Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
perpisahan sekolah 2


__ADS_3

Di kediaman ku, aku mulai membenahi semua barang yang di tinggal kan oleh kedua orang tua ku, aku berniat untuk merombak tata letak perabotan rumah yang membuat ku mengingat semua momen di masa lalu, sesaat kemudian suara ketukan pintu membuat ku mengehentikan kegiatan ku, aku beranjak menuju pintu depan untuk mencari tahu siapa yang datang menemui ku


" Arbi !! " ucap ku kaget


" kamu masih marah pada ku? " ucap nya sambil menatap aku, aku hampir terhipnotis lagi dengan keindahan wajah nya, aku memang masih menyukai nya belum ada yang bisa menggantikan perasaan ku untuk dia


" Tidak, untuk apa aku marah? " jawab ku pura-pura


" Maaf ya sayang, Lita mantan kekasih ku tapi dia belum bisa move on dari ku " ujar Arbi, mungkin maksud nya memberi penjelasan padaku.


" Di kira aku masih bodoh seperti tadi siang, dia bilang gadis itu mantan kekasih nya, tadi saja dia bilang aku hanya tetangga nya di depan gadis itu, huh dasar pecundang!! " ucap ku dalam hati


" ya terserah kamu Arbi aku tidak perduli, siapa pun dia sudah bukan urusan ku! " ujar ku pura-pura tegas padahal hati tidak rela


" Jangan seperti itu sayang, aku minta maaf " ucap Arbi memohon


" Apa yang perlu ku maaf kan? Kamu hanya tetangga ku, sampai kapan pun kamu tetangga ku !!! tidak akan ada lebih dari itu " Puas aku mengatakan itu pada nya


" Jangan sombong Nuvia, aku ingin menjadikan kamu kekasih ku pun hanya karena melihat wajah mu yang cantik, siapa juga laki-laki yang mau jika sudah mengetahui tentang kelakuan orang tua mu " ucap Arbi yang kini justru menghina ku


" Lalu, untuk apa kau masih berdiri di sini, bukan kah kau sudah tahu kelakuan orang tua ku! " ucap ku kesal


" Jangan pernah menyesal kamu mengabaikan aku Nuvia, banyak gadis yang ingin menjadi kekasih ku, untung saja tidak ada yang tahu tentang hubungan mu dan aku kemarin, kalau saja ada yang tahu hancur sudah reputasi ku " Arbi berkata sambil melangkah dengan cepat menuju kendaraan bermotor milik nya


Aku masuki ruang kamar ku, aku menangisi semua hinaan yang Arbi katakan padaku.


Aku hina bukan karena kelakuan ku, dan kenapa orang-orang di sini sangat membenci orang tua ku?


Aku akan membuktikan bahwa gadis yang sekarang kalian hina, akan membalikkan keadaan.


Lihat lah mungkin sekarang orang-orang menyuruh putra putri nya untuk menjauhi ku, tapi esok para orang tua justru berusaha membuat anak nya agar seperti aku, aku berjanji.


🌸🌸


Sudah satu Minggu dari kejadian Arbi menghina ku, sekarang saat nya pengambilan ijazah SMA ku, sekaligus perpisahan sekolah kami.

__ADS_1


Aku sudah mengenakan kebaya anggun milik mama ku, aku pun memoles wajah ku dengan sentuhan makeup mama, yang mama tinggalkan.


Aku di jemput oleh sahabat ku Ilham, dia sedari pagi sudah berkunjung ke rumah ku untuk mengajak ku ke salon langganan mama nya, tapi aku tidak mau merepotkan Ilham, maka aku memakai apa yang ada saja, tidak perlu repot-repot.


" Mari berangkat " ucap ku membuat Ilham yang sedang menundukkan kepala nya sambil menatap ponsel seketika mendongak.


illham tak berkedip Melihat penampilan ku, rambut yang biasa ku kuncir kuda, sudah ku gerai sedikit Curly di ujung ny, tidak lupa ku sematkan aksesoris penjepit rambut agar terlihat lebih anggun, makeup tipis dengan warna lipstik soft membuat ku tidak kehilangan jati diri sebagai anak SMA


" ILHAM " ku keras kan suara ku membuat Ilham terkesiap kaget


" Kamu cantik sekali Nuvia Anggasari " mata Ilham masih saja memandang ku takjub


" Sudah lah nanti kita terlambat " aku menggandeng tangan Ilham, dan dia tersenyum kaku sambil menatap ku


" Vi kenapa kamu bisa berubah seperti ini? " tanya Ilham masih saja terpesona dengan penampilan ku


" Apa yang berubah sih aku tidak mengerti " jawab ku


" Kamu berbeda hari ini, very beautiful " ujar Ilham mulai menggombal


" Dari lahir aku sudah cantik, bahkan kamu tiga tahun mengejar cinta ku kan? hahha " ejek ku


" Setidaknya kamu salah satu prioritas ku yang ingin ku bahagia kan " ucap ku sambil tersenyum


" Gapai lah bahagia mu, baru Kamu bahagia kan orang lain " ujar Ilham menasehati


" Terima kasih Ilham " ucap ku


Setelah perbincangan itu, Ilham hanya terdiam aku tidak tahu apa yang sedang di fikirkan nya.


" Vi, jika aku dan Ester tidak ada di dekat mu, berjanji lah pada ku, bahwa kamu akan menjaga diri mu dengan baik " ucap Ilham bersuara


" Jangan melangkah jika kamu ragu dan jangan berhenti ketika kamu sudah memulai nya " ucap Ilham


" Kamu akan bertanggung jawab pada dirimu sendiri, maka kamu harus tenang dalam mengambil keputusan yang terbaik, jangan tergesa .. apalagi saat emosi menguasai mu biarkan ia pergi barulah kamu membuat keputusan " lagi ilham memberi aku masukan

__ADS_1


" Baik Ilham terima kasih sudah bersama-sama dengan ku tiga tahun ini " ucap ku sambil menatap Ilham dan di balas senyum mengembang oleh Ilham.


Kami masih dalam perjalanan menuju sekolah yang sedikit lagi sampai, Aku masih mencermati kata-kata dari ilham, aku sudah berjanji akan menjadikan diri ku lebih baik dari yang kemarin, biarlah nama orang tua ku yang sudah tercoreng setidaknya masih ada waktu untuk ku membersihkan nya dengan kemampuan yang Allah SWT anugerah kan kepada ku .


♥️♥️♥️


Riuh para siswa siswi dari berbagai jurusan berkumpul menjadi satu dalam Gedung serba guna yang terdapat di seberang sekolah ku, kami saling berfoto, bercerita tentang masa depan, dan disana aku tidak melihat sahabat ku Ester, aku mengedarkan pandangan ku tak ada tanda-tanda Ester ada di sana


" Ilham aku ingin menghubungi Ester aku keluar sebentar, disini sangat berisik " ujar ku pada ilham dan di angguki oleh nya.


Aku membuka tas kecil yang ku genggam, ku ambil ponsel dan menggeser layar nya untuk mencari kontak sahabat ku


Suara sambungan berkali-kali di abaikan oleh nya


ku coba untuk yang ke dua kali nya, tetap tak ada jawaban dari Ester, aku terus berjalan menyusuri area gedung yang terdiri dari dua gedung yang sama persis, satu gedung di gunakan untuk kami para siswa yang sedang mengadakan wisuda dan gedung satu nya sedang ada acara tersendiri


" Apa Ester dalam perjalanan? " batin ku berbicara


" Aku akan menunggu di sini saja " ujar ku pada diri sendiri


Sudah 15 menit terlewatkan oleh ku, acara pun hampir di mulai aku masih tetap berdiri di pintu kedatangan para siswa dan keluarga nya.


" Kenapa masih di sini " ujar seorang pria berada di belakang ku dengan ketus


" Masalah mu apa jika aku di sini? " ujar ku tak mau kalah


" Bukan kah kamu siswi yang akan di wisuda? dan di sini bukan tempat mu " ujar sang pria yang melipat tangannya di dada


Aku mengedarkan penglihatan ku pada sekeliling ku "benar ko, tidak ada yang salah " fikirku dalam hati


" Sudah sadar " tanya nya lagi


" Maksud nya bagaimana sih pak, aku tidak paham " ujar ku pada pria itu yang membuat ku pusing


" Coba kamu teliti apa orang-orang di belakang mu benar teman-teman mu? " ucap nya, yang refleks aku perhatikan satu persatu wajah orang di sana. " kenapa jadi berubah dewasa, kemana siswa yang lain " aku berfikir keras dalam hati, karena dari segala bentuk dekorasi nya sangat mirip dengan gedung yang aku masuki tadi bersama Ilham

__ADS_1


🌼🌼🌼


TBC


__ADS_2