
***
Aku Nuvia Anggasari, bukan wanita lemah yang mudah putus asa ...
Hari ini hari ke lima setelah aku tertidur cukup panjang, aku sudah kembali ke alam nyata, yang sebelumnya aku berada di dunia mimpi yang cukup kelam
Ku gerakan jari tangan ku yang masih lemah dan tertancap jarum infus untuk nutrisi tubuh ku
" Vi ... " suara seorang pria mengelus punggung tangan ku dengan lembut
" Dokter tolong, Vi menggerakkan jari nya !! " seru sang pria dengan nada kepanikan
" Ada apa nak ... " terdengar lagi suara seorang wanita yang ikut panik.
" Vi ... dia menggerakkan jari nya!! " pria itu masih dengan nada panik dan kekhawatiran
" Sabar nak .. dokter akan menangani Vi " ujar sang wanita
seorang pria menghampiri tubuh Nuvia yang terbaring tak berdaya, memeriksa denyut jantung dan tekanan darah nya
" Nuvia sudah melewati masa kritis nya .. " ucap pria berpakaian serba putih
"Bagaimana kondisi nya dok? " tanya pria yang tidak lain adalah hafidz
" Nuvia mengalami trauma, banyak hal yang membuat nya tidak ingin kembali pada tubuh nya, meskipun sebenarnya Nuvia bisa di katakan baik-baik saja tetapi otak nya merespon agar ia tetap tertidur untuk menghindari sesuatu yang membuat nya tidak mau melihat kenyataan " jelas sang dokter
" Apa dia akan seperti ini terus? " tanya hafidz
" Tidak, ini terbukti... bahwa Nuvia sudah kembali " ucap dokter senang
" Alhamdulillah yaa Allah " hafidz mengangkat kedua tangan nya merapalkan beberapa doa khusus untuk berucap syukur dan untuk kesehatan Nuvia
" Hasil visum bagaimana pak hafidz? apa akan anda bawa ke kantor? " tanya dokter
" Saya harus meminta izin terlebih dahulu pada Nuvia dok, saya tidak ingin membuat keputusan sendiri " ucap hafidz
" Apa anda mencurigai seseorang? " tanya dokter lagi
" Bukan hanya curiga, tapi saya yakin orang itu pelaku nya " hafidz mengusap wajah nya kasar
" Baiklah pak, saya pamit undur diri, jika ada sesuatu langsung hubungi saya " ucap dokter menyalami tangan hafidz
" Terima kasih dok " hafidz menyambut tangan dokter
***
Hafidz masih setia terduduk di sisi ranjang rumah sakit yang disana terbaring seorang wanita dengan tubuh yang pucat, hafidz tanpa lelah membersihkan peluh keringat dari sang wanita yang tidak juga membuka mata nya
" Nak ... mama pulang dulu, kemungkinan mama akan kembali bersama om Angga dan papa malam ini "
" Ya ma ... hafidz minta tolong sama mama, rahasiakan semua yang terjadi pada Nuvia malam itu dari om Angga, biarkan hafidz yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi di hidup Nuvia " ujar hafidz yang di angguki mama nya sambil mengelus kepala sang putera
" Kamu harus tetap sabar, jika nanti ada penolakan dari Nuvia, karena menjadi Nuvia tidak mudah nak " wejangan sang mama membuat hati hafidz terasa di aliri air yang damai dan sejuk
" ya ma ... doakan hafidz bisa membimbing Nuvia " ujar hafidz lalu berdiri dan menyalami tangan sang mama
🌸🌸
- Nuvia-
__ADS_1
Aku mendengar suara lantunan ayat suci Al-Quran yang beberapa hari ini selalu terngiang di telinga ku, tapi kali ini sangat berbeda.. suara nya terasa sangat dekat dan penuh. kepedihan
Aku mengerjapkan kedua mata ku, terlihat langit-langit yang berwarna putih bersih, dan aroma di sini tercium bau obat-obatan yang sangat menyengat
" eugh " aku menggerakkan tubuh ku yang terasa kaku dan pegal
" Vi .... yaa Allah .. Alhamdulillah ... " ucap seseorang yang langsung berdiri menampakkan wajah nya
" Ha - hafidz " suara ku serak dan terbata
" Ya .. ini aku .. kamu aman sekarang .. kamu akan baik-baik saja " ujar hafidz penuh kebahagiaan
" Kamu butuh apa? mau minum? " tanya nya sangat semangat
" iya ... aku haus " aku akan menggeser tubuh ku agar tidak berbaring tetapi ternyata sulit
" Kamu ingin bangun? " tanya hafidz yang mengerti pergerakan ku
" iya " jawab ku singkat
Hafidz menekan tombol yang ada di belakang ranjang tempat ku berbaring dan dengan perlahan ranjang itu bergerak membuat bagian punggung tubuh ku sedikit terangkat
" cukup? " tanya nya, ku jawab dengan anggukan kepala ku
" ini minum dulu ... Bissmillah " hafidz membantu ku untuk meminum air mineral dengan sedotan di dalam nya
" aku dimana? " tanya ku sambil mengedarkan pandanganku
" Kamu di rumah sakit polri " ucap hafidz lalu menunduk
" kok bisa? bukan kah seharusnya aku ada di Bali? " dan di detik itu juga aku mengingat semua yang terjadi malam itu sebelum aku bertemu hafidz
" Tidak perlu takut .. Allah SWT menjaga mu setiap saat, Dia tidak akan meninggalkan hamba Nya dalam keadaan apapun, kecuali hamba Nya yang memang sudah melupakan Dia ... Allah SWT sampai saat ini tetap berada dekat dengan mu, menjaga mu melalui aku .. percaya lah rencana Allah pasti yang terbaik " hafidz menyadarkan aku tentang kehidupan ku yang sudah jauh meninggalkan Tuhan ku
" Papa mu malam ini akan datang, orang tua ku sudah mengatakan bahwa aku lah yang menyebabkan kamu seperti ini, jadi aku mohon berjanji lah ... jangan sampai papa mu tahu tentang kejadian yang menimpa mu, aku hanya khawatir justru ada pihak yang akan memanfaatkan situasi ini " ucap hafidz
" kenapa kamu melakukan ini? " aku sebenarnya tidak ingin melibatkan siapa pun, aku sudah ikhlas menerima semua suratan takdir untuk ku
" Aku ingin menjaga Marwah mu sebagai wanita, jangan sampai orang di luar sana menghina mu tanpa tahu kejadian yang sebenarnya " ucap hafidz
" Kamu pasti berfikir aku sedang memanfaatkan situasi ini? " tanya hafidz
" emmmm .. aku tidak tahu, a-aku hanya merasa kotor dan aku ingin pergi meninggalkan semua kenangan kelam yang terjadi pada ku " ucap ku
" Vi, kamu percaya kan kalau dimana ada kesulitan Allah pasti akan memberi kemudahan? dan Allah SWT bersama orang-orang yang sabar " hafidz terus meyakinkan aku bahwa aku tidak sehina yang ku. fikirkan
" ya " ucap ku
" Dan Allah SWT Sangat membenci manusia. yang berputus asa !" ucap nya lagi
Hafidz terus saja memberikan aku masukkan yang positif dan tidak menggurui membuat hati dan fikiran ku jauh lebih tenang
***
RUMAH SAKIT POLRI KRAMAT JATI
sekarang sudah menunjukkan pukul 19:05 WIB, hafidz mengajak ku untuk menjalankan ibadah wajib yang sudah lama aku tinggalkan
" Tayamum saja Vi, biar aku arah kan kamu tinggal mengikuti " ujar hafidz dengan tersenyum
__ADS_1
Nawaitut Tayammuma Lisstibaahatish Shalaati Fardlol Lillaahi Ta'aalaa." Artinya: Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah ta'ala.
Aku mengikuti bacaan dan juga gerakan yang hafidz arahkan
" Aku sudah membelikan kamu mukena vi " ucap hafidz menyerah kan mukena tanpa menyentuh bagian tubuhku khawatir wudhu ku batal
" pakai sendiri ya " ucap nya dengan senyum yang mengembang
Aku melaksanakan sholat dengan khusyuk dan hafidz pun meninggal kan aku sendiri karena ingin melaksanakan shalat di musholla rumah sakit
--- CEKLEK .. ASSALAMUALAIKUM ----
papa ku datang bersama mama dan papa hafidz ketika aku sedang melipat mukena bagian bawah ku, kepala ku masih tertutup mukena bagian atas, mereka bersama seorang pria paruh baya yang menggunakan sorban di kepala nya.
" wa'aalaikumsalam " jawab ku
" Ya Allah nak ... Alhamdulillah kamu sudah sadar " mama hafidz sedikit berlari menghampiri ku
" mukena nya tidak perlu di buka, biarlah seperti ini.. Vi terllihat lebih cantik " ucap mama hafidz tersenyum mengelus wajah ku
" iya Tante, terima kasih " ucap ku malu
" Vi, apa yang terjadi? " papa menghampiri ku dengan sorot mata yang seperti ingin menerkam ku
" eum .. itu pa .. eum " aku takut salah bicara
" Assalamualaikum " hafidz tiba di saat yang tepat
" Wa'aalaikumsalam " serentak yang ada di ruangan menjawab salam hafidz
" Om, jangan salah kan Nuvia, ini semua salah saya, saya yang bertanggung jawab atas yang terjadi dengan Nuvia " ucap hafidz sambil menghampiri ku
" Apa yang kamu lakukan pada Puteri ku? " tanya papa
" Angga .. anak-anak kita sudah dewasa, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri, kita sebagai orang tua cukup mengarah kan jika mereka salah langkah, jangan menghakimi !! " ucap papa hafidz dengan bijaksana
" Apa kamu merestui jika hafidz menikahi putri mu? " tanya papa hafidz
" ya .. aku merestui .. tapi kenapa tidak kau katakan dari awal jika ingin melamar putri ku? kita bisa buat acara lamaran atau setidaknya pesta kecil untuk perayaan nya " ucap papa egois
" pernikahan bukan di lihat dari pesta meriah atau pun acara yang megah, tapi dari kesiapan kedua belah pihak, dan juga harus di dasari keimanan .. " ujar papa hafidz
" Apa kamu sudah ingin menikah via ? " tanya papa tanpa peduli perasaan ku
Aku melirik ke arah hafidz, aku melihat kedamaian di wajah nya, tapi aku tidak mencintai nya, aku. harus. bagaimana????
" Via !!! " tegur papa ku karena melihat aku yang tidak memberikan jawaban
-Hayoooo mau gak yah nuvia menikah'dengan hafidz?????????????
🌼🌼🌼
TBC
.
.
.
__ADS_1