
Dipta dan mama hafidz masih berbincang di tempat tadi, kemudian hadir sang asisten yang sedari tadi memperhatikan interaksi kedua orang berbeda usia itu dengan langkah cepat
" Permisi pak maaf .. putra bapak sudah siap untuk meninggalkan sekolah, seperti nya sedang menunggu kedatangan bapak di gerbang sana " ujar Ferry yang bicara formal jika ada orang lain yang bersama Dipta, sambil menunjukkan sosok Nuvia bersama dua orang putra nya ....
" Baik fer .. terima kasih. " balas Dipta pada Ferry dan menyuruh nya kembali ke tempat semula dia berada.
kemudian Dipta menatap bola mata wanita paruh baya yang ada di hadapan nya, Dipta menegakkan tubuh nya sambil tersenyum,
" Bu .. terima kasih atas perhatian dan informasi yang ibu berikan pada saya, saya akan melakukan yang terbaik untuk Nuvia, dan saya mohon.. ibu harus yakin bahwa semua akan indah pada waktunya, saya akan doakan yang terbaik... saya undur diri Bu. Assalamualaikum" Dipta memegang tangan mama hafidz dan mencium punggung tangan nya .. kemudian pergi meninggalkan mama hafidz yang masih terduduk sambil menarik napas panjang nya
" wa'aalaikumsalam wrwb " ucap mama hafidz pelan
( ada apa yaaaah ??? )
Gerbang sekolah 🏫🏫🏫
Dipta dengan semangat menjemput sang putra, karena ini pertama kali ia akan menghabiskan waktu bersama putra satu-satunya itu
" Daddy " Arkan yang tampak antusias melihat kedatangan sosok Dipta, berlari mendekati dan langsung memeluk ayah kandung dari kakak nya
" Hai boy .. bagaimana sekolah mu? apa Arkan sudah bisa membaca sekarang? " Dipta menyambut pelukan Arkan dengan tawa nya yang gemas melihat tingkah bocil berusia tiga tahun itu
" no.. i can't " jari telunjuk Arkan bergoyang menandakan bahwa ia belum bisa membaca
" waw!! you can speak English Arkan?? " tanya Dipta yang terkejut mendengar penuturan Arkan
" yaaa .. just a little " ( ya .. hanya sedikit ) jawab Arkan memperlihatkan jari kelingking nya yang kecil, membuat Dipta semakin tertawa lepas
" Apa Daddy akan membawa mas dilga? " Arkan terlihat murung, entah karena arkan tidak bersama sang kakak hari ini atau Karena ia tidak di ajak
" Daddy hanya ingin mengajak mas dirga sebentar ya Arkan .. boleh yaaa " Dipta mengelus kepala Arkan kasihan melihat putra hafidz yang tampak bersedih
" Bunda bilang.. Alkan halus temani bunda, jadi maaf Daddy .. Alkan tidak bisa ikut Daddy " ujar nya percaya diri padahal Dipta memang tidak ada niat membawa nya .. karena Dipta yakin juga .. Nuvia tidak akan mengijinkan
__ADS_1
" Ya .. nanti kalau kamu sudah sebesar mas Dirga .. kamu akan ikut Daddy bermalam ya? " Dipta kemudian berdiri dan menggenggam tangan kecil itu, menghampiri Nuvia yang sedang bersama Dirga sedang memperhatikan interaksi mereka
" Hai boy !! " sapa Dipta pada putra tunggal nya yang sedang menggenggam tangan sang ibu
Dipta melepas genggaman tangan mungil Arkan, lalu merentangkan kedua tangannya untuk membiarkan anak tunggal nya menyambut
Dirga menghampiri tanpa kata apapun, ia langsung memeluk sang ayah setelah Nuvia menyuruh nya
" Kenapa boy? apa tidak senang bermalam bersama Daddy? " Dipta merasa putra nya justru tidak menunjukkan antusias layak nya Arkan
" Apa bunda dan Arkan tidak ikut bersama kita? " tanya Dirga yang khawatir dengan bunda dan adik nya jika ia tinggalkan
" Bunda belum bisa ikut bersama kita sayang .. jika ayah hafidz sudah kembali, barulah bunda bisa ikut bersama Arkan dan ayah hafidz juga "
Dipta bingung cara menjelaskan hubungan antara dia dan Nuvia pada bocah berusia lima tahun.
" Mas Dilga.. nanti aku akan ikut kalau sudah sebesal mas Dilga.. " si bocil Arkan nyelonong masuk dalam perbincangan ayah dan anak kandung itu
" apa benar? " tanya Dirga menatap adiknya, lalu di angguki oleh adik nya sebagai jawaban
" Siap mas " balas Arkan dengan gerakan hormat pada kakak nya, membuat semua yang melihat tertawa, tidak terkecuali Nuvia ...
Dipta baru kali ini melihat senyuman terbit di bibir Nuvia , setelah sekian lama Nuvia tidak pernah menunjukkan senyuman nya pada Dipta .. hanya kaku dan dingin yang biasa Nuvia perlihatkan selama ini
" boleh bicara sebentar? " Dipta menatap Nuvia
" ya " jawab Nuvia singkat dan memalingkan wajah dari tatapan Dipta
Dipta menghampiri Nuvia was-was, ia sangat takut jika Nuvia akan marah jika di dekati olehnya
" emmmm.. terima kasih kamu sudah merawat anak ku dengan baik, maaf jika hari ini Aku egois, aku akan membawa Dirga sekarang, esok pagi akan aku antar langsung ke sekolah juga " ucapan Dipta sangat hati-hati,, Dipta lebih bisa berhadapan dengan hafidz dari pada dengan Nuvia, karena membuat jantung nya tidak aman jika berhadapan dengan mantan kekasih nya itu
" pakaian dan kebutuhan Dirga ada di dalam tas ini " hanya itu jawaban Nuvia... ia tidak peduli dengan kata-kata yang sudah di rangkai oleh Dipta dengan susah payah..
__ADS_1
Dipta seperti mati kutu jika berhadapan dengan Nuvia
" oh .. ok .. terima kasih " Dipta menyambut sebuah tas yang di berikan Nuvia
Nuvia menghampiri putra sulung nya dan memberikan nasehat agar Dirga tetap berlaku sopan jika nanti bersama ayah kandung nya agar tidak meminta macam-macam nanti nya di sana
Dipta pun pamit pergi bersamaan dengan Ferry sang asisten dan juga Dirga si putra mahkota
" Dadah mas Dilga " Arkan melambaikan tangan pada mobil mewah yang membawa kakak nya
" hati-hati Daddy dan mas Alkan " lagi-lagi bocil tiga tahun itu terus berceloteh, padahal mobil yang di tumpangi sang kakak sudah menjauh
" Ayo nak .. kita pulang " ajak Nuvia pada si bungsu yang masih setia berdiri sambil melambaikan tangan
" bunda sedih ya? " tanya Arkan melihat mata bunda nya memerah dan terlihat genangan di sudut nya
" Tidak sayang .. " jawab nuvia tersenyum
Sangat berat untuk nuvia melepaskan Dirga, meskipun sebentar, rasa nya Nuvia tidak sanggup..
apalagi Dirga sekarang bersama ayah kandung nya, Nuvia takut Dirga merasa nyaman dengan Dipta dan akan meninggalkan Nuvia .....
*
Nuvia melajukan sepeda motor nya dengan pelan, ia terus menetes kan air mata tanpa suara, ia berusaha kuat karena masih ada mahluk kecil lain nya yang butuh kasih sayang Nuvia juga ..
Arkan bersenandung selama perjalanan menuju rumah, membuat hati Nuvia menjadi sedikit lebih tenang ..
memang Arkan sangat menggemaskan, bocah tiga tahun yang tidak fasih menyebut huruf R itu memberi warna sendiri dalam kehidupan Nuvia
ada saja kelucuan nya yang membuat Nuvia tertawa lepas,
sangat berbeda dengan sang kakak .. Dirga memiliki sifat pendiam dan mengalah .... mungkin karena dia tahu bahwa dia seorang kakak .. dan Dirga sangat senang dengan dunia militer seperti hafidz
__ADS_1
*
Lanjut???