
RS MUSTIKA -
Seorang dokter wanita sedang menempel kan stetoskop nya pada bagian dada ku, yang sebelumnya sudah memeriksa tekanan darah ku saat ini ternyata sangat rendah, beliau mengatakan bahwa asam lambung ku naik dan dehidrasi akut, terdengar hembusan nafas kasar Dipta membuat ku khawatir dia merasa bersalah atas keadaan ku, aku menuruni ranjang tempat aku berbaring di ruang dokter dan di arahkan oleh seorang perawat untuk menduduki kursi di dekat pintu keluar ruangan tersebut
" Pak Dipta ini resep obat yang bisa di ambil di apotik " ucap sang dokter dengan sopan
" Terima kasih dok, apa ada sesuatu yang harus di hindari? " tanya Dipta
" Jangan terlambat makan, istirahat yang cukup dan jangan terlalu banyak fikiran saja pak makanan nya jangan berikan yang asam atau pedas ya pak " ujar dokter menjelaskan pada Dipta
" baik kalau seperti itu " Dipta beranjak dari kursi yang berhadapan dengan dokter, menghampiri aku yang sedang terduduk di salah satu kursi tidak jauh dari sana
" sudah dengar Vi? " tanya Dipta sambil mengulurkan tangan dan aku menyambut nya
" iya " jawab ku
" Kamu tidak perlu terbang dulu, biar aku bicarakan pada Endah untuk mengatur schedule standby untuk kamu beberapa hari ini " ujar Dipta yang langsung mengambil ponsel dari saku jaket nya
Dipta terlihat menghubungi seseorang
" Fer, tolong handle beberapa jadwal ku, aku harus menemani Vi untuk pemulihan nya , dan hubungi Endah chief officer scheduling, katakan pada nya untuk memberikan schedule standby pada Nuvia "
Dipta menutup sambungan nya dengan asisten pribadi yang adalah sahabat nya itu
" Sekarang jangan membantah ku, aku akan. mengurus mu " ujar Dipta yang terus menggenggam tangan ku erat, sampai menuju apotik di dalam rumah sakit
" Tunggu di sini, aku akan menebus obat mu ! " lagi-lagi Dipta memerintah aku tanpa ada bantahan dari mulut ku, aku hanya mengikuti perintah nya saja agar Dipta tidak kecewa dengan ku
****
Setelah mendapat kan obat yang di resep kan dokter, kami beranjak dari rumah sakit yang aku sendiri tidak tahu akan kemana
Perjalanan kami hanya di isi suara lantunan musik di dalam mobil Dipta, kami tak berbincang apapun sibuk Dengan pemikiran masing-masing
***
Sudah terasa lama aku di dalam mobil, tapi kenapa tak kunjung tiba tempat yang akan di tuju oleh Dipta? apa kami akan keluar kota? karena seperti nya hanya jalan tol yang aku lihat sepanjang perjalanan
__ADS_1
" Dipta.. eum .. kita akan kemana? kenapa kita tak kunjung sampai? " tanya ku melihat ke arah Dipta yang mata nya sangat fokus pada jalanan
" Nanti kamu akan tahu, sebentar lagi kita akan sampai" ujar nya masih tetap fokus mengemudi
" apa kamu sudah lelah Vi ? " tanya nya sedikit menoleh ke arah ku
" Ah tidak, Hanya saja seperti tidak sampai-sampai " jawab ku tersenyum
" Masih mual? " tanya Dipta
" sedikit, rasa nya sudah lebih baik setelah mendapat suntikan anti mual yang dokter berikan " jawab ku yang memang sudah merasa lebih nyaman dengan keadaan perut ku
" syukurlah aku senang mendengar nya " ujar Dipta tersenyum memandang ku sekilas l
" Vi, apa kamu sudah memikirkan kata-kata ku tadi? " tanya Dipta yang pandangan nya tetap fokus pada arah kemudi nya
" yang mana? " aku pura-pura lupa, padahal aku tahu maksud nya, hanya saja ... aku tidak tahu harus mengatakan apa?
" Aku sudah menyukai mu dari awal melihat mu di sekolah, tapi aku merasa kamu terlalu muda untuk ku dekati, dan saat itu ... maaf .. aku juga masih memiliki hubungan dengan seseorang yang di jodohkan oleh kakak ku " ujar Dipta lalu ia menepikan mobil nya di salah satu jalan dekat pintu keluar tol
" Jangan salah paham ... saat itu kakak ku mengenalkan aku dengan seorang gadis, ia baik dan penurut, tapi aku tidak merasakan apapun saat bersama nya, aku sudah berusaha menjalani beberapa bulan untuk saling mengenal, sampai tiba di titik kita harus saling melepas kan, kami tidak cocok dan banyak sudut pandang kami yang berbeda, di tambah aku melihat kamu di sekolah itu yang membuat aku merasa ada yang berbeda dalam hati ku, maka atas keputusan kami berdua yang diketahui juga oleh kakak ku, kami cukup kan pendekatan kami " Dipta menjelaskan perasaan nya sembari mata nya menatap ku
" eum .. lalu .. aku harus bagaimana? " ucap ku kaku
" Kamu cukup mengatakan kalau kamu mau menerima ku menjadi kekasih mu, agar kita saling mengenal satu sama lain, jika kamu sudah siap aku akan melamar mu untuk menjadi kan kamu istri ku! " lagi Dipta menjelas kan pada ku
" Bagaimana Nuvia ? apakah kamu bersedia menjadi kekasih ku? " tanya Dipta menggenggam tangan ku yang sudah dingin
Aku teringat kata-kata imelda, jika memang aku lebih baik memiliki kekasih agar ada yang melindungi ku, juga membuat hari-hari kita lebih bersemangat dan bahagia lagi pula Dipta sosok laki-laki yang bertanggung jawab dan berpikiran dewasa
" i- iya aku mau, tapi kamu sudah tidak memiliki kekasih kan? aku tidak mau kejadian dulu terulang " ujar ku mengingat Arbi juga pernah mengatakan seperti ini
" Pernah ada pemuda yang menyatakan cinta seperti ini pada ku, tapi ternyata dia masih memiliki kekasih dan aku seperti orang bodoh di buat nya " aku memberanikan diri menjelaskan ketakutan ku selama ini mengapa aku terkesan dingin dan tidak ingin dekat dengan lelaki manapun
" Tidak ada Vi sayang, aku bersumpah padamu " ujar Dipta yang meyakinkan aku
Dipta mencium jari jemari ku dengan lembut lalu menatap kedua mata ku dengan penuh kasih, layak nya insan yang sedang jatuh cinta pasti nya aku terbuai dengan semua perlakuan Dipta
Dipta mendekat kan wajah nya padaku, membuat hati ku berdetak lebih cepat " ada apa dengan jantung ku " fikiran ku mulai bertanya sambil menutup kedua mata saat hembusan nafas Dipta menyapu ke seluruh wajah ku, satu tangan nya memegang tengkuk leher ku agar jarak kami bisa semakin dekat, sesuatu yang dingin dan lembut menyentuh bibir membuat aku ingin membuka mulut ku, Dan ... Suara ponsel membuat kami tersadar dengan yang sedang kami lakukan, aku sangat malu saat mata kami saling bertemu
" eheum ... " Dipta bergeser kembali pada posisi duduk nya, sambil mengeluarkan ponsel yang berdering dari saku jaket
__ADS_1
" Ada apa? " tanya nya pada seorang di sebrang sambungan Saat jari nya menggeser tombol hijau pada layar ponsel
Dipta masih dengan suara tegas berbincang melalui sambungan ponsel, terdengar beberapa masukan dan perintah dari bibir nya, aku si polos yang baru merasakan - first kiss - justru malah dengan intens memperhatikan gerak bibir Dipta dan tersenyum sendiri membayangkan yang tadi sudah kami lakukan
" Kenapa Vi? " tanya Dipta heran melihat ku, ternyata dia sudah mengakhiri percakapan nya, membuat aku salah tingkah
" eh .. itu .. aku sedang membayangkan makan es krim seperti nya enak " aku berbohong saja biar aman
" Ya sudah, kita beli di minimarket depan sana yaaa " jawab nya membuat aku ingin tertawa ternyata Dipta percaya saja dengan kata-kata ku
" Nanti saja kalau sudah sampai, aku rasa nya ingin beristirahat, tubuh ku juga lengket ingin di bersihkan "
ujar ku menetralkan suasana canggung ku
" Baiklah, sabar sayang sebentar lagi sampai " ujar Dipta yang membuat aku menoleh pada nya
" Tadi dia panggil aku sayang??? " ucap ku dalam hati seolah tidak percaya
***
Akhirnya kami sampai di satu hunian asri yang masih banyak di tumbuhi pepohonan rindang, udara nya pun sangat sejuk membuat hati tenang
Dipta keluar dari mobil, lalu memutari nya segera membuka pintu mobil untuk ku, perlakuan manis yang memang sering ia lakukan setiap kami bersama
Lembang Bandung adalah tempat kami saat ini berada, Dipta sudah mempersiapkan semua, Dipta mengatur sedemikian rupa untuk perayaan hubungan kami melalui asisten nya Ferry.
" Dipta apa kamu yakin membawa ku ke tempat ini? " tanya ku heran
" kenapa hemm??? " tanya dia tanpa beban
" Aku hanya memakai pakaian seperti ini!!! " menunjukkan pada Dipta celana jeans pendek ku yang sudah dari pagi kemarin aku pakai
Ya ..... saat ini waktu menunjukkan pukul 02:00 dini hari dan di hadapan ku Terlihat beberapa dekorasi pesta, ada banyak bunga yang tertata rapih di sana
lalu Dipta menggiring ku memasuki rumah yang cukup besar sambil tersenyum
" Acara nya tidak sekarang sayang, kamu istirahat lah di kamar ini " Dipta membuka satu kamar sambil menunjuk kan pakaian yang sudah di siapkan oleh pelayan rumah ini untuk aku kenakan
🌼🌼🌼
TBC
__ADS_1
Acara apa yaaaaaa