Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
part II


__ADS_3

Dipta dan Nuvia sedang berada di meja makan, tersaji dua buah mangkuk berisi mie instan kegemaran Nuvia


Nuvia terlihat berbinar saat aroma kuah dari mie instan memasuki Indera penciuman nya


" Kamu senang? " tanya Dipta menatap wajah cantik Nuvia yang pada kedua pipi nya terlihat semburat berwarna merah muda


" hu'um " jawab nya sambil beberapa kali mengangguk kan kepala nya


" makan lah .. " Dipta menyodorkan satu mangkuk mie instan kehadapan Nuvia


Dengan cepat Nuvia memasukkan mie ke dalam mulut nya, tampak rona bahagia di mata nya


" Pelan-pelan Vi " ujar Dipta yang melihat Nuvia menyantap dengan terburu-buru


" enak??? " tanya Dipta melihat Nuvia mengunyah sambil tersenyum senang


Nuvia terus melanjutkan santapan lezat menurut lidah nya, Dipta hanya memperhatikan dan sesekali tersenyum melihat tingkah Nuvia


" lagi??? " saat Nuvia sudah menghabiskan satu mangkuk mie instan tak bersisa


" tidak " jawab Nuvia , dan detik kemudian Nuvia menyeret satu mangkuk mie kehadapan nya, Dipta yang melihat hanya mengerutkan kening


" bukan kah ia bilang tidak mau lagi?? " ucap Dipta dalam hati


Nuvia menyentuh jari Dipta tanda ia memanggil


" Kenapa?? mau lagi?? hemm " tanya Dipta menatap Nuvia lalu mengelus kepala nya


" A-aku ingin menyuapi mu " ucap Nuvia,


" hah?? " ucap Dipta sambil melebar kan kedua mata nya..


" oo - i - iya " Dipta terbata, tak menyangka Nuvia cepat sekali perubahan nya, Dipta sempat merasa percaya diri kalau Nuvia menyukai nya lagi


" aaaaa .. " Dipta membuka lebar mulut nya, kemudian Nuvia menyuapi dengan senyuman kebahagiaan

__ADS_1


Akhirnya dua mangkuk mie instan itupun tandas,mereka tertawa bahagia walaupun dalam hati Dipta mempertanyakan.. apa sebenarnya yang ada dalam fikiran Nuvia tentang diri nya


Nuvia POV :


" Akhirnya .. aku bisa merasakan makanan kesukaan ku, lebih tepatnya ini adalah makanan yang sering aku santap saat aku bersama hafidz ketika aku sedang merasa sedih, entah kenapa rasa nya begitu nikmat hingga membuat kesedihan ku menghilang saat menyantap nya, hafidz kemana yah?? apa dia tidak merindukan aku?? .. untung saja ada laki-laki baik ini .. aku sering mendengar orang-orang memanggil nya Dipta .. huffhhh kenapa dia baik pada ku?? apa dia menyukai ku?? hahaha hatiku geli sendiri dengan kepercayaan diri ku . hafidz harus tahu tentang ini, bahwa ada laki-laki baik yang sedang menyukai ku .. membuat hati ku berbunga-bunga .. aku coba membalas kebaikan nya dengan menyuapi mie .. karena itu lah yang biasa Hafidz lakukan pada ku, dan pastinya aku merasa senang saat di suapi oleh hafidz, semoga saja laki-laki ini pun merasakan kebahagiaan dari ku " end


*****


" Vi .. istirahat lah di kamar mu " ujar Dipta menunjuk satu ruangan yang tidak jauh dari meja makan


" Tidak, aku mau pulang !! " jawab Nuvia menggeleng kepala nya


" Kamu akan tinggal di sini untuk sementara waktu Vi, karena kita akan ke rumah sakit esok hari " Dipta berbicara sambil menatap wajah Nuvia


Nuvia mengedarkan pandangan pada sekeliling ruangan yang ada di dalam rumah Dipta , ia yakin ia pernah merasakan ini sebelum nya, tapi kapan??


" kenapa Vi ? " tanya Dipta ikut mengedarkan pandangan seperti yang nuvia lakukan, siapa tahu ada sesuatu yang sedang Nuvia cari


" Vi ... " lagi-lagi Dipta menyadarkan Nuvia dari lamunan saat Nuvia terpaku pada satu foto, Dipta melangkah menuju satu meja yang diatasnya terdapat satu bingkai foto


Nuvia memandang lekat foto itu, ia sedikit heran kenapa bisa ia berfoto dengan Dipta , siapa sebenarnya Dipta? apa ada yang terlupakan oleh nya? atau ada hal yang ia tidak ketahui sebelumnya


Nuvia POV :


" Aku sangat heran dengan laki-laki ini, saat ia mengatakan agar aku beristirahat di kamar ku, apakah ini rumah ku? apa dia kakak ku? huffhhh sungguh aku tidak mengingat apapun,,, aku sempat melihat satu foto yang menarik perhatian ku, ada wajah ku dan laki-laki itu disana, seperti nya aku sangat dekat dengan nya .. lagi-lagi aku harus bertanya pada Hafidz, hafidz pasti tahu jawaban dari semua yang membuat ku lelah berfikir " end


****


Dipta mengarah kan Nuvia memasuki sebuah ruangan, lagi-lagi Nuvia merasa tidak asing dengan tata letak ruangan itu ..


" Ya ampun banyak sekali gambar ku yang menempel di dinding ruangan ini " ujar Nuvia dalam hati .. netra Nuvia di suguhkan beberapa foto saat diri nya masih menjadi pramugari


Nuvia terus melangkah hingga terpaku pada satu meja rias, disana tergeletak satu kartu identitas yang tertulis nama nya yang tersemat sebuah foto kecil diri nya mengenakan seragam pramugari


" apa lagi ini? " Nuvia berfikir keras, kapan ia berfoto mengenakan pakaian yang tadi ia lihat di bandara,saat mengantar dua bocah kecil tadi

__ADS_1


Nuvia menyentuh dan mengelus kartu itu, ia terus mengingat.. tapi tak ada satupun memori nya yang dapat memulihkan ingatan nya


" ehem ... " Dipta memasuki ruangan tanpa di ketahui Nuvia yang fokus pada kartu identitas yang ia pegang


" Vi .. " Dipta menyebut nama Nuvia, membuat sang pemilik nama menoleh dan menyimpan kembali kartu identitas yang ia pegang


" kamu dulu seorang pramugari " ujar dipta kemudian mendekati Nuvia


" Jangan memaksa mengingat nya .. " saran Dipta membuat Nuvia tersenyum


" istirahat lah .. aku akan menemanimu " Dipta menggandeng bahu Nuvia, mengajak nya menghampiri ranjang besar agar Nuvia bisa mengistirahatkan tubuh dan fikiran


Nuvia mengikuti arahan Dipta , ia terduduk di atas ranjang , mengelus kain yang membalut sebuah kasur dengan lembut


" kemari lah.. " Dipta menepuk sisi ranjang, membuat Nuvia menatap wajah Dipta heran ...


" Aku tidak tidur bersama mu, aku hanya menjaga mu Vi .. " Dipta seakan mengerti apa yang sedang Nuvia fikirkan


Nuvia kemudian membaringkan tubuh nya miring, memunggungi Dipta


Dipta hanya tersenyum kemudian ia membuka benda pipih nya untuk menanyakan Ferri keadaan perjalanan mereka


Dipta masih terduduk di atas ranjang yang di tiduri nuvia, ia menutup percakapan melalui pesan singkat pada Ferry, ia tenang karena kedua putra kecil nya sudah tiba di Magelang dengan selamat


tanpa sadar Dipta menyandarkan kepalanya, ia pun merasa tubuhnya butuh istirahat, ia sempat menoleh pada wanita yang tertidur sambil memunggunginya, terdengar dengkuran halus dari wanita yang sangat ia cintai itu, Dipta kemudian menutup kedua mata nya untuk merasakan kenyamanan hati nya karena ada wanita yang selama beberapa tahun ini membuat hati nya kosong, hingga membuat nya harus menjauhi negara tempat ia di lahirkan, negara dimana orang tua nya membesar kan diri nya, sampai ia pun rela berjauhan dengan putra semata wayangnya, demi menjaga hati nya dan juga hati laki-laki lain yang banyak berkorban untuk wanita yang sekarang sedang bersama nya ..


🌼🌼🌼


TBC


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2