Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
part II


__ADS_3

Keadaan nuvia semakin membaik meskipun masih ada beberapa orang ataupun sesuatu hal yang belum ia ingat terutama keluarga kandung nya ..


Orang tua hafidz akan kembali lagi ke Magelang karena Kediaman mereka di Bandung pun sudah tidak akan mereka tempati lagi, terlalu banyak kenangan di rumah itu membuat orang tua Hafidz lebih memilih menetap di Magelang ... karena ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa di tinggal lebih lama di Magelang.. orang tua Hafidz berencana untuk membawa Nuvia kesana .. hal itu belum di ketahui oleh Dipta karena setelah terakhir bertemu tempo hari, Dipta seperti menghilang begitu saja


" Vi .. apa kamu yakin dengan keputusan mu? " tanya mama hafidz yang sebenarnya ingin menantu nya itu berjodoh dengan Dipta , setidaknya setelah masa Iddah Nuvia selesai..


" Vi yakin ma .. Vi akan tinggal di Magelang saja .. terlalu menyakitkan jika Vi terus di rumah ini "


Ketidakhadiran Dipta beberapa hari ini membuat hati Nuvia merasa tidak nyaman, terlalu sakit untuk ia berkata jujur kalau ia merindukan sosok Dipta


" Vi .. mama tahu kamu belum bisa melupakan hafidz, tapi perjalanan hidup mu masih panjang , kamu masih bisa mencintai orang lain, berbagi kasih sayang, berbagi keluh kesah dan yang pasti anak-anak nanti nya akan memiliki takdir nya sendiri.. dan kamu harus ada yang menemani "


" Tapi ma ... " ..


" Dengarkan mama !! .. Hafidz pernah berkata pada mama sebelum Arkan lahir ,,,, Dipta adalah laki-laki yang baik, sayangnya kalian tidak berjodoh.. dan hafidz mengatakan jika Hafidz sudah tidak bersama Nuvia .. hafidz ingin Dipta sebagai pengganti Hafidz untuk menjaga Nuvia " .. cerita mama hafidz teringat kenangan nya bersama sang putra


" Percaya nak .. Dipta sangat mencintai kamu, melebihi dirinya sendiri.. apapun ia korbankan untuk kebahagiaan mu .. tapi, mama tidak ingin memaksakan pendapat mama,, semua keputusan ada di hatimu Vi ... " tangan mama hafidz menggenggam jemari Nuvia menguatkan sinyal kepercayaan diri untuk Nuvia


" A-aku .. aku memang sudah membuka hati ku untuk mas Dipta, tetapi akhir-akhir ini .. mas Dipta banyak berubah.. ia tidak pernah mengunjungi ku .. mungkin mas Dipta lelah menghadapi wanita seperti aku ma .. " Nuvia menunduk ia seakan-akan merasa Dipta sudah tidak peduli lagi dengan nya


" Vi .. Dipta bukan berubah.. ia sedang menata hati nya, Dipta sadar akan dirinya yang pernah menyakiti mu, maka itu .. saat kamu sudah mengingat semua nya, ia takut kamu akan membenci nya lagi " terang mama hafidz


" Sudahlah.. jika memang kalian berjodoh Allah akan menyatukan kalian .. jika tidak, buka lah hatimu untuk orang lain, yang bisa menyayangi mu dan juga menerima anak-anak " mama Hafidz tersenyum lalu mengajak Nuvia untuk ke halaman depan rumah untuk melihat langsung kondisi di luar rumah..


" Lihat nak .. betapa mama bahagia melihat cucu mama tertawa seperti itu " mama hafidz menunjuk ke arah papa hafidz yang sedang bergelut dengan kedua cucu nya


Arkan berada di atas punggung sang kakek sambil menirukan pesawat terbang.. dan Dirga mengejar di belakang


" Mereka akan lebih bahagia jika memiliki ayah "


Ucapan mama Hafidz membuat hati Nuvia bergetar ..


" Ternyata benar.. Dirga dan Arkan memang membutuhkan sosok ayah .. apapun kesalahan Dipta padaku di masa lalu biar aku kubur dalam-dalam... karena aku tahu tidak ada manusia di dunia ini yang lolos dari dosa .. dan pada kenyataannya di saat terpuruk aku hanya Dipta yang ada di samping ku ..."


Suara hati Nuvia terus saja bermonolog, membenarkan semua perkataan mertua nya


" Ma .... apa tidak terlalu agresif jika aku menghubungi mas Dipta lebih dulu " tanya Nuvia malu-malu


" Ya ampun Vi .. kamu seperti anak ABG saja .. " .....


" Kemarilah nak .. " mama hafidz mengeluarkan ponsel nya .. ia menekan satu kontak tertera nama Dipta dan langsung menghubungi lewat sambungan video call ...

__ADS_1


***


Kantor Dip company


Dipta sedang mengadakan rapat di kantor nya, ia sedang mendengarkan laporan dari peserta rapat


Suara dering ponsel Dipta membuat semua mata peserta rapat teralihkan pada Dipta


" Sorry .. " Dipta mengangkat tangan nya untuk memberi kode untuk berhenti sejenak, Dipta memang tidak pernah mematikan nada dering pada ponsel nya .. ia terlalu khawatir dengan Nuvia, ia tidak ingin ada panggilan terabaikan dari mbok suti tentang perkembangan Nuvia


" Gantikan aku, ibu hafidz menghubungi ku " Dipta berbisik pada Ferry sang asisten


" Baik pak " jawab Ferry.. lalu Ferry melanjutkan rapat tanpa Dipta


Dipta keluar ruangan rapat dengan tergesa,, jika ibu hafidz menghubungi nya, pasti ada sesuatu dengan Nuvia ..


Dipta menggeser tombol biru setelah posisi nya aman


" Hallo Bu " salam Dipta saat tampak wajah ibu hafidz pada layar ponsel nya


" Assalamualaikum nak Dipta " senyum wanita itu melebar saat melihat wajah Dipta yang tegang


" Wa'aalaikumsalam .. maaf Bu " Dipta menunduk malu, karena malu mengucapkan salam yang biasa keluarga hafidz lakukan


" Tidak Bu, saya baru saja selesai rapat .. bagaimana Bu? ada yang bisa saya bantu? " Dipta sangat kaku karena tidak mungkin ia langsung bertanya kabar Nuvia kepada mertua Nuvia ...


" ia nak .. mama butuh bantuan nak Dipta hihihi " mama hafidz justru cengengesan sambil menutup mulut nya dengan tangan nya


" Baik Bu .. apa yang perlu saya bantu? " Dipta benar-benar tidak peka kode-kode dari mama hafidz


" ini nak .. ada yang kangen .. " ..


Oh tuhan Nuvia yang berada di samping mertua nya justru merasa ngilu mendengar kata-kata mama hafidz.. kalau tidak ingat itu sang mertua mungkin Nuvia akan merebut ponsel mama hafidz dan langsung mematikan nya


" hah??? eh .. gimana Bu? " Dipta salah tingkah dengan kata-kata mama hafidz yang ambigu


" Dirga .. pasti .. Dirga yang merindukan aku " dalam hati Dipta meyakinkan diri nya tidak mungkin ada yang merindukan nya selain Dirga dan Arkan.


" ini loooh nak ... " mama hafidz menggeser wajah nya menempel dengan wajah Nuvia yang sedang bersemu merah


" mama ... " Nuvia menutup wajah nya dengan kedua tangan.. ia sangat malu .. ingin rasanya berlari dan bersembunyi agar Dipta tidak melihat wajah nya

__ADS_1


" Buu ... " Dipta justru tercengang melihat siapa yang sedang merindukan nya...


" Apa ini mimpi?? apa aku berkhayal?? oh tuhan .. benarkah Nuvia merindukan aku " hati Dipta berdegup kencang dan fikiran terus bertanya-tanya kebenaran itu


" Ciyeee .. kalian kalau malu-malu gitu jadi lucu " mama hafidz tertawa kegirangan berhasil membuat dua insan yang sedang jatuh cinta itu menjadi salah tingkah...


" eheum ... bukan. seperti itu .. emmm maksud saya .. emmm ". ... Dipta kehabisan kata-kata


" Sudahlah.. datanglah kemari capek mama pegang ponsel terus .. mama tunggu ya nak .. " ucap mama hafidz tanpa beban .. padahal Dipta cemas setengah mati, apa yang harus dia lakukan nanti..


" Nak mama tutup dulu yaa .. jangan lupa datang kesini malam ini .. Assalamualaikum "


" Wa'aalaikumsalam " Dipta melompat kegirangan saat sambungan ponsel terputus..


Ferry yang melihat kejadian itu hanya bisa tertegun melihat tingkah abstrak sahabat nya ..


" eheum " suara Ferry menghentikan Dipta yang sedang melompat


" Sejak kapan kau disini? " tanya Dipta kembali pada mode jutek dan dingin nya


" Sejak kau melompat-lompat kegirangan tadi " ucap Ferry sambil mengambil langkah seribu.. kaburrrrrrr


note :


readers ku sayang ..


cerita cinta Nuvia hampir selesai


terima kasih atas dukungan kalian semua


aku ada cerita baru nanti yaaa


🌼🌼🌼


TBC


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2