
Mentari sudah tidak malu menunjukan sinar nya , memasuki celah jendela kamar ku , ku buka perlahan kelopak mata ku saat ada beberapa sinar yang menyilaukan indera penglihatan ku.
" Silau sekali " tangan ku menutup pantulan sinar yang menyakiti penglihatan ku .
Kaki jenjang ku menuruni ranjang kayu yang sudah lapuk , ku langkahkan menuju ruangan lain di area rumah ku , " mengapa masih sepi , bukan kah mama sudah pulang? " aku bertanya dalam hati.
Aku melangkah kembali ke kamar ku untuk mencari ponsel ku , aku ingin menghubungi mama , kemarin mama tidak bisa di hubungi karena ponsel nya di sita polisi , mungkin sekarang tidak , karena mama sudah di bebas kan .
" Tidak aktif " aku berucap sendiri pada ponsel ku , aku tidak ingin menghubungi papa ku , karena pasti papa. akan memaki ku , setelah kejadian kemarin di kantor polisi aku menghina adik nya .
ku sandar kan kepala ku pada sofa usang , memikirkan dimana mama ku berada , tidak lama Suara dering ponsel ku berbunyi nyaring , ku lihat Ester menghubungi ku .
" Hallo Ester " sapa ku pada sahabat ku
" Hallo Vi , sudah lebih baik belum ? , kenapa tidak masuk sekolah lagi ? " tanya Ester
" Ya Allah " Aku menepuk kening ku cepat , aku lupa jika aku harus ke sekolah
" Aku kesiangan Ester " ucap ku panik
" Kamu tidak pasang Alarm di ponsel mu? " tanya Ester
" Tidak , aku sungguh lupa " ujar ku putus asa
" Yaa sudah , selepas sekolah aku akan mengunjungi mu Vi ,kamu tidak keluar rumah kan hari ini? " ujar Ester
" Tolong izin kan aku pada wali kelas " pinta ku pada Ester
" Aku hanya di rumah saja hari ini , ku tunggu kedatangan mu di rmh " lanjut ku .
" Baik Vi nanti aku sampai kan " ucap Ester
" Terima kasih Ester " ucap ku sambil memutuskan panggilan telepon dengan nya.
**
Aku masih sendiri di rumah ini , ku hubungi lagi nomor ponsel mama ku , tetap hanya sambutan operator yang ku dapat .
" Huh , aku lelah dengan semua ini " ucap ku pada diri sendiri.
Aku teringat dengan sosok pemuda yang kemarin menyatakan cinta nya pada ku , ku coba menghubungi nya tapi tidak di jawab oleh nya .
" Arbi sedang di sekolah , pasti di silent nada dering nya " fikir ku , aku sempat tersenyum membayangkan kejadian kemarin , saat Arbi bersama ku saat Arbi mengeluarkan kata-kata cinta nya padaku .
" Aku jatuh cinta " monolog hati ku .
Karena bosan akhirnya aku kembali ke kamar ku , mendarat kan bokong ku pada kursi belajar , membuka satu persatu buku pelajaran ku .
Senin depan aku sudah menjalankan ujian Nasional , aku harus mempersiapkan semua materi pembelajaran ku .
Aku terus berkutat dengan buku pelajaran ku , tidak terasa perut ku berteriak ingin di isi .
Lalu aku beranjak dari kamar menuju dapur yang bersebelahan dengan kamar ku.
Ku buka lemari pendingin , mungkin ada bahan makanan yang bisa ku olah menjadi makanan.
Dan ternyata tak ada apapun disana , hanya botol air mineral yang itupun sudah banyak yg kosong.
__ADS_1
" Aku makan apa ? " fikiran ku sedikit kalut karena memang aku tidak punya uang , dan aku tidak memiliki apapun untuk ku makan.
" Aku ke rumah Tante titik saja , siapa tahu beliau bisa memberikan aku sedikit makanan " ujar ku
Aku membersihkan diri , berniat akan mengunjungi kakak kandung mama ku , dengan semangat aku menyusuri jalan samping rumah ku , berharap aku bisa menumpang makan di rumah nya . Tante ku tinggal tak jauh dari hunian ku , hanya melewati beberapa rumah akan sampai.
Tiba lah aku di hunian Tante titik , terlihat Tante ku sedang berkutat dengan pakaian yang akan di setrika.
" Assalamualaikum Tante " salam ku padanya
" Wah kebetulan Vi , bantu Tante setrika semua pakaian ini ya ! nanti Tante beri upah " ucap nya
" iya Tante , sini biar Vi bantu " ucap ku , dengan hati sedikit ngilu .
" tuh !! semua kamu setrika yang rapih , ini milik Tante yang di keranjang milik om , semua harus rapih hari ini yah , Tante mau keluar sama om mau beli makan " ujar nya sambil menunjuk beberapa pakaian nya
" iyaa Tante " ucap ku
" Vi , ini pintu tidak perlu kau tutup biarkan terbuka seperti ini , dan ingat !!! jangan terlalu lama kau setrika nya , listrik nya mahal " ucap Tante ku sambil berlalu menghampiri suami nya , dan. pergi meninggalkan aku
Aku hampir menangis melihat perlakuan Tante ku , yang sebenarnya kakak kandung mama ku , berarti aku adalah keponakan nya , tapi kenapa memperlakukan aku seperti ini .
satu jam sudah aku menyetrika pakaian Tante ku , semua hampir beres , tiba-tiba terdengar suara mesin kendaraan yang ternyata adalah Tante ku bersama suami nya , mereka datang dengan membawa bungkusan yang ku duga adalah makanan , hati ku sedikit bahagia karena Tante ku pasti akan berbagi makanan nya pada ku .
" Sudah beres Vi? " tanya Tante ku
" Sedikit lagi " aku jawab sembari tangan ku masih sibuk mengerjakan pekerjaan itu
" Pah , makan dulu " ucap Tante ku pada suami nya sambil menyuguhkan beberapa lauk dan nasi
Mereka makan bersama dengan nikmat nya , tanpa perduli pada ku yang sedang kelaparan .
" ya sudah , biar saja semua tetap di situ , Tante ngantuk nanti akan Tante rapih kan setelah bangun tidur nanti " dia menjawab sambil melangkah memasuki kamar nya , dan sang suami sedang menghadap pada komputer , mungkin mengerjakan urusan kantor nya .
Aku hanya berdiam diri , aku tidak berani menanyakan upah yang Tante ku janjikan , akhirnya Aku menduduki salah satu kursi yang berada dekat suami Tante ku sedang bekerja .
" sedang mengerjakan apa om ? " tanya ku basa basi
" Kerjaan kantor Vi , oya .. mama mu sudah selesai urusan nya ? , bagaimana akhir nya ? pasti papa mu sudah menceraikan mama mu yah ? " tanya om ku
" Tidak tahu om " jawab ku
" huhu pertanyaan macam apa itu , apa pantas bertanya itu pada ku ?? " ujar ku dalam hati yang sedikit kesal .
Dering ponsel membuyar kan lamunan ku , ku lihat ada nama sahabat ku di layar ponsel.
" Hallo Ester " ucap ku
" Vi dimana ? aku di depan rumah mu " jawab Ester pada sambungan ponsel ku
" Aku di rumah Tante ku , dekat dengan rumah ku , tunggu lah di sana , aku akan menemui mu " ucap ku pada Ester
Dan akupun mengakhiri panggilan.
" Om , Vi pamit pulang dulu tolong sampai kan pada Tante titik " pamit ku pada om ku
" Ya " jawab nya cepat tanpa menoleh pada ku
__ADS_1
Aku berjalan dengan cepat ke arah rumah ku , tanpa. melihat pandangan ke kanan kiri
" Bruk .. Aww " aku menabrak tubuh seseorang
" Hai Vi " ujar orang itu
" Arbi , maaf aku tidak sengaja " ucap ku sambil menunduk kepala
" Tidak apa-apa , kamu habis setrika pakaian ya di rumah itu " tunjuk Arbi pada rumah Tante ku
" mmmm .. iya , bagaimana kamu tahu ? " heran aku kenapa dia bisa tahu
" Aku melintas tadi , dan ku lihat kamu sedang sibuk sampai tidak melihat ku " ujar arbi
" iya ,. Tante ku meminta bantuan ku untuk merapikan pakaian nya tadi , beliau kakak nya mama " jawab ku agar Arbi tidak mengira aku sedang menjadi pembantu di sana.
" oh begitu , ya sudah aku duluan mau ke rumah pakde ku , Di sana " tunjuk nya pada satu hunian yang cukup bagus dan Megah.
" Iyah Arbi silahkan " aku memberi jalan Arbi agar bisa melintas .
" Kenapa dia dingin sekali padaku , bukan kah aku kekasih nya? apa Arbi marah? " hati ku mulai berfikir negatif , aku terus berjalan dan terllihat Ester sedang bersama Ilham menunggu ku di depan rumah sambil berbincang .
" Hai " ujar ku pura-pura bahagia
" hai Vi " ucap Ester dan Ilham bersamaan
" Masuk yu " ajak ku pada mereka
Kami pun memasuki rumah ku yang sangat sederhana , ada rasa malu di hati ku , karena ada. Ilham yang sekarang mengetahui kondisi ku
" Vi sudah makan belum ? " tanya Ester pada ku
" su - sudah " jawab ku ragu-ragu
Ester menoleh kan wajah nya padaku , seperti sedang menyelidiki aku .
" Di tempat Tante ku tadi aku sudah makan " jawab ku membohongi Ester .
" mama dan papa mu tidak pulang Vi ? " tanya Ester pada ku , sambil menyentuh punggung tangan ku
" Tidak tahu Ter " jawab ku
" Vi aku ingin membeli sesuatu , adakah mini market terdekat dari sini ? " illham menyelak pembicaraan ku dengan Ester
" Tidak ada kalau di sekitar sini , hanya ada di ujung jalan besar dekat rumah Arbi " jawab ku , dan aku melihat perbedaan ekspresi Ilham
" Yasudah aku akan ke sana " ujar illham
" Maaf ilham , aku tidak memiliki apapun di rumah ku mama ku tidak pulang dari kemarin " ucap ku tidak enak hati
" tidak apa-apa , kamu mau ikut bersama ku ? " tanya illham
" Ah , tidak aku menunggu saja bersama Ester " Jawab ku , padahal aku mana mungkin ikut ke mini market aku saja tidak memiliki uang
" Tunggu ya , Aku akan segera kembali " ujar Ilham sambil beranjak dari tempat duduk nya dan melangkah keluar dari rumah ku .
πΌπΌπΌ
__ADS_1
TBC
bantu like and koment yaaaa ,π€π€