Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
End


__ADS_3


Bripda Hafidz Abdallah dan Pradipta perkasa. sedang melakukan Press conference Karena Kelahiran putera pertama pewaris tahta Dirgantara Airline dan Rumah sakit Perkasa Medistra, belum lagi perusahaan yang bergerak di bidang elektronik dan beberapa yayasan pendidikan


Hafidz yang notabene nya suami Nuvia, ibu sang putera mahkota berbesar hati membenarkan bahwa anak yang di kandung istri nya adalah putera kandung Pradipta Perkasa


Awal nya banyak masyarakat yang mencibir Nuvia, tapi setelah polisi ikut memberikan keterangan bahwasanya Nuvia dan Pradipta Hanya korban dari penjebakan saudara angkat nya sendiri, masyarakat justru berbalik simpati dengan perjalanan mereka bertiga, terutama pada hafidz, sosok polisi tampan yang memiliki hati seluas samudera bisa menerima Nuvia bukan karena kelebihan yang Nuvia miliki


Acara demi acara berjalan dengan baik, Nuvia masih dalam kamar perawatan setelah operasi Caesar yang sudah di jalani


Penampilan Nuvia pun sudah berubah, ia sudah mengenakan hijab


" Nak .. terima kasih sudah kuat menghadapi segala tantangan dan cobaan yang datang ke dalam rumah tangga kalian, jagalah kehormatan keluarga mu, tetap istiqamah dan sudah saatnya kamu berdamai dengan masa lalu " wejangan sang mama mertua


" Insha Allah ma ... Terima kasih sudah menerima aku dan putera ku dengan baik, maaf kan aku dan semua masa lalu ku ma " ujar Nuvia sambil menggendong sang putera


" Dirga Abdan Perkasa " nama yang disematkan oleh Hafidz dan Dipta untuk putera tercinta

__ADS_1


***


" Aku titip Dirga ... Untuk kebutuhan nya akan selalu aku cukupi, tolong jangan melarang ku untuk menjalankan kewajiban menafkahi putera ku " ujar Dipta yang sudah siap akan meninggalkan Indonesia


" Aku akan selalu menghubungi mu untuk melihat perkembangan nya " lanjut dipta yang sedang berbincang dengan hafidz di ruangan Nuvia di rawat


Hafidz mengambil baby Dirga untuk di berikan pada Dipta , dengan perasaan haru dan bahagia Dipta menerima sang putera yang terlihat masih sangat merah dan lembut


Dengan perlahan Dipta menggendong walaupun terlihat sangat kaku


" Aku titip kan putera ku, rawat lah dia seperti kau merawat putera mu sendiri, dan aku ingin dia memiliki hati seperti mu hafidz " Dipta menyerahkan kembali bayi nya pada hafidz


Dipta dan hafidz menghampiri Nuvia yang sedang berbincang dengan mama mertua


" Permisi Tante .. saya mau pamit .. ada pekerjaan yang harus saya selesaikan di Amerika, saya minta maaf tidak bisa merawat Anak saya dengan baik " padahal dalam hati Dipta sangat ingin membawa sang putra .. tapi dia tidak ingin jadi manusia yang egois.. Nuvia dan hafidz pasti akan terluka jika ia melakukan itu, di tambah usia putera nya yang masih butuh asupan ASI dari ibu nya


" Tidak nak Dipta .. justru kami sangat berterima kasih.. kamu mengizinkan kami merawat putera mu .. Tante doakan semoga kamu selalu dalam lindungan Allah SWT, cepat lah kembali ke sini, putera mu pasti merindukan mu " ucap mama hafidz lalu Dipta menyalami nya

__ADS_1


" Vi .. aku minta maaf " hanya itu yang keluar dari mulut Dipta, biar bagaimanapun rasa cinta Dipta pada Nuvia tidak bisa hilang begitu saja


" Ya mas .. semua sudah takdir Allah SWT .. aku sudah ikhlas " ucap Nuvia tidak berani memandang Dipta


" Terima kasih Vi " Dipta menangkup kedua tangan nya dan di sambut sama oleh Nuvia, karena Nuvia yang sekarang berbeda, ia tidak akan menyentuh yang bukan mahram nya


Ferry sang asisten tiba untuk mengantar kepergian Dipta sampai bandara internasional Soekarno-Hatta


Ferry tidak ikut bersama Dipta karena ia harus mengurus perusahaan yang ada di Indonesia, juga untuk mengawasi semua kebutuhan putera Dipta


Dipta selesai berpamitan pada semua, terakhir pada hafidz ...


" Titip putera ku " Dipta berjabat tangan dan kemudian memeluk hafidz yang sudah ia anggap sebagai saudara nya


* * * End * * *


ada part II tipis-tipis yaaaa 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2