
Sudah hampir tiga bulan lama nya aku menjalani profesi baru ku sebagai pramugari, aku sudah nyaman dengan keadaan di sekitar dan beberapa teman yang aku kenal di sini
" Vi, kamu tidak terbang hari ini? " tanya teman satu kamar Mess ku
" Tidak, aku standby dan besok off " jawab ku sambil Merapikan beberapa koper yang selesai ku gunakan tadi malam.
" kamu ada schedule kemana sekarang? " tanya ku pada Imelda yang sedang bersiap menggunakan makeup dan seragam nya
" Gorontalo! , aku akan bertemu kekasih ku disana " ujar nya dengan senyum yang mengembang
" Aku akan berkenalan dengan orang tua kekasih ku, dan kamu tahu Vi, bahkan setelah kontrak ku selesai aku akan menikah dengan nya " ujar Imelda sambil melepaskan kalung pemberian kekasih nya, lalu di semat kan pada kotak beludru
" Wah, selamat Mel semoga semua berjalan dengan baik dan sesuai rencana mu " ucap ku menatap wajah Imel yang terus saja tersenyum
" Kenapa kamu tidak berpacaran saja dengan pak Dipta? seperti nya dia menyukai mu!? " Imel menatap balik wajah ku dan ia terduduk di ranjang yang bersebelahan dengan ku
" Kau jangan terlalu lama menggantung perasaan pak Dipta, jika memang kamu tidak menyukai nya jangan berikan dia harapan " Imelda terus saja menasehati ku agar aku lebih peka terhadap Dipta
" Tapi Dipta, maksud ku pak Dipta tidak pernah mengatakan apapun pada ku! dan seperti nya dia sudah nyaman hanya berteman dengan ku " ujar ku.
Jujur saja aku tidak pernah tahu perasaan pak Dipta yang sebenarnya, aku memang merasa Dipta selalu ada di depan ku setiap kali aku menemukan masalah dari para senior F.A yang Tidak menyukai ku
Contoh nya bulan pertama aku menjadi pramugari, aku pernah dikerjai senior ku untuk memberi hormat pada pesawat selama satu jam, hanya karena aku tidak menyapa senior F.A yang sedang melintas di hadapan ku, padahal saat itu aku sedang menunduk dan tidak melihat nya, tapi Dipta dengan cepat mengambil tindakan karena memang tidak ada hukuman seperti itu, meskipun senioritas memang masih berlaku di sini
Dan aku sering sekali di buat lelah oleh penumpang yang complaint akan kecerobohan yang sengaja di buat oleh senior ku, dan aku lah yang di maki-maki oleh penumpang
Tapi Dipta selalu ada dengan semua perlakuan manis nya padaku, aku memang tidak tahu rasa nya jatuh cinta lagi setelah Arbi menyakiti ku, rasa nya aku khawatir terulang kejadian itu jika aku memiliki hubungan dengan pemuda, belum lagi Dipta adalah putra dari orang tua yang sempurna dengan kekayaan nya dan keluarga baik-baik, berbeda dengan ku
" Dipta bukan anak SMA yang harus menyatakan cinta Dan menanyakan apakah kamu mencintai ku? " ucap Imelda, " Dia hanya melihat dan merasakan dari perlakuan mu pada nya, kamu saja seperti yang tidak menginginkan dia tapi membutuhkan nya, membuat dia menjadi ragu dengan perasaan mu " ucap nya lagi
" Harus nya dia mengatakan kalau dia memang menyukai ku! " bela ku pada diri sendiri
" Dia pasti sudah memikirkan itu Vi, jika kamu tidak memiliki perasaan padanya, dan kamu menolak nya, apakah dia masih bisa seperti ini padamu? dia tidak mau kehilangan momen bersama mu, maka dia lebih memilih mengubur perasaan nya asal kamu tetap bersama dia " ujar Imelda sambil melangkah menggeret koper nya hendak meninggalkan Mess
" ingat Vi, tunjukkan perasaan mu jika kamu suka atau pun tidak, jangan memberi ketidak pastian padanya " tutup Imelda sambil membuka pintu dan pergi meninggalkan pertanyaan dalam hati ku
* * *
- Kantor Dirgantara Airline, Jakarta -
__ADS_1
Dipta sedang duduk di kursi kebesaran nya, sambil memandang satu foto gadis cantik yaitu Nuvia yang sedang tersenyum, Dipta menerawang kan fikiran mengingat saat Nuvia meminta nya untuk mengambil gambar Nuvia dengan ponsel baru yang di berikan Dipta, dan diam-diam Dipta mengirimkan pada ponsel nya, Dipta tersenyum sambil menutup mata nya dan menghembuskan nafas perlahan agar menetralkan jantung nya yang berdegup saat memandang wajah cantik pujaan hati nya
" Apa aku harus mengatakan nya sekarang? " ucap nya pelan, " Apa Nuvia akan menolak ku? " fikir nya lagi
" huh sangat menggangu ku gadis kecil ini " ucap Dipta yang kemudian membuka ponsel dan mencari kontak Nuvia
* *
Nuvia masih memikirkan kata-kata Imelda, dia terkejut saat suara dering ponsel berdering menampilkan nama Dipta disana
Nuvia : Hallo Dipta
Dipta : Sedang apa? Apa kamu sibuk hari ini ?
Nuvia : Tidak, aku hanya berdiam diri di Mess , aku standby dan besok aku off
Dipta. : Bagaimana kalau kita jalan-jalan
Nuvia : Apa kamu tidak bekerja?
Dipta : Siapa yang akan memarahi ku jika aku tidak bekerja?
Dipta : aku akan menjemput mu sekarang
Nuvia : Ya, aku akan bersiap
Dipta : Tunggu lah beberapa menit lagi aku tiba
Nuvia : ya hati-hati Dipta
Mereka pun mengakhiri sambungan, dan Nuvia beranjak keluar kamar untuk membersihkan diri
" Heii tuan putri!!! gimana rasa nya dekat dengan direktur perusahaan? seperti nya kau belum bisa menguras harta nya!! " Seru senior ku
" Kau berbicara dengan ku? " tanya ku memastikan
" Ya, memang ada orang lain disini selain kamu? " ujar nya dengan wajah marah
" Ada masalah apa sebenarnya kau padaku? seperti nya semakin aku diamkan kau semakin menjadi! " ujar ku yang merasa sudah sangat keterlaluan tingkah nya
__ADS_1
" Kau !!!!! " ucapnya sambil menunjuk wajah ku
" Lihat lah apa yang akan ku lakukan jika kau berani pada ku " senior ku beranjak pergi sambil menghentakkan kakinya
.
Beberapa menit kemudian aku telah siap untuk pergi bersama Dipta, aku hanya mengenakan kaos dan Celana jeans pendek ku.
Ponsel ku berdering menandakan ada panggilan, tertera nama Dipta disana
Nuvia : ya Dipta
Dipta : Aku di parkiran Mess
Nuvia : Aku keluar sekarang
Sambungan ku tutup dan aku melangkah menuju pintu keluar Mess, tidak ku sangka aku berpapasan kembali dengan senior ku
" Hebat !! sudah mulai pro permainan mu, tapi jangan senang dulu lihat lah setelah ini !!! " senior ku mengatakan itu sambil terkekeh mengejek
Aku hanya terdiam, melanjutkan langkah ku untuk menemui Dipta.
" Nuvia!!! " Panggil Dipta sembari melambaikan tangan nya, ia masih setia menunggu ku di area parkiran dengan semangat, aku tersenyum dan berlari kecil. menghampiri nya
" Maaf menunggu lama " ujar ku tak enak hati, pantas aku di musuhi beberapa senior ku, ini mungkin alasan mereka, seorang Dipta rela menunggu ku di area parkiran yang cukup panas, meskipun beberapa security mengizinkan Dipta menjemput ku langsung ke depan pintu Mess, tapi tidak ia lakukan untuk menghargai penghuni Mess yang semua adalah wanita.
" Mau kemana Vi? " tanya nya sambil memakai seatbelt nya
" Bagaimana kalau kita ke Bogor, mengunjungi rumah lama ku, sudah lama aku tidak melihat keadaan rumah ku, dan aku juga ingin bertemu keluarga ku, siapa tahu salah satu orang tua ku sudah pulang " ucap ku sangat antusias
" Baik tuan putri " jawab Dipta membuat ku tertawa
Kami menyusuri jalan kota Tangerang menuju kota Bogor, kami berbincang tentang apapun, di sela-sela perjalanan sesekali Dipta menggoda ku dengan candaan khas nya yang membuat aku tertawa geli
Aku sudah nyaman bersama Dipta, aku sudah yakin mungkin inilah jatuh cinta yang sebenarnya, semoga Dipta merasakan apa yang aku rasa.
🌼🌼🌼
TBC
__ADS_1