
Kost putri Bandara Mas -
" sejak kapan mengenal mereka? " Tanya Dipta setelah mengantar ku pulang kembali ke rumah kost
" Beberapa hari lalu " jawab ku yang cukup terkejut mengetahui bahwa dia adalah salah satu petinggi di perusahaan Dirgantara Airline
" Mengapa tidak memenuhi panggilan di Perusahaan Dip company? Bukan kah Harus nya kamu bisa bekerja di sana setelah lulus seleksi dari sekolah mu? " tanya Dipta
" Jujur saja aku mencari mu, menunggu kedatangan mu di perusahaan " ucap nya lagi
" Maaf pak, bukan maksud saya " aku tidak berani melanjutkan untuk mengatakan alasan yang sebenar nya. aku harus menjaga privacy keluarga
" Kamu sudah siap menjalani pekerjaan yang akan kamu jalani sekarang?? " tanya nya sambil menatap wajah ku
" iya pak " ucap ku yakin
" Aku sangat khawatir jika kamu berada di lingkungan seperti ini maka, aku sebagai atasan mu akan mengawasi mu dan memfasilitasi tempat tinggal mu, tidak ada bantahan " ujar Dipta yang aku belum tahu maksud nya
" Ba- Baik pak " ucap ku ragu
" Bu Feni !! " panggil Dipta
" Siap pak " jawab mba Feni sambil menghampiri aku dan Dipta
" Dimana barang-barang milik Nuvia? " tanya Dipta
" Siap, ada di kamar saya pak " jawab nya tegas
" Tunjukkan pada saya dimana kamar mu "
Feni menggiring Dipta menuju ruangan kamar nya, terlihat satu tas yang sudah terbuka dan ada beberapa pakaian di dalam nya
" Mana lagi barang bawaan Nuvia? " tanya Dipta mengedarkan pandangannya pada isi ruangan
" Siap, hanya itu saja pak ! " jawab Feni sambil berdiri tegak
" Tidak perlu terlalu formal, aku hanya seorang Dipta di sini bukan atasan mu, kamu harus bisa membedakan saat di rumah dan di kantor " ujar Dipta
Mba Feni hanya mengangguk
" Mari Nuvia ikuti saya " ucap Dipta saat keluar dari kamar kost mba Feni
" ikut lah dengan pak Dipta, Jangan persulit aku " ucap mba Feni berbisik pada ku
__ADS_1
" mba ... aku ... " aku bingung harus berbuat apa aku tidak bisa meninggalkan rumah kost ini walaupun baru beberapa hari aku di sini, aku nyaman dengan para penghuni nya.
" Pak, titip Nuvia " ujar mba Feni pada Dipta
" Besok aku menunggu mu di kantor pusat ! " ucap dipta
" siap pak "
Aku dan Dipta berjalan keluar rumah kost dan di saat itu juga aku berpapasan dengan mba Endah
Mba Endah hanya tersenyum pada ku dan membungkuk kan tubuh nya pada Dipta
" Malam pak " ucap mba Endah sambil menatap Dipta
" Hmmm " tidak keluar sepatah kata pun dari mulut nya hanya itu yang kudengar
*
Dalam perjalanan Dipta hanya mendiam kan aku, aku juga bingung ada apa sebenarnya hingga Dipta seolah marah pada ku, " apa karena aku tidak hadir ke kantor Dip company waktu itu? tapi rasa nya tidak masuk akal" hati ku bergumam
" Nuvia, malam ini aku akan membawa mu ke rumah ku terlebih dahulu, karena tidak mungkin aku mengantar kan mu ke Mess khusus selarut ini " ujar Dipta
" Mess khusus seperti apa maksud bapak? " tanya ku
" Sudah ku bilang, jangan panggil aku bapak ! " ujar Dipta kesal
" Maksud aku, bukan kah F.A junior harus nya berada di Mess yang biasa di jaga oleh Mba Feni " tanya ku hati-hati
" Tadi sudah ku katakan, ini Mess khusus kamu tidak mengerti kalau belum melihat nya " ujar Dipta
" iya ! " ku jawab singkat
" Kamu marah? " tanya nya sambil memandang wajah ku di sela mengemudikan mobil
" Tidak " jawab ku
- Hening -
Mobil yang di kemudikan Dipta berjalan menyusuri kota dengan kecepatan sedang aku tidak ingin lagi bersuara karena mata dan tubuh ku sudah sangat lelah dan tanpa terasa aku menutup kedua kelopak mata ku.
Author POV :
Dipta adalah anak yang mandiri dan pekerja keras meskipun dia terlahir dari keluarga pengusaha terpandang di kota Bogor.
di kalangan wanita, Dipta di kenal sombong dan dingin, hanya ada dua orang gadis yang mengisi hati nya, Anin yang sekarang sudah menjadi mantan kekasih nya dan Nuvia yang sekarang sedang ia perjuangkan. Dipta menyukai Nuvia sejak awal mereka bertemu di sekolah milik keluarga Dipta, Bukan hanya karena tertarik fisik nya yang cantik tapi dari kecerdasan dan kemampuan nya bertahan dari semua cobaan hidup yang Dipta kagumi dari sosok Nuvia.
Maka itu Dipta yakin di balik sifat ketus Nuvia pada nya, ada hati rapuh di dalam nya, Nuvia selalu melindungi diri dengan sikap dingin nya pada siapapun dan Dipta sudah tahu alasan nya, Dipta sudah mencari tahu kehidupan Nuvia sejak ia pertama kali melihat sosok gadis itu, meskipun di saat yang sama Dipta sedang menjalin hubungan dengan Anin, gadis pilihan kakak nya.
__ADS_1
- Kediaman Dipta -
" Nuvia, bangun lah kita sudah sampai " ujar. Dipta mengelus lengan putih Ku
" eugh " Aku menggerakkan badan ku merasakan ada sentuhan lembut dari seseorang
" masuk yu " ajak Dipta lembut
" Dimana ini? " tanya ku pada Dipta yang tidak lepas menebarkan senyum nya pada ku
" Di rumah ku " ujar Dipta lalu membuka bagasi mobil nya untuk mengambil tas besar milik ku
Aku keluar dari mobil Dipta memandang lurus ke arah rumah besar yang ada di hadapan ku
" Ada apa lagi ini? kenapa aku harus ke sini " tanya ku dalam hati
" Kamu akan aman di sini Nuvia " ujar Dipta yang tiba-tiba ada di belakang ku
" iya , lalu besok aku harus bagaimana? aku ada lesson pertama dan aku tidak ingin melewatkan itu " ujar ku sambil melangkah mengekori Dipta
" Aku sudah atur semua, kamu tahu kan aku siapa? " ucap nya sedikit Sombong
" lalu, kenapa aku harus ikut dengan mu? aku hanya karyawan mu, apa setiap pramugari junior kamu perlakukan seperti ini? " selidik ku
" Hahaha, bercanda mu tidak lucu ! " jawab Dipta membuat ku mengerut kan kening ku
" Siapa juga yang sedang bercanda " ujar ku pelan agar Dipta tidak mendengar
Kami memasuki ruangan besar yang terdapat sofa besar dan beberapa barang yang mungkin hanya orang kaya yang memiliki nya
" ini kamar mu istirahat malam ini ! " Dipta membuka satu ruangan yang biasa di gunakan oleh nya
" Terima kasih " ucap ku seraya ingin mengambil tas. yang sedari tadi Dipta pegang
" istirahat lah, jangan terlalu banyak fikiran, besok aku akan menjelaskan semua pada mu tentang teman-teman baru mu itu " ucap Dipta dan ia berlalu pergi meninggalkan aku sendirian di kamar itu
* * *
" Aku berhasil menemukan Nuvia kak, dia tinggal bersama karyawan Dirgantara Airline, bahkan Nuvia sudah lulus test pramugari " ujar Dipta terhadap sang kakak dengan hati senang melalui sambungan telepon
Dipta berbincang cukup lama dengan sang kakak hingga waktu akan menunjukkan pagi, ia pun mengakhiri sambungan dan mengistirahatkan tubuh nya pada ranjang besar yang ada dalam kamar nya
" Aku akan menjaga nya semampu ku " ucap Dipta pelan lalu menutup kedua matanya untuk pergi ke alam mimpi
🌼🌼🌼
TBC
__ADS_1