
Aku sangat takut hari ini, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00... tidak ada rasa kantuk, rasa lapar, ataupun haus .. padahal sejak siang tadi aku ada di ruangan yang ku anggap neraka, aku sudah pernah merasakan seperti ini di masa lalu, dan ini kali kedua aku terjebak dalam tuduhan yang tak pernah aku lakukan, apa aku harus menyerah dan meng iya kan semua tuduhan itu? karena aku sudah terlalu lelah
Pintu ruangan terbuka, aku melihat sosok pria yang beberapa bulan menemani hari ku, Dipta datang membawa kotak makanan dan sebotol Air mineral yang di khususkan untuk ku dan jujur aku tidak tertarik sama sekali.
" Vi everything is done ( semua sudah selesai ) " Dipta mengucapkan kata-kata yang aku sendiri masih bertanya-tanya apa yang selesai? karir ku kah? atau mungkin pertemanan ku dengan nya?
Dipta menghampiri ku dan duduk tepat di hadapan ku, dengan seulas senyum yang membuat hati ku semakin rapuh
" Makan dulu ya .. " ucap nya pelan masih dengan senyuman, aku tetap terdiam justru menunduk kan kepala ku karena aku tidak sanggup menatap nya
Dipta beranjak dari kursi, dia menghampiri ku dan berjongkok di samping kursi ku
" Jangan khawatir sudah tidak ada lagi tuduhan terhadap mu " Dipta menggenggam tanganku
Aku menoleh pada nya, dalam hati seakan tak percaya apa benar yang di katakan Dipta?
" Apa benar? " tanya ku dengan gemetar dan isakan
" Ya, tapi polisi masih menyelidiki kenapa cctv tidak menangkap orang lain selain kamu dan Imel " jawab dipta gusar
" Aku takut Dipta !! " tangan ku menutup seluruh wajah ku, dengan tubuh yang bergetar
Dipta berdiri dan memeluk bahu ku .
" Jangan takut, ada aku " ucap nya membuat aku semakin terisak
Dipta menarik tangan yang menutup seluruh wajah ku dia menatap wajah ku intens
" Lihat aku!! mulai sekarang jangan pernah merasa sendiri, ada aku yang selalu ada untuk kamu, izin kan aku masuk ke dalam hidup mu, izin kan aku menjadi laki-laki yang bisa menjaga mu, izin kan aku Nuvia.. aku ingin menjadi kekasih mu " ucap Dipta yang terus menatap wajah ku.
" A- aku .. Malu .. " ucap ku kembali menunduk kan pandangan dari tatapan Dipta
" Kamu mau kan jadi kekasih ku? atau mau langsung menjadi istri ku saja? " ucap Dipta kembali tersenyum sambil mengacak rambut ku
" eh.. itu ... eum ... " aku tidak bisa berkata-kata lagi aku bingung antara senang dan malu di tambah masih ada gundah dengan masalah yang aku hadapi sekarang
" Apa??? hemmm??? " Dipta justru meledek ku
" eum .. bagaimana dengan Kalung Imelda? " tanya ku yang masih takut dengan tuduhan pencurian itu
" Tidak ada yang menuduh mu Nuvia, hanya saja semua yang ada di ruangan harus di periksa dan kamu sudah di katakan tidak terbukti " ujar Dipta membuat hati ku lebih tenang
__ADS_1
" Kalung itu memang belum di ketemukan, makanya polisi akan mengecek bukti lain yang lebih akurat lagi "
ucap Dipta lagi
" Jadi aku sudah boleh keluar dari ruangan ini,? " tanya ku yang cepat di balas anggukkan oleh Dipta
" Tapi kamu harus memakan makanan mu, baru bisa keluar dari sini " ucap Dipta yang langsung berdiri dan mengambil sebuah kotak makanan yang sedari tadi berada di atas meja
" Buka mulut mu, aaaaa... " Dengan penuh perhatian Dipta menyuapi satu persatu makanan yang ada di kotak, aku hanya mengikuti perintah Dipta saja, karena perut ku sudah terlalu lama kosong jadi sudah kurang nikmat merasakan makanan
" Sudah cukup " ujar ku merasa ada gejolak di dalam perut seperti ingin keluar, rasa mual membuat aku berkeringat Dan mengalihkan perhatian Dipta yang tadi nya sangat semangat menyuapi ku
" Apa makanan nya terlalu pedas? kamu berkeringat Vi? " Dipta mengusap beberapa butir air yang keluar dari kening ku
" Ti- tidak.. hanya saja aku sedikit mual " ujar ku menutup mulut ku
" Oh tuhan .. kamu terlambat untuk makan Vi, ini pasti lambung mu sakit!! " ujar nya panik
" iya.... " ucap ku semakin tak berdaya karena rasa nya sudah sangat ingin mengeluarkan makanan yang sudah masuk ke dalam perutku
" ingin ke toilet?? " tanya Dipta khawatir
***
Aku keluar ruangan dengan Dipta tetap memapah ku berjalan, yaaa....... sudah pasti jadi bahan tontonan para security dan petugas polisi yang membuat kaki ku semakin lemas, entahlah aku sangat trauma dengan perlakuan mereka saat di ruangan tadi, seolah mereka menekan ku agar aku mengakui apa yang tidak aku lakukan
" Tidak usah melihat mereka ! " peringatan Dipta seolah dia tahu tentang apa yang aku pikirkan
Kami terus berjalan sampai tiba di satu toilet khusus untuk para security, aku melepas pegangan Dipta pada bahu ku.
" Sudah sampai sini saja, aku bisa sendiri " ujar ku yang tidak mau Dipta melihat apa yang akan ku lakukan di toilet nanti nya
" Kamu yakin?? " tanya nya
" ya tidak apa-apa " aku berjalan perlahan menuju pintu toilet dan setelah menggapai dinding nya aku sedikit menyenderkan tubuh ku sejenak karena lemas
***
Aku membuka pintu toilet dan betapa terkejut aku melihat sosok Dipta sudah berdiri di depan pintu dengan melipat tangan di dada nya
" Sudah??? " tanya nya seolah tahu apa yang sudah aku lakukan di dalam tadi
__ADS_1
" ya " jawab ku cepat
* apa dia mendengar tadi aku memuntahkan apa yang sudah ku makan? apa dia akan marah? * tanya ku dalam hati
" Sudah lebih baik Vi? " tanya nya lagi
" emmm .. hanya sisa lemas saja " ucap ku tidak enak
" Maaf tadi aku mengeluarkan semua, perut ku tidak nyaman " ujar ku menjelaskan agar Dipta tidak marah atau tersinggung
" Tidak masalah, harus nya tadi makan sesuatu yang lunak lebih dulu Vi, aku yang tidak tahu bahwa kamu memiliki asam lambung tinggi " ucap Dipta
" Vi, aku ingin kamu beristirahat di rumah ku, apa kamu keberatan? " tanya Dipta setelah kami tiba di salah satu kursi tempat beristirahat para security
" Aku ingin pulang ke Bogor saja, seperti nya aku tidak cocok berada di sini " ucap ku yakin
" Lalu, kontrak kerja mu? bukan kah kamu harus menjalani nya selama satu tahun? " tanya Dipta yang. seperti tidak suka dengan rencana ku
" aku akan mengajukan resign " ucap ku sambil melihat pada Dipta
" Kamu akan kena denda Vi, kamu sudah menjalani lesson air craft di perusahaan ini, yang tidak semua maskapai menyediakan, maka itu kamu harus tetap bekerja sampai kontrak mu selesai " ujar Dipta menjelaskan peraturan perusahaan yang mungkin aku tidak membaca saat tanda tangan kontrak
Memang hanya di maskapai ini yang bisa menerima calon pramugari tanpa memandang ijazah pendidikan pramugari nya, karena jika penilaian seleksi sudah masuk kriteria maka perusahaan menyediakan lesson yang di berikan pada para pramugari baru, dan itu akan berulang sampai tahapan ada pesawat jenis baru yang harus dipelajari
" Tapi aku takut jika harus tinggal di Mess ini lagi " ujar ku jujur
" Kamu tinggal di rumah ku saja, aku tidak izinkan kamu kost atau mengontrak rumah " ucap Dipta posesif
" masa kita tinggal bersama? apa nanti tidak jadi masalah? " tanya ku
" Kalau memang aku masih harus bekerja, sementara biar aku tinggal bersama mba Feni lagi, aku lebih merasa nyaman bersama nya " ucap ku yang berfikir memang lebih baik seperti itu dari pada aku harus tinggal bersama Dipta
" Sebaik nya kita keluar dari sini saja dulu, untuk bertemu dokter memeriksa perut mu, untuk nanti dimana kamu tinggal biar aku fikirkan nanti " Dipta berdiri dan melangkah menghampiri petugas polisi entah membicarakan apa?
" Mari Vi, kita ke dokter dulu " ajak Dipta merangkul pundak ku , modus kali yaaaakk dan si Nuvia mau tapi Malu πππ
makasih yang sudah like and koment guys ...
πΌπΌπΌ
TBC
__ADS_1