
Petugas rumah sakit mendorong brangkar sambil berlari menghampiri Dipta yang sedang menggendong wanita dalam keadaan tidak sadar kan diri..
" Cepat !! " perintah Dipta .. kecemasan membuat nya mengeluarkan aura tidak bersahabat pada siapapun..
" Kenapa bisa seperti ini dip? " dokter firman ikut mendorong brangkar pasien nya sambil melangkah cepat
" Ferry sudah mengurus wanita kurang ajar itu " Dipta sangat marah.. Dipta terus menggenggam tangan Nuvia yang lemah ... hati nya sakit saat mengingat kejadian yang baru saja Nuvia alami
Firman tidak berani bertanya apapun.. ia tahu emosi sahabat nya sedang tidak bisa di ajak bicara
" Silahkan tunggu di luar " ucap perawat menahan Dipta yang akan masuk ke ruang IGD..
" Kau melarang ku????!!! " ...
Firman dengan perlahan memberi tahu perawat tentang status Dipta di rumah sakit itu, akhirnya petugas IGD pun mengijinkan Dipta beserta firman memasuki ruangan
Perawat yang bertugas sedang menangani Nuvia mengecek denyut nadi serta tekanan darah setelah nya perawat memasang selang oksigen pada hidung dan menancap kan jarum infus pada punggung tangan Nuvia, seorang Dokter mengobati luka sobek di pelipis dengan beberapa jahitan
Dipta menyaksikan itu semua dengan rasa cemas, pandangan nya tidak lepas menyaksikan pergerakan para petugas medis di sana
" Dip .. duduk lah .. Nuvia baik-baik saja " firman menunjuk satu kursi yang ada dalam ruangan
Dipta hanya menoleh sebentar .. ia kembali mengawasi kegiatan yang sedang di lakukan oleh dokter..
" Dip .. kau mengganggu gerak mereka " ujar firman melihat Dipta yang masih berdiri di dekat ranjang
Dipta menghembuskan nafas lalu bergeser menuju kursi yang ada disana ..
" Santai dip .. sebentar lagi Nuvia pasti akan sadar .. " firman menepuk bahu Dipta ikut duduk di sebelah nya
" Bagaimana kejadiannya? " firman sudah melihat emosi Dipta lebih stabil .. ia memberikan satu cup air hangat agar memberikan efek menenangkan
Dipta pun menceritakan kejadian dari awal Nuvia menolong gadis kecil yang bernama Naya hingga ucapan mama Hafidz yang menyatakan bahwa Nuvia tertarik pada gadis itu karena melihat dirinya sendiri, sampai kejadian yang membuat Nuvia tidak sadar kan diri...
" Semoga saja ada keajaiban dip .. " ucap firman
**
Dokter sudah selesai mengobati luka dan menangani Nuvia ..
" Bagaimana Dok? " ..
__ADS_1
" Alhamdulillah pak, untuk saat ini tidak terjadi masalah yang serius... benturan memang cukup keras .. hingga mengakibatkan luka sobek .. kita lihat perkembangan setelah ibu sadar.. agar lebih mudah dalam pemeriksaan lanjutan " ucapan dokter yang bertugas mampu membuat Dipta bernafas lega..
" saya tinggal dulu, jika ibu sudah sadar silahkan hubungi saya kembali " ..
" Baik .. terima kasih " ucap Dipta lalu mendekati ranjang Nuvia .. ia menyentuh perban yang menutup luka di pelipis Nuvia .. mengelus nya pelan
" Dip .. aku tinggal sebentar.. " ujar firman karena ia risih melihat kebucinan Dipta,, membuat jiwa jomblo nya meronta-ronta
" ya .. thanks bro .. " ..
Firman pun keluar dari ruang IGD .. ia butuh udara segar untuk menetralisir hati nya yang kesepian
" Ma .. pa .. " suara serak Nuvia mengalihkan perhatian Dipta yang sedang memainkan gawai nya .. ia memasukkan ponsel pada saku celana dan menatap wajah Nuvia yang sedang meringis menahan rasa sakit..
" Vi " tangan kanan Dipta bertaut pada jari-jari Nuvia .. tangan kirinya mengelus lembut jari-jari pucat dan mengecup nya.
Nuvia membuka mata nya setelah tiga puluh menit berada didalam alam bawah sadar nya
ia memandang tangan nya yang sedang bertaut dengan seseorang..
" A aku dimana? " saat mata mereka saling beradu
" Kamu di rumah sakit, tadi kamu terjatuh " Dipta sangat bahagia melihat Nuvia sadar
" Bagaimana? apa ada rasa pusing? " ...
" sedikit " jawab Nuvia ..
" kenapa Vi .. " Dipta melihat Nuvia menetes kan air mata nya.. Dipta dengan sigap menghapus jejak air mata Nuvia yang membasahi pipi dengan ibu jari nya
" Maaf kan aku mas " Nuvia semakin menangis ..
" Kenapa?? kamu tidak salah Vi .. " Dipta mengelus kepala Nuvia .. ia bahagia dengan sapaan yang Nuvia sematkan untuk nya
" Aku merindukan panggilan itu " dalam hati Dipta bermonolog
" A aku .. aku ingat kamu " ..
" hah?? " Dipta tercengang.. apa ini mimpi .. apa ingatan Nuvia sudah kembali? lalu?? apa yang harus Aku lakukan?? banyak pertanyaan dalam otak Dipta .. ia bingung harus berbuat apa
" Maaf " Dipta memberi jarak pada Nuvia .. kalau Nuvia sudah mengingat tentang dirinya.. berarti tugas nya sudah selesai.. ia harus tahu posisi dirinya
__ADS_1
" Mas kepala ku sakit .. " Nuvia menyentuh kepala nya yang terasa nyeri
Dipta tidak bisa melakukan apapun, ia tidak berani lagi menyentuh Nuvia .. ia khawatir Nuvia akan membencinya karena sudah mengingat semua
" tadi kamu terjatuh.. tapi tenang saja.. Ferry sudah mengurus wanita itu " .. tidak lama suara pintu terbuka
" itu seperti nya dokter yang merawat mu sudah tiba .. " Dipta menoleh pada pintu yang terbuka,, tampak dua orang medis menghampiri mereka.. Dipta melangkah dengan gontai.. antara senang dan sedih menjadi satu dalam hati nya ...
" Ya Tuhan.. terima kasih " ucap nya dalam hati yang gamang,, kemudian Dipta mengambil ponsel dan mengabarkan pada firman kondisi Nuvia
" Dokter .. aku ingin pulang .. " Nuvia ingin banyak berbincang dengan Dipta .. meskipun baru sedikit yang ia ingat .. tapi Nuvia yakin akan lebih baik jika ia berada di rumah nya
" Baik Bu .. tapi setelah pemeriksaan lanjutan ya Bu .. karena ada benturan di kepala ibu .. jadi kami akan melakukan CT scan lebih dahulu " ..
" ya .. terima kasih " Nuvia tersenyum sambil menahan nyeri akibat luka jahitan nya
Dokter dan Dipta melakukan perbincangan perihal pemeriksaan selanjutnya.. Dipta hanya bisa menyetujui yang terbaik untuk wanita yang sangat ia cintai itu .. apapun akan ia lakukan asal bisa membuat Nuvia sehat
" Dip .. kita bicara di ruangan ku " ujar dokter firman, tidak mungkin ia menganalisis di hadapan Nuvia, Dipta menyetujui ..
Dipta pun meminta mbok Sumi untuk sementara menjaga Nuvia sebelum pemeriksaan CT scan di lakukan..
" Vi .. aku ke ruangan dokter firman sebentar .. kamu bersama mbok Suti ya .. " Dipta masih berjarak dengan Nuvia .. ia mengatakan nya dari jauh ..
" Jika butuh sesuatu katakan pada mbok Suti , biar mbok Suti yang akan menghubungi ku " ujar Dipta kemudian meninggalkan Nuvia dengan hati yang cemas
Nuvia POV :
" Aku sadar .. Dipta sejauh ini sudah menolong ku, bersabar menghadapi segala tingkah ku yang mungkin orang lain belum tentu bisa, jauh di lubuk hati ku .. aku sudah memaafkan dia,, apa yang terjadi dulu bukan salah nya .. Hafidz... apakah aku berdosa jika menghianati mu? apakah aku salah jika membuka kembali hati ku untuk Dipta? datanglah hafidz .. meskipun hanya melalui mimpi ku " ..
Nuvia memandang kepergian Dipta ..
ia hanya dapat melihat punggung laki-laki yang sudah sangat menjaga nya .. menerima semua kekurangan nya dengan ikhlas ...
....
🌼🌼🌼
TBC
.
__ADS_1
.
.