
Sudah tiga hari berturut-turut aku mengikuti beberapa test untuk menjadi calon flight attendant atau biasa disebut pramugari, hari ini adalah test terakhir yang harus aku jalani yang sebelumnya dua test sudah ku lewati dengan nilai sangat baik. Test hari ini yaitu test psikologis seperti kesehatan mental, atau phobia terhadap sesuatu, mungkin di antara nya phobia ketinggian dan laut ( semua test yang ada. di cerita ini hanya karangan saya ya readers )
Aku berharap dengan cemas menunggu hasil, tidak terasa waktu sudah menjelang sore, biasa nya supir yang biasa menjemput mba Feni lah yang menemani ku untuk test di Jakarta, tapi kali ini tidak aku berangkat seorang diri menggunakan bus angkutan
Hasil yang ku tunggu sedari tadi pun di umumkan oleh pihak HRD dan bersyukur aku salah satu yang lolos dalam seleksi tersebut, bahagia tak terhingga karena aku akan menyandang status baru yaitu seorang pramugari yang akan membuat keluarga besar ku pasti bangga.
Aku memasuki ruangan yang disana sudah ada seorang gadis yang kemungkinan besar juga telah lolos test yang sama dengan ku, kami duduk berdampingan dan di beri arahan bahwa aku dan gadis itu harus mengikuti lesson selama satu Minggu untuk mempelajari beberapa jenis pesawat dan tugas para kru pesawat, dan kami di arahkan agar besok langsung menemui ibu Feni kristiani selaku chief officer security di Mess Pramugari junior dan pasti nya aku tahu siapa orang nya
" Kenalkan aku Nuvia " kepercayaan diri ku sudah timbul sekarang
" Desti " jawab gadis itu
" Kita masuk batch 78 ya? " tanya ku pada Desti
" iya " jawab nya singkat
Apa harus sedatar itu yah kalau sudah jadi pramugari? bukan kah harus nya ramah? fikiran ku bertanya-tanya.
.
Seperti nya dia tidak asik di ajak berteman sebaik nya aku pulang saja memberi tahu pada mba Feni dan Mba Endah kalau aku sudah lulus
" Permisi mba Desti, saya duluan " pamit ku dan tak ada sahutan dari nya
Aku berjalan menyusuri gedung kantor dirgantara, sesekali aku menyapa beberapa orang yang melintas di sana, itu lah yang membedakan kami dengan karyawan lain nya, kami harus ramah dan menyapa siapa pun yang melintas di hadapan kami
Aku keluar lift dan akan menuju pintu keluar kantor, tidak sengaja berpapasan dengan dua orang pria dengan setelan rapi, aku membungkuk dan memberi salam
" Selamat siang " ujar ku dan hanya di jawab senyuman oleh salah satu nya
Dan pria yang satu sedang memainkan ponsel jadi tidak fokus pada salam ku
" Seperti kenal " ujar satu pria saat aku sudah membelakangi mereka
" Siapa " Jawab teman nya
" Entahlah Dipta, aku seperti pernah melihat nya " ujar. teman nya
Mereka adalah Dipta dan sang asisten Ferry
mungkin Dipta akan mengenal ku jika dia melihat ku, tetapi karena dia sedang sibuk dengan gawai nya maka Dipta tidak memperhatikan aku
**
Aku sudah di dalam bus angkutan menuju kota Tangerang, banyak pasang mata yang memperlihatkan aku, Mungkin karena penampilan ku yang sangat. mencolok dengan makeup nyaris sempurna
Tidak lebih dari dua jam bus yang ku tumpangi menepi pada salah satu halte yang sudah aku katakan pada kondektur bus , aku menuruni bus dengan. hati-hati karena sepatu yang ku kenakan cukup tinggi
Dari halte bus aku harus lagi menaiki ojek pangkalan yang akan mengantar ku tepat di depan kost mba Feni
" Bandara mas ya pak " ujar ku memberi tahu bapak pengemudi
" ya nona " jawab nya
__ADS_1
Dua puluh menit aku sampai tujuan ku, yaitu kost putri bandara mas, aku membayar jasa ojek lalu memasuki rumah kost dengan hati gembira
" Mba Feni " aku berlari menghampiri nya yang sudah ku lihat dari pagar luar , aku memeluk nya erat agar ia merasakan juga. kebahagiaan ku
" Terima kasih mba, Aku lulus mba " ujar ku terharu
" waaaahhhh, selamat Nuvia " mba Feni membalas pelukan ku
" Ada apa berisik sekali " ujar mba Endah yang baru saja tiba di depan pagar kost
" Si bocil nih lulus jadi F.A " terang mba Feni antusias
" oyah? masuk Mess dong? " tanya Mba Endah
" oiya mba Fen, aku di arahkan menemui mu besok, tapi Hari ini aku sudah menemui duluan hihihi " ujar ku menertawakan diri ku sendiri
" Kau beruntung berarti mengenal ku " ujar mba Feni bangga
" iya mba sangat beruntung, terima kasih juga mba Endah aku sudah di temani dan di arahkan dengan baik " ucap ku bersyukur
" Jangan lupa untuk traktir kami kalau sudah resmi terbang dan. mendapatkan gaji " ucap mba Endah
" Siap mba " ucap ku setuju
Kami berbincang bertiga, tertawa dan saling mengejek
Seperti nya kecanggungan ku sudah sedikit memudar mungkin efek percaya diri karena sudah memiliki pekerjaan.
" Tidur lah di kamar ku, aku tidak pulang malam ini " ujar mba Endah pada ku
" Kau akan ke club' lagi? " tanya mba Feni
" Ya kenapa? kau mau ikut? " tanya balik mba Endah
" mau, ajak lah Nuvia untuk merayakan keberhasilan nya " ajak mba Feni
" Kau harus menjaga nya disana jika mengajaknya. " ujar Endah kurang setuju
" Tenang saja, aku bawa panji untuk mengawasi nya " terang mba Feni
" Terserah kau saja " ujar Endah malas
" Nuvia !! ikut lah bersama kami nanti, kita pesta malam ini " ujar mba Feni sambil menggoyang kan badan nya
*** Club' Milenas ***
Suara dentuman musik keras mengganggu pendengaran ku, kepala ku Rasa nya berputar saat melihat lampu yang saling berkedip dari temaram yang mendominasi
" Nikmati saja Nuvia kau akan terbiasa nanti " ujar mba Feni
Terlihat mba Endah yang sedang berbincang dengan sosok pemuda yang entah siapa di sudut ruangan
Aku menduduki kursi melingkar di temani mas Panji yang sedang menikmati minuman , kami berbincang ringan tentang kehidupan di dunia malam yang aku baru mengetahui nya
__ADS_1
Feni dan Endah sedang sibuk dengan lawan bicaranya masing-masing, tiba ada seorang pemuda menghampiri ku dengan senyum yang sangat manis
" Hai beb, turun yu " dia menadahkan tangan nya agar ku gapai, sambil menyentuh dagu ku
" No! " tepis mas Panji pada tangan pemuda itu
" Santai bro " bukan melangkah pergi justru pemuda itu makin mendekati ku dan menarik paksa tangan ku
" Lo yang santai ! lihatlah dulu jika ingin mengajak wanita " Panji sudah gerah, mungkin efek alkohol yang dia minum membuat nya lebih emosional
" LO SUPIR, GA USAH SO JADI MAJIKAN " ujar pemuda dan langsung dapat bogem mentah Panji
" Bugh "
Si pemuda tidak Terima, ia pun menendang meja yang berada dekat ku,
" Brak .... praang " meja bergeser membuat botol dan gelas yang ada di atas nya berhamburan
" Aaaaaa " aku berteriak takut melihat keributan dan meja juga benda yang berada diatas nya melayang di depan wajah ku. bersamaan itu " Nuvia " aku terkejut saat ada tangan kekar yang menarik ku dan tubuh ku terhempas menabrak dada bidang nya. Aku mendongak ingin melihat siapa yang menarik sekaligus menyebut nama ku
" Are you ok? " tanya nya
" Ya aku tidak apa-apa " ku jawab sambil mengingat siapa pria ini
" Keluar lah dari tempat ini, untuk apa juga kamu kemari? " ujar nya yang masih belum ku kenali karena ruangan yang kurang pencahayaan
Di tempat ku bersama mas Panji tadi sudah di penuhi para pengunjung dan petugas keamanan club' pemuda tadi bersama mas Panji berhasil di bawa keluar ruangan dan beberapa karyawan club' sigap membersihkan sisa keributan
" Nuvia ada apa? " panggil mba Feni menghampiri ku
" Pak Dipta?? " ujar mba Feni saat melihat sosok pria yang bersama ku
" Seperti pernah mendengar nama nya " fikir ku
" Bawa Nuvia keluar, tunggu saya di area parkir, aku akan menyelesaikan masalah supir mu dulu ! " ucap Dipta di angguki oleh mba Feni barulah aku menyadari siapa Dipta itu
" huh Panji bodoh !! " mba Feni sangat kesal, harus nya ia bersenang-senang justru akan kena teguran oleh atasan nya pasti
" Mba Feni kenal laki-laki tadi? " tanya ku
" Dia direktur umum di kantor ! , nanti juga kau akan mengenal nya " ucap mba Feni sambil menggiring ku keluar menuju area parkir
" Tapi pak Dipta sempat menyebut nama mu, apa kau mengenal nya? " selidik mba Feni
" Aku mengenal nya mba, sewaktu aku di Bogor " ucap ku jujur .
" Bagus lah semoga dia tidak menegur ku nanti nya " harap mba Feni
Sampai sini dulu yaaa
efek PMS jadi kurang fit
jangan lupa like and koment nyaa
__ADS_1
🌼🌼🌼
TBC