Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
i love you nuvia


__ADS_3

Arbi memegang kedua tangan ku , lalu dia berjongkok di hadapan ku , menyatakan perasaan cinta nya kepada anak gadis yang belum pernah merasakan pacaran.


Aku memang terlalu polos , merasa terbang ke awan di perlakukan seperti itu oleh seorang pemuda , dan Arbi juga tak kalah tampan dari Ilham , dia selalu tahu di mana titik kelemahan ku .


Dia selalu menyatakan rasa cinta , rasa sayang sepanjang ungkapan perasaan nya pada ku


" Nuvia , kamu mau jadi kekasih ku " bola mata nya menatap tajam pada ku , dan aku seperti terhipnotis oleh perlakuan nya yang lembut dan romantis.


" iya , mau " jawab ku lancar tak ada kendala


" i love you nuvia " Dengan lembut Arbi mengecup kening ku , mengelus kepala ku lembut.


Aku dan Arbi masih terhanyut dengan situasi romantis , dimana sekarang jari Arbi sedang bermain di wajah ku , gemas dia bilang.


ponsel ku berbunyi nyaring membuat ku kembali ke alam sadar ku.


tertera di sana nama "uncle" , Aku sedikit bergeser dari posisi ku yang sangat rapat dengan Arbi.


" Hallo uncle " sapa ku saat tombol hijau ku geser


" Di mana Vi , kenapa tidak sekolah " tanya uncle


" Vi sekolah kok " Aku berbohong


" Uncle di sekolah mu , uncle ingin melihat buku yang kemarin kamu katakan harus di beli , tapi kenapa justru kamu tidak ada di kelas mu " uncle ku meninggikan suara nya , wajar saja uncle marah , dia lah yang berjuang untuk beasiswa ku , dia yang selalu memperhatikan aku selain mama .


" Vi , sedang tidak enak badan uncle , Vi kurang istirahat , semalam mama dan papa bertengkar lagi , Vi hanya ingin melepaskan penat di rumah teman " jawab ku asal-asalan tapi kenyataan seperti itu.


" Tapi apa harus membolos? ingat Vi , perjuangan kita untuk mendapat kan bea siswa di sekolah ini , tolong jangan kamu sia-sia kan " ujar uncle


" Kamu belajar mati-matian , mama dan uncle setiap tiba waktu pengumuman seleksi mu , selalu terjaga sampai jam 03. dini hari , coba kamu fikirkan masa berjuang mu Vi " lanjut nya


" Apa papa mu peduli ? apa keluarga papa mu yang kaya raya perduli ? , atau siapa ? siapa yang perduli dengan masa depan mu selain uncle dan mama mu "


" Ya sudah , Rahasia kan ini dari mama mu , nanti dia kecewa melihat anak nya seperti ini " uncle memutus kan sambungan telepon nya dengan ku.


Aku seperti tersengat listrik , Aku menyesal mau saja ikut bolos dengan Arbi , Aku kasihan dengan mama dan uncle mereka bersusah payah membesar kan aku , memberi pendidikan yang terbaik untuk ku.


Arbi mendekati aku , Dia mendengar yang aku katakan , Arbi segera memeluk ku , memberi kekuatan dan ketenangan untuk aku yang sedang menangisi kehidupan ku .


Padahal beberapa hari lagi aku akan melaksanakan Ujian Nasional , kenapa aku malah seperti ini


aku bertekad dalam hati ku , tidak akan ku ulangi seperti ini lagi .


" Sudah dong Vi , jangan nangis terus " Arbi terus saja menghibur ku.


" Aku hanya merasa bersalah pada orang tua ku " jawab ku dengan masih menitikkan air mata


" Ya sudah , besok lagi tidak perlu bolos ya " ucap Arbi sambil mengelus kepala ku membuat ketenangan pada hati ku yang tak pernah mendapat kan itu dari kedua orang tua ku .

__ADS_1


Arbi sangat pandai membuat hati ku luluh , dengan kata-kata nya , dengan sentuhan nya , dan juga dengan cara dia memperlakukan aku dengan sangat hati-hati.


" Makan dulu Vi nanti sakit " ujar Arbi membawa kan aku satu kotak nasi dengan lauk nya


" Aku mau pulang saja Arbi , mama pasti sudah siap ingin memarahi aku " jawab ku


" Makan sedikit saja , setelah itu kita pulang " Arbi terus saja memaksa ku sampai Arbi rela menyuapi ku. layak nya aku adik nya , tapi entah kenapa justru hati ku seperti di tumbuhi bunga-bunga yang sangat indah.


inilah yang aku mau , laki-laki seperti ini yang aku cari ucap ku dalam hati .


" sedikit lagi sayang " lagi-lagi Arbi membuat aku melayang jauh ke angkasa dengan kata-kata nya..


" mmm .. pintar " ucap Arbi sembari jari nya tidak merasa jijik mengelap bekas makanan yang tersisa di bibir ku .


" Sudah Arbi , terima kasih yaa " ujar ku yang merasa malu dan gugup menghadapi Arbi


" iya sudah sayang , sini .. " Arbi menepuk paha nya agar di duduki oleh ku


" What ??? aku di pangku?? " batin ku bersorak gembira tapi tubuh ku tidak , aku takut dan malu jika itu harus aku lakukan juga .


" sayang , kita kekasih hal biasa jika kamu berada di pengakuan ku " ucap Arbi meyakin kan aku.


" iya " aku menggeser tubuh ku dan aku pun menuruti yang Arbi mau .


**


Arbi dan aku sempat tertidur sebentar sebelum nada dering ponsel ku kembali bernyanyi


" Dimana Vi " tanya sang penelpon


" siapa ini " tanya ku yang masih samar-samar melihat nama kontak di layar ponsel ku .


" Aku Ilham , aku di rumah mu , mama mu bilang kamu sekolah , sedang kan aku tak melihat mu di sekolah , bahkan Ester mengatakan bahwa kamu tidak masuk sudah izin pada wali kelas mu " ilham menjelaskan


" Ilham , apa mama ku sudah tahu ? "tanya ku hati-hati


" Tidak , aku sudah berjalan ke arah rumah Arbi , dia ada janji dengan sekolah kita , tapi tidak datang kemana anak itu " ucap Ilham kesal


" A- arbi? " ucap ku terbata


" kenapa sayang ? " Tanya Arbi menghampiri ku


" Ilham mencari kamu " jawab ku sambil menoleh pada arbi


" Hallo , Vi " Ilham merasa ada yang tidak beres


" i- iya Ilham " jawab ku terkejut


" kamu bersama Arbi ? " tanya Ilham ,. Ilham mendengar samar suara pria seperti suara Arbi , tetapi dia memanggil Nuvia sayang , membuat Ilham penasaran.

__ADS_1


" mmmm i - iiiya " jawab ku


" Hallo , bro sorry gue sama Vi tadi bolos , Vi bilang sedang bad mood, maka gue ajak Vi ke rumah Tony " ujar arbi yang tiba-tiba merebut ponsel ku


" jangan macem-macem Lo bi !! " jawab Ilham


" Vi kekasih gue , apa hak Lo ! " Arbi tak mau kalah


" Gue jemput Vi sekarang !!! " Ilham langsung menutup panggilan nya .


Aku yang mendengar keributan antara Arbi dan Ilham merasa tidak nyaman , ku dekati Arbi dengan hati-hati.


Arbi melihat pergerakan ku , langsung memeluk ku erat , seolah Arbi tidak ingin kehilangan aku .


" Vi , kamu akan pilih siapa antara aku dan Ilham ? "


tanya Arbi sambil menatap wajah ku , setelah melerai pelukan nya .


" maksud nya ? " aku justru tidak paham maksud Arbi


" Ilham menyukai mu , Apa kamu akan memilih nya jika sekarang ia datang menjemput mu " tanya Arbi dengan wajah yang sedih


" Aku kekasih mu Arbi , mana mungkin aku memilih Ilham , ilham hanya sahabat ku " ujar ku yang merasa kasihan pada Arbi.


" Terima kasih ya sayang " Arbi lagi-lagi memeluk ku dan menghujani ku kecupan di wajah ku


***


Beberapa saat kemudian aku dan Arbi bersiap akan pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 15 petang , sudah terlalu larut untuk ukuran aku bermain , tidak lama terlihat satu buah mobil menepi dengan sempurna , ya ... Ilham sudah sampai , sesuai yang Arbi katakan , bahwa ilham Akan menyusul ku.


" Vi , mari pulang bersama ku " Tanpa permisi Ilham memasuki area rumah Tony


" Santai bro , gue dan Vi sudah siap pulang kok " jawab Arbi sedikit meledek Ilham


" Vi , mari Vi " Ilham menjulurkan tangan nya agar di gapai oleh ku


" Bro , jangan paksa cewe gue lah !! " Arbi menepis tangan Ilham


" Lo lihat cewe gue justru takut lihat lo seperti ini ! " ucap Arbi lagi


" Sudah ... sudah .. biar Ilham di sini sama gue " Tony melerai perdebatan antara Ilham dan Arbi


" Lo bawa Vi pulang sekarang Bi " ucap Tony lagi


" gue mau bicara sama Lo Ilham " Tony melanjutkan


Ilham hanya terdiam , mata nya terus menatap ku tak lepas , aku yang di tatap Ilham hanya bisa menunduk karena takut , Arbi yang melihat antara aku dan Ilham hanya tersenyum meledek Ilham .


" Tenang bro , cewe gue semakin takut lihat tampang Lo begini " Arbi menepuk bahu Ilham dengan tangan kiri nya sambil berlalu , dan tangan kanan nya menggandeng bahu ku

__ADS_1


🌼🌼


TBC


__ADS_2