Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
part II


__ADS_3

Dipta menghampiri Nuvia yang sedang terdiam di sofa ruang tengah, nuvia terus meremas jari nya tanda ia sedang gelisah


" kenapa Vi? apa aku terlalu lama? " tanya dipta sambil melihat kedua tangan Nuvia yang saling bertaut dan berkeringat ..


Dipta mengambil beberapa lembar tissue, mengusap pada jari-jari Nuvia yang berkeringat ..


" Sudah .. kamu harus tetap tenang .. ada aku .. " ucap Dipta menatap wajah Nuvia


" Vi .. mau makan apa? " tanya dipta mengalihkan fikiran Nuvia agar tenang


" Tidak .. " jawab Nuvia .. netra Nuvia memandang lekat wajah dipta penuh tanya ..


" Kenapa? " tanya Dipta saat mereka saling menatap


Dada Nuvia bergemuruh, jantung nya berdegup sangat kencang, ia merasa ini pernah terjadi dalam hidup nya .. tapi ia Sama sekali tidak mengingat nya


" A- apa aku pernah mengenal mu? " tanya Nuvia, kedua mata nya tidak pernah lepas menatap mata lawan bicara nya


" Sangat .. " jawab Dipta tersenyum


" kapan?? " kepala Nuvia kaku tak bergerak, Nuvia masih menatap lekat wajah dipta sambil sesekali ia merasakan berdenyut nyeri di kepala nya karena memaksakan mengingat


Dipta memegang tangan Nuvia .. ia mengarah kan tangan wanita nya untuk menyentuh seluruh wajah nya ..


" tutup mata mu, sentuh lah seluruh bagian wajah ku satu persatu " perintah Dipta di ikuti oleh Nuvia


Nuvia memejamkan mata nya, ia menyentuh mulai dari kening, turun ke hidung, lalu pada bibir Dipta .. tidak hanya itu Nuvia menyentuh rahang kokoh Dipta membuat Dipta ikut memejamkan mata nya


" Aku mengenal bentuk wajah ini " ujar Nuvia masih dengan mata terpejam


" A- aku mencintai wajah ini dulu .. " ucap Nuvia terbata-bata, dengan ada perasaan aneh di hati nya, dipta tersenyum saat Nuvia menyatakan rasa cinta nya meskipun itu sudah lama terjadi


Nuvia melanjutkan sentuhan pada wajah Dipta ,, tangan nya kembali bergerak pada alis tebal yang di miliki Dipta


" A - aku pernah menyentuh wajah ini dulu " Nuvia kembali mengingat sedikit demi sedikit seperti sebuah monokrom hitam putih .. yang masih belum terlalu jelas pemilik wajah itu


Dipta menyentuh tangan Nuvia, ia menggiring jari jemari Nuvia dalam keadaan kedua mata mereka yang masih terpejam


" Vi .. aku mencintaimu " Dipta menggiring tangan Nuvia pada bibir nya dan mencium lembut jari-jari lentik sang wanita


" Aaaahhhkkk " Nuvia menarik tangan nya dan memegang kepalanya yang semakin berdenyut nyeri


" Vi !!! " Dipta membuka kedua matanya, ia pun ikut memegang kepala Nuvia, Dipta khawatir terjadi sesuatu pada Nuvia.


" Maafkan aku Vi .. ini terlalu cepat .. maaf !! " dipta memeluk Nuvia yang menangis karena kesakitan yang sedang ia rasakan


" mbok ... tolong bawakan obat Nuvia !!!! " ujar Dipta pada pelayan sedikit berteriak


" Tenang sayang .. " Dipta mengelus punggung Nuvia, menenangkan nya agar mengurangi sakit yang ada di kepala


" ini pak .. " mbok Suti memberikan obat dan meletakkan satu gelas air putih di meja dekat dengan Dipta .

__ADS_1


" mbok .. tolong saya .. " Dipta melepas pelukan nya, merangkul tubuh Nuvia , Nuvia masih merintih kesakitan dan dengan cepat mbok Suti mengambil air putih dan memegang nya


" minum dulu Vi .. " Dipta mengarah kan satu pil pada mulut Nuvia , setelah itu menempel kan gelas berisi air putih pada bibir Nuvia .. dan dengan cepat Nuvia menyambut nya


Dipta menyandarkan kepala Nuvia pada tepian sofa agar nuvia merasa lebih nyaman, Dipta merapikan anak rambut yang ada pada kening Nuvia yang penuh keringat lalu ia mengelus kening itu lembut


" Sabar pak .. " ucap mbok Suti kasihan melihat majikan nya


" iya mbok.. terima kasih " ucap Dipta.


Dipta menatap wajah Nuvia .. sangat jelas kerutan pada dahi yang menandakan ia sedang berfikir keras


..


Dipta hanya bisa menghembuskan nafas nya saat melihat Nuvia terlihat lebih tenang


Hari semakin larut, Dipta masih mengerjakan pekerjaan nya yang sudah hampir satu bulan ini terbengkalai, bahkan niat nya kembali ke Amerika pun harus ia urungkan karena prioritas utama nya saat ini adalah kesehatan Nuvia


ponsel nya berdering nyaring, Dipta tersenyum saat melihat nomor yang tertera pada layar


Dipta menggeser tombol biru untuk melakukan sambungan video call


" Hallo jagoan " saat wajah Dirga dan Arkan tampak pada layar ponsel nya


" Daddy .. huaaaaa " suara Arkan sangat nyaring membuat Dipta gelagapan


" kenapa jagoan Daddy menangis hemmm " tanya Dipta dengan perasaan tidak tega melihat bocah kecil itu menangis kencang


" Arkan .. dengarkan Daddy ... " ucap Dipta dengan. wajah serius dan memohon


" Arkan mau pulang? mau bertemu bunda? " tanya Dipta


" iya " jawab Arkan masih sesenggukan dan mengangguk kan kepala nya


" Daddy akan menjemput arkan .. tapi ada syaratnya " ujar Dipta


" apa Daddy? " Arkan menghentikan tangisnya,, ia lebih tertarik dengan tantangan yang Dipta ajukan


" Arkan harus bantu Daddy dari sana .. bunda saat ini sedang sariawan, jadi bunda tidak bisa tersenyum .. kalau Arkan bisa membuat bunda tersenyum dan tertawa seperti dulu, Daddy akan jemput Arkan "


" Benal begitu dad?? " tanya nya sambil berfikir sejenak... Arkan mengetuk-ngetuk dahi nya


" iya .. benar .. buat lah bunda tersenyum bahagia " ujar Dipta antusias


" Tapi bunda tidak mau bicala jika Alkan menelepon" Arkan menggembung kan pipi nya membuat Dipta gemas


"Besok Daddy akan ke rumah sakit membawa bunda berobat .. tugas Arkan dan mas Dirga adalah hanya membuat bunda mau bicara dan tersenyum pada kalian .. nanti Daddy yang akan menelepon kalian " ucap Dipta sambil tersenyum pada kedua jagoan nya


" siap Daddy " Arkan menyepakati tantangan Dipta dengan gaya hormat


" good boy " Dipta mengarah kan ibu jari nya pada kamera ponselnya

__ADS_1


" Dirga .. kamu jaga adik mu, buat lah rencana bersama Arkan cara agar bunda bisa kembali dekat pada kalian yaaa ... " perintah Dipta yang langsung di patuhi oleh kedua bocil yang sangat menggemaskan itu


" Ya sudah .. sekarang kalian bobo bersama nenek ... kasihan kakek dan nenek pasti sudah lelah ingin beristirahat " ......


" Ya Daddy ... kami akan menuruti perintah Daddy .. katakan pada bunda kami menyayangi bunda " .... Dirga dan Arkan kemudian memberi kecupan di layar ponsel Dipta dan di sambut oleh Dipta


*** pagi hari ***


Hari ini pertama kali Nuvia menjalani pemeriksaan pada salah satu psikiater di sebuah rumah sakit ternama di kota Jakarta


Nuvia terus memegangi lengan Dipta , entah apa yang sedang Nuvia rasakan .. seolah ia sedang ketakutan ..


Tiba lah mereka di rumah sakit, Dipta menghampiri meja resepsionis dan menanyakan perihal dokter yang sudah janji akan bertemu dengan nya hari ini dan satu perawat mengarah kan Dipta pada ruangan khusus yang sudah di siapkan oleh sang dokter


Nuvia dan Dipta memasuki ruangan yang disana sudah menunggu seorang dokter ahli yang akan menangani gangguan ingatan yang Nuvia alami


" Selamat pagi Dokter " saat Dipta dan Nuvia memasuki ruangan yang sudah di arahkan oleh salah seorang perawat rumah sakit


" Pagi .. pak Dipta .. long time no see " jawab nya berdiri dari kursi kebesaran sang dokter, dan menjabat tangan Dipta


" apa kita harus sekaku ini? " tanya Dipta saat menyambut jabatan tangan dokter


" hahaha .. kau yang memulai " ujar nya terbahak


" Kenalkan ini Nuvia " ucap Dipta setelah jabatan tangan mereka terurai


" Hallo nona " ucap dokter pada Nuvia, tapi Nuvia hanya terdiam.. Nuvia menunjukkan sikap asli nya yang pendiam dan tertutup pada orang asing


" Inikah pasien ku? " tanya dokter yang sekaligus salah satu teman Dipta saat bersekolah dulu dengan berbisik


" hemmm " jawab Dipta memberi kode dengan mengangguk


" Silahkan duduk nona dan .. ... mmm pak Dipta " ujar dokter canggung


" mari Vi .. tenang saja .. dia sahabat ku, sama seperti Ferry " Dipta merangkul bahu Nuvia mengarah pada sofa yang tersedia dalam ruangan


Mereka bertiga melangkah ke arah sofa, dan menduduki dengan Dipta dan Nuvia berhadapan langsung pada dokter


" Maaf dip .. apa boleh aku mengajukan beberapa pertanyaan pada nya? " tanya dokter .. ia bukan ragu .. hanya saja .. seperti nya Nuvia terlihat bingung sedang mencari sesuatu


" Silahkan .. aku sudah menceritakan semuanya pada mu .. sekarang tugas mu membantu Nuvia mengingat kembali semua orang yang ada di hidup nya. " Dipta sudah menyerah kan semua kesembuhan Nuvia pada sahabat nya itu


*****


🌼🌼🌼


TBC


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2