
Waktu yang di nanti telah tiba dimana Nuvia keluar dari rumah sakit, sekaligus Nuvia akan menyambut kedatangan dua jagoan kecil nya ..
" Vi .... ingat pesan dokter yaa .. jangan terlalu banyak melamun .. kalau ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan .. segera hubungi aku " Dipta terus saja berbicara memberikan nasihat.. sambil mendorong Nuvia di kursi roda nya,, sebenarnya Nuvia boleh saja berjalan sendiri.. tapi Dipta terlalu berlebihan hingga dokter dan Nuvia menyerah mengikuti apa yang Dipta mau ...
" iya " jawab Nuvia yang wajah nya terus saja menunduk .. Nuvia sangat risih melihat pandangan orang di sekitar nya, entah apa yang sedang orang-orang pikirkan tentang diri nya
Ferry sudah menunggu di lobby rumah sakit, ia sendiri kali ini karena Ester ada tugas untuk mengajar di kampus tempat ia bekerja, Dengan cepat Ferry membuka pintu mobil setelah melihat kedatangan Nuvia dan Dipta
" Pelan-pelan Vi .. " Dipta memapah Nuvia layak nya orang kesakitan...
" Aku bisa kok mas .. " ujar Nuvia tidak nyaman di perlakukan seperti itu
" Ya, aku tahu ... " Dipta menarik kursi roda dan menyerahkan pada petugas di sana
" Anak-anak tiba jam berapa? " tanya Nuvia setelah duduk sempurna di dalam mobil
" Mereka dapat tiket pesawat siang, kemungkinan sore hari baru tiba di sini " ..
" Masih lama .. " ucap Nuvia , matanya melihat ke arah jendela... memandang jalan dan pepohonan yang tumbuh di sekitar pinggiran trotoar
" Kamu ingin membeli sesuatu sebelum sampai rumah? " tanya Dipta mengalihkan pikiran Nuvia yang sedang menerawang
" Tidak .. emmm .. apa boleh aku mengajak Naya tinggal di rumah? " Dipta menoleh.. Dipta bertanya pada dirinya sendiri.. " Apa Nuvia tidak trauma dengan kejadian kemarin? " .....
" Kasian dia mas .. aku dengar saat kamu bicara dengan teman mu .. tentang bibi Naya yang berada di rumah sakit jiwa sekarang.. aku hanya kasihan dia tinggal sendiri dengan keterbatasan nya mas " Nuvia sudah tahu tentang kasus yang Dipta perkara kan pada bibi Naya, membuat Nuvia memikirkan gadis malang itu akan tinggal sendiri.. seperti diri nya dulu
" Aku tidak bisa mengambil keputusan sendiri.. aku akan tanyakan pada keluarga hafidz, mereka yang lebih berhak menentukan " ucap Dipta.. yang di angguki oleh Nuvia
***
Kampus' ....
Ester sedang termenung di ruangan khusus untuk dosen .. ia sedang mencari cara bagaimana mengatakan pada laki-laki yang sedang mengisi hati nya, tentang hubungan mereka
" Yang .. " suara bariton membuat jantung Ester berdetak cepat, ia tahu suara khas itu
" Bagaimana Nuvia? " ilham dengan cepat menduduki kursi yang berada tepat di hadapan Ester
" mmm.. baa- baik " Ester seperti ingin keluar dari ruangan itu, ia tidak sanggup berkata jujur saat melihat tatapan mata ilham yang teduh
" Kamu sakit? " illham menyentuh dahi Ester, membuat Ester salah tingkah
" eh .. aku sehat il .. " Ester melepas sentuhan ilham dengan cepat.. ia tidak mau semakin terbuai dengan perhatian yang illham berikan untuk nya
__ADS_1
" kamu kenapa sih yang? " ilham mencoba merayu Ester dengan menyodorkan wajah imut nya mendekati wajah Esther...
" Hiisss .. kamu .. " dengan cepat Ester mendorong wajah laki-laki yang sebenarnya sangat ia cintai
" ini di kantor, jaga prilaku kamu " Ester hendak berdiri, kemudian Ilham mencekal tangan Ester
" Katakan!! ada apa?? kita bukan kenal satu atau dua tahun, aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu.. "
Ester tidak sanggup melihat,, ia hanya menghempas tangan ilham..
" Kita putus !!!! " ujar Ester sambil berjalan menjauh, tanpa menoleh sedikit pun ..
ilham hanya membeku, tidak ada yang ia lakukan selain menatap kepergian kekasih yang sudah tiga tahun bersama nya ..
Ester berjalan dengan langkah cepat, ia tidak sanggup untuk menjelaskan pada Ilham.. karena bukan hanya Ilham yang sakit hati di sini.. tapi Ester pun sama, di tambah inilah pertama kali ia jatuh cinta..
Cerita Ester, ilham dan Ferry nanti ada yaaa di book selanjutnya...
****
Kediaman Nuvia..
" Selamat datang Bu .. " mbok suti menyambut majikan nya dengan wajah ceria, mbok Suti pun sudah menyiapkan keperluan untuk kedua jagoan Nuvia juga ..
" Terima kasih mbok Suti.. " ucap Nuvia lalu memasuki rumah di dampingi Dipta dan Ferry
" Aku di sini saja dulu mas, bosan aku kalau harus berbaring terus " Nuvia menghentikan langkah nya saat melihat ke arah sofa ruang tengah
" kamu yakin? " Dipta memandang wajah Nuvia
" iya " jawab nya tersenyum sambil mengangguk kan kepala
" mbok tolong ya .. " Dipta memberikan paper bag kecil yang berisi obat-obatan milik Nuvia
" ini sudah ada aturan untuk meminum nya " ucap Dipta sambil memperlihatkan satu persatu obat yang sudah tertulis jangka waktu meminum nya
" Baik pak " mbok Sumi menerima bungkus obat dan menyimpan nya dengan baik
" Vi .. aku tinggal ya .. kamu hati-hati " ucap Dipta .. tanpa di sangka Nuvia mengulurkan tangannya, agar di sambut oleh Dipta
Dipta menyambut dengan hangat meskipun jantung nya seakan berlarian..
Nuvia dengan lembut mencium punggung tangan Dipta ..
__ADS_1
" Terima kasih mas Dipta .. sudah sangat baik padaku " netra mereka saling menatap saat Nuvia mengangkat wajah nya .. sakit rasanya bagi Dipta mendengar kata yang terlontar dari mulut Nuvia.. tapi .. pada kenyataannya memang Dipta bukan lah siapa-siapa untuk Nuvia, Dipta cukup tahu diri bahwa diri nya hanya sebagai masa lalu untuk Nuvia
" Sama-sama Vi .. " senyum terpaksa terlihat dari bibir Dipta ..
" Yasudah.. kami pamit Vi .. " ...
" ya mas .. hati-hati " ...
Dipta melangkah tegap bersama Ferry ... banyak sekali pekerjaan yang tertunda beberapa hari ini, fokus Dipta bercabang.. beruntung Dipta mempunyai sahabat seperti Fery yang jujur dan bertanggung jawab...
" Bagaimana hubungan mu dengan dosen itu??? " Dipta membuka percakapan setelah Fery melajukan kendaraannya
" Dia cukup sulit untuk ku dekati " ucap Ferry yang tetap fokus pada kemudi nya
" Kau sering mengatakan nuvia seperti bongkahan es... lalu .. dosen itu?? Apa boleh aku katakan seperti singa yang kelaparan? "
tanya Dipta meledek Ferry.. Dipta tahu betul selera Fery adalah gadis manja .. tapi kenapa dia jadi berubah haluan menjadi menyukai gadis jutek dan galak seperti Ester???
" katakan lah di depan orang nya .. kau pasti akan di terkam hahhaha " mereka tertawa bersama .. menertawakan diri mereka masing-masing..
" Apa kau akan kembali ke Amerika dip? " ...
" Entah lah .. aku merindukan putra ku, aku akan bersama nya dahulu.. setelah nya akan aku fikirkan lagi .. " jawab Dipta seperti sedang putus asa
" Aku melihat Nuvia, seperti nya sudah membuka hati untuk mu dip .. " ...
" Tidak .. Nuvia hanya membalas kebaikan ku pada nya, Nuvia tidak semudah itu melupakan hafidz " ..
Dipta menghembuskan nafas perlahan..
" Mungkin memang Nuvia bukan jodoh yang di kirim Tuhan untuk ku " ucap nya dalam hati
Ferry menepuk bahu Dipta..
" Sabar .. mari kita berjuang bersama.. kau mendekati Nuvia .. aku mendekati sahabat nya .. "
ucap Ferry memberi semangat pada sahabat nya .. sekaligus.. akhirnya dia memiliki teman seperjuangan mengejar cinta wanita ...
🌼🌼🌼
TBC
.
__ADS_1
.
.