Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
Bali I


__ADS_3

Hari ini hari terakhir aku terbang dengan status seorang pramugari, karena Dipta sudah memecat ku dengan alasan yang tidak masuk akal


" Huh, schedule terakhir ku ! " aku menatap nanar Layar ponsel yang tertera jadwal penerbangan ku


" Kau di pecat tunangan mu sendiri, sungguh miris Vi " ujar Imelda yang sekarang sudah kembali dekat dengan ku


" Entah lah " aku tersenyum masam


" Dipta mungkin cemburu pada seorang co. pilot atau pilot junior? " tanya Imel pada ku


" Tidak mungkin, aku tidak pernah berbincang dengan laki-laki manapun bahkan bertegur sapa saja tidak ! " jawab ku masih mode kesal


" Mungkin Dipta ingin kamu jadi ibu rumah tangga yang baik hahaha " imellda mengejek ku sambil menggeret koper nya menuju pesawat


Aku melaksanakan tugas ku di dalam pesawat bersama beberapa pramugari lain untuk mengatur penumpang juga barang bawaan mereka


Terlihat beberapa penumpang sudah menduduki nomor kursi nya masing-masing, tiba-tiba ada seorang pemuda yang kesulitan mencari kursi dan aku menghampiri untuk membantu nya


" Permisi, ada yang bisa di bantu? " tanya ku memandang pemuda itu


si pemuda justru terdiam memandangi wajah ku


" Maaf, apa ada yang bisa kami bantu? " tanya ku sekali lagi dengan nada lebih keras


" oh ... yaa .. kakak cantik... tolong lah Carikan nomor kursi ku, aku baru pertama kali menaiki pesawat " ujar nya sambil menggaruk kepalanya


" Baik .. bisa lihat tiket nya? " pinta ku


Dia memberikan satu buah tiket dengan nomor kursi yang ternyata ada di kursi depan yang nanti nya akan berhadapan kursi nya dengan ku


" Mari ikuti saya " ajak ku agar dia mengekori ku


" oke kakak cantik !! " pemuda itu pun beranjak dari tempat nya berdiri dan berjalan mengikuti arahan ku


" Silahkan ini kursi anda, semoga perjalanan anda menyenangkan " ucap ku sambil tersenyum


" kak !! thanks yaa, boleh minta nomor ponsel? " tanya nya dan Terlihat senyum nya mengembang


" Maaf " ucap ku sambil menangkup kedua tangan ku dan aku berlalu meninggalkan pemuda itu


Di dalam ruang cabin pesawat Imelda sedang mempersiapkan beberapa makanan yang nanti nya akan di berikan pada penumpang


" Vi, kamu saja yang memberikan ini nanti ya? ini hari terakhir kamu menjajakan makanan pada penumpang loh !!! mau yaaaa " imel memberikan nampan berisi roti untuk ku berikan pada penumpang setelah pesawat lepas landas


" iya " jawab ku singkat, memang aku pasti akan merindukan kegiatan ini, aku memandang seisi cabin dan menyentuh nya


" Sudaaaahhh tidak usah di sesali, Dipta pasti lebih tahu apa yang terbaik untuk mu " ucap Imel menepuk bahu ku


Pesawat sudah lepas landas dan Imelda sudah mengarah kan beberapa demo keselamatan, tiba saat nya aku keluar dari ruang cabin untuk memberikan makanan pada para penumpang


Saat aku berada di kursi pertama yang di duduki pemuda yang aku tolong tadi, aku sudah melihat gelagat aneh dari nya, tapi tugas tetap harus ku jalani untuk tetap ramah pada seluruh penumpang


" Silahkan " ucap ku memberi sebuah roti pada nya


" Kak !!! " pemuda itu memegang tangan ku


" eh .. maaf tolong anda untuk tetap berlaku sopan " ucap ku sedikit lebih tegas

__ADS_1


" kakak cantik sekali aku hanya ingin nomor ponsel mu" ucap nya tanpa basa-basi lagi-lagi dia menyentuh tangan ku


" Maaf mas, tidak bisa! " aku menyingkirkan tangan nya dan bergegas menggeser tubuh ku untuk memberikan makanan pada penumpang lain


Aku terus tersenyum saat memberikan makanan pada setiap penumpang dan tiba dii kursi tengah orang yang aku kenal sedang duduk manis sambil melipat tangan nya di dada, aura mata nya seakan menusuk ku, dengan tatapan tajam nya dia terus saja menatap ku


" Mas " ucap ku, ternyata Dipta ada di dalam kursi salah satu penumpang, kenapa aku tidak melihat nya tadi?


" hemmm, jangan terlalu sering tersenyum pada pria lain " ucap nya tegas


" iya Mas " jawab ku, agar tidak memperpanjang percakapan dengan nya


akupun meninggal kan Dipta beralih pada kursi penumpang lain nya sampai di kursi terakhir


setelah selesai aku menduduki kursi ku yang berhadapan dengan pemuda menyebalkan tadi


" huhuhu ini pasti tanda kita berjodoh ka! " ujar nya kegirangan, dan aku tidak menjawab apapun


Pesawat sudah lepas landas selama satu jam lima puluh menit, tibalah kami di bandara Ngurah Rai Bali


para penumpang sudah menuruni pesawat tinggal lah kami para kru yang tersisa


" Sayang... " Dipta memanggil ku saat aku menuruni tangga pesawat


" mas untuk apa kemari? " tanya ku


" Ada beberapa kerjaan bersama mas damar " ucap nya yang kemudian menarik koper ku


kami berjalan beriringan sambil berbincang


" sayang nanti malam mas ada jamuan makan malam di sebuah cafe dekat pantai, apa kamu ingin ikut? " tanya Dipta memandang ku


" padahal mas ingin mengenal kan mu pada kolega mas, tapi tidak apa-apa kamu istirahat saja ya, tidak usah keluar hotel " ucap nya yang lalu menggiring ku menaiki mobil yang menjemput Dipta


" Mas ingin singgah ke kamar ku dulu? " tanya ku yang siapa tahu dia ingin beristirahat sejenak sebelum mengurus pekerjaan nya


" Tidak sayang... mas damar sudah menunggu, mas harus menemui dia dullu "


Tiba aku di hotel dimana biasanya para pramugari beristirahat jika singgah di sini


" ingat !! tidak usah keluyuran " ucap nya memperingati ku saat aku sampai di lobby hotel


" iya " ucap ku kemudian turun dari mobil tidak lupa Dipta mencium kening ku


" Hati-hati mas " aku melambaikan tangan pada nya yang di sambut juga oleh Dipta


***


Aku memasuki kamar hotel yang sudah di tentukan oleh maskapai, tidak ada Imelda di sana


Aku menyimpan koper di sudut dekat lemari Dan tote bag di atas kasur, langsung saja aku memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian


Sudah satu jam aku di kamar hotel tapi Imelda tidak kunjung datang, akupun meraih ponsel untuk menghubungi kekasih ku hanya ingin tahu apa yang sedang dia lakukan sekarang


panggilan pertama ku di abaikan oleh nya, mungkin dia sibuk fikir ku positif


aku beralih menghubungi imellda dan di Jawab oleh nya ...

__ADS_1


Imelda : Hallo Vi


Nuvia. : kamu dimana? kenapa tidak ke hotel?


Imelda : aku di dekat pantai sedang memasak tato


Nuvia. : ya ampun ..... apa tidak bisa nanti, kamu. belum istirahat


imelda : tidak.. pembuat tato nya besok sudah harus kembali ke Jakarta


Nuvia : jangan terlalu larut cepat lah ke hotel


imelda : ya ... bawel sekali kamu Vi


aku pun memutuskan sambungan telepon dengan Imelda, aku tidak tahu harus berbuat apa


akupun kembali menghubungi Dipta, kali ini justru ponsel nya tidak aktif


" Sedang apa dia? " ucap ku dalam hati


πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™


Waktu sudah menunjukkan pukul 19:00 WITA. aku beranjak dari kasur ku untuk memesan makanan, saat ingin mengakses telepon hotel ponsel ku berdering


" pasti Dipta " ucap ku senang


tertera nama Imelda di layar, aku lalu menggeser tombol hijau untuk menyambung kan


" Hallo Mel. "


" Vi, kamu harus melihat ini " jawab nya


" melihat apa? " tanya ku


imelda mengganti mode video call pada ponsel lalu aku menyambut nya dengan menggeser tombol biru


tampak wajah Imel yang panik dan seperti sedang bersembunyi


" Vi ada Dipta bersama wanita!! " ujar Imel yang sesekali menengok kesembarang arah


" Wanita siapa? " hati ku mulai was-was takut kejadian Arbi terulang


" kamu kemari saja Vi, naik ojek online nanti aku kirim alamat nya !! " ucap imelda tergesa-gesa


" ya .. kirim lah " aku langsung menutup sambungan video dan menunggu kiriman alamat dari Imel


--- tring ----


satu notifikasi masuk terlihat pesan sebuah Maps menuju tempat Imelda berada


Aku mengganti pakaian ku secepat kilat dan memesan ojek online untuk langsung meluncur menuju tempat yang Imelda tunjukkan


Hati ku waspada, takut kalau apa yang aku fikirkan terjadi, aku tidak ingin di bodohi lagi dengan tipu daya laki-laki ..


Sudah cukup Arbi membuat ku seperti orang bodoh, tidak untuk hari ini jikapun Apa yang ku fikir benar-benar terjadi, aku akan pergi mengikhlaskan semua...


tidak akan ada air mata untuk seorang pecundang!!!!

__ADS_1


🌼🌼🌼


TBC


__ADS_2