Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
Arti sahabat


__ADS_3

Mentari sudah tidak malu menunjukan sinar nya , memasuki celah jendela kamar ku , ku buka perlahan kelopak mata ku saat ada beberapa sinar yang menyilaukan indera penglihatan ku.


" Silau sekali " tangan ku menutup pantulan sinar yang menyakiti penglihatan ku .


Kaki jenjang ku menuruni ranjang kayu yang sudah lapuk , ku langkahkan menuju ruangan lain di area rumah ku , " mengapa masih sepi , bukan kah mama sudah pulang? " aku bertanya dalam hati.


Aku melangkah kembali ke kamar ku untuk mencari ponsel ku , aku ingin menghubungi mama , kemarin mama tidak bisa di hubungi karena ponsel nya di sita polisi , mungkin sekarang tidak , karena mama sudah di bebas kan .


" Tidak aktif " aku berucap sendiri pada ponsel ku , aku tidak ingin menghubungi papa ku , karena pasti papa. akan memaki ku , setelah kejadian kemarin di kantor polisi aku menghina adik nya .


ku sandar kan kepala ku pada sofa usang , memikirkan dimana mama ku berada , tidak lama Suara dering ponsel ku berbunyi nyaring , ku lihat Ester menghubungi ku .


" Hallo Ester " sapa ku pada sahabat ku


" Hallo Vi , sudah lebih baik belum ? , kenapa tidak masuk sekolah lagi ? " tanya Ester


" Ya Allah " Aku menepuk kening ku cepat , aku lupa jika aku harus ke sekolah


" Aku kesiangan Ester " ucap ku panik


" Kamu tidak pasang Alarm di ponsel mu? " tanya Ester


" Tidak , aku sungguh lupa " ujar ku putus asa


" Yaa sudah , selepas sekolah aku akan mengunjungi mu Vi ,kamu tidak keluar rumah kan hari ini? " ujar Ester


" Tolong izin kan aku pada wali kelas " pinta ku pada Ester


" Aku hanya di rumah saja hari ini , ku tunggu kedatangan mu di rmh " lanjut ku .


" Baik Vi nanti aku sampai kan " ucap Ester


" Terima kasih Ester " ucap ku sambil memutuskan panggilan telepon dengan nya.


**


Aku masih sendiri di rumah ini , ku hubungi lagi nomor ponsel mama ku , tetap hanya sambutan operator yang ku dapat .


" Huh , aku lelah dengan semua ini " ucap ku pada diri sendiri.


Aku teringat dengan sosok pemuda yang kemarin menyatakan cinta nya pada ku , ku coba menghubungi nya tapi tidak di jawab oleh nya .


" Arbi sedang di sekolah , pasti di silent nada dering nya " fikir ku , aku sempat tersenyum membayangkan kejadian kemarin , saat Arbi bersama ku saat Arbi mengeluarkan kata-kata cinta nya padaku .


" Aku jatuh cinta " monolog hati ku .


Karena bosan akhirnya aku kembali ke kamar ku , mendarat kan bokong ku pada kursi belajar , membuka satu persatu buku pelajaran ku .


Senin depan aku sudah menjalankan ujian Nasional , aku harus mempersiapkan semua materi pembelajaran ku .


Aku terus berkutat dengan buku pelajaran ku , tidak terasa perut ku berteriak ingin di isi .


Lalu aku beranjak dari kamar menuju dapur yang bersebelahan dengan kamar ku.


Ku buka lemari pendingin , mungkin ada bahan makanan yang bisa ku olah menjadi makanan.


Dan ternyata tak ada apapun disana , hanya botol air mineral yang itupun sudah banyak yg kosong.

__ADS_1


" Aku makan apa ? " fikiran ku sedikit kalut karena memang aku tidak punya uang , dan aku tidak memiliki apapun untuk ku makan.


" Aku ke rumah Tante titik saja , siapa tahu beliau bisa memberikan aku sedikit makanan " ujar ku


Aku membersihkan diri , berniat akan mengunjungi kakak kandung mama ku , dengan semangat aku menyusuri jalan samping rumah ku , berharap aku bisa menumpang makan di rumah nya . Tante ku tinggal tak jauh dari hunian ku , hanya melewati beberapa rumah akan sampai.


Tiba lah aku di hunian Tante titik , terlihat Tante ku sedang berkutat dengan pakaian yang akan di setrika.


" Assalamualaikum Tante " salam ku padanya


" Wah kebetulan Vi , bantu Tante setrika semua pakaian ini ya ! nanti Tante beri upah " ucap nya


" iya Tante , sini biar Vi bantu " ucap ku , dengan hati sedikit ngilu .


" tuh !! semua kamu setrika yang rapih , ini milik Tante yang di keranjang milik om , semua harus rapih hari ini yah , Tante mau keluar sama om mau beli makan " ujar nya sambil menunjuk beberapa pakaian nya


" iyaa Tante " ucap ku


" Vi , ini pintu tidak perlu kau tutup biarkan terbuka seperti ini , dan ingat !!! jangan terlalu lama kau setrika nya , listrik nya mahal " ucap Tante ku sambil berlalu menghampiri suami nya , dan. pergi meninggalkan aku


Aku hampir menangis melihat perlakuan Tante ku , yang sebenarnya kakak kandung mama ku , berarti aku adalah keponakan nya , tapi kenapa memperlakukan aku seperti ini .


satu jam sudah aku menyetrika pakaian Tante ku , semua hampir beres , tiba-tiba terdengar suara mesin kendaraan yang ternyata adalah Tante ku bersama suami nya , mereka datang dengan membawa bungkusan yang ku duga adalah makanan , hati ku sedikit bahagia karena Tante ku pasti akan berbagi makanan nya pada ku .


" Sudah beres Vi? " tanya Tante ku


" Sedikit lagi " aku jawab sembari tangan ku masih sibuk mengerjakan pekerjaan itu


" Pah , makan dulu " ucap Tante ku pada suami nya sambil menyuguhkan beberapa lauk dan nasi


Mereka makan bersama dengan nikmat nya , tanpa perduli pada ku yang sedang kelaparan .


" ya sudah , biar saja semua tetap di situ , Tante ngantuk nanti akan Tante rapih kan setelah bangun tidur nanti " dia menjawab sambil melangkah memasuki kamar nya , dan sang suami sedang menghadap pada komputer , mungkin mengerjakan urusan kantor nya .


Aku hanya berdiam diri , aku tidak berani menanyakan upah yang Tante ku janjikan , akhirnya Aku menduduki salah satu kursi yang berada dekat suami Tante ku sedang bekerja .


" sedang mengerjakan apa om ? " tanya ku basa basi


" Kerjaan kantor Vi , oya .. mama mu sudah selesai urusan nya ? , bagaimana akhir nya ? pasti papa mu sudah menceraikan mama mu yah ? " tanya om ku


" Tidak tahu om " jawab ku


" huhu pertanyaan macam apa itu , apa pantas bertanya itu pada ku ?? " ujar ku dalam hati yang sedikit kesal .


Dering ponsel membuyar kan lamunan ku , ku lihat ada nama sahabat ku di layar ponsel.


" Hallo Ester " ucap ku


" Vi dimana ? aku di depan rumah mu " jawab Ester pada sambungan ponsel ku


" Aku di rumah Tante ku , dekat dengan rumah ku , tunggu lah di sana , aku akan menemui mu " ucap ku pada Ester


Dan akupun mengakhiri panggilan.


" Om , Vi pamit pulang dulu tolong sampai kan pada Tante titik " pamit ku pada om ku


" Ya " jawab nya cepat tanpa menoleh pada ku

__ADS_1


Aku berjalan dengan cepat ke arah rumah ku , tanpa. melihat pandangan ke kanan kiri


" Bruk .. Aww " aku menabrak tubuh seseorang


" Hai Vi " ujar orang itu


" Arbi , maaf aku tidak sengaja " ucap ku sambil menunduk kepala


" Tidak apa-apa , kamu habis setrika pakaian ya di rumah itu " tunjuk Arbi pada rumah Tante ku


" mmmm .. iya , bagaimana kamu tahu ? " heran aku kenapa dia bisa tahu


" Aku melintas tadi , dan ku lihat kamu sedang sibuk sampai tidak melihat ku " ujar arbi


" iya ,. Tante ku meminta bantuan ku untuk merapikan pakaian nya tadi , beliau kakak nya mama " jawab ku agar Arbi tidak mengira aku sedang menjadi pembantu di sana.


" oh begitu , ya sudah aku duluan mau ke rumah pakde ku , Di sana " tunjuk nya pada satu hunian yang cukup bagus dan Megah.


" Iyah Arbi silahkan " aku memberi jalan Arbi agar bisa melintas .


" Kenapa dia dingin sekali padaku , bukan kah aku kekasih nya? apa Arbi marah? " hati ku mulai berfikir negatif , aku terus berjalan dan terllihat Ester sedang bersama Ilham menunggu ku di depan rumah sambil berbincang .


" Hai " ujar ku pura-pura bahagia


" hai Vi " ucap Ester dan Ilham bersamaan


" Masuk yu " ajak ku pada mereka


Kami pun memasuki rumah ku yang sangat sederhana , ada rasa malu di hati ku , karena ada. Ilham yang sekarang mengetahui kondisi ku


" Vi sudah makan belum ? " tanya Ester pada ku


" su - sudah " jawab ku ragu-ragu


Ester menoleh kan wajah nya padaku , seperti sedang menyelidiki aku .


" Di tempat Tante ku tadi aku sudah makan " jawab ku membohongi Ester .


" mama dan papa mu tidak pulang Vi ? " tanya Ester pada ku , sambil menyentuh punggung tangan ku


" Tidak tahu Ter " jawab ku


" Vi aku ingin membeli sesuatu , adakah mini market terdekat dari sini ? " illham menyelak pembicaraan ku dengan Ester


" Tidak ada kalau di sekitar sini , hanya ada di ujung jalan besar dekat rumah Arbi " jawab ku , dan aku melihat perbedaan ekspresi Ilham


" Yasudah aku akan ke sana " ujar illham


" Maaf ilham , aku tidak memiliki apapun di rumah ku mama ku tidak pulang dari kemarin " ucap ku tidak enak hati


" tidak apa-apa , kamu mau ikut bersama ku ? " tanya illham


" Ah , tidak aku menunggu saja bersama Ester " Jawab ku , padahal aku mana mungkin ikut ke mini market aku saja tidak memiliki uang


" Tunggu ya , Aku akan segera kembali " ujar Ilham sambil beranjak dari tempat duduk nya dan melangkah keluar dari rumah ku .


🌼🌼🌼

__ADS_1


TBC


bantu like and koment yaaaa ,πŸ€—πŸ€—


__ADS_2