
" Tuhan .. mengapa aku selalu merasa ini semua tidak adil dalam hidup ku, satu-satunya ciptaan Mu yang sangat penting di setiap langkah ku, sekarang pergi meninggalkan aku dengan sejuta harapan indah, bahkan Aku belum sempat membalas semua yang ia lakukan untuk ku ... Apakah Engkau tidak rela jika ia bersama ku Tuhan?? jika memang benar .. kenapa tidak Engkau biarkan saja ia tetap bernafas dan meraih kebahagiaan lain meskipun bukan bersama ku? " ucap nya dalam hati memandang kosong pada karangan bunga yang berjajar di halaman rumah nya
Nuvia mungkin marah, kecewa, dan sedih ...
mendengar kabar bahwa suami yang sangat ia cintai meninggalkan diri nya Untuk selama-lamanya
Flashback on :
Setiba di pangkalan hafidz di bawa ke dalam ambulance yang sudah siap di ujung dermaga, petugas langsung membawa ke rumah sakit terdekat, saat pemeriksaan hafidz ternyata memiliki riwayat penyakit gagal jantung yang sudah sempat di nyatakan sembuh pada saat berusia Dua belas tahun.
Dokter yang bertugas sudah melaksanakan tugas nya dengan semaksimal mungkin, tetapi nyawa hafidz tidak dapat tertolong
" Bagaimana keadaan pak hafidz? " tanya salah satu teman hafidz, saat melihat dokter keluar dari ruang ICU
" Maaf " jawab dokter menunduk
" Kami sudah berusaha untuk mengeluarkan air yang memasuki paru-paru nya, tetapi pak hafidz memiliki riwayat penyakit lain menjadikan kegagalan dalam pernafasan " ujar dokter menjelaskan
" Lalu?? " tanya teman hafidz cemas
" Pak hafidz tidak tertolong, ia sudah menghembuskan nafas terakhirnya " ucapan dokter sontak membuat teman hafidz melebarkan kedua mata nya menatap dalam dan tanpa terasa air mata nya terjun bebas tak terbendung
" Dokter .. bagaimana ini? apa tidak ada cara lain? bahkan kami belum ada yang mengabarkan pada keluarga nya ! " ujar teman hafidz panik, ia bingung cara memberi tahu istri dan keluarga hafidz
" Kami sudah berusaha pak " ucap dokter
" Pindah kan jenazah pak hafidz sus ! " ucapan dokter seketika membuat teman hafidz semakin panik
" Sebentar!! Saya ingin melihat sahabat saya !! " ucap teman hafidz menerobos masuk kedalam ruangan yang sudah terlihat satu sosok berbaring kaku dan tubuh nya sudah tertutup kain hingga ke wajah
" innalilahi wa innailaihi rojiiuunnn " teman hafidz menghampiri dan membuka kain yang menutupi wajah hafidz lalu merapalkan doa dengan khusyuk sambil berurai air mata
Komandan dari regu hafidz tiba di rumah sakit, ia langsung mendatangi kamar jenazah tempat hafidz di semayamkan
__ADS_1
" Jangan biarkan keluarga nya kesini!! " ucap komandan pada anggota nya yang berjaga di kamar jenazah hafidz
" Siap Dan !! " ujar para anggota
" Saya sudah mengabari orang tua pak hafidz, mereka mengatakan sedang berkunjung di kediaman pak hafidz untuk menemui istri dan anak pak hafidz " ucap nya seraya keluar ruangan untuk bertemu dokter yang menangani hafidz tadi
******
Di kediaman Nuvia
" Nak .. kemarilah " mama hafidz menepuk sebelah sofa yang sedang ia duduki
" iya ma " Nuvia menghampiri sang mertua dengan tanda tanya, terlihat sangat jelas kesedihan di mata mama mertua nya, Nuvia sangat takut mama mertua nya sedih karena Dirga di bawa oleh Dipta
" Nak .. kamu harus kuat mendengar cerita mama .. kamu harus yakin .. bahwa apapun yang terjadi pada hidup kita adalah takdir Allah SWT.. tidak ada satu manusia pun yang dapat merubah nya " pernyataan mertua Nuvia semakin membuat hati Nuvia berdetak kencang.. ada apa sebenarnya???
" Kami mendapat kabar dari pimpinan hafidz siang tadi .. bahwa hafidz mengalami kecelakaan dalam bertugas.. " mama hafidz menunduk dan menarik nafas nya, tanpa ia sadari air mata nya menetes
" Maaaa .. ada apa ?? " Nuvia sedikit histeris
" Maaa .. ada apa ini maaa .. katakan!!!! pa ... " Nuvia menoleh pada papa mertua nya yang sedari tadi terdiam dan hanya menunduk
" Sabar nak .. " papa mertua menghampiri Nuvia .. mengelus puncak kepala sang menantu dengan lembut
" Aku tidak mengerti.. aku akan menghubungi ka Hafidz.. !!! " Nuvia beranjak dari ruangan dimana mertua nya berada .. ia menuju kamar pribadi nya untuk mengambil benda pipih nya untuk menghubungi suami tercinta
" kenapa tidak aktif !!! " Nuvia kesal karena nomor yang ia hubungi selalu di alihkan
Akhirnya Nuvia kembali ke ruang tamu dimana terlihat sang mama mertua sedang menangis pilu dalam pelukan suami nya
" Ma !!! ada apa dengan ka hafidz?? " Nuvia sudah melupakan rasa santun nya pada mertua nya itu .. ia sangat kecewa dengan semua hal yang ada di hidup nya saat ini ..
" Nak .. sabar dulu.. tenang kan diri mu, ingat .. masih ada Arkan dan Dirga .. kamu jangan seperti ini " ujar papa mertua yang kebingungan menghadapi dua wanita yang sedang kacau
__ADS_1
Beberapa orang datang dengan pakaian dinas cokelat ke kediaman Nuvia sambil membawa karangan bunga belasungkawa, membuat Nuvia semakin kalut karena tertera nama sang suami yang sudah bergelar almarhum...
Seketika itu juga, tubuh Nuvia lemas, kaki nya tidak bisa lagi menopang berat tubuh nya dan pecah lah tangisan Nuvia membuat orang-orang yang ada di sana meratap iba
Flashback off...
****
Dipta bergegas menghampiri putra tunggal nya yang sedang terlelap, ia menggendong bocah Lima tahun itu dengan perlahan agar tidak menggangu tidur nya
" Fer .. siapkan mobil .. kita berangkat sekarang! " ujar Dipta dengan pelan memerintah asisten nya
" Apa akan baik-baik saja membawa Dirga? " tanya Ferry khawatir dengan kondisi dirga yang masih belum mengerti tentang orang tua kandung nya
" Nuvia pasti membutuhkan anak-anak nya " ujar Dipta sambil melangkah menuju parkiran mobil nya
" Tuhan .. kenapa menjadi seperti ini? " ucap Dipta dalam hati .. meskipun ia menginginkan Nuvia kembali pada nya, tapi Dipta bukan orang yang bisa menari di atas penderitaan orang lain.. apalagi Saat ini.. Nuvia lah yang paling menderita
" Fer .. bisa lebih cepat?? " ucap Dipta saat merasa Ferry berkendara sangat pelan
" ini sudah cukup Dip .. sabar lah !! " ucap Ferry memperingati Dipta yang terlihat kalut
" Daddy ... ada apa? " Dirga terbangun saat mendengar kedua orang dewasa itu sedang berbincang dan ada guncangan dari mobil yang mereka tumpangi
" Sayang .. kenapa bangun? Apa kamu terganggu? " tanya Dipta menatap sang putra yang sedang menetralkan Indera penglihatan nya
" tidak dad .. kita akan kemana dad? " Dirga curiga ia akan di bawa pergi menjauh
" Kita pulang ke rumah ayah hafidz nak " Dipta menatap sang putra dan mengelus kepala putra nya dengan kasih sayang
" Apa Daddy tidak jadi mengajak ku bermalam? " tanya Dirga kebingungan
" Kita menemui bunda mu dahulu, dan Daddy mohon kamu harus bersabar nak, kuatkan bunda mu " ucap Dipta padahal ia sendiri tidak tahu cara mengatakan pada putra nya yang sebenarnya terjadi ...
__ADS_1
🌼🌼🌼
TBC