Cerita Cinta Nuvia

Cerita Cinta Nuvia
part II


__ADS_3

Dokter firman adalah salah seorang sahabat Dipta selain Ferry, ia juga pernah mengalami trauma dengan perlakuan orang tua nya, hampir mirip dengan yang Nuvia alami dengan keluarga nya ....


namun firman lebih beruntung karena bertemu dengan keluarga Ilham yang adalah teman Nuvia semasa SMA, orang tua Ilham dan firman kakak beradik .. setidaknya masih ada keluarga lain yang masih peduli dengan nya


Firman sudah sangat tahu cerita hidup Nuvia dari sepupu nya yaitu Ilham .. dan saat ini ilham sudah dalam perjalanan untuk bertemu dengan Nuvia dan Dipta.. firman berfikir.. siapa tahu dengan kehadiran ilham, memori otak Nuvia bisa sedikit demi sedikit kembali seperti semula


" hai Nuvia .. boleh aku minta waktu mu? " tanya firman dengan sangat lembut


" hellooo .. Nuvia .. " firman melambaikan tangan nya ke arah wajah nuvia, namun nihil


" Dip .. " kode firman agar Dipta membantu nya untuk menyadarkan lamunan Nuvia


" Vi .. " Dipta menyentuh bahu Nuvia pelan, wajah Dipta menatap pada tatapan kosong Nuvia


" Aku Dipta Vi .. " dan berhasil membuat wanita cantik itu menoleh


Nuvia menatap Dipta seperti memohon, Nuvia seperti tidak nyaman dalam ruangan itu


" Teman ku ingin berkenalan dengan mu, mau kan? " tanya Dipta sambil menampilkan wajah bahagia, seolah mengatakan bahwa teman nya baik dan menyenangkan


" iya " jawab Nuvia, mata nya masih tetap memandang wajah Dipta ..


Dipta menggenggam jemari Nuvia, menguat kan wanita yang sedang di penuhi ke khawatiran itu


" kenalkan saya firman " tangan sang dokter mengulur ke hadapan Nuvia


Nuvia tidak menyambut uluran tangan itu, tapi ada sedikit respon dari Nuvia yang sekarang mata nya mau menatap firman


" a- aku .. emmm .. aku .. " mata Nuvia menatap kembali pada Dipta dan di balas senyuman oleh Dipta.


" Nuvia .... emm .. Nuvia Anggasari " hanya menjawab itu tetapi seluruh tubuh Nuvia bergetar, terlihat jelas keringat mengucur dari Dahi nya


" Nama mu cantik dan indah .. " firman tersenyum lebar ..


" Vi .. harus cerita sama aku .. Vi kenapa? .. apa ada yang menyakiti Vi ? " firman sudah mode on memasuki alam bawah sadar Nuvia, seolah firman adalah orang dewasa dan Nuvia anak kecil yang harus di manja ..


" iya .. " jawab Nuvia masih seperti orang ketakutan


" Siapa?? " tanya firman lagi .. sambil menghampiri Nuvia, berjongkok di hadapan Nuvia


" emmm .. teman-teman ku " jawab Nuvia seperti bingung


" Vi .. tidak ada orang jahat di sini .. jadi Vi Jangan takut .. " ujar firman ingin memegang tangan Nuvia, tapi sulit .. karena Dipta dengan posesif nya masih menautkan jemari nya pada Nuvia

__ADS_1


" Vi .. ingin bercerita sesuatu pada ku? " tanya firman namun Nuvia hanya memandang lekat kedua mata firman , firman mengerti dengan tatapan itu .. Nuvia sangat ingin bercerita tentang kesakitan hidup yang ia hadapi.. tapi ia tidak ingin membuka siapa orang-orang yang sudah menyakiti nya


" Ya sudah tidak apa-apa .. " firman tersenyum kemudian kembali pada sofa dimana ia duduki tadi


" Dip .. " firman beranjak dan memberi perintah agar Dipta mengikuti nya


" Sebentar ya Vi .. " Dipta melepas kan tautan tangan mereka dengan hati-hati


" Ada apa? " saat Dipta sudah mendekati firman


" Banyak luka yang ia sembunyikan " jawab firman sambil menggelengkan kepalanya


" puncak nya saat ia kehilangan orang yang sangat ia percaya akan menjaga nya, Nuvia terlalu banyak berharap pada hafidz.. dan yang terjadi sekarang di luar ekspektasi nya " ujar firman memberikan informasi pada Dipta


firman mengambil sebuah kertas kosong dan sebuah bolpoint.. ia menghampiri meja yang berada di hadapan Nuvia dan meletakkan kertas serta bolpoint itu di atas meja ..


firman kembali menduduki kursi kebesaran dokter nya, dan menyuruh Dipta duduk di kursi yang ada di hadapan nya


" Kita biarkan ia menumpahkan isi hati nya pada kertas itu " tunjuk firman dengan dagu nya,Dipta menoleh dan benar saja .. Nuvia sedang mengambil kertas dan bolpoint, terlihat Nuvia menggambarkan sesuatu di atas kertas itu


" Kenapa dia mau berbicara dengan ku? dan tidak dengan mu? " tanya Dipta


" Apa kau berada di sisi nya saat hafidz tidak ada? " tanya firman yang sekarang justru menginterogasi Dipta


" Begini Dip .. Nuvia saat ini justru tidak mengenal mu, ia berfikir kau orang yang seperti Hafidz, yang bisa membantu juga menjaga nya .. Nuvia bagaikan air yang akan mengikuti arus Kemana pun membawa nya .. jadi .. Nuvia tumbuh dalam hati yang kosong, jika ada yang mengisi maka ia akan mengikuti dan patuh .. "


" Lebih tepatnya Nuvia haus kasih sayang, ia sangat mendambakan kehangatan keluarga, dan ia sangat ingin di cintai " ...


" Kau memang pernah melukai hati nya dulu, meskipun itu bukan ulah mu .. tapi kau sudah termasuk salah satu orang yang ikut melukai sekaligus membahagiakan nya .. maka sedikit banyak ada kenangan indah yang pernah kau ciptakan untuk nya " Dipta menunduk dan berfikir..


" Lalu apa Nuvia bisa pulih? " tanya dipta khawatir.. ia memang takut jika Nuvia mengingat masa kelam saat bersama nya, Dipta takut Nuvia akan membencinya lagi .. tapi menurut Dipta itu lebih baik.. ia lebih memilih di benci Nuvia dari pada melihat Nuvia seperti ini


" untuk saat ini, kau dan orang-orang terdekat Nuvia harus menciptakan cerita baru, Nuvia mungkin bisa pulih .. tapi tidak sekarang .. karena .. otak nya sudah menginstruksikan untuk menutup semua kenangan itu ... " firman melirik pada Nuvia dan tersenyum


" Bagaimana dengan kedua putra nya? " tanya Dipta..


firman menghembuskan nafas nya perlahan..


" Kau harus mengulang .. mengenal kan kedua putra nya .. mendekat kan mereka .. setelah Nuvia nyaman .. barulah kau katakan pelan-pelan bahwa mereka adalah putra Nuvia " ..


" Lihat lah dip .. ia sedang melukis " ujar firman kemudian berdiri akan menghampiri Nuvia yang di ikuti oleh Dipta


" haaiii Vi .. " firman sengaja duduk di samping Nuvia

__ADS_1


Nuvia menoleh, ia melipat kertas itu dan menutup nya dengan kedua tangan nya


" Boleh lihat? pasti lukisan mu indah " ucap firman dengan senyum mengembang


Nuvia pun memberikan kertas itu, terlihat rona pipi Nuvia memerah .. ia malu ..


" Waaah .. siapa ini " tanya firman melihat satu wajah samar yang di lukis Nuvia


Nuvia memandang Dipta kemudian tersenyum membuat Dipta salah tingkah ..


" Apa kamu melukis ku Vi? " tanya Dipta ikut menghampiri Nuvia .. sekarang berganti Dipta yang berjongkok di hadapan Nuvia


" tidak .. eh .. iya .. " Nuvia menjawab sambil memandang wajah Dipta kemudian melihat kembali pada lukisan nya


" siapa dia Vi ? " tanya firman


" Aku lupa .. tapi sepertinya aku pernah menyukai nya dulu .. " ucap Nuvia malu-malu


" hahahha .. " firman tertawa ..


" Memang benar Vi .. sekarang lihat aku .. kamu adalah wanita yang sangat di cintai sahabat aku ini .. dan kalian dulu saling mencintai.. jadi .. kamu tidak perlu takut pada kami .. jadilah dirimu sendiri .. ikuti kata hati mu .. dan ingat Vi .. kendalikan fikiran mu, jangan terlalu lama memendam kesakitan.. terkadang .. masalah yang kita hadapi bukan karena orang lain .. tapi bermula dari pikiran kita sendiri "


ucapan firman merasuki otak Nuvia .. Nuvia merasa kehangatan menjalar dalam tubuh nya ..


" Kamu pasti bisa Vi .. " ucap firman terus menyemangati Nuvia, dan membuat Nuvia nyaman serta bahagia .. ternyata tidak semua orang jahat pada nya .. Nuvia tersenyum bahagia ..


Dipta merentangkan kedua tangannya mengajak nuvia untuk masuk dalam dekapan Dipta yang sangat mencintai nya


" Ada aku .. ada banyak orang yang menyayangi mu Vi .. kamu tidak sendiri " bisik Dipta saat Nuvia sudah masuk dalam pelukan Dipta ...


" iya .. terima kasih " jawab Nuvia tersenyum dan menitikkan air mata bahagia nya ...


♥️♥️♥️


lanjut ga yaa ????


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2