Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
tinggal di Bandung


__ADS_3

Acara syukuran pernikahan ku sudah selesai, para tamu undangan satu persatu sudah meninggalkan rumah paman ku tempat di laksanakan acara


Mama menghampiri ku untuk berpamitan pulang karena uncle sudah menjemput nya


" mama pulang dulu, uncle sudah menjemput " Ucap nya dengan sedikit angkuh


" ya ma, minta doa nya untuk Vi dan hafidz agar bisa menjalankan rumah tangga dengan baik " ucap ku


" hemmmm " jawab nya tanpa menoleh pada hafidz


Mama ku memang kurang suka dengan keluarga hafidz, mama pernah mengatakan pada ku orang-orang alim itu biasa nya munafik, mereka hanya berlindung di balik agama dan pakaian yang mereka kenakan


Mama hafidz menghampiri mama ku dengan senyum yang tidak memudar sedikit pun


" mba Fifi, terima kasih mau datang ke acara anak-anak kita " ujar mama hafidz


" sama-sama mba, saya titip Vi .. tolong jangan sakiti dia, karena jika saya lihat Puteri saya meneteskan air mata nya, tidak segan saya akan membawa nya kembali pada keluarga saya " ucap mama sangat lantang, padahal wanita yang sedang berhadapan dengan mama adalah wanita yang menghapus air mata ku selama ini, sejak aku kecil mama hafidz selalu membela ku jika ada yang membully ku karena kelakuan mama sendiri yang menghianati papa


" inshaa Allah mba ,, Semoga Vi bahagia di dunia dan akhirat Aamiin " jawab mama hafidz


Hafidz yang hati nya entah terbuat dari apa menghampiri mama dan mengantar mama sampai gerbang luar rumah paman ku, hafidz mengerti kalau mama berjalan sendiri ke luar sudah pasti bertemu paman dan papa ku yang pasti nya akan ada perang dunia ke III antara mereka


" Ma, maaf ini untuk bekal jajan mama, maaf hafidz tidak bisa memberi banyak " ucap hafidz saat sudah sampai luar gerbang , hafidz memberikan sebuah amplop coklat pada mama yang di sambut dengan mata berbinar oleh mama ku


" Terima kasih hafidz " ucap mama tersenyum senang lalu melenggang menghampiri suami nya yang sudah menunggu di ujung gang


πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™


Malam semakin larut kami berpamitan untuk berangkat ke Bandung tempat Dimana nanti aku memulai kehidupan baru ku di umur ku yang baru beranjak 19 tahun


" Hati-hati Vi " ujar sepupu ku Lita


" Nanti aku boleh kan main ke rumah mu? " tanya Lita


" iya boleh saja Lita, menikah lah dengan Arbi kasihan anak mu kelak " ujar ku sambil memeluk Lita


aku berpamitan pada papa ku, paman juga bibi ku, tidak ada yang terlihat bersedih atau keberatan dengan kepergian ku, justru mereka seperti nya sangat bahagia karena aku sudah tidak jadi beban mereka dan setidak nya keluarga ku yang di anggap remah rengginang sudah di anggap hebat karena berbesan dengan keluarga hafidz .... huh keluarga yang aneh


Aku memasuki mobil yang dikendarai hafidz dan mertua ku di mobil yang berbeda, kami bergerak menuju kota Bandung bersama


" Istirahat lah sayang jika lelah " tangan kiri hafidz mengelus pipi ku dan tangan kanan nya memegang kemudi


" tidak , a-aku akan menemani kamu agar tidak mengantuk " ucap ku salah tingkah karena hafidz terus mengelus pipi kanan ku

__ADS_1


" yasudah kita bercerita saja kalau begitu " ujar hafidz tersenyum sedikit menoleh pada ku lalu memfokuskan lagi pandangan nya pada jalan


" Cerita apa? aku tidak punya cerita yang menarik " ucap ku galau


" yasudah kalau begitu aku saja yang bercerita " ucap hafidz mata nya menatap ke arah depan


" Aku dulu pernah suka sama seorang gadis " mata nya melirik sebentar pada ku


" Dia gadis yang sangat cantik di antara teman-teman nya, aku langsung jatuh hati saat dia tersenyum manis pada ku " hafidz mengenang masa kecil nya


Aku mendengar dengan seksama sambil memandang wajah hafidz


" sejak itu aku selalu merengek pada orang tua ku untuk selalu ke Bogor saat liburan sekolah, niat ku hanya ingin bertemu dengan nya, konyol nya ... aku menyukai gadis yang masih duduk di kelas tiga sekolah dasar dan aku sudah kelas lima "


" sejak aku mengenal nama nya aku sering mencari nya, ternyata dia gadis yang sangat pendiam dan sangat cerdas membuat aku tambah menyukai nya "


" kamu tahu sayang, gadis itu sekarang yang berada di samping ku, menjadi istri ku .... maaf aku terlambat menyelamatkan mu " hafidz menggenggam tangan ku dengan satu tangan nya memberi kekuatan untuk ku agar aku tahu bahwa ada dia yang selalu menjaga ku


Aku menundukkan kepala ku, coba saja dulu aku tidak pergi meninggalkan hafidz dan aku menuruti perintah nya untuk berkuliah, semua ini tidak akan terjadi !! kalau pun hafidz menikahi ku Dia mendapatkan diri ku utuh tidak seperti sekarang


" Jangan menyalah kan diri mu sendiri sayang " ucap Hafidz yang seolah tahu apa. yang aku fikirkan


" Aku menerima kamu dengan semua yang ada di diri kamu, apapun resiko ke depan nanti akan aku hadapi "


kami sudah menempuh empat jam perjalanan, kami. sudah memasuki kota Bandung. yang tinggal beberapa menit lagi kami akan sampai ke kediaman keluarga besar hafidz


" Sayang sudah sampai, turun yu " ajak hafidz


Aku melihat rumah berlantai dua yang sangat mewah, pekarangan nya si tumbuhi pepohonan dan berbagai macam jenis bunga


Para pekerja di rumah Hafidz keluar untuk menyambut kedatangan kami, dan pekerja pria sudah siap mengangkat barang bawaan kami


Aku melangkah ragu memasuki rumah megah keluarga hafidz, aku sangat malu melihat diriku sendiri yang bisa masuk ke dalam keluarga ini


" Ajak istri mu istirahat nak, kasihan baru saja pulih " ujar papa hafidz


" iya pa, aku juga langsung istirahat karena esok aku akan ke kantor, sudah satu Minggu aku cuti " ucap hafidz yang di angguki oleh mama dan papa hafidz


" ma .. pa .. Vi duluan ya " pamit ku pada mertua


" ya sayang .. jangan di pakai sekarang baju tadi, besok saja ya tunggu kamu sehat " ucap mama berbisik sambil terkekeh pada ku


" Apa yang mama bicara kan? " tanya papa hafidz

__ADS_1


" Urusan wanita pa .. tidak perlu ikut campur " ujar mama hafidz sambil menggandeng suami nya menuju kamar


🌹🌹🌹


Aku memasuki kamar yang di dominasi warna hijau tosca, di dinding kamar banyak terdapat foto-foto aku saat masih sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, yang tersusun rapi dengan bingkai berwarna emas


" Kapan kamu mendapatkan foto ini? " tanya ku


" Aku setiap tahun pasti ke Bogor, aku selalu mencari mu, dan diam-diam mengambil gambar mu " ucap hafidz sambil memasukkan tangan nya ke saku celana


" Kamu mau berbagi ranjang dengan ku sayang? " tanya hafidz


" iya tidak apa-apa, bukan kah aku istri mu? " ucap ku was-was


" Kamu gemetar sayang? apa kamu takut dengan ku? " tanya hafidz yang langsung menggenggam jari-jari tangan ku


" Ah tidak, aku hanya dingin hehehe " padahal asli nya aku sangat takut apa yang terjadi jika aku bersama nya dalam satu kamar?? aku pernah merasakan nya saat Dipta memaksa ku, dan itu sungguh sakit .. membuat aku takut untuk mengulang nya, apalagi ini dengan laki-laki yang berbeda


Aku sudah bersiap untuk tidur, ku lihat hafidz masih dengan laptop nya untuk menyelesaikan pekerjaan yang ia bawa akhir-akhir ini


" hafidz .. apa kamu tidak lelah? "


" mari istirahat agar esok hari kamu bisa bekerja " Ucap ku


" ya sayang .. " hafidz menghampiri ku, menaiki ranjang yang sama dengan ku


Hafidz berbaring berdampingan dengan ku, satu tangan nya menjadi sandaran kepala ku dan satu nya lagi membelit perut ku


" tidur lah sayang .. jangan lupa berdoa " hafidz menatap mata ku dan tersenyum


" i- iya. " jawab ku yang langsung memejamkan mata karena takut melihat tatapan Hafidz


,🌼🌼🌼


TBC


.


.


.


..

__ADS_1


__ADS_2