Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
part II


__ADS_3

Kediaman hafidz sudah di penuhi oleh para pelayat, baik keluarga maupun kerabat dan teman-teman hafidz pun ikut hadir, untuk melihat hafidz yang terakhir kali serta mendoakan hafidz dan juga keluarga yang di tinggal kan


**


" Vi .. " Dipta mendekati Nuvia yang sedari tadi hanya berdiam diri di sudut kamar pribadi nya


Nuvia seperti melupakan bahwa ada dua jagoan nya yang juga butuh diri nya.


" Vi .. hafidz akan di makam kan .. apa kamu tidak ingin melihat nya?? " Dipta dengan sangat hati-hati bertanya pada wanita yang sedang termenung dengan tatapan kosong


" Vi .. mari aku bantu memakai kerudung kamu " Nuvia memang sudah melepas segala atribut di kepala untuk menutupi aurat nya, itu bukan sengaja .. tapi Nuvia memang sempat histeris dan hampir menyakiti diri nya sendiri dengan menjambak apapun yang ada di tubuh nya , beruntung Dipta dan Zein ( kakak hafidz ) bisa mengendalikan emosi Nuvia


" Bundaaa !!! " Arkan dan Dirga berlari menghampiri Nuvia sambil menangis, mereka sudah mengerti bahwa sang ayah telah pergi menghadap ilahi ..


Dipta dengan cepat mencegat kedua putra laki-laki Nuvia, Dipta khawatir Nuvia melakukan hal yang tidak di inginkan, karena kondisi mental Nuvia yang masih belum stabil


" Kalian kenapa kesini " tanya Dipta sambil memeluk kedua jagoan hafidz


" bunda kenapa Daddy?? huaaaa !!! " Arkan histeris melihat sang bunda yang tampak berantakan


" Dirga .. bawa adikmu .. biar Daddy yang mengurus bunda " perintah Dipta yang sebenarnya ingin di bantah oleh Dirga ... tapi Dirga berfikir bahwa bunda nya akan baik-baik saja jika bersama daddy .. Dirga menatap lekat mata ayah kandung nya penuh harapan


" Daddy .. jangan biarkan bunda pergi .. aku sudah kehilangan ayah .. aku tidak mau kehilangan bunda .. " ucap Dirga diiringi air mata kemudian merangkul bahu sang adik sambil menatap nya


" Ayok dek .. bunda istirahat dulu, kita harus mendoakan ayah lagi " ajak nya pada Arkan , tapi Arkan masih bergeming tidak ingin meninggalkan kamar dan hanya bisa menangis sesenggukan


" Adek .... kalau kita keluar lebih dulu, nanti bunda akan mengikuti kita " rayu Dirga


" Benalkah?? " tanya Arkan lalu di angguki oleh Dirga


" ya sudah Alkan mau doakan ayah .. bial ayah bangun lagi, ayah jangan bobo telus ya mas? " tanya Arkan membuat hati Dirga sakit, tapi ia tetap tersenyum untuk sang adik


Akhirnya mereka berdua pun kembali pada nenek dan kakek nya yang sedang merapalkan doa di samping jenazah sang putra bersama kerabat serta sahabat hafidz


" Adek sama mas dari mana? " tanya mama hafidz dengan suara serak dan mata yang sembab


" Habis lihat bunda nek " jawab Arkan cepat

__ADS_1


" Adek sama mas disini saja ya .. kasihan bunda harus istirahat " ucap mama hafidz tidak tega melihat kedua putra Nuvia yang sangat ia sayangi


mama hafidz menggenggam tangan kedua cucu nya, ia tidak ingin cucu nya melihat kekalutan Nuvia..


Nuvia memang memiliki trauma psikis, ia sejak kecil sudah banyak di tinggal kan orang-orang yang ia sayangi meskipun dengan cara berbeda, hanya hafidz lah orang pertama yang merangkul nya saat ia di jauhi dan di tinggal kan.


Dan sekarang.. justru hafidz meninggalkan diri nya untuk selamanya .. ( gimana tuh rasanya 😭 )


******


" Vi .. aku mohon .. jangan seperti ini .. " istri Zein yang baru tiba langsung memasuki kamar pribadi Nuvia dan di sana masih ada Dipta yang hampir putus asa membujuk Nuvia agar mau berinteraksi dengan nya


" Apa kamu Dipta? " tanya istri Zein menoleh pada Dipta yang sedang posisi berjongkok sambil memegang kain penutup kepala milik Nuvia


" Ya .. semua yang datang ke kamar ini ditolak oleh Nuvia .. jadi saya mencoba masuk " ucap Dipta tidak enak hati dengan kakak ipar Nuvia tersebut


" Tidak apa-apa .. mama sudah menjelaskan pada saya .. " ujar nya tersenyum kemudian kembali menoleh pada Nuvia


" Vi ... hafidz tidak akan senang melihat mu seperti ini .. mari kita keluar, semua orang mencari mu ... " ucapan itu berhasil membuat Nuvia menoleh pada kakak ipar nya


Dipta dan istri zein saling beradu pandang dan semakin khawatir dengan kata-kata yang keluar dari mulut Nuvia


" Vi .. kamu harus terima .. harus ikhlas .. Allah SWT tidak menyukai manusia yang meratapi kesedihan " ucap istri Zein mengelus bahu Nuvia


" kenakan ini ya " Dipta ikut berbicara saat mata Nuvia menoleh pada nya memberikan kerudung yang sedari tadi ia pegang


" iya .. suami ku melarang aku keluar rumah jika tidak mengenakan kerudung " Nuvia menyambut kain itu kemudian mengenakan nya dengan cepat


Istri Zein memberi kode dengan mata nya pada Dipta agar Dipta meng- iya kan apa yang di katakan Nuvia


" Mari keluar " ajak istri zein menggandeng tangan Nuvia, di iringi oleh Dipta di belakang nya


Mereka bertiga menuju ruangan dimana jasad hafidz di semayamkan ...


Orang-orang yang berada disana seketika menatap ke arah Nuvia yang sedang melangkah mendekati jenazah hafidz


" Nak ! " mama hafidz terkejut melihat kedatangan Nuvia dan duduk di samping Dirga

__ADS_1


" Bunda .. " Dirga pun ikut menoleh dan terkejut melihat keadaan Nuvia yang sudah terlihat baik-baik saja


" iya sayang " Nuvia tersenyum pada sang putra


" Bunda baik-baik saja? " tanya Dirga heran


" kenapa sayang? bunda baik saja, sebentar lagi ayah akan datang " ucapan Nuvia membuat orang-orang yang mendengar justru merasa kasihan


" Vi ... " Dipta yang berada di belakang Nuvia tampak kesal dengan ucapan Nuvia


" Hafidz sudah meninggal !! .. please kamu jangan memberatkan langkah nya !! ikhlas kan Vi .. " ujar Dipta sudah tidak tahan kasihan melihat Nuvia


Tapi Nuvia Hanya terdiam tidak ada respon dan jawaban dari nya


" Pak Dipta .. " tegur Zein menepuk bahu Dipta


" Saya tidak ingin melihat Nuvia seperti ini dokter Zein " ujar Dipta


" Nuvia baik-baik saja, ia hanya mengalihkan kesedihan nya, yakinlah .. ia hanya sedang berkamuflase, untuk menenangkan hati nya yang hancur " Zein menjelaskan pada Dipta karena memang banyak orang yang belum siap menerima kenyataan, maka ia akan mengatur otak nya secara alami agar bisa meminimalisir kesedihan


" Apakah tidak bahaya?? " tanya Dipta tidak mengerti


" Tidak, jika dengan berjalan waktu ia menormalkan kembali perasaan nya dan menerima kenyataan, maka kita-kita lah orang yang bisa membantu Nuvia agar bisa menerima kenyataan ini " ujar Zein


" Huh .. aku tidak paham maksud mu !! " ucap Dipta meninggalkan Zein yang sama khawatir nya dengan Dipta, hanya saja Zein bisa lebih mengontrol emosi nya di banding Dipta


" Seharusnya kami lah yang paling terpukul Nuvia , hafidz adalah adik ku, lihat lah mama ku, ia sudah kehilangan dua putra nya .. tapi ia tetap tegar .. ada apa dengan masa lalu mu Nuvia .. hingga membuat mu tidak bisa merelakan adik ku pergi " ucapan Zein dalam hati nya, ia terpukul dengan kepergian adik nya, tapi Zein juga tidak tega melihat Nuvia seperti itu, apalagi orang tua dan keluarga Nuvia tidak ada satupun yang hadir untuk memberikan harapan baru untuk Nuvia ....


🌼🌼🌼


TBC


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2