
Nuvia terbangun.. ada yang mengusik indera pendengaran nya .. suara dengkuran halus dari seorang laki-laki yang terduduk di samping nya dengan wajah mendongak keatas dan kepala yang tersandar di atas tepi ranjang
" kasihan sekali dia " hati Nuvia bermonolog saat netra nya melihat wajah lelah sang lelaki
kaki jenjang Nuvia berusaha menuruni ranjang dengan perlahan, setelah berhasil telapak kaki nya menyentuh karpet berbulu halus, ia melangkah pelan .. menjauh dari ranjang untuk keluar dari ruangan itu
Dengan perlahan ia menarik gagang pintu, ia membuka nya dan terlihat satu sosok wanita paruh baya sedang memegang peralatan kebersihan, Nuvia terdiam sejenak.. ia membiarkan wanita itu berlalu hingga tak terlihat
" Banyak sekali foto ku " monolog hati Nuvia yang sangat bingung dengan bingkai foto yang tersusun rapi di dinding beberapa ruangan
" Apa ini rumah ku? " Nuvia mengelilingi setiap ruang demi ruang .. Nuvia kembali terpaku saat satu ruangan besar terdapat lagi foto yang berukuran sangat besar, bingkai tersebut hampir memenuhi satu dinding
" ini aku, laki-laki itu dan ..?? siapa mereka? mengapa wanita ini seperti aku? dan ini .. ini .. kenapa aku merasa mengenal mereka? yaaa ampun kenapa sih tidak ada foto hafidz? bagaimana aku bertanya kepada laki-laki itu tentang hafidz.. jika tidak ada satupun foto nya disini? seperti nya laki-laki itu tidak mengenal hafidz " hati dan otak Nuvia tidak selaras kali ini, otak nya berfikir bahwa hafidz hanya ada dalam khayalan nya, tapi tidak dengan hati nya .. ia merasa hafidz sangat dekat dengan nya
***
Di kamar
" Ya Tuhan !!! " Dipta tersentak dari tidur nya , sebelum nya ia sempat membuka mata dan menoleh ke arah samping, ia tidak mendapati Nuvia di sana
" Vi ... Vi .. Nuvia !!! ... " Dipta mencari sosok wanita yang sedang ia jaga dengan perasaan khawatir
" Bodoh!! kenapa aku tertidur " ucap nya sambil mengedarkan pandangannya, ia membuka pintu toilet namun nihil, Dipta bergegas keluar dari kamar yang ia tempati dan sedikit berlari mencari keberadaan Nuvia.
" Vi ... Nuvia !!! " Dipta terus saja menyerukan nama wanita yang sangat ia cintai
" mbok !! " saat Dipta mendapati pelayan rumah nya yang sedang menyiram tanaman di taman depan rumah
" Ya pak !! " mbok Suti menoleh saat suara majikan menyebut nama panggilan nya
" Nuvia kemana? " tanya Dipta langsung pada inti nya
" Bukan kah sedang istirahat bersama bapak tadi? " ujar mbok Suti
" Kalau ada bersama ku, aku tidak akan menanyakan pada mbok .. nuvia tidak ada di kamar mbok, tadi aku ketiduran !! " ucap Dipta panik,,, ia mengacak rambut nya kesal
" aduh !! mbok ga lihat ibu keluar sedari tadi kok " mbok Suti menenangkan sedikit hati Dipta yang sangat cemas kalau Nuvia pergi dari kediaman nya
__ADS_1
" A-aku belum cari di dalam .. bantu aku mbok !! " perintah Dipta membuat mbok Suti mengangguk dan menyimpan semua peralatan tempur nya
" mbok ke ruangan atas .. aku cari dibelakang " ucap Dipta menginstruksikan pada sosok paruh baya yang sudah ia anggap keluarga
" Baik pak " mbok Suti segera melangkah pada tangga, mbok Suti memang sudah berumur, tapi tenaganya melebihi orang yang seumur dengan nya, ia pun sosok yang sangat setia terhadap majikan nya
*****
" Vi !!!! " Dipta terus melangkah ke arah belakang rumah nya , hasil nya nihil tak ada satupun orang disana
" dimana kamu Vi ... " Dipta dengan perasaan khawatir terus menelusuri ruang yang terdapat di Kediaman nya
Tiba di ruang tengah ... ruangan yang padahal sudah ia lewati tadi, sosok wanita yang sedang Ia khawatir kan... sedang berdiri menghadap dinding, menatap satu bingkai foto besar , itulah foto saat mereka bertunangan, foto dimana saat itu Dipta merasa hidup nya hampir sempurna
Nuvia sedang menilik satu persatu wajah orang-orang yang terdapat di dalam nya
Nuvia pasti tidak mengingat nya, karena ia sendiri yang mengunci otak nya untuk tidak mengenal siapa pun kecuali hafidz ..
" Vi ... " Dipta menghampiri Nuvia, ia dengan cepat menarik tubuh Nuvia masuk ke dalam pelukannya
" a-aku tadi terbangun .. aku tidak tega jika mengganggu tidur mu " suara Nuvia tercekat karena Dipta memeluk tubuh nya terlalu erat
" kamu .. " Dipta melepas pelukan nya , memandang wajah dan kedua mata Nuvia, tatapan Nuvia sudah berbeda, tidak lagi kosong seperti kemarin
" aku siapa?? " tanya Dipta menatap lekat mata Nuvia
" Di- Dipta " ucap Nuvia malu, terlihat dari rona merah di pipi nya
" kamu sudah mengingat ku? " tanya Dipta berbinar
" tidak " jawab Nuvia cepat
" Aku mendengar orang lain memanggil mu dengan nama itu .. " jawab nya lagi , kemudian Dipta kembali memeluk tubuh Nuvia, kali ini tidak terlalu erat
" Tidak apa-apa, yang penting kamu sekarang sudah tahu nama ku .. kamu biasa panggil aku .. mas Dipta ... " ucap Dipta masih dalam posisi berpelukan, ada kebahagiaan di hati dipta .. bibir Dipta tertarik sempurna .. ia sangat bahagia
Dipta kembali melepas pelukan nya dan kemudian menggenggam tangan Nuvia, untuk mengajak nya duduk di sofa yang terdapat dii ruangan itu
__ADS_1
" duduk lah .. aku akan menceritakan tentang kita " ajak Dipta yang langsung di patuhi oleh Nuvia
" Tunggu sebentar aku lupa memberi tahu mbok Suti kalau aku sudah menemukan kamu " ujar Dipta lalu di. angguki oleh Nuvia
***
" mbok !! " Dipta berlari ke ruangan atas ..
" mbok Nuvia ada di ruang keluarga !! aku senang mbok !!! " Dipta berseru dengan bahagia seperti anak kecil yang mendapat mainan baru
" i iya pak " mbok Suti hampir saja tertawa melihat tingkah majikan nya yang biasa sangat dingin sekarang sangat menggemaskan
" mbok masak yaa .. Nuvia belum makan " perintah Dipta di sela-sela kebahagiaan nya
" baik pak .. " ucap mbok Suti kemudian bersamaan dengan Dipta mereka menuruni tangga untuk melakukan kegiatan nya masing-masing
**
Nuvia POV :
" Kenapa dia sebahagia itu melihat ku di sini? padahal saat ia memanggil ku, aku mendengar nya .. bahkan aku sempat menoleh pada nya,,. tapi ia terus saja berjalan dengan memanggil nama ku .. ia memeluk ku sangat kencang membuat aku sesak, sampai aku mendengar deru jantung nya yang berdegup kencang dan cepat .. apa dia sangat khawatir dengan ku?? dia sangat baik selama aku mengenal nya .. dan dia berjanji akan bercerita tentang hubungan Aku dan dia .. aku senang .. berarti aku juga bisa bertanya tentang hafidz, siapa tahu dia mengenal hafidz, dan .. aku sangat penasaran dengan orang-orang yang berada pada foto itu .. apakah mereka keluarga ku?? .. semoga bukan .. Karena aku melihat kebencian pada mata orang-orang itu .. kecuali dari mata dia, ya .. aku sangat merasakan ketulusan dari mata Dipta. "
Move on ga yaa guys Nuvia dari hafidz Abdallah???
lanjut lagiiiii yuuuu
makasih
😘😘😘
TBC
.
.
.
__ADS_1