Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
Part II


__ADS_3

Kedatangan dua jagoan Nuvia sudah di nanti oleh Dipta, setelah melakukan beberapa pertemuan dengan rekan bisnis dan menyelesaikan pekerjaan nya, Dipta segera meluncur ke bandara Soekarno Hatta Tangerang untuk menyambut kedua nya juga orang tua Hafidz yang turut menemani cucu nya. Sambil mendengar kan musik di mobil nya, Dipta mengemudi sendiri tanpa di dampingi Ferry yang biasa bersama nya


" Hallo mbok Suti.. ada apa? " tanya Dipta saat handset nya sudah menempel sempurna di telinga ketika ada sambungan telepon


" Ini aku .. " balas Nuvia di seberang sambungan


" oo .. yaa.. Vi .. bagaimana? " ..


" Aku hanya ingin tahu, apa anak-anak sudah tiba? " tanya Nuvia sudah sangat tidak sabar menunggu kehadiran dua buah hati nya


" Aku sedang perjalanan menuju bandara, kemungkinan mereka tiba setengah jam lagi " jawab Dipta


" Baiklah .. aku akan menunggu.. kamu hati-hati " ..


" i- iya Vi .. " pernyataan Nuvia yang hanya sedikit tetapi mampu membuat Dipta Merasa bahagia, entahlah Dipta seperti nya sudah tidak bisa mengontrol rasa cinta nya pada wanita pendiam itu,, dunia nya hanya dipenuhi oleh Nuvia


**


Kediaman Nuvia



Nuvia merasakan kebosanan karena hanya berdiam diri di dalam rumah, ia pun berencana keluar dari hunian nya sekedar untuk melihat sekeliling komplek kediaman nya, saat Nuvia ingin melangkah kepala nya terasa nyeri yang sangat hebat, iapun terduduk sesaat kemudian sedikit menyandarkan kepalanya pada tembok yang ada di samping nya..


Nuvia merasa ada sesuatu yang aneh di dalam hati nya .. perasaan tidak nyaman di dalam hati nya


" kenapa kepala ku terasa nyeri?? dan kenapa dengan jantung ku? " Nuvia sedikit menekan area dada kiri nya yang tidak nyaman ..


" mbok!! " Nuvia meninggikan suara memanggil asisten rumah nya ..


" mbok Suti .. tolong aku!! " Nuvia kembali berseru .. tidak lama sang asisten rumah tangga pun datang dengan tergopoh-gopoh


" Kenapa Bu? " mbok Suti terlihat sangat khawatir Melihat sang majikan yang sedang merasakan nyeri


mbok Suti tanpa pikir panjang langsung menggapai tubuh sang majikan menyangga bahu nya menjadi tumpuan tubuh Nuvia dengan kekuatan semampu nya ..


" ibu .. pelan-pelan .. " saat mereka hendak melangkah kembali pada kediaman Nuvia


Dengan perlahan dan nafas yang tersengal-sengal mbok Suti terus menuntun Nuvia mendekati sofa yang ada di ruang tamu..


Mbok Suti bernafas lega saat Nuvia berhasil ia baringkan di sofa, kemudian mbok suti mencari ponsel untuk menghubungi Dipta untuk memberitahu keadaan nuvia....

__ADS_1


**


Bandar udara internasional Soekarno-Hatta


Dipta sudah berada di suatu cafe, sedang menunggu kedatangan dua jagoan Nuvia.. ia memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang disana .. mata nya tak lepas melihat pintu kedatangan



Ponsel Dipta berbunyi bertepatan dengan kedatangan orang tua hafidz dan dua orang anak kecil yang sangat menggemaskan membuat Dipta mengabaikan panggilan dari ponsel nya


" Daddy !!!!! " suara cempreng dari Arkan membuat Dipta menegakkan tubuh nya .. ia pun melangkah dengan cepat menghampiri kedua anak laki-laki yang sedang berlari ke arah nya


" Dimana bunda dan ayah? apa mereka tidak menjemput kami? " tanya Arkan yang Masih terlalu kecil untuk mengetahui kenyataan


Arkan tanpa ragu memeluk Dipta


" Bunda ada di rumah sedang menunggu kalian, menyiapkan makanan kesukaan kalian! " ucap Dipta menenangkan si bungsu, membalas pelukan Arkan.. sedangkan Dirga hanya berdiam diri memandang ke arah adik nya


" Mas ... come to Daddy.. " Dipta kemudian melebarkan kedua tangan nya mengajak sang putra untuk ikut bergabung bersama Arkan agar dapat memeluk nya ..


Dan mereka pun berpelukan bersama.. orang tua hafidz hanya dapat memperhatikan interaksi mereka bertiga dengan rasa haru


" Pak .. Bu .. " Dipta berdiri setelah melerai pelukan bersama dua putra Nuvia, beralih menyapa kedua orang tua hafidz yang hanya berdiam diri sedari tadi


" Bagaimana kabar kalian " mama Hafidz berucap seraya menatap Dipta dengan senyuman yang tulus


" Kami baik Bu .. Nuvia sudah mengingat kembali.. tapi maaf .. seperti nya belum pulih sepenuhnya, Hanya beberapa orang yang masih ia ingat " ..


" Tapi ibu dan bapak tidak perlu khawatir saya dan rekan saya dokter ahli kejiwaan masih terus berusaha untuk mengembalikan ingatan Nuvia hingga pulih " ujar Dipta membuat mama hafidz tak kuasa menahan haru .. mama hafidz sangat yakin Dipta memiliki hati yang tulus, membuat ia tidak ragu pada sosok laki-laki yang ada di hadapan nya


" Terima kasih " ucap papa Hafidz sembari menyentuh bahu Dipta


" sama-sama pak .. Oya.. mari pak, Bu .. seperti nya anak-anak sudah lelah .. dan pasti bapak juga ibu sudah tidak sabar ingin bertemu Nuvia " Dipta mengajak orang tua hafidz untuk mengikuti nya menuju parkiran mobil yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada


Dipta menggandeng kedua putra kecil Nuvia sambil sesekali mereka bercengkrama membuat Arkan dan Dirga tertawa..


pemandangan yang sangat indah di lihat oleh kedua orang tua hafidz


" Pa .. mama ikhlas jika Arkan dalam asuhan Dipta dan Nuvia " ucap mama Hafidz dengan hati bahagia kepada sang suami yang berada di samping nya


" Kita tidak tahu perasaan Dipta dan Nuvia.. jangan membuat keadaan jadi tidak nyaman!! " sambil terus melangkah papa Hafidz mengingatkan istri nya agar tidak gegabah dalam menyatakan pendapat di hadapan Nuvia ataupun Dipta nanti

__ADS_1


Dipta dan orang tua hafidz sekarang sudah berada di dalam kendaraan.. Dipta bersiap untuk menjalankan mesin kendaraan nya ..


Konsen Dipta teralihkan oleh suara ponsel yang sejak tadi berdering..


" Hallo .. " sapa nya pada sang penelepon


" Pak .. ibu ... " ucap mbok Suti terbata ..


" Kenapa ?? Ada apa dengan Nuvia ? " Dipta mulai panik mendengar suara assisten rumah nya menyatakan soal Nuvia


" itu pak .. tadi ibu hampir pingsan di luar .. sekarang sudah saya baringkan di sofa... saya takut salah harus berbuat apa .. maka saya hubungi bapak " ucap mbok Suti yang tidak lepas mata nya mengawasi nuvia


" Sekarang bagaimana keadaan nya? " tanya Dipta khawatir


" ibu sudah beristirahat pak .. sudah berbaring di sofa ruang tamu " ..


" Baik .. terima kasih mbok .. katakan pada Nuvia saya dan anak-anak sudah dalam perjalanan.. awasi terus Nuvia .. jika ada sesuatu hubungi saya " ..


" Baik pak "


Mereka pun mengakhiri panggilan dan Dipta kembali menyalakan mesin kendaraan nya untuk menuju ke kediaman Nuvia


" Ada apa dengan Nuvia nak? " tanya mama hafidz yang berada di kursi belakang mobil Dipta .. yang kemudian langsung dapat ultimatum keras dari sang suami dengan sentuhan tangan


" ma .. " papa Hafidz memberi kode agar sang istri jangan dulu banyak bertanya supaya Dipta tetap konsentrasi dengan kendaraan nya ..


Dipta terus melanjutkan perjalanan dengan kecepatan sedang.. banyak hal yang berkecamuk dalam fikiran nya, ada sang putra sekarang yang menjadi prioritas nya, dan kesehatan Nuvia yang ia harap baik-baik saja


note :


terima kasih untuk ka April 😘


🌼🌼🌼


TBC


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2