Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
perpisahan sekolah


__ADS_3

Ester menarik tangan ku sangat keras, seperti nya ia tidak suka melihat aku di seperti orang bodoh di hadapan Arbi dan pasangan nya, Ester tidak lupa menggebrak meja membuat beberapa orang disana terlonjak kaget


" Gue tandain wajah lu " jari telunjuk Ester menunjuk tepat di depan bola mata Arbi


" Heyyyy apa-apaan kamu! " gadis itu menepis jari Ester yang di tepis balik oleh sahabat ku Ester


" Lu gue saranin sadar dari mimpi buruk lu " ujar Ester pada gadis itu


Ester menoleh padaku, dan tersenyum penuh arti


" Jangan macam-macam sama sahabat gue kalau lu ga mau berurusan sama gue !!! " saat wajah nya melihat ke arah Arbi lagi.


" Ada apa ini Arbi? " Terdengar sang gadis merengek pada Arbi, sesaat setelah aku di tarik paksa oleh Ester dan tidak tahu lagi setelah nya


⭐⭐


Ester tidak berhenti mengoceh sambil melangkah cepat, padahal tadi dia seperti nya sangat kelelahan kenapa sekarang sangat bersemangat dan tidak mengenal lelah


" Jangan bodoh Vi jelas kamu lihat Arbi bermesraan dengan gadis lain, kamu malah asik menonton seperti penonton bayaran huh !! " ucap Ester yang terus saja menceramahi aku


" Aku terlalu syok, otak ku seperti berhenti berfikir, bagaimana aku sadar dengan tingkah laku ku sendiri" Bela ku pada diri sendiri


" Aku kira otak mu tidak pernah berhenti bekerja, ternyata bisa juga " ujar nya mengejek ku


" ya ya ya aku terlalu bodoh masalah cinta " ungkap ku


" Sudah tahu bodoh kenapa masih saja kamu jatuh cinta pada modelan laki-laki seperti itu " ujar Ester


" Bukan kah sudah ku peringat kan sebelum nya " ocehan Ester tidak berhenti


" Sudah lah terlalu hebat laki-laki seperti Arbi jadi bahan perbincangan kita " aku potong pembicaraan masalah Arbi agar Ester mengakhiri ocehan nya


" Tidak perlu kamu sebut nama nya di depan ku, buat ku bad mood saja! " kesal Ester


" jangan-jangan kamu suka ya sama dia hahaha " aku tertawa mengejek Ester walaupun hatiku sakit


" Haaiiisss bukan level ku !!! " ucap Ester lalu menggiring ku ke area parkir dan kami melesat pergi dari tempat itu


**


" Apa kau melihat Nuvia dan sahabat nya kesini Bi?? " tanya Ilham pada Arbi yang sedang termenung di sudut meja kantin sekolah nya


" Nuvia marah pada ku lebih tepatnya sahabat nya marah besar pada ku " ucap Arbi tanpa memandang Ilham


" Apa yang terjadi? Apa Vi melihat kau bersama lita " tanya illham geram


" Ya dia melihat nya, aku tidak bisa menolak perlakuan lita, bahkan Nuvia melihat semua yang lita lakukan pada ku " ujar arbi memberanikan menoleh pada ilham


" Dasar bodoh!! "


" Aku dan Ester sangat menjaga hati Nuvia akibat perpisahan orang tua nya yang kau pun tahu itu, tapi dengan seenaknya kau hancur kan begitu saja " ucap Ilham yang kecewa pada sahabat nya

__ADS_1


" Aku sudah katakan selesai kan urusan mu dengan Lita, jika ingin berhubungan dengan Nuvia, tapi waktu yang ku berikan tidak kau manfaat kan dengan baik "


ujar ilham


" Cukup keluarga nya saja yang menyakiti nya, ternyata aku tidak menyangka, kau yang ku anggap sahabat justru menambah kan luka pada hati nya "


ujar Ilham langsung beranjak tanpa mendengar penjelasan apapun lagi dari Arbi


🌸


" Vi, kita akan kemana setelah ini? " tanya Ester sambil mengemudi sepeda motor nya


" Pulang saja " ujar ku


" Kamu yakin? apa kita jalan-jalan sebentar atau seperti biasa kita gunakan voucher mekdi dari kakak ku untuk makan siang sambil cuci mata? " tawar Ester


Ester mempunyai satu kakak laki-laki yang sangat menyayangi nya, kakak nya Bekerja di restoran cepat saji mekdi,. seperti karyawan mekdi yang lain kakak Ester selalu mendapat voucher makan gratis setiap bulan dan itu selalu kami gunakan hanya untuk bergaya ala anak gaul


" Tidak perlu Ester, aku ingin istirahat saja " ujar ku


Dan akhirnya kami menuju kediaman ku dengan fikiran kami yang semrawut


Kami tiba di rumah ku dengan selamat, Ester terus saja mengekori ku, mungkin ia takut aku akan bunuh diri setelah ini 🤭


" Ester kembali lah ke rumah mu, aku ingin menemui paman ku " ucap ku


" Kamu mengusir ku?? " ujar Ester sambil menunjuk dirinya sendiri


Ester pun tidak bisa berbuat banyak karena memang kenyataannya dia tidak bisa melarang ku bekerja, melihat situasi kehidupan ku yang sangat sulit jika tidak bekerja


" Baiklah, mari aku antar " ajak Ester


Meskipun rumah paman ku cukup dekat tapi aku menghargai pertolongan Ester


Keluarga besar mama dan papa ku memang saling berdekatan, karena memang orang tua dari mama dan papa ku adalah awal nya tetangga saat mereka tinggal di asrama tentara


kedua eyang ku baik dari mama dan papa adalah seorang TNI, dan mama papa ku dulu nya sahabat karena rumah mereka yang bersebelahan sampai akhirnya takdir menyatukan mereka dalam pernikahan yang kata nya saling terpaksa " Entah lah "


Lanjut ke kediaman paman ku, disana sudah ada putri dari paman ku yang seumur dengan ku, yang sudah pasti dia adalah sepupu ku, aku tidak dekat dengan nya karena mungkin berbeda pola fikiran


putri paman ku anak yang gaul dan banyak memiliki teman, dia jarang di rumah karena di sibukkan berbagai macam les oleh orang tua, nya sangat berbeda kan dengan si Nuvia


" Nuvia, mengapa kau tidak mengambil beasiswa perguruan tinggi mu? " tanya putri Paman ku yang bernama Ayu


" Tidak dek, aku ingin langsung bekerja saja " jawab ku


" Sayang sekali ya " ucap sepupu ku


" Kamu akan kuliah dimana dek? " tanya ku pada nya


" Aku sudah mendaftar di kampus UG Salemba " jawab nya

__ADS_1


" Tapi ayah ku tidak mengizinkan, ayah sudah mendaftar kan aku di kampus swasta di Bogor kota "


cerita sepupu ku pada ku


" memang mau ambil fakultas apa dek? " tanya ku


" ilmu ekonomi kalau di kampus UG aku sudah ambil fakultas ilmu komunikasi " jawab nya


" tapi sudah lah aku ikut perintah ayah saja, dari pada tidak kuliah seperti kau " tambah nya lagi


" iya dek, bersyukur lah " ungkap ku


" Kau hari ini akan setrika baju kan di sini? " tanya nya


" Ya " jawab ku cepat


" Sorry, seperti nya kerjaan mu kurang rapih " ujar nya yang langsung meninggalkan aku di ruang tengah rumah nya


Aku sedang merapikan satu persatu pakaian yang sudah aku setrika, aku memilah pakaian tersebut dengan hati-hati, karena aku teringat kata-kata dari sepupu ku, setelah nya aku menghampiri bibi ku yang sedang merawat tanaman nya


" Bibi ini sudah selesai semua, Vi pamit pulang dulu "


ucap ku sopan


" Ambil lah, ini upah Mu " bibi ku memberi ku upah dengan nominal yang cukup untuk aku membeli makanan, di bandingkan dengan Tante titik.


Bibi ku adalah istri dari paman ku yang pernah melaporkan mama ku bersama papa, walaupun aku pernah bersitegang dengan nya, tapi paman ku masih mau menolong ku dengan menjadikan aku pekerja di rumah nya, itupun atas permintaan istri nya


" Terima kasih Bi " ucap ku bahagia


" Kemarin teman masa kecil mu datang kemari mencari mu Vi, tapi menurut bibi jauhi dia " ujar bibi


" Siapa bi? apa hafidz? atau teman mengaji ku? "


tanya ku, seingat ku sewaktu aku kecil hanya memiliki beberapa teman yaitu teman mengaji, yang mereka sudah tahu rumah ku sekarang kenapa tidak langsung kesana kalau mencari ku, dan satu lagi hafidz Abdallah dia hanya tahu di sini lah tempat tinggal ku.


" Dia hafidz, sekarang mungkin masih berada di rumah pak Zakaria kerabat nya " ungkap bibi ku lagi


" kenapa aku harus menjauhi nya bi, bukan kah hafidz anak yang baik? " ucap ku heran


" Justru karena dia anak baik, dan dari keluarga baik-baik itulah bibi menyuruh mu menjauhi dia "


ungkapan bibi ku seperti menghakimi diri ku, seolah-olah aku anak yang nakal dan tidak benar dalam berteman


" ya, aku juga tidak pernah bertemu lagi dengan nya sejak aku lulus sekolah menengah pertama " ujar ku agar bibi tidak khawatir aku mempermalukan keluarga nya


Langkah ku terasa berat saat meninggalkan kediaman bibi ku, Jujur saja aku merindukan hafidz yang tiga tahun terakhir tidak pernah bertemu, terakhir aku bertemu dengannya dia memberi ku satu buah perlengkapan sholat, karena dia tahu aku tidak pernah sholat padahal aku tahu bacaan sholat, aku semakin melangkah jauh dari kediaman bibi ku


" Kalau jodoh aku pasti bertemu lagi dengan hafidz " ucap ku dalam hati


🌼🌼🌼

__ADS_1


TBC


__ADS_2