
Ester Pricilla adalah satu-satunya sahabat yang bisa menerima kekurangan yang ada di kehidupan Nuvia, meskipun mereka berbeda keyakinan tapi toleransi diantara mereka sangat lah erat .. mereka saling menghargai apapun kepercayaan yang mereka anut masing-masing, bahkan Ester sering mengingatkan jika Nuvia sedang lalai dalam ibadahnya..
Ester bertemu Ferry tepat satu bulan lalu, saat di nyatakan nya Nuvia tidak mengingat memori masa lalu nya, Ferry sengaja mencari Ester untuk membantu pemulihan Nuvia, hal tak terduga terjadi.. ternyata nuvia sudah pulih sebelum Ester memulai
" Ester !!! " Nuvia di tahan saat hendak bangkit dari pembaringan nya oleh Dipta yang berada tepat di samping Nuvia ..
" Biar sahabat kamu yang mendekat Vi " Dipta memandang teduh wajah Nuvia
" Vi .. !!! " Ester berlari menuju pembaringan yang di tempati sahabat nya, Ester sangat rindu dengan Nuvia .. dua sahabat itu pun berpelukan saat. Dipta sudah bergeser dan menghampiri Ferry
" Kemana saja kamu Vi .. aku mencari mu " ucap Ester masih dalam posisi berpelukan, Ester terisak menumpahkan kerinduan nya, banyak yang ingin Ester ceritakan pada Nuvia ..
" Maaf Ester " Nuvia ikut terisak, dua sahabat itu saling menumpahkan rasa .. sepemikiran dengan Ester.. Nuvia pun sangat ingin bercerita tentang yang sudah ia lewati beberapa tahun belakangan
Pelukan dua wanita itu pun terurai saat mereka puas melampiaskan rindu nya
" Vi .. maaf juga .. aku tidak ada di saat tersulit kamu " Ester duduk di samping ranjang, ia tersenyum sambil memegang kedua tangan Nuvia ..
" Bagaimana kuliah mu? " Nuvia mengingat terakhir kali mereka bertemu adalah saat mengantar Ester di bandara untuk melanjutkan kuliah nya
" Aku sudah lulus Vi .. bahkan sudah bekerja !! " ujar Ester sambil mengerucutkan bibirnya
" oyah?? .. waah congrat!!! " senyuman Nuvia bagai angin segar bagi Dipta dan orang-orang yang berada dalam ruangan itu
" Kamu sudah sehat kan?? kapan kita jalan bareng?? ayo laaahhh ... " Ester sengaja membuat sugesti pada Nuvia .. agar Nuvia merasa diri nya sehat ... Ester tidak ingin membahas sesuatu yang membuat Nuvia sedih
" Tunggu aku pulih .. aku juga ingin sekali.. tapi .. setelah aku mengunjungi makam suami ku dulu ya .. aku belum pernah kesana semenjak.. " ...
" Sudah .. tidak perlu di pikirkan.. yang pasti .. sekarang kita akan selalu bersama lagi ... " ucap Ester tersenyum manis mengerat kan genggaman nya pada Nuvia ..
" Eheum " kode Ferry merasa diabaikan.. membuat kedua wanita itu menoleh..
" ya ampun .. aku lupa .. kamu mengenal nya Vi? " dagu Ester terangkat menunjuk Ferry
" Aku hanya sering melihat nya, tapi tidak mengenal nya " bisik Nuvia membuat kedua nya tersenyum geli sambil menutup mulut
" Apa ada yang lucu pada diri ku ? " tanya Ferry dengan mode datar dan jutek
" Hiisss..... " Ester memutar bola matanya ..
" Kalian saling mengenal atau .. " tanya Nuvia heran dengan interaksi kedua orang yang ada di hadapan nya ...
" Tidak "
__ADS_1
" Ya "
Jawab mereka serempak tapi tidak kompak
" hahha ... ya .. ya .. aku paham .. " Nuvia kegirangan .. Nuvia tahu betul sahabat nya, Ester adalah sosok wanita yang anti dengan laki-laki jutek dan datar .. Ester si pengagum boy band Korea sudah pasti memiliki type yang mirip dengan personil boy band kesukaan nya yang sweet dan pastinya menggemaskan...
" paham apa kamu Vi ?? jangan berpikiran macam-macam yaaa " ujar Ester tidak terima jika Nuvia berpikir mereka dekat
" iya. Ester " jawab Nuvia senang.. ia sangat bahagia karena kepulihan dirinya di tambah orang-orang yang berada di sekitar nya kini Adalah memang orang yang ia harapkan...
ESTER POV :
" Maaf Nuvia .. aku belum bisa menceritakan tentang seorang laki-laki yang sedang mengisi hatiku .. dia orang yang kamu kenal .. tetapi bukan laki-laki yang sedang berhadapan dengan mu sekarang.. orang tua kita tidak merestui hubungan kami .. yaa.. prinsip keyakinan kami lah yang membuat kami tidak bisa bersama..
FERRY CARTER adalah salah seorang yang sedang mendekati ku, tapi dia bukan orang yang aku inginkan.. meskipun keyakinan yang kami anut sama ..
Nuvia .. andai Tuhan yang kamu percayai bisa memberi aku petunjuk keberadaan Nya, aku ingin mempelajari lebih jauh tentang keyakinan mu ... tapi seakan semua percuma saat orang tua ku menghadirkan Ferry dalam hidup ku..
Yang terpenting sekarang untuk ku, hanya menjadi manusia yang berkualitas dalam kebaikan..
dan Tuhan selalu memberkati setiap langkah ku. end
***
Dipta dan Ferry sedang mencari santapan untuk makan malam .. dan mbok Suti sudah kembali pada kediaman Nuvia untuk mempersiapkan kepulangan Nuvia esok hari
" Vi .. aku tidak bisa bermalam disini .. esok aku harus ke kampus pagi hari " ucap Ester sambil merapikan beberapa barang yang tadi ia bawa ke dalam tas nya
Ester sekarang berprofesi sebagai seorang dosen bahasa asing di perguruan tinggi di Jakarta
" tidak apa-apa Ester.. istirahat lah di rumah mu, esok pagi pun aku sudah. di perbolehkan pulang " jawab Nuvia
" Aku akan menjemput Dirga dan Arkan.. boleh kan? " tanya Ester yang sangat penasaran dengan kedua jagoan Nuvia
" Boleh, ikut lah bersama mas Dipta dan teman nya yang tadi memperhatikan mu terus hihihi " Nuvia menutup mulut nya, berhasil membuat Ester merajuk tidak senang
" jangan macam-macam kamu Vi .. huh " Ester memalingkan wajahnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.. membuat Nuvia dan Ester kembali tertawa bersamaan
Tidak lama Dipta dan Ferry datang dengan membawa bungkusan makanan siap saji
" Vi makan dulu .. " ucap Dipta menghampiri Nuvia membawa satu bungkus bubur ayam
" Apa aku harus makan bubur lagi? " Nuvia sangat bosan melihat makanan yang di sajikan Dipta , padahal dari pihak rumah sakit mengijinkan Nuvia memakan apapun tidak ada pantangan
__ADS_1
" kamu belum sehat Vi .. " jawab Dipta membuka bungkusan plastik dan mengeluarkan kotak makan sambil tersenyum
" kali ini saja ya mas .. untuk besok aku ingin memakan nasi ataupun makanan lain " ujar Nuvia mengerucut kan bibirnya.. yang justru membuat Dipta gemas
" Pak ... saya izin pamit pulang dulu " Tiba-tiba Ester bersuara pada Dipta .. Ester sudah siap untuk kembali ke kediaman nya
" silahkan.. tetapi.. makan lah dulu, bersama Ferry " ..
jawab Dipta tanpa menoleh pada Ester, mata Dipta hanya tertuju pada kotak bubur yang sedang ia siapkan untuk Nuvia
" Tidak perlu pak ! Saya sedang diet " padahal Ester hanya ingin menghindar dari Ferry, ia malas dengan laki-laki jutek dan datar itu setelah mengetahui rencana orang tua nya mendekat kan dirinya dengan pria kutub menurut nya
" Yasudah.. di bawa saja makanan mu, siapa tahu nanti kau berubah pikiran tentang diet mu " ...
" Fer .. antarkan dia pulang!!! " Dipta seperti ikut sekongkol dengan orang tua Ester, ia justru memberi peluang untuk Ferry agar bisa lebih dekat dengan sahabat Nuvia itu ..
" eh .. eh .. tidak .. " Ester terbata bingung menjawabnya
" Mari .. kita pulang " Ferry dengan cepat berdiri dan melangkah mendekati Ester, membuat Ester ingin berteriak dan memaki Dipta ..
Namun apa daya .. Ester tidak mungkin melakukan itu ...
" Kami pamit dip ... " ucap Ferry pada atasan sekaligus sahabat nya
Nuvia hanya bisa melihat mimik wajah Esther yang seperti nya kurang bersahabat.. Ester seperti ingin menerkam Ferry dan Dipta
" Vi .. aku pulang!!!! " ucap Ester ketus, dengan cepat membalikkan tubuh nya dan melenggang pergi menyisakan pertanyaan pada Nuvia ..
Dipta tertawa kecil melihat Fery yang di tinggalkan oleh Ester ...
" Akhirnya kau merasa kan apa yang aku rasakan " ucap Dipta dalam hati nya kegirangan
🌼🌼🌼♥️♥️
TBC
.
.
.
.
__ADS_1