaan damar saat ini


***


" Kemana wanita itu? " tanya damar yang baru menyadari Nuvia sudah tidak ada di tempat nya


" Kenapa dia bisa kabur? bukan kah tadi dia sangat lemah? " tanya Anin yang mulai panik


" Cari !!!! " damar berseru sambil berlari mencari keberadaan Nuvia yang ia yakin belum terlalu jauh


###


Nuvia terus berlari sambil memegang perut nya, dia sudah terlihat kacau ,, tanpa alas kaki dan rambut yang acak-acakan


Nuvia bahagia saat sudah melihat beberapa mobil yang melintas, ia merasa ada celah untuk meminta tolong pada salah satu pengendara nanti nya


" stop !!! tolong saya !!! " Nuvia mengangkat kedua tangan nya sambil melambaikan tangan


Mobil berhenti tepat di hadapan Nuvia , sang pengemudi menghampiri Nuvia dengan tergesa


" Vi .. apa yang terjadi???? " Dipta lah sang pengendara yang di minta tolong oleh Nuvia


" Ti .. tidak .. maaf tidak jadi " Nuvia hendak melangkah tapi dia batalkan karena terlihat damar juga Anin yang semakin mendekat


" Aku mengerti Vi .. " ucap Dipta yang tidak sengaja melihat damar dan Anin


" Masuk lah ke dalam mobil ku Vi .. " perintah Dipta yang tidak diindahkan oleh Nuvia


" Hubungi suami mu sekarang !! " Dipta memberikan ponsel nya pada Nuvia


Nuvia kemudian menekan nomor ponsel suamii nya dan panggilan pun tersambung .....


***


" Romantis sekali kamu sayang.. " ucap Anin sambil bertepuk tangan


" Apa salah Nuvia pada kalian ?? " tanya Dipta yang sudah bersiap menghadapi dua orang dii hadapan nya


" Salah nya telah merebut mu dari ku !! " ucap Anin sangat percaya diri


" Tidak ada yang merebut ku dari siapapun, sudah lah Anin bertobat lah kamu, yang kamu lakukan bisa merugikan diri mu sendiri !! " ujar Dipta memperingatkan


" Aku mencintaimu Dipta, tapi kenapa kau memilih wanita miskin seperti dia? " ... " Bahkan sekarang dia mengandung benih yang harus nya ada di rahim ku .... kalau saja dia tidak datang mengganggu rencana ku "ucap Anin kesal


Dipta mendengar penuturan Anin dengan seksama tubuh nya langsung menegang seketika aliran darah nya membeku, dia tidak mengetahui apapun tentang kehamilan Nuvia


" A- apa maksud mu Anin? " tanya Dipta

__ADS_1


" Ooohhh kamu belum tahu ternyata kalau si wanita miskin itu sedang mengandung anak mu?... kasian sekali kamu sayang " ujar Anin meledek


Nuvia terdiam kaki nya lemas, perut nya kembali kontraksi membuat nya meringis .. dan memang pada akhirnya Dipta harus mengetahui kenyataan ini


Dipta menoleh pada Nuvia yang sedang menahan rasa sakit pada perut nya


" Vi .. kenapa? " Dipta justru menghampiri Nuvia


" Tolong selamatkan anak ku ...... " lalu Nuvia kembali tidak sadar kan diri


Di detik yang sama hafidz datang bersama personil polisi dan langsung meringkus damar juga Anin atas dugaan penculikan pada istri nya.


" Bro ... " panggil Dipta yang sedang menggendong Nuvia


" Yaa Allah sayang ... " Hafidz menghampiri dan mengangkat Nuvia dari tangan Dipta


" Saya akan membawa Nuvia ke rumah sakit, ikut lah bersama kami " ucap hafidz yang di angguki oleh Dipta


***


Di dalam mobil hafidz... Dipta sedang mengemudi dengan fokus, hafidz duduk di jok belakang menjadi bantalan sang istri, hafidz menarik nafas dan membuang nya perlahan sambil memandang sang istri yang masih menutup mata dengan wajah yang terdapat beberapa luka


Hafidz mengelus pucuk kepala Nuvia lalu mencium kening nya " kuat .. sayang .. !!! " ujar hafidz di telinga Nuvia membuat hati Dipta berdegup mendengar nya


" Maaf .. sudah merepotkan " hafidz mengangkat kepala nya, menatap Dipta dari kaca spion untuk membuka membuka percakapan


" Sudah seharusnya saya menjaga anak saya sendiri" ujar Dipta dengan yakin


" Ya ... kita harus menjaga nya " ucap hafidz membuat hati Dipta bergemuruh


" maaf ..." ucap Dipta dengan hati yang gundah


"tidak perlu meminta maaf , tidak ada yang perlu disalahkan antara kalian di masa lalu, hanya saja Allah SWT memang belum menakdirkan kalian bersama ... Saya tidak akan membatasi antara anda dan anak anda nantinya, tapi saya memiliki batasan antara anda dan istri saya .. "


" Ya ... Terima kasih " ucap Dipta kemudian menepikan mobil nya ke area rumah sakit


***


Rumah sakit Perkasa Medistra ...


" Cepat tolong istri saya !!! " hafidz berlari menghampiri seorang perawat


Dipta ikut keluar dari pintu kemudi dia memerintahkan dokter kandungan yang terbaik untuk memeriksa Nuvia


" Cepat lakukan yang terbaik, selamat kan kedua nya !!!! " Dipta dan hafidz ditahan oleh perawat agar tidak ikut masuk dalam pemeriksaan terhadap Nuvia


***


Di luar ruangan .... Dipta dan hafidz terduduk di ruang tunggu .. Dipta menghampiri hafidz ..


" Sedari tadi saya belum memperkenalkan diri saya " Dipta mengulurkan tangan pada hafidz


" Pradipta " ...


" Hafidz " ia menyambut tangan Dipta diiringi senyuman


" Terima kasih telah menjaga nya " ucap Dipta

__ADS_1


" Ya " hafidz memandang wajah tegas Dipta dan memberikan senyuman tulus


* * *


Keluarga nyonya Nuvia ,,,


seruan perawat membuat dua laki-laki itu menoleh


" Bagaimana keadaan istri saya?? " hafidz sudah sangat khawatir


" Silahkan bapak masuk, dokter menunggu " ujar perawat yang membuat hafidz menerobos masuk ke dalam ruangan Nuvia di rawat


" Aku ikut !! " Dipta mengekori Hafidz, dia pun sangat khawatir dengan keadaan nuvia juga anak nya


" Bagaimana Dok??? " tanya hafidz mata nya menoleh pada Nuvia yang sudah memakai alat bantu oksigen


" pak hafidz, kami sudah melakukan serangkaian pemeriksaan... dan ini hasil pemeriksaan USG.


" Lihat lah ini ... " dokter menunjuk tanda panah yang ada di monitor , refleks hafidz dan Dipta menoleh pada monitor yang memperlihatkan sesuatu yang tidak di mengerti oleh kedua nya


" ini adalah dinding rahim .. dimana tempat sel telur yang telah di buahi menempel " dokter kemudian menggerakkan tanda panah lagi


" Nah ini dinding rahim yang runtuh,maka itu tadi Bu Nuvia sempat mengeluarkan cairan .. " ucap dokter


" Tapi tidak perlu khawatir, beruntung nya janin menempel pada dinding yang kuat jadi calon bayi masih bertahan " ucap dokter bahagia


" Alhamdulillah yaa Allah.. " hafidz mengangkat kedua tangan nya


" Deg .. Deg .. Deg ... " jantung Dipta seperti berkejaran, benar kah ia akan memilliki anak??? apakah aku harus bahagia atau bersedih?? ya Tuhan ....


" Lalu untuk istri saya bagaimana keadaan nya? " tiba-tiba hafidz bersuara membuat Dipta tersentak dari lamunannya


" Bu Nuvia hanya mengalami syok dan Trauma berat , semoga dengan perhatian dan kasih sayang bisa memperbaiki ketakutan nya "


" Baik terima kasih dok " hafidz menyalami dokter dan beranjak menuju ranjang yang di tiduri nuvia


" Dipta .. kemari lah .. " hafidz memanggil Dipta untuk menghampiri nya


" ada apa ? " Dipta dengan mode cool .. padahal tidak ada yang tahu kalau jantung nya sedang berlompatan di dalam sana .. seakan ingin keluar


" Nak .. ini papa mu .. nama nya Pradipta .. kamu harus kuat ya .. karena kamu akan mengikuti jejak nya kelak ... " ucap hafidz sambil memegang perut Nuvia


Dipta terharu ... tidak terasa ia meneteskan air mata nya, begitu tulus pria yang menikahi Nuvia ..


berbeda dengan nya yang sangat posesif pada Nuvia saat mereka masih menjalani hubungan sepasang kekasih ...


Dipta sudah merasa ikhlas dengan takdir untuk nya , apalagi Nuvia sudah mendapatkan laki-laki yang sangat baik .. yang bisa menjaga nya kelak


Dan untuk sang anak .. Dipta akan selalu menjaga nya meskipun dari kejauhan


Semoga kelak anak nya akan mengerti dengan kondisi yang terjadi dengan orang tua nya


🤗🤗🤗🤗🤗


Sebentar lagi End


Terima kasih untuk semua nyaa

__ADS_1


__ADS_2