Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
Dirga Dan Arkan


__ADS_3

Lima tahun berlalu dengan cepat .. Nuvia dan Hafidz sudah memiliki seorang putra lagi yang bernama Arkan Abdallah yang berusia tiga tahun


Saat ini Nuvia dengan telaten mengemas barang-barang untuk kebutuhan Dirga dan Arkan ke sekolah pertama nya, Dirga sudah memasuki sekolah taman kanak-kanak dan Arkan memasuki play group yang ada di satu gedung sekolah yang sama.


Hafidz yang sedang bertugas di luar kota hanya mengawasi anak-anak nya melalui sambungan video call, Hafidz sekarang bertugas di kantor polairud kota Pangandaran Jawa barat, sedangkan Nuvia dan anak-anak nya masih tinggal di Bandung.


Hafidz biasa menempuh waktu sekitar lima sampai enam jam untuk menemui keluarga kecil nya, yang di lakukan di hari week end..


Hari ini Hafidz tidak bisa melihat anak-anak nya pertama kali memasuki jenjang pendidikan secara langsung, tetapi perhatian dan beberapa wejangan hafidz sudah di berikan kepada Dirga dan Arkan dengan baik


" Mas Dilga .. Alkan mau itu! " tunjuk sang adik yang belum terlalu lancar berbicara dan kemungkinan turunan Sang ayah yang memang kurang Pasih mengucapkan huruf R


" Tidak boleh dek, ayah bilang ke sekolah tidak boleh membawa mainan .. " terang sang kakak memberi pengertian pada adik nya


" Alkan mau Mas .. masuk dalam tas saja mas .. " Maksud Arkan adalah ingin membawa saja tidak untuk di mainkan


" Nanti mas tanya bunda yah .. boleh atau tidak " lagi-lagi Dirga memberikan pengertian pada sang adik agar tidak memaksa kehendak nya


*


*


Nuvia dengan pakaian gamis nya menuruni tangga menghampiri kedua putra nya sambil menenteng dua tas berwarna merah dan biru yang bergambar tokoh kartun Spiderman


" Ada apa mas Dirga?? " tanya Nuvia yang melihat sang putra pertama sedang berjongkok merayu adik nya yang merajuk


" ini bunda .. adek ingin membawa mainan nya ke dalam tas, tapi dia bilang tidak akan di mainkan di sekolah, hanya masuk dalam tas saja " ujar Dirga menjelaskan pada ibu nya


" Sayang .. sekolah itu tempat belajar, nanti adek tidak fokus dengan pelajaran adek kalau membawa mainan, Lagi pula disana juga akan ada mainan untuk adek, maka nya mainan ini khusus di rumah saja ya .. tidak perlu di bawa ke sekolah " ujar Nuvia menjelaskan pada si bungsu yang terlihat menggemaskan saat mengembung kan pipi nya


" benal bunda ? " Wajah Arkan terlihat ceria setelah mendengar penuturan ibu nya


" iya benar " balas Nuvia mencubit gemas pipi sang anak


*


*


*


Perjalanan menuju sekolah memakan waktu sekitar dua puluh menit menggunakan sepeda motor,


Dan saat ini mereka sudah sampai di gerbang sekolah...

__ADS_1


" Vi .. " panggil seseorang membuat Nuvia menghentikan laju sepeda motor nya yang ingin memasuki kawasan parkir sekolah


" Mas Dipta " ujar Nuvia saat menoleh pada sumber suara


" Daddy !!!! " Teriak Dirga dan Arkan bersamaan saat melihat gerakan sang bunda saat menoleh


" Sebentar nak ! " ujar Nuvia saat merasakan gerakan di sepeda motor nya, yang ternyata kedua putra nya sedang berusaha turun dari sepeda motor sang bunda


" Hati-hati sayang " Dipta berlari menghampiri kedua putra Nuvia dengan khawatir.


Dipta pun menurunkan satu persatu kedua jagoan neon yang sudah sangat merindukan sosok yang biasa mereka sebut Daddy..


" Daddy .. Alkan Lindu .. " si bungsu dengan cepat memeluk Dipta tidak ingin di dahului kakak nya dan Dipta pun langsung berjongkok menyambut nya


" Daddy juga rindu sama Arkan " jawab Dipta dengan senyuman


" Apa jagoan Daddy yang satu tidak rindu?? " tanya Dipta sembari mendongak kan wajah nya menatap Dirga


" Aku rindu ayah !!! " jawab Dirga cepat sambil membuang wajah nya, padahal Dirga rindu juga dengan Daddy nya .. hanya saja ia tidak ingin membuat sang adik merajuk karena rebutan Daddy


Dipta sangat mengerti watak dirga yang persis seperti sang bunda yang mementingkan perasaan orang lain dari pada dirinya sendiri


" Daddy peluk mas Dirga juga boleh kan Arkan?? " tanya Dipta pada si bungsu yang sangat senang merajuk


" Hahaha .. " Dipta tertawa lepas lalu mencubit pipi gembul Arkan


" Kemari lah son " ujar Dipta merentangkan kedua tangan nya


Dirga dengan ragu melangkah sambil melirik pada Arkan yang masih mode ngambek nya, lalu menyambut pelukan Daddy nya


" Kamu harus tetap menjadi kakak yang baik untuk adik mu, jaga lah adik mu dan sayangilah dia " Dipta memberikan nasihat bijaksana untuk putra tunggal nya .. meskipun Dirga pasti belum mengerti tentang semua yang terjadi dengan orang tua nya


" baik Daddy, aku sangat menyayangi Arkan " jawab Dirga dengan tegas yang justru terlihat seperti hafidz


Dipta tersenyum lalu melepas pelukan nya dan berdiri.. Dipta memandang Nuvia yang sedari tadi hanya menunduk, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut nya


" Vi .. maaf baru sempat menjenguk anak-anak " Dipta memulai pembicaraan pada Nuvia, hati nya masih bergetar saat melihat sosok wanita yang sekarang sudah memakai hijab, menambah aura kecantikan nya


" Tidak apa-apa, aku permisi dulu mas .. mau antar anak-anak memasuki kelas " jawab Nuvia yang masih tetap menunduk


" Ya .. terima kasih Vi .. kamu merawat putra ku dengan baik " ucap Dipta masih mematung menghadap Nuvia .. di Jawab hanya dengan anggukan oleh wanita berhijab itu


" Anak-anak ayo masuk ke kelas, Bu guru sudah menunggu !! " Ajak Nuvia pada dua jagoan nya sambil menggandeng kedua nya menghampiri sepeda motor

__ADS_1


" Permisi Mas .. " Nuvia membungkuk kan tubuh nya ke arah Dipta lalu menyalakan mesin sepeda motor setelah memastikan anak-anak nya sudah duduk dengan sempurna..


*


*


*


Pangandaran Jawa barat


Hafidz sedang berada dalam kapal, untuk patroli pantai yang biasa ia lakukan bersama rekan kerja nya, entah kenapa perasaan nya jadi tidak tenang saat ini ...


" Astaghfirullah halladziim .. Astaghfirullah halladziim " hafidz terus beristighfar untuk menenangkan hati nya yang terasa gundah


" Ada apa pak hafidz " tiba-tiba rekan satu tim hafidz membuyarkan lamunan nya


" ah .. tidak apa, aku hanya merasa tidak nyaman di hati .. mungkin kurang istirahat " jawab hafidz pura-pura tenang


" Saya ambil kan air putih ya pak! siapa tahu bisa lebih baik " ujar rekan hafidz yang melihat hafidz terlihat pucat dan. berkeringat


" Tidak perlu .. biar saya saja " hafidz kemudian melangkah berjalan untuk mengambil air mineral sambil sesekali memegang kepala nya.


Hafidz terus berjalan dengan tidak seimbang karena air laut juga yang tidak tenang, pengaruh angin yang kencang ..


" Bissmillah " hafidz meminum air dengan harapan mengurangi rasa ketidak nyamanan hati nya


" Ada apa dengan Nuvia dan anak-anak? Atau mama papa ?? " perasaan hati hafidz mulai menerka-nerka


Hafidz pun kemudian merebahkan tubuh nya di salah satu kursi kapal untuk mengistirahatkan otak dan hati nya yang sedang tidak baik .....


🌼🌼🌼


Selamat hari raya idul Fitri 1443 H


Minal aidzin walfaidzin


Mohon maaf lahir dan batin untuk semua πŸ™


TBC


.


.

__ADS_1


..


__ADS_2