
Dipta berdiri memandang dari kejauhan ruangan tempat Nuvia di periksa.. hati nya cemas setelah ia mengetahui bahwa Nuvia sudah mengingat diri nya kembali,, meskipun ada rasa bahagia karena kepulihan Nuvia, tetapi ia tidak munafik bahwa ia pun takut Nuvia menjauhi nya lagi
" Dip .. " Assisten nya menepuk bahu Dipta .. ia tahu kalau sahabat sekaligus atasan nya Sedang memikirkan sesuatu ..
Dipta menoleh,,,, " Bagaimana dengan wanita itu? " tanya Dipta tentang bibi Naya yang sudah melukai nuvia
" Sedang di proses penyidik .. seperti nya .. ada dugaan gangguan kejiwaan pada wanita itu dip ,"
" Lalu? apa proses hukum nya di hentikan? " Dipta merasa kurang puas dengan keterangan yang Ferry katakan..
" Belum .. menunggu test psikologis nya .. jadi proses hukum masih berjalan sebelum ada pernyataan dari ahli kejiwaan " ..... Dipta mengangguk kepala .. lalu membalikkan tubuh nya kembali pada posisi semula
" Nuvia sudah kembali .. dia sudah mengingat ku .. " Dipta kembali menerawang.. bola mata nya menatap lurus ke arah ruang pemeriksaan Nuvia
" Ya .. itu lebih baik.. dokter firman sudah mengatakan pada ku .. semoga kali ini dia menyadari bahwa kamu tidak lebih buruk dari hafidz"
" Huuffffttthhh " Ferry pun sebenarnya khawatir, tapi ia seolah baik-baik saja demi sahabat nya ..
" Aku hanya ingin dia bahagia .. dan bisa merawat anak-anak nya seperti dulu .. meskipun tanpa sosok hafidz di sisi nya " mata Dipta berembun membayangkan bagaimana sulit nya Nuvia nanti berjuang sendiri.. tapi Dipta tidak bisa jika harus memaksa kehendak nya mendekati Nuvia meskipun ada alasan yang kuat yaitu Dirga
***
Magelang Jawa tengah..
mama hafidz begitu bahagia mendapatkan kabar dari Dipta tentang keadaan Nuvia..
rasa nya detik itu juga ia ingin sekali mengajak cucu nya berangkat ke Jakarta untuk melihat langsung kondisi sang menantu
" Pa .. mama sudah tidak sabar ingin berbincang dengan Nuvia " mama hafidz terus mendesak suami nya untuk segera menghubungi Dipta .. padahal baru lima belas menit yang lalu mereka berkomunikasi melalui sambungan video call.. hanya saja karena Nuvia belum bisa bicara banyak, maka dokter melarang Dipta untuk memberikan ponsel nya pada Nuvia khawatir membuat otak Nuvia berpikir terlalu keras
" Ma .. sabarlah .. papa sedang pesan tiket pesawat, nanti salah tujuan jika mama mengganggu papa seperti ini " papa hafidz sungguh di buat repot oleh istri nya yang terus saja merengek dengan menggoyangkan lengan suami nya
" kapan kita berangkat? .. Cari tiket pertama pa " mama hafidz berbinar saat mendengar penuturan suami nya
" ya .. " ucap suami nya yang masih sibuk menggerakkan jari nya pada salah satu aplikasi pemesanan tiket online
***
Dokter yang menangani Nuvia terlihat keluar dari ruang pemeriksaan..
Dokter menemukan Dipta yang berada di luar, mereka berbincang singkat hanya menyarankan agar Nuvia banyak istirahat sambil menunggu hasil CT scan keluar
__ADS_1
Dipta ragu ingin memasuki ruangan itu .. ia hanya terdiam sambil menunduk kan kepala nya
" Dip .. kasihan Nuvia sendiri di ruangan .. " Ferry menyadarkan lamunan Dipta
" Apa dia akan bersedia jika aku ke sana? lagi pula ada mbok Suti yang menemani " ...
" Dia pasti sedang mencari mu !! percaya lah ... Nuvia tidak sejahat yang kau fikir kan " ucapan Ferry memberi keberanian untuk Dipta , ia harus sanggup menerima kenyataan apapun nanti setelah bertemu Nuvia
Dipta melangkah pelan memasuki ruangan dimana nuvia berada , ia membuka pintu dengan hati cemas
" Mas " ucap Nuvia saat mata nya melihat siapa yang datang
Tubuh Dipta seolah kaku, kaki nya susah untuk di gerakkan.. jantung nya berdegup sangat kencang..
Nuvia dan Dipta saling menatap..
" Blussshhh " tubuh Dipta seolah di siram air dingin, aliran darah begitu terasa mengalir pada setiap urat-urat nya ...
" Senyuman itu !! " hati Dipta tak berkutik melihat garis lengkung yang terukir sempurna pada bibir pucat Nuvia
" Bagaimana Vi?? A-apa sudah lebih baik " lidah Dipta seolah kelu ..
" huuffffttthhh " dengan cepat Dipta menetralkan kecemasan nya
" mbok keluar dulu ya Bu " pamit mbok Suti yang justru membuat Dipta bertambah panik
" Di sini saja mbok !! " dengan cepat Dipta melarang mbok Suti meninggalkan ruangan yang terasa panas di tubuh Dipta
" Baik pak !! " mbok Suti bergeser dari posisi nya dekat ranjang.. ia melangkah mendekati kursi yang ada dekat pintu
" Mas .. emmmm.. apa kabar anak-anak? " nuvia melepaskan pertanyaan yang selama ia berada di sini menjadi pikiran nya,
" Anak-anak sangat baik, tadi aku sudah menghubungi mereka, dan memberi tahu keadaan kamu Vi " Dipta masih berdiri dekat pintu, otak nya benar-benar tidak bisa di pakai berpikir jernih saat ini
" Mas tidak capek berdiri terus " ...
" eh .. em .. itu .. aku sejak tadi terlalu lama duduk " ucap Dipta gelagapan, ia mengusap wajah nya kasar seakan mengatakan bodoh nya dia saat bersama Nuvia ..
" Aku mau minum " Nuvia sengaja memancing Dipta agar mau mendekati nya, mbok suti banyak bercerita tentang Dipta saat bersama Nuvia saat pemeriksaan tadi .. begitu juga dokter firman .. Nuvia terharu mendengar penuturan dua orang tentang sosok laki-laki yang sekarang sedang melangkah menghampiri nya
Dipta menopang kepala Nuvia agar bisa terangkat, Dipta menempel kan sedotan pada bibir wanita yang sudah memporak-porandakan hati nya itu
__ADS_1
" Sudah? " tanya Dipta saat Nuvia melepas sedotan yang di pegang Dipta
- Deg -
jantung Dipta seakan ingin melompat di saat Mata mereka bertemu ..
Dipta kembali membaringkan kepala Nuvia pada bantalan nya, ia melirik sekilas lalu menyimpan kembali air mineral pada meja dekat ranjang Nuvia
" Mas .. jika aku sudah pulih .. aku ingin berkunjung ke makam Hafidz " Dipta tersenyum meskipun hati nya terluka.. ternyata nuvia memang belum bisa move on dari suami nya .. itu lah yang ada dalam fikiran Dipta
" iya ... doakan hafidz fi .. cepat lah sehat .. " ungkap Dipta yang sudah merasa lebih tenang
" Mas sudah makan? " Nuvia baru ingat .. Dipta sejak tadi tidak terlihat memakan sesuatu
Tok .. tok ..
pertanyaan Nuvia menggantung saat suara ketukan pintu mengalihkan kedua nya ...
siapa gerangan yang datang?
mbok Suti yang duduk dekat pintu meminta izin terlebih dahulu padaa Dipta .. apakah mengijinkan ia untuk membuka pintu tersebut
Dipta mengijinkan dan saat mbok Suti membuka pintu terlihat Ferry datang bersama seorang wanita, mata Nuvia membulat .. ia menutup mulut nya dengan tangan ,, senang bercampur haru Nuvia rasakan .. betapa ia merindukan sosok wanita itu ..
wanita yang selalu hadir di mimpi nya .. salah satu wanita yang sangat ia rindukan ...
Hayooooo siapa cobaa ?????
seperti nya Ferry ga jomblo lagi ...
lanjut lagi ya
terima kasih untuk semua
🌼🌼🌼
TBC
.
.
__ADS_1
.