Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
Ester fricillya


__ADS_3

Aku mengedarkan pandangan ku kembali, ku perhatikan dimana ada pasangan yang sedang memamerkan masing-masing satu tangan yang di jari nya tersemat cincin dengan model yang sama


" Apa mereka tunangan " tanya ku pada si pria


" Ya, kamu berada di acara tunangan teman ku " ujar pria itu sambil terkekeh


" Lalu kemana teman-teman ku? " tanya ku sambil melihat ke arah sembarang


" mereka di gedung sebelah kanan mu " ucap pria itu sambil menunjuk satu gedung yang juga ramai


" Apa aku berjalan terlalu jauh " batin ku berbisik


" Kebetulan kamu sudah sampai ke tempat ini, sekalian saja kamu temani aku menghadiri acara pertunangan teman ku " ucap pria itu


" Hah??? " mulai otak ku loading


" Kemarilah, gandeng tangan ku seolah kamu adalah pasangan ku " si pria menyodorkan tangan nya agar di gandeng oleh ku


Dan yang terjadi si aku mengikuti arahan si pria dengan melangkah bersama sambil bergandengan tangan ( so sweet kaaannn 🤭 )


Seluruh tamu undangan di acara itu menoleh ke arah ku dan pria itu, mereka seperti merasa ada yang salah.


ya memang salah, pasti mereka tidak mengenal ku, aku yang sudah terjebak di acara tersebut hanya bisa mengikuti arah kemana si pria melangkah.


Sampai di sebuah kursi aku dipersilahkan duduk oleh pria tersebut.


" Jangan terlalu kaku, anggap lah aku kekasih mu " bisik sang pria di telinga ku


" i- iya " jawab ku yang masih kebingungan


" Gadis pintar " Dia mengacak rambut ku pelan membuat beberapa helai rambut ku berantakan


" Hiiissss, rambut ku rusak " ujar ku cemberut


" Sangat menarik gadis ini " ucap sang pria dalam hati


" Kenapa kamu keluar gedung wisuda mu? " tanya pria itu, sontak membuat ku mengingat rencana awal ku keluar gedung adalah mencari Ester sahabat ku


" Ester !! " aku menepuk kening ku cepat lalu berdiri


" Ada apa? " tanya pria itu heran


" Aku sebenarnya berniat mencari sahabat ku tadi, mungkin aku terlalu jauh berjalan sambil menghubungi nya, maka aku sampai ke gedung ini " ujar ku menjelaskan yang sebenarnya terjadi


" Coba kamu hubungi lagi sahabat mu itu " perintah si pria


Aku kembali membuka tas ku, dan ku geser kembali layar ponsel mencari kontak sahabat ku


" Hallo " kali ini panggilan ku tersambung


" Kamu dimana Ester? " tanya ku


" Aku dalam perjalanan menuju bandara, maafkan aku Vi " ujar Ester membuat ku terkejut


" Maksud mu?? " aku tidak percaya jika Ester akan meninggalkan aku secepat ini, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya


" Aku hanya tidak ingin melihat mu saat keberangkatan ku, aku tidak siap Vi " ujar Ester yang terdengar hembusan nafas nya


" Aku tidak tega melihat mu bersedih " ujar nya lagi


" Kamu sangat percaya diri Ester Fricillya " ucap ku menahan rasa sesak


" Kamu tidak bersedih Vi " tanya nya meyakin kan aku


" Tentu tidak, aku sangat mendukung mu apalagi ini untuk masa depan mu " ucap ku berbohong


" Datang lah ke bandara Soetta, pesawat ku masih beberapa jam lagi untuk take off " ajak Ester


" tunggu aku, aku akan menghubungi Ilham " Ucap ku

__ADS_1


" Baiklah ku tunggu kalian di pintu keberangkatan terminal 2 " ucap nya


Aku menutup sambungan telepon, aku harus bergegas sekarang juga untuk mencari ilham agar dia bisa mengantar ku ke bandara


" Heiii mau kemana? " ujar si pria menghadang ku


" Aku ingin menemui sahabat ku, ia akan berangkat ke Korea beberapa jam lagi " ujar ku tergesa-gesa


" Aku antar!! " ujar pria itu tanpa ragu


" Hah??? " aku mendongak untuk menatap wajah nya mencari kebenaran dalam mata indah itu


" Mari kita berpamitan pada teman ku, setelah itu baru kita berangkat " ucap nyaa


Aku dan pria itu melangkah mendekati pasangan yang baru saja bertunangan, pria yang bersama ku menjabat tangan pria yang sedang bertunangan sekaligus berpamitan


" Congrat bro, sorry kami tidak bisa berlama-lama, kekasih ku masih ada urusan dengan sahabat nya " ucap si pria membuat aku menoleh pada nya


Eh eh dia tersenyum manis padaku jemari nya langsung menautkan pada jemari ku, aku yang terkejut hanya terdiam lalu pria itu membisikkan sesuatu pada ku " Tersenyum lah " dan refleks aku langsung tersenyum kaku.


" Tidak masalah Ta " ujar teman si pria


" Pantas saja kau memutuskan hubungan dengan Anin, kekasih mu yang sekarang jauh lebih cantik " bisik teman si pria yang masih bisa ku dengar samar


Aku keluar dari gedung acara pertunangan itu si pria menggiring ku untuk ke area parkir


" Bagaimana dengan wisuda ku? " sambil melangkah aku memikirkan acara wisuda yang mungkin sekarang sudah berlangsung


" Ada apa " tanya pria itu


" Ah tidak, aku hanya memikirkan acara wisuda ku " ucap ku


" Jadi bagaimana? " tanya nya lagi


" Ester lebih penting, mari pak kita ke bandara saja " ujar ku kemudian melangkah dengan cepat


" heiii kau mau kemana? ini mobil ku " ucap si pria yang sudah membuka pintu mobil nya


Di perjalanan kami hanya sibuk dengan fikiran masing-masing, tidak ada cerita apapun dari kami hanya suara musik yang mengalun terdengar indah di telinga ku, aku menyibukkan diri ku dengan berselancar di dunia Maya, ku lihat foto-foto dari akun Ilham, dia sudah memposting beberapa foto dalam unggahan nya .


" Kamu masih mengenali ku, Nuvia? " si pria membuka percakapan dengan ku


" Tidak " jawab ku cepat, lalu aku menatap nya


" Kenapa bapak tahu nama saya? " tanya ku


" Apa aku setua itu? " dia bertanya balik


" menurut ku anda seperti bapak-bapak " jawab ku Jujur


" What??? " pria itu memelototi aku


" ya kenyataan nya seperti itu paak " rengek ku karena melihat mata si pria yang menakuti ku


" Panggil aku Dipta " ujar nya


" Aku tidak setua yang kamu bayangkan " ujar nya lagi


" ya ya ya Dipta " jawab ku agar cepat


" Bukan kah kamu mengikuti seleksi di perusahaan Dip company? " Tanya nya


" Ya aku ikut tapi pengumuman kelulusan nya. masih satu Minggu lagi menunggu kelulusan sekolah ku " ucap ku


" aku sudah tahu itu " jawab nya


" Bagus lah kalau sudah tahu " ucap ku


" Anak ini tidak ada sopan santun pada. pemilik perusahaan " ucap Dipta dalam hati nya

__ADS_1


" Kenapa kamu tidak kuliah? ku lihat prestasi mu cukup baik dii sekolah " tanya Dipta


" Bukan urusan mu! " ucap ku ketus


" Kasihan sekali yang jadi sahabat mu, pantas saja dia pergi tanpa memberi tahu mu, aku bahkan tidak akan tahan bersahabat dengan Mu! " ucap Dipta membuat aku menatap wajah nya


" Maksud mu apa hah??? " ucap ku jengkel


" Kau sangat ketus, mana ada sahabat yang kuat menghadapi mu " ujar nya mengejek


" Aku ketus hanya kepada mu " ucap ku asal


" kenapa bisa seperti itu? " ucap Dipta


" Sangat bisa, karena aku harus berjaga-jaga dengan pria seperti mu " ucap ku


" Kauuu!!! " Dipta seperti nya sangat kesal dengan ku


" Sudahlah kemudikan mobil bagus mu ini dengan baik, aku tidak mau terjadi apa-apa yang membuat kita rugi nanti nya " ucap ku menggurui Dipta


Kami tiba di parkiran terminal dua bandara internasional Soekarno-Hatta, Dipta memilih menunggu ku di dalam mobil nya


Aku keluar dari mobil mewah milik Dipta aku melangkah perlahan, lalu tubuh ku kembali ke mobil mewah Dipta lagi


Ku ketuk kaca mobil Dipta, dengan cepat Dipta menurunkan kaca mobil nya


" ada apa? " tanya Dipta


" Aku tidak tahu harus kemana? " jawab ku malu


" ya ampun si ketus ini tidak tahu jalan " Dipta tertawa kecil sambil menutup kembali kaca. mobil nya dan dia pun keluar dari dalam mobil nya


" Dasar bocil " ujar nya yang lagi-lagi mengacak rambut ku, untuk kali ini aku tidak akan marah pada nya bisa-bisa aku di tinggal disini nanti.


Kami melangkah bersama menuju tempat dimana Ester menunggu ku, hati ku berdetak tidak karuan membayangkan bagaimana nanti saat Ester meninggalkan aku.


Tibalah aku di tempat Ester menunggu ku, sudah terllihat disana kakak Ester sedang menggendong tas ransel dan tangan nya memegang satu koper ukuran besar.


Langkah ku semakin pelan karena gemetar,. saat melihat Ester yang sedang mengedarkan pandangannya mungkin mencari keberadaan ku


" Ester ! " panggil ku


Ester menoleh pada ku, dia berlari mendekati aku dan langsung memeluk tubuh ku yang belum siap menerima pelukan nya, tubuh ku hampir terjatuh kalau saja Dipta tidak menyangga bahuku agar mendapat kekuatan dari bobot tubuh Ester


" Viiiaaaaaa " Ester menangis di pelukan ku


" Kau baik-baik ya di sini, jangan pernah meninggalkan tuhan, karena hanya Dia sebaik-baiknya penolong mu "


ujar Ester sambil terisak-isak


" i- iya Ester " aku tidak kuat untuk tidak mengeluarkan air mata ku, ku erat kan pelukan ku pada sahabat ku


" Aku akan merindukan kamu vi " ujar Ester


" Aku juga " jawab ku


Kami berdua terus saja berpelukan sampai kakak Ester mengatakan bahwa pesawat yang Akan Ester tumpangi akan segera berangkat


" Sudah lah, setelah Ester Lulus kalian bisa berjumpa lagi kan?" ujar kakak Ester


" Bang sebentar lagi " ucap Ester pada kakak nya


" ya lima menit lagi " jawab sang kakak


Lagi-lagi Ester memeluk ku erat bahkan dia seperti tidak ingin melepas ku.


" Vi, jaga diri mu gapai semua cita-cita mu, aku akan selalu mendoakan mu dengan cara ku " ucap nya membuat Air mata ku terjun bebas membasahi pipi ku


🌼🌼🌼

__ADS_1


TBC


__ADS_2