
Aku sudah terjaga dari mimpi ku, terdengar suara merdu kicau burung dari balik jendela
Ku bersihkan diri untuk segera menghadap kiblat dan beribadah pada Nya.
Beberapa menit berselang, terdengar ketukan pintu kamar yang aku tempati
" Nuvia, aku boleh masuk? " Tanya Dipta dari balik pintu, dengan suara lembut nya
" ya " ucap ku sembari membuka pintu yang masih terkunci
" Sudah siap? " tanya Dipta melihat penampilan ku mengenakan seragam kebesaran pramugari di maskapai Dirgantara
" sudah " Jawab ku sambil menampilkan senyum terbaik ku
" huh, cobaan di pagi hari!! " Dipta menetralkan nafas nya karena sudah mendapat senyuman ku
" Mari sarapan dengan ku, setelah itu ku antar kamu melaksanakan lesson pertama di tower simulator aircraft " ujar nya
" Apa aku akan bersama mu sepanjang masa lesson ku? " tanya ku pada Dipta
" Ya " jawab nya dengan tatapan yang sulit aku artikan
" Sebenarnya apa yang kamu mau dari ku? " tanya ku lagi, aku tidak mengerti dengan sikap nya
" Tidak ada " jawab nya lalu menarik ku keluar kamar
" Berjanji lah, jangan mempersulit mba Feni dan Mba Endah. aku baru tahu kalau F.A dengan status trainee tidak boleh keluar dari Mess junior tanpa ijin chief officer F.A " ujar ku yang baru menyadari setelah semalaman aku membaca isi kontrak F.A
" Mereka hanya ingin merayakan keberhasilan ku, tidak ada niat buruk apapun " ujar ku lagi
" Ya, aku janji " Dipta tersenyum
Aku mengacungkan jari kelingking sebagai tanda bahwa dia telah terikat janji dengan ku, dan Dipta dengan senang hati menyambut nya
" Sekarang kita berteman " ujar ku dengan senyum mengembang dari bibir ku
" Haah??? " Dipta seperti terkejut mendengar kata-kata ku, tapi selanjutnya dia meng-iya kan
" Terima kasih Dipta " ujar ku kemudian menduduki kursi yang sudah di tarik Dipta dari dalam meja makan.
" Sama-sama, teruslah tersenyum kamu lebih cantik jika seperti itu " ucap Dipta menggombal membuat ku tergelak
Kami memakan sarapan kami dengan tenang, ada rasa tidak nyaman sebenarnya karena beberapa pelayan di rumah Dipta seperti nya memandang ku aneh, tapi aku memilih untuk tetap membuat seakan baik-baik saja
__ADS_1
πππ
Aku menjalani hari pertama sebagai pramugari training, banyak pembelajaran yang aku terima dari para guru yang terdiri dari para pramugari senior yang sudah tidak lagi menjalankan tugas terbang nya
Aku tidak menemukan kesulitan berarti, semua berjalan dengan lancar hingga aku memasuki lesson terakhir di hari ke tujuh, dan selama tujuh hari itu hubungan pertemanan ku bersama Dipta semakin dekat
Dan
Hari ini hari pertama ku mendapat jadwal terbang, mba Endah dan kru lah yang bertugas memberi kami para pramugari dan pilot jadwal melalui ponsel kami.
ada beberapa teman sesama profesi ku yang melihat aneh ponsel yang ku punya karena terlalu jadul fikir mereka, tapi aku tidak masalah!
" Hati-hati Vi, jangan lupa berdoa sebelum keberangkatan " ucap Dipta saat aku melakukan persiapan penerbangan
" iya " jawab ku senang
Dipta sangat perhatian, bahkan tentang hal kecil sekalipun, aku sangat senang berteman dengan nya
mengingat kan aku pada dua sahabat ku yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri
" Aku akan menunggu kamu kembali " ujarnya lagi
" betulkah? aku tidak percaya! " ujar ku meledek Dipta
" Ganti lah ponsel mu Vi, mata ku sakit melihat nya! " ucap Dipta saat melihat benda pipih yang aku gunakan untuk mengecek jadwal penerbangan ku
" Pasti !! saat aku mendapat kan gaji pertama ku " ucap ku malu-malu
" Dasar bocil " Dipta menggerakkan tangan nya mengelus pelan kepala ku
" Jangan sentuh kepala ku terus, nanti sanggul ku rusak hihihii " aku menertawakan diriku yang saat ini berpenampilan rapih dengan sanggul yang elegan. " aku merasa seperti ibu pejabat " ucap ku sambil menutup mulut
" Kamu lebih cocok jadi ibu dari anak-anak ku " ujar Dipta sembari tertawa bahagia
" hahaha gombal mu tidak mempan " balas ku
" Sudah lah sana berangkat, nanti kamu kena marah F.A senior jika masih disini " ucap Dipta memperingati aku.
Aku pun beranjak menuju pesawat dan melambaikan tangan pada Dipta.
Aku dengan hati-hati memasuki pintu pesawat, tujuan kami ada bandara Kuala Namu Medan.
Perjalanan yang akan ditempuh sekitar dua jam tiga puluh menit, aku lah yang bertugas menjaga di pintu pesawat untuk menyambut para penumpang.
__ADS_1
" Enak kalau punya gebetan direktur ! " ujar seorang F.A senior pada teman nya
" Enak dong ga ikut briefing, bisa request schedule, jangan-jangan ga ada test pas masuk sini " ujar teman nya sambil melirik aku
" Ada juga test di ranjang !!! " ucap mereka sambil tertawa
Aku hanya diam saja meskipun aku tahu mereka sedang menyindir ku, padahal tadi aku mau ikut briefing bersama crew, entah lah Dipta mengatakan apa hingga aku di izinkan oleh pilot senior tidak mengikuti briefing sebelum kami menyambut penumpang .
" Lihat saja aku akan membuat anak junior itu terhempas dari sini " ucap senior F.A yang memang sudah memiliki jam terbang tinggi, dan salah satu F.A yang paling di andalkan di maskapai Dirgantara
Aku duduki kursi menghadap penumpang, sambil berdoa untuk keselamatan kami, sesaat sebelum pesawat lepas landas.
* * *
- Di kediaman hafidz -
" Ma aku berangkat sekarang, Vi belum aku temukan aku mohon pada mu agar mama mau mengganti kan aku terus mencari tahu tentang Vi " ujar hafidz di sela-sela ia berpamitan pada keluarga nya
" yaa nak, fokus lah kau belajar disana percaya kan semua pada mama dan papa " ujar sang mama
" Aku sudah mencari tahu melalui sahabat nya, tapi mereka tidak tahu karena sahabat Vi berada di luar negeri, dan mereka pun tidak bisa menghubungi Vi semenjak mereka berpisah " ucap hafidz yang terlihat putus asa
" sudah lah, yakin pada Allah SWT Vi akan kembali " ucap mama Hafidz memenangkan putra nya
" Aku sangat khawatir ma " hafidz memeluk mama nya
" Nak, papa akan menemui papa nya Vi, dia sekarang berada di Bandung bersama istri baru nya " papa hafidz bersuara
" papa beberapa hari ini pun mencari jejak Angga ( papa Nuvia ), baru semalam papa mengetahui bahwa dia sudah menikah lagi di sini " lanjut papa hafidz
" Semoga ada titik terang dari om Angga " ujar hafidz yang langsung menghampiri dan memeluk papa nya
Hafidz dan keluarga nya pun bertolak ke Magelang untuk mengantar hafidz menempuh pendidikan
mereka sangat berat melepas putra bungsu nya yang masih dalam keadaan kurang baik
Tapi sebagai orang tua, mereka selalu memberikan hafidz arahan dan dukungan agar sang putra tetap tawakal dan berserah diri kepada sang Khalik
πΌπΌπΌ
Nuvia pilih kembali pada hafidz ga yaaaa kalau sudah ketemu???????
TBC
__ADS_1