Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
Part II


__ADS_3

***


Mbok Suti terlonjak saat mendengar suara klakson mobil dari luar pagar rumah Nuvia ..


ia pun beranjak untuk melihat siapa yang datang, padahal perkiraan nya Dipta akan tiba sekitar satu jam lagi


" Mbok .. !!! " suara bariton terdengar nyaring menyerukan panggilan pada asisten rumah tangga itu


" Oalah dokter firman " mbok suti yang mengenal orang yang datang pun segera berlari menghampiri dan membuka pagar agar dokter firman segera memasuki mobil nya.


" Maaf pak dokter... saya kira siapa.. " ucap mbok Suti saat dokter firman berhasil memasuki mobilnya


" ya mbok .. saya dapat kabar dari Dipta.. Nuvia sakit? " tanya dokter firman seraya membuka pintu mobil dan berjalan beriringan dengan mbok suti


" iya dok .. " mbok Suti mengangguk kepala nya dan terus melangkah menunjukkan keadaan Nuvia yang berada di ruang tamu


firman yang melihat posisi Nuvia berbaring segera mempercepat langkahnya,. karena terlihat Nuvia terus saja meringis nyeri dan menekan dada kiri nya


" Vi .... " dokter muda itu refleks memegang jemari Nuvia untuk menghentikan gerakan tangan Nuvia yang terus menekan dada kiri nya


mbok Suti yang melihat pemandangan itu merasa tidak nyaman.. ia segera mendekati meja yang diatasnya terdapat ponsel milik nya


" mbok .. tidak perlu menghubungi Dipta .. ia sedang mengemudi ... jangan ganggu konsentrasi nya " firman yang tahu pergerakan mbok Suti bersuara karena firman tahu Dipta pasti akan sangat khawatir


" Tetaplah disini .. awasi aku jika memang mbok curiga aku macam-macam pada Nuvia " ucap firman sambil melepaskan genggaman tangannya pada Nuvia.


" eh ... anu pak dokter .. maaf .. saya " ...


" Aku mengerti mbok .. aku tahu mbok sangat menghormati Dipta .. aku yang harus meminta maaf .. aku terlalu lancang " dokter firman menunduk dan sedetik kemudian menatap kelopak mata yang tertutup dari wanita di hadapan nya


" Vi .. aku periksa .. maaf yaa " firman mengeluarkan peralatan medis nya untuk memastikan kondisi Nuvia


Kedua mata mbok suti tidak sedikit pun lepas memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh dokter muda itu, sang asisten setia mendampingi sang majikan dengan tatapan yang fokus


" Vi .. bangun dulu ya !! " perintah firman pada Nuvia sembari menyentuh bahu nya


Nuvia membuka mata nya menatap siapa gerangan yang menyentuh nya..


" Kepala ku sakit dan .. " ...


" Biar mbok Suti membantu mu " .. mata sang dokter tak lepas menatap Nuvia


" mbok .. tolong ya. " dokter firman memberi ruang untuk mbok Suti agar dapat membantu menopang tubuh Nuvia


dokter firman mengeluarkan beberapa obat pereda nyeri pada mbok Suti ..


" Mbok ini .. " beberapa pil kemudian di berikan pada mbok Suti untuk di berikan pada Nuvia agar di minum

__ADS_1


" Bu .. minum obat dulu ya " mbok Suti dengan telaten merawat majikan nya ..


" Mbok .. aku minta tolong sampaikan pada Dipta segera menemui ku malam ini .. sekarang aku harus kembali ke rumah sakit.. " ..


" Nuvia baik-baik saja .. hanya emosi nya belum stabil .. nanti biar aku yang menjelaskan pada Dipta"


ucap dokter firman kemudian merapikan kembali peralatan medis nya dan memasukkan nya ke dalam tas yang ia bawa


" Jangan biarkan Nuvia sendirian ya mbok .. " pesan dokter firman benar-benar di resapi oleh mbok Suti .. ia terus mengingat apa saja yang harus ia lakukan pada Nuvia nanti nya ..


" Baik dokter .. terima kasih banyak " ..


Firman beranjak dari kediaman Nuvia, entah perasaan apa yang ada di hati firman.. kenapa ia merasa berat untuk meninggalkan Nuvia


" Arrggghhhh .. tidak mungkin!!! " firman mengacak rambut nya saat menduduki jok mobil .. ia merasa ini perasaan yang salah .. firman pun menyalakan mesin mobil nya dan melaju dengan cepat meninggalkan kediaman Nuvia..


**


DI PERJALANAN ..


Dipta dan kedua putra nya juga orang tua hafidz sedang menikmati perjalanan menuju kediaman Nuvia .. Arkan yang sangat ceria membuat keadaan menjadi lebih hidup.. banyak celoteh nya yang membuat Dipta dan yang lain nya tertawa..



wajah nya yang menggemaskan membuat Dipta tidak tahan ingin mencubit pipi gembul nya ..


" Arkan sudah siap bertemu bunda? " tanya Dipta dengan semangat


" hei .. son .. jangan di pakai.. itu kacamata minus .. nanti mata mu sakit " cegah Dipta saat melihat Arkan dari balik kaca spion tengah mobil nya


" Arkan lepaskan .. itu akan merusak mata kamu " ucap sang kakak yaitu Dirga yang dengan cepat ikut menoleh pada arkan


Dirga membantu melepaskan kacamata yang sedang di kenakan Arkan dengan perlahan, agar adik nya itu tidak merajuk


" Sudah yaa .. jangan pakai lagi .. " ucap Dirga mengajarkan pada adik nya


" iya Mas .. " jawab arkan sambil mengerucutkan bibirnya karena marah


" Jangan ngambek dong dek .. nanti mas ga mau berteman lagi dengan Arkan kalau adek ngambek.. " kata-kata Dirga berhasil membuat sang adik tersenyum dengan terpaksa membuat Dirga tertawa


" Naaah .. gitu dong .. " ...


Dirga memeluk sang adik dengan kasih sayang dan pemandangan itu tidak luput dari penglihatan ketiga orang dewasa yang ada di dalam mobil



DIRGA PUTRA PERKASA

__ADS_1


***


Setelah menempuh dua jam perjalanan tiba lah mereka di kediaman Nuvia.. Arkan dan Dirga sangat antusias hingga terburu-buru ingin membuka pintu mobil


" Nak .. pelan-pelan .. tunggu pagar di buka dulu ya " ucap sang nenek yang sebenarnya merasakan hal yang sama dengan cucu nya .. ibu mertua Nuvia itupun sangat merindukan sang menantu..


" Daddy .. dimana bunda? kenapa tidak menyambut kami ?? " tanya si bungsu yang sedang mengedarkan pandangannya pada arah pagar rumah Nuvia


" Bunda di dalam .. bunda belum boleh keluar rumah.. nanti ada mbok Suti yang menyambut kita " jawab Dipta sambil membunyikan klakson mobil nya ... kode untuk mbok suti


" oooohhhh " arkan mengangguk kan kepalanya seolah mengerti apa yang Dipta katakan


" bunda sehat kan Daddy? " si sulung ikut bersuara.. karena setahu Dirga ibu nya adalah wanita yang sangat menyayangi mereka .. tidak mungkin bunda membiarkan mereka begitu saja jika tidak ada sesuatu


" bunda sehat son .. jangan khawatir " Dipta memberikan senyuman manis pada sang putra


Terlihat sosok mbok Suti keluar dari balik pintu.. mbok Suti pun berlari mendekati pagar dan membuka pagar agar kendaraan Dipta memasuki pekarangan rumah Nuvia


" Selamat datang " ucap mbok Suti saat melihat jendela mobil terbuka .. dan terlihat beberapa orang di dalam nya


Mbok Suti dengan setia berdiri sambil menunggu pintu mobil terbuka.


" Assalamualaikum " salam mama hafidz pada mbok Suti saat keluar dari mobil Dipta


" Wa'aalaikumsalam Bu .. " jawab mbok Suti sambil menundukkan kepalanya


Mbok Suti pun mengikuti langkah Dipta saat Dipta memutari mobil nya untuk mengambil barang bawaan orang tua hafidz ..


" Bagaimana Nuvia mbok? " ..


" Sudah lebih baik pak .. tadi di berikan obat oleh dokter firman .. dan pesan dokter firman .. bapa di minta menemui nya malam ini " jawab mbok sambil membantu Dipta menurunkan tas besar milik orang tua hafidz


" baiklah .. terima kasih mbok " ...


" sama-sama pak .. " kemudian mbok Suti dan Dipta melangkah bersama sambil membawa tas bawaan orang tua Hafidz


Dirga dan Arkan sudah berlari lebih dulu untuk bertemu sang bunda yang berada di dalam rumah ..


" BUNDA !!!!!! " .......... (lanjut nanti ya ges yaaa )


🌼🌼🌼


TBC


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2