Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
broken heart


__ADS_3

Hari ini dimana ujian Nasional telah selesai para siswa sudah bernafas lega tinggal menunggu hasil dari penilaian atas kerja keras kami.


" Vi kita sebentar lagi akan berpisah, bagaimana rencana mu ke depan? " ucap Ester


Kami sedang menduduki kursi taman sekolah, ada beberapa siswa juga disana


" Aku akan segera mencari pekerjaan untuk kebutuhan ku, kalau ada lebih aku akan menyimpan nya agar aku bisa melanjutkan kuliah " ujar ku tenang


" Bukan kah kamu lulus seleksi beasiswa di universitas negeri? kenapa tidak kamu ambil saja " tanya Ester


" beasiswa hanya menjamin biaya kuliah saja Ester, tidak membiayai kehidupan ku yang lain " ujar ku sambil menundukkan kepala ku


" Aku butuh makan selain itu tidak mungkin aku kuliah tanpa memiliki uang sepeser pun untuk persiapan " aku menjelaskan pada Ester agar ia mengerti bukan untuk menjual kesusahan ku.


" Maaf aku tidak bisa membantu mu Vi " ucap Ester dan ia menitikkan air mata


" nooooo kamu sudah membantu ku banyak, kamu yang selalu ada di saat kesulitan ku, bahkan Aku belum bisa membalas apapun " ujar ku yang ikut menitikkan air mata


Dari kejauhan aku melihat tiga geng rese yang sedang tertawa gembira, entah apa yang membuat mereka sebahagia itu


ilham belum terllihat sejak aku keluar ruangan kelas setelah mengerjakan soal ujian tadi, mungkin dia sedang sibuk mempersiapkan untuk festival di sekolah Arbi lusa nanti


" Kamu akan datang ke sekolah Arbi Vi? " tanya Ester menatap mata ku


" Aku sudah berjanji pada Ilham akan menemani band dari sekolah kita " ucap ku sambil menghembuskan nafas sedikit sesak


Terbayang oleh ku jika aku bertemu Arbi, kasihan ilham bagaimana pun ilham pernah menyukai ku pasti ada rasa tidak nyaman nanti nya


" Aku akan ikut Vi " ucap Ester, padahal ia pernah mengatakan tidak akan ikut melihat festival, karena bagi Ester Hanya BTS yang patut ia lihat tidak ada band lain. ( dasar Ester )


" Baiklah kita berangkat bersama saja kalau kamu ikut, aku tidak perlu di jemput oleh Ilham " ucap ku


Tadi nya illham ingin menjemput ku, karena aku tidak memiliki kendaraan untuk kesana, jika menaiki angkutan umum tahu sendiri, untuk makan saja aku harus mencuci dan menyetrika pakaian adik dari papa ku baru aku bisa makan


" Katakan lah pada Ilham kalau seperti itu agar ia bisa mempersiapkan diri nya saja untuk festival lusa " ujar Ester memberi saran


" let's go kita cari anak sultan itu " aku berdiri dan Ester tertawa mendengar kata-kata ku


***


" Ilham!!! " panggil ku pada sosok pemuda yang sedang duduk bersama teman-teman nya


" Vi kemarilah " ilham berdiri di ikuti teman-teman nya yang mendengar panggilan ku


" Si cantik sekarang sudah mulai agresif ya bro " ujar salah satu teman Ilham


" Husss, jangan katakan itu lagi, atau ku bubarkan band ini " ucap Ilham yang tidak suka mendengar kata-kata teman nya itu


" Sebentar lagi kami akan berpisah wajar saja dia ingin selalu berdekatan dengan sahabat nya " ucap Ilham


" Kau hanya di anggap sahabat??? yaa ampuuunnn " semua teman Ilham tertawa


" Tidak masalah untuk ku!! " ujar illham cepat


**


Kami berbincang ringan di studio band milik sekolah beberapa teman Ilham sering mencuri pandang pada ku, ilham sangat serius mengulik beberapa alat musik yang ia pegang agar terdengar merdu

__ADS_1


" Ilham kamu selesai jam berapa? aku izin pulang duluan yaa ada sesuatu yang harus ku kerjakan di rumah " ujar ku pada Ilham karena aku ada janji akan menyetrika pakaian paman ku agar aku bisa memiliki uang untuk membeli makanan


" Aku tidak bisa antar kamu Vi kalau ini belum selesai " ucap Ilham tidak enak hati pada ku


" Tidak apa, aku bersama Ester nanti, besok tidak perlu jemput aku ke festival sekolah, aku dan Ester akan datang bersama " ujar ku


" hah??? princess BTS akan datang? " Ilham seakan tak percaya


" hahaha iya dia akan datang " ucap ku meyakinkan Ilham


" baiklah kalau seperti itu, aku menunggu mu disana " ucap Ilham sambil tersenyum


Akupun pamit pada Ilham dan teman-teman nya kalau Ester jangan di tanya ia sedang sibuk melihat video BTS memakai headset sambil menggoyangkan badannya


🌸🌸🌸


Festival musik sekolah sudah di mulai Beberapa peserta perwakilan dari masing-masing sekolah pun sudah berkumpul, aku dan Ester tiba saat acara tengah berlangsung akibat kelakuan sahabat ku yang super lambat, harus nya kami hadir sebelum acara dimulai menyemangati teman-teman perwakilan sekolah ku, dasar Ester yang ribet dengan outfitnya yang ingin serba sempurna jadilah kami tiba dengan tergesa dan acara sudah berlangsung


" Dimana anak-anak dari sekolah kita? " tanya Ester yang masih repot melepaskan roll rambut nya seolah kita akan ke pesta dansa.


" Tidak tahu, coba kamu hubungi ilham " ujar ku


" Kenapa tidak kamu saja Vi " Ester justru menyuruhku


" Kalau aku ada pulsa sudah ku hubungi sedari tadi " ucap ku malas


" ooo baiklah, tunggu sebentar " Ester justru mengetik sesuatu di ponsel nya, padahal di situasi riuh begini telepon saja belum tentu di angkat apalagi hanya chatt


" Selesai, coba cek pulsa mu " ujar Ester memandang tas ku yang memang terdengar ada suara notifikasi dari ponsel


" Kamu mengisi pulsa ku? " tanya ku heran


" kenapa tidak bilang kalau kamu tidak memiliki kontak nya " ujar ku tambah heran Dengan kelakuan Ester


" sudahlah cepat hubungi ilham aku ingin duduk nih pegal kaki ku berdiri terus disini " ucap nya enteng


Aku menghubungi Ilham berkali-kali tetap tidak ada jawaban, akhirnya aku memberanikan diri bertanya pada salah seorang peserta dari sekolah lain dimana tempat berkumpul para peserta festival


Aku di arah kan ke area tengah sekolah yang disana banyak sekali para siswa dari beberapa sekolah, untung saja seragam sekolah kami berbeda yang lain mempermudah aku mencari teman sekolah ku


" ilham !! " panggil ku keras pada sosok siswa yang sedang berbincang dengan seorang pria terlihat tinggi dan berwibawa


Ilham Dan pria itu menoleh bersamaan pada ku, aku berlari menghampiri Ilham dan Ester hemmm dia sedang repot dengan bawaan nya Tumbler dan tas yang dia jinjing seperti nya sangat berat hingga membuat langkah nya lamban


" Ilham aku menghubungi mu sedari tadi kamu tidak menjawab " ucap ku sedikit cemberut


" Maaf fi, ponsel ku tinggal di rumah aku tidak yakin untuk membawa ponsel ke acara seperti ini " ungkap ilham


" Vi ,,, Ilham ,,, tunggu aku doonnnggg " lagi-lagi Ester membuat ku heran, dia seperti kewalahan hanya berjalan sebentar saja


" Kamu kenapa " ucap ku memandang wajah Esther


" Aku tidak bisa berlama-lama terkena sinar matahari " ucap nya dengan keringat bercucuran


" Ya Allah " aku refleks menutup wajah Esther dengan kedua tangan ku


" Sejak kapan kamu seperti ini dulu-dulu kan tidak " ucap ku agak bingung dengan Ester yang biasanya kuat saja terkena sinar matahari

__ADS_1


" sejak aku perawatan kulit wajah " ucap nya santai


" yaa ampuuunnn " ilham menepuk keningnya cepat


" Ilham, keluar kan penampilan terbaik mu nanti saya berada di tenda itu " si pria menunjuk satu tenda paling besar di antara tenda yang lain


" Baik mas Dipta terima kasih support nya " ungkap ilham dan di angguki oleh pria itu


Lalu pria itu melangkah dengan perlahan dan ada beberapa pria yang langsung menghampiri menggiring nya ke tenda besar itu


" Siapa sih, sombong sekali " ucap ku


" Dia perwakilan perusahaan yang mensponsori kegiatan ini Vi, bukan kah kamu pernah bertemu saat seleksi di sekolah untuk perusahaan nya "tanya Ilham


" oooh ya aku ingat si wakil direktur yang so cool " ucap ku


" Sudah yuuu panas sekali disini, apa tidak ada tempat berteduh. " Ester mulai bersuara


" Vi, kamu tunggu di kantin saja ada di sebelah sana " tunjuk Ilham pada salah satu tempat yang lumayan di penuhi para siswa dari sekolah lain


" Disana kamu bisa istirahat dulu, sekedar untuk makan atau minum " ucap Ilham


" ini kartu ku, pakai saja untuk kamu dan Ester menikmati makanan disana " Ilham menyerahkan kartu peserta festival


" siap boss " ucap Ester yang seolah memberi hormat pada ilham dan langsung menarik tangan ku


Aku berjalan mendekati kantin sekolah itu


- Deg -


indera penglihatan ku menangkap satu sosok yang aku rindukan, Arbi sedang duduk sembari bersenda gurau dengan beberapa siswa yang mungkin dari sekolah nya, aku sangat bersemangat berniat menghampiri nya tiba-tiba langkah ku terhenti saat melihat seorang gadis yang menghampiri Arbi dan langsung bergelayut manja pada bahu Arbi


" Siapa gadis itu " mata ku berembun kaki ku terasa lemas dan tubuh ku seperti terkena sengatan listrik


" Arbi " ucap ku pelan


Arbi dan teman nya menoleh pada ku tidak terkecuali di gadis yang sedang tersenyum bahagia pada Arbi


" Siapa dia " tanya sang gadis


" Oooohhh dia tetangga rumah ku " jawab Arbi enteng


Memang benar aku tetangga rumah nya tapi aku juga. kekasih nya kan walaupun hanya baru dua Minggu


" kemari Vi bergabung lah bersama kami " ucap Arbi tidak ada rasa bersalah


Dan entah kenapa otak bodoh ku hadir, aku mengikuti perintah Arbi duduk dan bergabung dengan mereka


Tibalah makanan yang di pesan si gadis dan gadis itu mengambil makanan yang di berikan pelayan dengan antusias


" ini makanan kesukaan mu Bi " ucap sang gadis yang tidak berselang lama sang gadis menyuapi Arbi dan si Aku ini hanya jadi penonton


" Vi " panggil Ester membuyarkan lamunanku yang seperti orang bodoh di hadapan pasangan itu


" Pulang SEKARANG !!!! " ucap Ester sambil bertelak pinggang


" i- iya " jawab ku terbata

__ADS_1


Aku berdiri masih memandang Arbi dan sang gadis Aku bertanya pada hati ku " sekejam ini kah dunia padaku ????? "


TBC 🌼🌼🌼


__ADS_2